Sabtu, 27 Juni 2026

Tragis! Pria di Kupang Tewas Usai Kepalanya Dihantam Batu Saat Menuju Pasar

  

Ilustrasi kecelakaa Photo by liputan6.com





KUPANG- Kasus dugaan penganiayaan berat yang berujung maut menimpa pasangan suami istri di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban, Marvel Jesrony Melky Mbau (45), meninggal dunia setelah kepalanya terkena lemparan batu saat sedang mengendarai mobil pikap bersama istrinya, Doly Maa, dan anak angkat mereka yang masih berusia empat tahun.

Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika keluarga kecil itu sedang dalam perjalanan menuju Pasar Takari. Saat melintas di ruas Jalan Timor Raya Kilometer 45, tepatnya di wilayah Kelurahan Camplong I, Kecamatan Fatuleu, tiba-tiba sebuah batu berukuran sebesar genggaman tangan orang dewasa melayang dari arah kanan jalan dan menghantam kepala bagian kanan Marvel. Pada saat kejadian, kaca jendela mobil dalam kondisi terbuka sehingga batu langsung mengenai kepala korban.

Meski mengalami luka serius, Marvel masih sempat mengendalikan kendaraan dan menepikannya ke sisi jalan. Namun, tak lama kemudian ia kehilangan kesadaran, pingsan di dalam mobil, serta mengeluarkan darah dari mulut akibat benturan keras yang dialaminya.

Korban segera dievakuasi menggunakan mobil patroli kepolisian menuju RSUD Naibonat untuk mendapatkan pertolongan medis. Karena kondisinya terus memburuk, pihak keluarga kemudian memutuskan merujuknya ke RSUD Prof. Dr. W.Z. Yohanes Kupang. Sayangnya, tindakan operasi yang dibutuhkan tidak dapat segera dilakukan lantaran ruang operasi dan ruang perawatan penuh.

Saat keluarga berupaya mencari rumah sakit lain yang memiliki ruang perawatan tersedia, kondisi Marvel semakin kritis. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 11.40 WITA sebelum sempat menjalani operasi.

Kapolsek Fatuleu, Iptu Markus Tameno, menjelaskan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan oleh keluarga korban ke Polsek Fatuleu dengan nomor laporan polisi LP/B/13/VI/2026/SPKT/Polsek Fatuleu/Polda NTT. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebuah batu kali yang diduga digunakan pelaku serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.

Menurut Markus, hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku sekaligus mengetahui motif di balik aksi pelemparan batu tersebut. Aparat juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melintas di ruas jalan yang sepi, terutama pada dini hari atau saat kondisi lalu lintas lengang.

Sementara itu, keluarga korban berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. "Saya minta polisi segera mengungkap pelaku pelemparan ini agar mendapat hukuman yang setimpal," ujar Doly M(red/lis)

0 komentar:

Posting Komentar