Jumat, 14 Agustus 2026

Tak Harus Tinggalkan Pekerjaan, Pekerja Kini Punya Lebih Banyak Pilihan Kuliah

Kuliah sambil bekerja (photo by radar kediri)




Pendidikan tinggi selama ini identik dengan mahasiswa yang langsung melanjutkan kuliah setelah menyelesaikan pendidikan menengah. Namun, kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi sebenarnya juga dibutuhkan oleh masyarakat yang telah memasuki dunia kerja.

Bagi pekerja, melanjutkan kuliah bukan perkara mudah. Kesibukan pekerjaan, keterbatasan waktu, tuntutan ekonomi, hingga tanggung jawab keluarga menjadi sejumlah kendala yang harus dipertimbangkan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya sistem pendidikan tinggi yang lebih fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.

Kesempatan untuk kembali belajar setelah bekerja juga sejalan dengan konsep pendidikan sepanjang hayat. Perubahan kebutuhan industri membuat pekerja perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan. Proses belajar pun tidak seharusnya berhenti hanya karena seseorang telah memasuki dunia kerja.

Pendidikan tinggi yang fleksibel dapat memberikan kesempatan kepada pekerja untuk meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang menjadi sumber penghasilan. Pemerintah juga terus mendorong agar akses pendidikan tinggi dapat dinikmati oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.

Memperluas Kesempatan Kuliah bagi Pekerja

Upaya memperluas akses pendidikan bagi pekerja salah satunya terlihat dari penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Terbuka (UT) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pada 10 Agustus 2026.

Kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi pekerja untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

Bagi pekerja, kuliah tidak hanya bertujuan mendapatkan gelar akademik. Pendidikan juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi perubahan kebutuhan industri.

Peningkatan kompetensi pekerja juga berpotensi memberikan dampak positif bagi perusahaan maupun industri. Pekerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan lebih baik dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di tempat kerja.

Pembelajaran Fleksibel dan RPL

Salah satu faktor penting yang dapat mendukung pekerja menjalani pendidikan tinggi adalah fleksibilitas pembelajaran. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan mahasiswa mengakses materi perkuliahan di luar jam kerja sehingga waktu belajar dapat disesuaikan dengan aktivitas pekerjaan.

Model pembelajaran fleksibel yang diterapkan Universitas Terbuka menjadi salah satu pilihan bagi pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaannya.

Selain fleksibilitas pembelajaran, terdapat pula mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Mekanisme ini memungkinkan pengalaman kerja serta hasil pembelajaran formal maupun nonformal seseorang diakui melalui proses asesmen sesuai ketentuan yang berlaku.

Hasil asesmen RPL dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester sesuai dengan program studi dan aturan yang ditetapkan perguruan tinggi. Dengan demikian, seseorang yang telah memiliki kompetensi tertentu dari pengalaman sebelumnya tidak selalu harus mengulang seluruh materi dari awal.

Manfaat Kuliah Sambil Bekerja

Menjalani kuliah sambil bekerja dapat memberikan manfaat bagi pengembangan diri maupun karier. Pengalaman yang diperoleh di tempat kerja dapat menjadi bekal dalam mengikuti proses akademik. Sebaliknya, pengetahuan yang diperoleh selama kuliah juga dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan.

Pemerintah menilai RPL sebagai salah satu instrumen yang dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat keterkaitan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja.

Meski demikian, kuliah sambil bekerja tetap memiliki tantangan. Mahasiswa harus membagi waktu antara pekerjaan, perkuliahan, tugas, keluarga, dan kebutuhan istirahat. Karena itu, fleksibilitas sistem pendidikan perlu disertai kedisiplinan serta kemampuan mengatur waktu.

Dukungan dari perguruan tinggi dan lingkungan kerja juga dibutuhkan agar pekerja dapat menjalani pendidikan dengan baik. Teknologi memang dapat mempermudah proses belajar, tetapi keberhasilan studi tetap bergantung pada konsistensi dan kemampuan mahasiswa mengelola waktunya.

Pendidikan Sepanjang Hayat

Terbukanya kesempatan kuliah bagi pekerja menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat dikembangkan menjadi sistem yang lebih inklusif dan tidak hanya ditujukan bagi kelompok usia tertentu.

Pengalaman serta kompetensi yang diperoleh selama bekerja dapat menjadi bagian dari perjalanan pendidikan seseorang. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, pekerja di berbagai daerah memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan profesional.

Perluasan akses tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan, organisasi pekerja, dan mahasiswa. Sistem pembelajaran yang fleksibel serta penerapan RPL yang transparan dan berkualitas dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih terbuka.

Dengan akses yang semakin luas, kuliah sambil bekerja dapat menjadi pilihan yang lebih realistis bagi masyarakat. Pendidikan tinggi tidak hanya menjadi sarana memperoleh gelar, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar sepanjang hayat untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di dunia kerja. (red/hep)

KONI Kediri Mulai Jaring Pemain U17 untuk Tim Sepak Bola Porprov 2027

Tim Persedikab Kediri U17 saat melakukan uji coba dengan Inter Kediri U17 (photo by radarkediri)



 KONI Kabupaten Kediri belum akan membentuk tim sepak bola untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur dalam waktu dekat. Persiapan tim diperkirakan baru akan dilakukan pada 2027. Namun, proses pencarian pemain potensial dijadwalkan dimulai lebih awal melalui seleksi di tingkat daerah.

Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, mengatakan penjaringan pemain direncanakan berlangsung tahun ini melalui Askab PSSI Kediri.

Menurut Hakim, seleksi tersebut akan menyasar pemain dengan kelompok usia U17. Askab PSSI Kediri akan bertugas melakukan proses seleksi untuk mendapatkan talenta-talenta terbaik yang nantinya diproyeksikan memperkuat tim Kabupaten Kediri di ajang Porprov.

Setelah pemain terpilih, persiapan secara lebih intensif termasuk pemusatan latihan diperkirakan baru dimulai pada tahun depan. Hakim menyebut pembentukan tim akan dilakukan melalui proses seleksi, bukan dengan langsung menggunakan satu klub sebagai wakil Kabupaten Kediri.

Ia menegaskan tim Porprov nantinya tidak sama dengan Persedikab Kediri U17. Pemain yang masuk skuad dapat berasal dari berbagai klub sepak bola yang berada di Kabupaten Kediri. Dengan demikian, setiap klub memiliki kesempatan untuk menyumbangkan pemain terbaiknya untuk memperkuat tim daerah.

Salah satu klub yang menyatakan kesiapannya menyuplai pemain muda adalah Triple's Kediri. Presiden Klub Triple's Kediri, Ansen Niekhalis Subangun, mengaku akan menjalin komunikasi dengan KONI Kabupaten Kediri terkait rencana tersebut.

Menurut Ansen, ajang Porprov dapat menjadi bagian dari proses pembinaan pemain muda sebelum mereka tampil di Liga 4. Karena itu, pihaknya juga berencana melakukan penjaringan pemain untuk menemukan talenta terbaik yang dapat diproyeksikan memperkuat tim Porprov maupun menghadapi kompetisi Liga 4.

Ansen menilai kedua agenda tersebut dapat dipersiapkan secara bersamaan. Seleksi pemain di Kabupaten Kediri akan dilakukan untuk kebutuhan Porprov, sekaligus menjadi bagian dari persiapan Triple's Kediri menghadapi Liga 4. (red/hep)

Kamis, 13 Agustus 2026

Dugaan Solar Subsidi Tak Tepat Sasaran di SPBU Pacekulon, Pengawasan Dipertanyakan

 Dugaan penyalahgunaan penyaluran solar subsidi di SPBU Pacekulon




 Nganjuk – Dugaan penyalahgunaan penyaluran solar subsidi di SPBU Pacekulon, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, kembali menjadi perhatian. Sebelumnya, telah dipublikasikan laporan investigasi pada 29 Juni 2026 terkait dugaan aktivitas pelangsiran solar subsidi di lokasi tersebut. Hasil pemantauan lanjutan kini menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat perhatian dan pendalaman dari aparat penegak hukum.

Dalam pemantauan terbaru, sejumlah kendaraan roda dua yang diduga telah dimodifikasi masih terlihat melakukan pengisian solar subsidi. Ketika aparat melakukan pengecekan, para pelangsir disebut menunjukkan dokumen yang diklaim berasal dari sektor pertanian sebagai dasar untuk memperoleh BBM subsidi.

Namun, persoalan diduga tidak berhenti pada kelengkapan dokumen saat pengisian. Berdasarkan penelusuran di lapangan, beberapa kendaraan yang telah mengisi solar kemudian bergerak menuju kawasan Jalan Cerme. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa BBM yang diperoleh tidak seluruhnya digunakan secara langsung untuk kepentingan pertanian sebagaimana peruntukan subsidi.

Temuan ini sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan distribusi BBM subsidi. Pemeriksaan administratif memang penting, tetapi perlu pula dipastikan bahwa solar yang telah dibeli benar-benar digunakan oleh penerima yang berhak dan sesuai dengan peruntukannya.

Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku mempertanyakan pola pengawasan tersebut.


dugaan penggunaan kendaraan rengkek untuk kegiatan pertanian


“Kalau hanya memeriksa surat, semuanya tentu terlihat sesuai. Yang juga perlu dilihat adalah ke mana solar itu dibawa setelah keluar dari SPBU. Media hanya bisa melakukan pemantauan, sedangkan aparat memiliki kewenangan untuk menelusuri lebih jauh,” ujarnya.

Setelah pemberitaan sebelumnya diterbitkan, redaksi juga mengaku menerima komunikasi dari dua orang yang disebut sebagai penghubung. Salah satunya disebut merupakan tokoh di Nganjuk yang memiliki keterkaitan dengan sebuah lembaga, sementara seorang lainnya dikenal masyarakat dengan julukan “Mbah Londho”. Redaksi menyatakan bahwa pemberitaan tersebut dibuat sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan untuk mendorong pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi.

Sementara itu, Kanit Tipidter Polres Nganjuk, David, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi yang disebut sebagai tempat Ambon. Menurutnya, saat pemeriksaan tidak ditemukan barang bukti solar di lokasi tersebut.

David juga menyebutkan bahwa Unit Pidsus akan menindaklanjuti dugaan penggunaan kendaraan rengkek untuk kegiatan pertanian. Selain itu, koordinasi dengan Dinas Pertanian akan dilakukan untuk memastikan prosedur penggunaan barcode dalam pembelian solar subsidi.

Ketika dimintai dokumentasi hasil pengecekan lapangan, David menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memberikan dokumentasi tersebut tanpa izin pimpinan. Ia juga menyebut adanya pengalaman sebelumnya ketika dokumentasi kegiatan aparat diberitakan dengan narasi yang dinilai berbeda.

Pernyataan tersebut kembali menjadi perhatian karena berdasarkan pemantauan awak media, aktivitas kendaraan yang diduga melakukan pelangsiran disebut berlangsung berulang pada berbagai waktu, mulai pagi hingga malam hari. Sejumlah sepeda motor juga terlihat keluar-masuk SPBU untuk melakukan pengisian.

Jika aktivitas tersebut benar berlangsung secara rutin, diperlukan pemeriksaan yang lebih menyeluruh. Tidak hanya sebatas memeriksa dokumen administrasi, aparat juga perlu menelusuri alur distribusi setelah BBM keluar dari SPBU untuk memastikan solar subsidi benar-benar sampai kepada penerima yang berhak dan digunakan sesuai ketentuan.

Diharapkan Satreskrim dan Unit Tipidter Polres Nganjuk dapat melakukan pendalaman secara profesional, transparan, dan menyeluruh. Pengawasan tersebut penting mengingat BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.

Ruang hak jawab dan hak koreksi tetap terbuka bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (red/hep)


Bupati Kediri Temui Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibu Sakit, Kebutuhan Sekolah Dijamin


TULANG PUNGGUNG: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berbincang dengan Marfel dan Kumala Nur Hidayati yang tergolek lemah di kasur, di rumahnya Desa/Kecamatan Ngancar kemarin. (Foto: radar kediri)


KEDIRI –
Kisah keteguhan seorang bocah berusia 11 tahun di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, dalam merawat ibunya yang sedang sakit mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kediri.

Marfellino Duha Saputra, siswa kelas V sekolah dasar di Desa/Kecamatan Ngancar, harus menjalani kehidupan yang tidak mudah di usianya. Selain tetap bersekolah, Marfel juga membantu memenuhi berbagai kebutuhan sang ibu, Kumala Nur Hidayati, yang kini tidak dapat beraktivitas secara mandiri.

Kisah tersebut akhirnya sampai kepada Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Pada Kamis (13/8/2026), Dhito datang langsung ke kediaman Marfel untuk melihat kondisi keluarga tersebut sekaligus memberikan bantuan.

Tetap Sekolah Sambil Merawat Ibu

Saat Bupati Kediri tiba, Marfel langsung mengajaknya masuk ke dalam rumah untuk melihat kondisi ibunya yang terbaring di atas kasur.

Di usia yang masih sangat muda, Marfel telah terbiasa menjalankan berbagai pekerjaan rumah untuk membantu ibunya. Rutinitas tersebut sudah dilakukannya sejak duduk di kelas III SD.

Setiap pagi, Marfel biasanya bangun sekitar pukul 05.30 hingga 06.00 WIB. Setelah itu, dia membantu ibunya beraktivitas, menyiapkan makanan hingga memasak sendiri.

Kondisi sang ibu membuat sebagian besar aktivitas sehari-hari harus dibantu Marfel. Bahkan untuk kebutuhan buang air, Kumala harus menggunakan pispot yang kemudian dibersihkan oleh putranya.

Kumala diketahui mengalami pengeroposan tulang sejak sekitar dua tahun terakhir. Awalnya, dia merasakan kesemutan dan nyeri pada tubuh. Kondisinya kemudian semakin memburuk setelah mengalami jatuh hingga akhirnya tidak mampu bangun dan beraktivitas seperti sebelumnya.

Bupati Pastikan Kebutuhan Marfel Terpenuhi

Melihat kondisi tersebut, Bupati Kediri menyatakan komitmennya untuk membantu kebutuhan Marfel dan keluarganya.

Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mencakup keperluan pendidikan. Marfel diminta tetap melanjutkan sekolah dan tidak menjadikan kondisi keluarganya sebagai alasan untuk berhenti belajar.

Dhito juga memberikan nomor telepon pribadinya kepada Marfel. Bocah tersebut dipersilakan menghubungi dirinya apabila membutuhkan bantuan.

Selain pendidikan, kebutuhan makan dan keperluan harian keluarga juga akan diperhatikan.

Bupati Kediri juga berpesan agar Marfel tetap memiliki waktu untuk beribadah dan mengaji di tengah tanggung jawabnya merawat sang ibu.

Menurut Dhito, apa yang dilakukan Marfel merupakan bentuk tanggung jawab yang cukup besar bagi anak seusianya.

Awalnya Merasa Berat, Kini Mulai Terbiasa

Dalam pertemuannya dengan Marfel, Dhito sempat menanyakan apakah aktivitas merawat sang ibu terasa berat.

Marfel mengakui bahwa pada awalnya dirinya sempat merasa kesulitan. Namun, seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kesehariannya.

Meski demikian, perhatian terhadap kondisi Marfel tetap diperlukan. Sebab, anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut harus membagi waktu antara pendidikan, kehidupan sehari-hari dan tanggung jawab merawat ibunya.

Kehadiran pemerintah diharapkan dapat meringankan beban yang selama ini dipikulnya.

Dapat Bantuan hingga Sepeda Listrik

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kediri juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk Marfel. Di antaranya sepatu, pakaian, kaus kaki dan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Namun, ada satu kebutuhan yang disampaikan Marfel secara langsung, yakni sepeda listrik untuk menunjang perjalanan menuju sekolah.

Permintaan tersebut langsung mendapat respons positif dari Dhito. Bupati berjanji sepeda listrik tersebut akan dikirim paling lambat Jumat (14/8/2026).

Bantuan itu diharapkan membuat aktivitas Marfel menuju sekolah menjadi lebih mudah sehingga dia dapat tetap fokus menjalani pendidikan.

Sementara itu, kondisi Kumala juga akan mendapat perhatian lebih lanjut. Setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Simpang Lima Gumul, keluarga berencana melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi tulang serta kemungkinan tindakan medis yang dapat dilakukan.

Kisah Marfel menjadi gambaran bahwa kepedulian dan tanggung jawab keluarga dapat tumbuh sejak usia dini. Di tengah keterbatasan, bocah tersebut tetap berusaha menjalankan kewajibannya sebagai anak sekaligus mempertahankan pendidikannya.

Perhatian dari pemerintah diharapkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga dapat memastikan Marfel dan ibunya memperoleh pendampingan serta kebutuhan dasar yang layak ke depannya.

(Red/lis)

Revitalisasi Museum Sri Aji Joyoboyo, Pemkab Kediri Siapkan Pemindahan Tiang dan Kabel


Tiang dan kabel semrawut yang ganggu estetika museum.( by radar kediri)


KEDIRI –
Revitalisasi Museum Sri Aji Joyoboyo di Kabupaten Kediri tidak hanya berfokus pada pembenahan bangunan dan perubahan tampilan fasad. Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyiapkan penataan area di bagian depan museum agar wajah kawasan tersebut terlihat lebih rapi setelah revitalisasi rampung.

Salah satu pekerjaan pendukung yang disiapkan adalah pemindahan sejumlah tiang listrik serta jaringan fiber optik (FO) yang berada di sekitar depan museum. Keberadaan tiang dan kabel yang melintang dinilai dapat mengurangi kesan rapi pada tampilan bangunan setelah mendapatkan wajah baru.

Pemkab Kediri ingin area depan museum nantinya memiliki pandangan yang lebih terbuka tanpa terganggu kabel yang menggantung maupun tiang utilitas yang berdiri di sekitar bangunan.

Tiang dan Kabel Dinilai Mengganggu Tampilan Museum

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan penataan utilitas menjadi salah satu pekerjaan yang ikut disiapkan dalam rangkaian revitalisasi museum.

Menurutnya, keberadaan jaringan listrik dan telekomunikasi di depan museum cukup mengganggu tampilan kawasan, terlebih setelah fasad bangunan diperbarui.

Pemkab saat ini telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yang memiliki jaringan di lokasi tersebut. Untuk jaringan telekomunikasi, salah satu tiang yang berada di depan museum diketahui merupakan milik PT Telkom.

Selain kabel telekomunikasi, jaringan listrik serta kabel WiFi yang berada di kawasan depan museum juga akan menjadi bagian dari penataan.

Pemkab Siapkan Anggaran Pemindahan Tiang Listrik

Untuk pemindahan jaringan listrik, Pemkab Kediri telah berkoordinasi dengan PLN. Pekerjaan tersebut membutuhkan biaya sehingga pemerintah daerah menyiapkan anggaran khusus.

Nilai anggaran yang dipersiapkan disebut mencapai lebih dari Rp100 juta. Dana tersebut digunakan untuk mendukung proses pemindahan jaringan listrik yang berada di area depan museum.

Sementara itu, pemindahan jaringan fiber optik memiliki mekanisme berbeda. Pemkab tidak menyiapkan anggaran khusus untuk pekerjaan tersebut karena prosesnya akan dikoordinasikan bersama penyedia jaringan.

Langkah tersebut dilakukan agar pemindahan berbagai utilitas dapat berjalan tanpa mengganggu keberadaan jaringan telekomunikasi yang masih dibutuhkan masyarakat.

Diharapkan Selaras dengan Fasad Baru

Penataan bagian depan menjadi penting karena revitalisasi Museum Sri Aji Joyoboyo juga menyasar tampilan luar bangunan.

Setelah pekerjaan fasad selesai, pemerintah ingin kawasan museum memiliki tampilan yang lebih bersih dan tertata. Kabel yang melintang serta tiang yang berada di area depan dinilai kurang sesuai dengan konsep wajah baru museum.

Dengan pemindahan tersebut, pengunjung nantinya diharapkan dapat menikmati tampilan bangunan dengan lebih leluasa. Kawasan museum juga diharapkan menjadi lebih nyaman dan memiliki nilai visual yang lebih baik.

Revitalisasi tidak hanya diharapkan membuat museum menjadi lebih menarik secara fisik, tetapi juga mendukung keberadaan museum sebagai salah satu ruang edukasi dan pengenalan sejarah Kediri kepada masyarakat.

Ditarget Rampung Desember 2026

Pemkab Kediri menargetkan seluruh pekerjaan revitalisasi dan penataan pendukung tersebut dapat diselesaikan pada Desember 2026.

Pekerjaan pemindahan tiang listrik, jaringan FO, hingga pembangunan fasad diharapkan dapat berjalan secara beriringan sehingga tidak ada pekerjaan pendukung yang tertinggal setelah revitalisasi utama selesai.

Dengan konsep tersebut, Museum Sri Aji Joyoboyo nantinya tidak hanya memiliki bangunan yang lebih representatif, tetapi juga lingkungan depan yang lebih tertata.

Penataan utilitas menjadi bagian penting agar investasi revitalisasi yang dilakukan pemerintah daerah dapat memberikan perubahan secara menyeluruh terhadap wajah kawasan museum.

(Red/lis)

Rabu, 12 Agustus 2026

Gerombolan Remaja Konvoi dan Geber Motor Bikin Warga Kediri Tak Nyaman


(photo by AI)


KEDIRI –
Aktivitas sekelompok remaja yang kerap melakukan konvoi pada malam hari mulai membuat masyarakat Kota Kediri merasa terganggu. Selain suara kendaraan yang bising, aksi berkumpul hingga menggeber motor dinilai berpotensi mengganggu pengguna jalan dan memicu persoalan keamanan.

Salah satu lokasi yang belakangan sering menjadi titik berkumpul adalah kawasan simpang empat dekat Rumah Sakit Baptis. Aktivitas tersebut biasanya berlangsung pada malam hingga larut malam, ketika sebagian besar warga mulai beristirahat.

Kondisi itu membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi merasa tidak nyaman. Suara knalpot kendaraan yang digeber, teriakan, serta kerumunan kendaraan disebut cukup mengganggu ketenangan lingkungan.

Heru, warga Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, mengatakan fenomena tersebut sudah berlangsung sekitar dua pekan terakhir. Menurutnya, jumlah remaja yang berkumpul terkadang cukup banyak sehingga memenuhi kawasan persimpangan.

Tidak hanya persoalan kebisingan, warga juga mengkhawatirkan potensi munculnya persoalan lain apabila kerumunan tersebut tidak segera diantisipasi.

Kerumunan dalam jumlah besar, terlebih mayoritas anggotanya masih berusia remaja, dinilai rawan memunculkan gesekan antarkelompok. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan rumah sakit.

Keberadaan Rumah Sakit Baptis di dekat lokasi menjadi salah satu perhatian warga. Jalan yang dipenuhi kendaraan maupun kelompok remaja dikhawatirkan dapat menghambat kendaraan yang membutuhkan akses cepat menuju fasilitas kesehatan.

Keresahan serupa juga dirasakan warga Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren. Aktivitas konvoi pada malam hari dinilai tidak memberikan manfaat dan justru berpotensi mengganggu masyarakat yang membutuhkan waktu istirahat.

Bagi warga yang bekerja hingga malam, keberadaan gerombolan remaja di sejumlah ruas jalan juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Pengguna jalan berharap aktivitas kelompok tersebut tidak berkembang menjadi tindakan yang membahayakan pengendara lain.

Fenomena konvoi remaja tersebut sebelumnya juga sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah rekaman memperlihatkan kerumunan pemuda dan kendaraan berada di sekitar simpang empat kawasan RS Baptis pada tengah malam.

Aktivitas serupa disebut tidak selalu berlangsung di satu lokasi. Titik berkumpul kelompok remaja tersebut dapat berpindah-pindah, terutama di kawasan jalan yang ramai dan mudah diakses.

Kondisi ini menjadi perhatian aparat kepolisian. Upaya pencegahan dilakukan melalui patroli pada sejumlah titik yang dianggap rawan menjadi lokasi berkumpulnya kelompok remaja.

Polisi juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi aktivitas anak, terutama bagi mereka yang masih berstatus pelajar.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto melalui Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi mengimbau para orang tua memastikan anak-anak mereka tidak berada di luar rumah hingga larut malam tanpa alasan yang jelas.

Pengawasan, menurutnya, tidak cukup hanya dengan menetapkan batas waktu pulang. Orang tua juga perlu membangun komunikasi dengan anak sehingga mengetahui aktivitas, tujuan bepergian, teman yang ditemui, serta kegiatan yang dilakukan di luar rumah.

Langkah tersebut dinilai penting karena sebagian besar remaja yang terlibat dalam aktivitas konvoi masih berada pada usia sekolah. Pada usia tersebut, pengawasan dan pendampingan keluarga menjadi bagian penting untuk mencegah anak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan tidak ragu melaporkan apabila menemukan aktivitas kelompok yang mulai mengarah pada gangguan keamanan atau ketertiban. Informasi dari warga dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat sebelum situasi berkembang.

Polisi pun terus melakukan langkah antisipatif melalui patroli di sejumlah kawasan yang berpotensi menjadi titik kerumunan. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga situasi Kota Kediri tetap aman, nyaman, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat pada malam hari tidak terganggu.

Pada akhirnya, persoalan konvoi remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, dan para remaja sendiri diperlukan agar ruang publik tetap digunakan secara tertib tanpa mengganggu hak masyarakat lain untuk beristirahat maupun beraktivitas.

(Red/lis)


Cuaca Panas Ekstrem Berdampak ke Peternakan Ayam Kediri, Telur dan Kesehatan Ternak Terancam


(photo by AI)


KEDIRI –
Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai memberikan tantangan tersendiri bagi para peternak ayam di Kabupaten Kediri. Suhu udara yang tinggi membuat kondisi kandang menjadi lebih panas sehingga unggas rentan mengalami stres panas atau heat stress.

Kondisi tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan ayam, tetapi juga dapat menekan produktivitas ternak. Jika tidak ditangani dengan baik, suhu lingkungan yang terlalu tinggi bahkan berpotensi meningkatkan angka kematian ayam.

Salah seorang peternak ayam broiler di Kecamatan Plemahan, Munif, mengatakan perubahan cuaca selama musim kemarau cukup terasa di kandang miliknya. Terlebih, ia menggunakan sistem kandang open house yang kondisi suhunya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Menurutnya, ketika temperatur meningkat, ayam menjadi lebih mudah mengalami gangguan akibat panas. Kondisi tersebut membuat peternak harus memberikan perhatian ekstra terhadap kesehatan dan kondisi ternak.

Beberapa ekor ayam sempat mengalami kematian ketika suhu udara meningkat. Namun, jumlahnya masih dapat ditekan melalui penanganan dan pemberian obat sesuai kebutuhan.

Kualitas bibit juga menjadi salah satu faktor yang membantu menekan dampak buruk cuaca panas. Bibit ayam yang memiliki kondisi kesehatan baik dinilai lebih mampu bertahan ketika menghadapi perubahan lingkungan.

Nafsu Minum dan Produksi Telur Ikut Terdampak

Persoalan serupa juga dirasakan peternak ayam petelur. Suhu udara yang terlalu tinggi dapat mengubah perilaku ayam, termasuk pola konsumsi air dan kondisi tubuhnya.

Rahman, peternak ayam petelur asal Kecamatan Plemahan, mengungkapkan kondisi panas membuat ayam peliharaannya mengalami perubahan pola minum. Ketika kondisi tersebut berlangsung, kesehatan ayam ikut terganggu dan pada akhirnya berdampak terhadap produksi telur.

Menurutnya, penurunan produktivitas menjadi salah satu persoalan yang paling dirasakan peternak selama cuaca panas. Produksi telur dapat berkurang ketika kondisi ayam tidak berada dalam keadaan optimal.

Hal tersebut menjadi perhatian karena produktivitas merupakan salah satu faktor utama yang menentukan pendapatan peternak ayam petelur. Semakin banyak ayam mengalami gangguan kesehatan, semakin besar pula potensi kerugian yang harus ditanggung.

Karena itu, peternak perlu melakukan pengawasan lebih intensif selama musim kemarau. Kondisi ayam, ketersediaan air minum, sirkulasi udara, hingga kebersihan kandang perlu diperhatikan agar ternak tetap berada dalam kondisi yang baik.

Sistem Kandang Jadi Faktor Penting

Tidak semua peternak mengalami dampak yang sama. Dedi, peternak ayam broiler di Kecamatan Ngasem, mengaku kondisi kemarau sejauh ini belum memberikan pengaruh besar terhadap ayam yang dipeliharanya.

Salah satu faktor yang membuat kondisi ternaknya relatif stabil adalah penggunaan sistem kandang close house.

Berbeda dengan kandang open house yang lebih banyak bergantung pada kondisi lingkungan, sistem close house memungkinkan peternak mengatur kondisi mikroklimat di dalam kandang.

Penggunaan kipas dan perangkat pendukung lainnya membantu menjaga sirkulasi udara sekaligus mengendalikan suhu. Dengan demikian, perubahan temperatur di luar kandang tidak sepenuhnya langsung dirasakan oleh ayam.

Sistem tersebut menjadi salah satu bentuk adaptasi peternakan terhadap kondisi cuaca yang semakin tidak menentu. Meski membutuhkan investasi dan biaya operasional lebih besar, kandang close house memberikan keuntungan dari sisi pengendalian lingkungan ternak.

Peternak Dituntut Lebih Adaptif

Perbedaan kondisi yang dialami para peternak menunjukkan bahwa sistem perkandangan memiliki peran penting dalam menghadapi musim kemarau.

Pada kandang open house, peternak perlu lebih aktif mengantisipasi kenaikan suhu dengan memastikan sirkulasi udara berjalan baik dan kebutuhan air ternak tetap terpenuhi.

Sementara pada sistem close house, pengaturan suhu dan ventilasi dapat dilakukan dengan bantuan perangkat mekanis. Namun, sistem tersebut tetap membutuhkan pemantauan dan perawatan agar seluruh peralatan bekerja secara optimal.

Musim kemarau panjang pada akhirnya tidak hanya menjadi persoalan ketersediaan air bagi masyarakat dan pertanian, tetapi juga menjadi tantangan bagi sektor peternakan.

Peternak perlu menyesuaikan pola pemeliharaan dengan kondisi cuaca agar kesehatan ternak tetap terjaga. Langkah pencegahan sejak awal dinilai lebih penting daripada menunggu ayam mengalami gangguan akibat suhu panas.

Dengan pengelolaan kandang yang tepat, pemberian air dan pakan yang terjaga, serta pemantauan kesehatan secara rutin, risiko heat stress dapat ditekan. Hal tersebut sekaligus menjadi kunci untuk mempertahankan produktivitas peternakan ayam selama musim kemarau panjang.

(Red/lis)

Senin, 10 Agustus 2026

Perceraian di Kediri Melonjak, Ribuan Rumah Tangga Retak akibat Tekanan Ekonomi

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Kediri, Agus Salim/by beritajatim.com


KEDIRI –
Tingginya angka perceraian di Kabupaten Kediri kembali menjadi perhatian. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kediri mencatat sebanyak 1.733 perkara perceraian telah diputus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.383 perkara merupakan cerai gugat yang diajukan oleh pihak istri. Sementara cerai talak yang diajukan suami tercatat sebanyak 350 perkara.

Besarnya jumlah cerai gugat menunjukkan bahwa perempuan menjadi pihak yang lebih banyak mengambil keputusan untuk mengakhiri perkawinan melalui jalur hukum. Kondisi tersebut sekaligus menggambarkan adanya persoalan rumah tangga yang semakin kompleks.

Jika tren perkara perceraian terus berlangsung hingga penghujung tahun, jumlah kasus sepanjang 2026 berpotensi melampaui angka tahun sebelumnya. Pada 2025, PA Kabupaten Kediri mencatat sebanyak 3.386 perkara perceraian yang telah diputus.

Ekonomi Masih Menjadi Pemicu Utama

Panitera Muda Hukum PA Kabupaten Kediri, Moh. Imron, menjelaskan persoalan ekonomi masih menjadi penyebab paling dominan dalam perkara perceraian.

Pada semester pertama 2026, tercatat 1.193 perkara yang berkaitan dengan persoalan ekonomi. Faktor berikutnya adalah perselisihan dan pertengkaran yang berlangsung terus-menerus dengan 268 perkara.

Perselisihan dalam rumah tangga, menurutnya, sering kali tidak berdiri sendiri. Persoalan finansial dapat berkembang menjadi konflik berkepanjangan, termasuk ketika kebutuhan keluarga tidak mampu dipenuhi atau terjadi ketidaksepakatan mengenai pengelolaan keuangan.

Selain tekanan ekonomi, sejumlah faktor lain juga turut muncul dalam perkara perceraian. Di antaranya perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, meninggalkan pasangan, hingga persoalan yang melibatkan pihak ketiga.

Kasus Perceraian akibat Judi Ikut Meningkat

Fenomena lain yang mendapat perhatian adalah meningkatnya perkara perceraian yang berkaitan dengan perjudian, termasuk judi online.

Pada semester pertama 2026, PA Kabupaten Kediri mencatat 31 perkara perceraian yang berkaitan dengan faktor judi. Angka tersebut sudah melampaui jumlah perkara serupa sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 21 kasus.

Praktisi hukum Kediri, M. Rofian, menilai persoalan ekonomi dan judi online memiliki hubungan yang cukup erat dalam memperburuk kondisi rumah tangga.

Kecanduan judi dapat membuat pengeluaran keluarga tidak terkendali. Ketika kondisi keuangan semakin tertekan, konflik antara pasangan pun berpotensi meningkat dan akhirnya mendorong salah satu pihak memilih jalur perceraian.

Dominasi perempuan dalam perkara cerai gugat juga dinilai menunjukkan semakin terbukanya pilihan bagi istri untuk mengambil langkah hukum ketika persoalan rumah tangga tidak lagi dapat diselesaikan melalui komunikasi maupun perundingan keluarga.

Anak Berpotensi Menjadi Korban

Di balik ribuan perkara perceraian tersebut terdapat persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni dampaknya terhadap anak.

Perceraian orang tua dapat membawa perubahan besar terhadap kehidupan anak, mulai dari pola pengasuhan, kondisi ekonomi keluarga, hubungan dengan kedua orang tua, hingga lingkungan pendidikan.

Karena itu, penyelesaian perkara perceraian tidak hanya berkaitan dengan berakhirnya hubungan suami dan istri. Hak anak, termasuk pengasuhan, kebutuhan hidup, pendidikan, serta hubungan dengan kedua orang tua juga perlu menjadi perhatian.

PA Kabupaten Kediri tetap berupaya mendorong perdamaian melalui proses mediasi. Namun, pelaksanaannya tidak selalu mudah karena salah satu pihak dalam perkara sering kali tidak hadir dalam persidangan.

Ketidakhadiran tergugat membuat proses mediasi tidak dapat dilakukan secara optimal karena kedua belah pihak harus hadir. Dalam kondisi tertentu, perkara kemudian dapat diputus secara verstek setelah majelis hakim tetap memeriksa alasan dan bukti yang diajukan penggugat.

Meski demikian, perkara yang kedua pihaknya hadir masih memiliki peluang untuk diselesaikan melalui mediasi. Dalam beberapa kasus, mediasi bahkan dapat menghasilkan kesepakatan mengenai hak asuh maupun hak kunjung anak.

Kemenag Dorong Penguatan Komunikasi Keluarga

Upaya pencegahan perceraian juga dilakukan melalui pembinaan keluarga oleh Kementerian Agama Kabupaten Kediri.

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Kediri Agus Salim mengatakan komunikasi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keutuhan rumah tangga.

Menurutnya, banyak persoalan sebenarnya masih dapat dibicarakan dan diselesaikan apabila pasangan memiliki komunikasi yang baik. Sebaliknya, masalah yang dibiarkan tanpa penyelesaian berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Untuk memperkuat pembinaan masyarakat, Kemenag Kabupaten Kediri melibatkan 105 penyuluh agama, termasuk penyuluh non-Muslim. Para penyuluh tersebut melakukan pembinaan di berbagai kelompok masyarakat dan majelis taklim.

Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan keluarga sakinah, tetapi juga mencakup bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, serta edukasi mengenai bahaya judi dan narkoba.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan perceraian sejak sebelum pasangan memasuki kehidupan rumah tangga.

Perlu Penanganan Bersama

Melihat banyaknya faktor yang melatarbelakangi perceraian, persoalan tersebut membutuhkan penanganan lintas sektor. Pengadilan Agama maupun Kemenag tidak dapat menyelesaikan seluruh akar masalah seorang diri.

Penguatan ekonomi keluarga menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan pemerintah. Program pemberdayaan ekonomi, pengembangan UMKM, akses permodalan, serta perlindungan bagi keluarga rentan dapat membantu mengurangi tekanan finansial yang berpotensi memicu konflik rumah tangga.

Di sisi lain, pencegahan judi online juga perlu diperkuat hingga tingkat masyarakat paling bawah. Edukasi mengenai risiko judi serta penanganan terhadap kecanduan perlu berjalan beriringan dengan penegakan hukum.

Perlindungan terhadap anak pascaperceraian juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Kepastian mengenai hak asuh, nafkah, pendidikan, dan hubungan anak dengan kedua orang tua perlu mendapatkan perhatian serius.

Bimbingan bagi calon pengantin juga dapat diperkuat dengan materi yang lebih luas. Selain kesiapan agama dan mental, calon pasangan perlu dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan keluarga, komunikasi pasangan, pola pengasuhan, serta penyelesaian konflik.

Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, persoalan perceraian di Kabupaten Kediri diharapkan tidak hanya ditangani ketika perkara sudah masuk ke pengadilan. Upaya pencegahan sejak tingkat keluarga dan masyarakat menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan rumah tangga.(red/lis)

Cabai Masih di Kisaran Rp35 Ribu, Petani Kediri Dibayangi Serangan Kutu


Enam wanita atau emak-emak harus berjibaku dengan lumpur, ketika menjalankan profesinya sebagai buruh tandur di Desa Kalibelo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri – dok-koranmemo


KEDIRI
– Harga cabai di Kabupaten Kediri masih berada pada level yang relatif stabil di tengah berlangsungnya musim kemarau. Komoditas tersebut saat ini berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Meski harga masih cukup menguntungkan, petani cabai justru menghadapi tantangan lain. Kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan membuat tanaman cabai lebih rentan terserang hama maupun penyakit, salah satunya yang dikenal petani sebagai virus kuning.

Petani cabai di wilayah Ringinrejo, Edi Pramono, mengatakan serangan tersebut perlu diwaspadai karena dapat menyebar dengan cepat apabila tidak segera ditangani. Menurutnya, musim kemarau menjadi salah satu periode yang membuat petani harus lebih intensif melakukan pengawasan terhadap tanaman.

Serangan biasanya diawali oleh keberadaan kutu pada bagian tanaman. Jika tidak segera dikendalikan, gangguan tersebut dapat menyebar dari daun menuju bagian batang hingga memengaruhi buah cabai.

“Penyebarannya cepat. Awalnya menyerang daun, kemudian bisa merambat ke batang dan akhirnya berdampak pada buah. Kalau sudah parah, tanaman bisa mati,” ujarnya.

Kerusakan pada tanaman tentu berpengaruh terhadap hasil produksi. Cabai yang terserang dapat mengalami perubahan kondisi fisik, termasuk munculnya bercak dan kerusakan pada buah. Kualitas yang menurun membuat hasil panen sulit memperoleh harga optimal.

Bahkan, apabila serangan terjadi secara luas, petani berpotensi mengalami kerugian karena tanaman tidak lagi produktif. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat biaya budidaya cabai cukup besar, mulai dari pembelian bibit, pupuk, obat-obatan hingga biaya perawatan.

Karena itu, Edi mengaku meningkatkan pengawasan sejak tanaman mulai ditanam. Pemeliharaan dilakukan secara rutin untuk memastikan pertumbuhan tanaman tetap optimal sekaligus mendeteksi lebih awal apabila terdapat tanda-tanda serangan hama.

Perawatan tersebut mencakup pemupukan, pengamatan kondisi daun dan batang, pengendalian hama, hingga penyemprotan sesuai kebutuhan. Langkah pencegahan dinilai lebih penting agar serangan tidak berkembang dan menyebar ke tanaman lain.

Menurut Edi, petani perlu lebih teliti selama musim kemarau. Kondisi tanaman harus diperiksa secara berkala karena perubahan cuaca yang ekstrem dapat membuat tanaman lebih mudah mengalami gangguan.

“Kami mengajak petani cabai untuk meningkatkan kewaspadaan. Karena penyebaran hama cukup cepat, tanaman harus dirawat dan dipantau secara lebih intensif,” jelasnya.

Selain menjaga kesehatan tanaman, pengawasan juga dilakukan hingga memasuki masa panen. Petani berharap produksi tetap terjaga sehingga kualitas cabai yang dihasilkan dapat memenuhi permintaan pasar dan harga jual tetap berada pada tingkat yang menguntungkan.

Dengan kondisi harga yang masih relatif stabil, petani berharap tidak terjadi gangguan produksi akibat serangan penyakit maupun hama. Kewaspadaan dan perawatan tanaman secara konsisten menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk menjaga produktivitas cabai selama musim kemarau.(red/lis)

Minggu, 09 Agustus 2026

Purbaya dan Teddy Paling Menonjol dalam Survei Kinerja Pejabat

 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.photo by radar kediri



JAKARTA – Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjadi dua pejabat yang memperoleh penilaian publik tertinggi terkait kinerja mereka.

Hasil survei tersebut dipaparkan IPO pada Sabtu (8/8/2026). Dalam kategori pejabat dengan kinerja terbaik, Purbaya berada di peringkat pertama dengan tingkat penilaian sebesar 42,8 persen. Sementara Teddy Indra Wijaya menempati urutan kedua dengan angka 33,5 persen.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menjelaskan, penilaian masyarakat terhadap kinerja para menteri memiliki keterkaitan dengan tingkat pengenalan publik terhadap sosok tersebut. Menurutnya, pejabat yang memiliki popularitas tinggi cenderung lebih dikenal dan dinilai oleh masyarakat.

Setelah Purbaya dan Teddy, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memperoleh penilaian positif sebesar 32 persen.

Berikutnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendapatkan angka 30,9 persen. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berada di angka 26,5 persen, sedangkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono memperoleh 25,3 persen.

Dari aspek popularitas, Teddy juga masuk dalam jajaran teratas. Sebanyak 41 persen responden mengaku mengetahui atau mengenal nama Sekretaris Kabinet tersebut. Angka tersebut berada sedikit di bawah Purbaya yang mencatat tingkat popularitas sebesar 43,5 persen.

Popularitas Bahlil tercatat 32,8 persen. Kemudian Agus Harimurti Yudhoyono mencapai 30,4 persen dan Zulkifli Hasan sebesar 26,1 persen.

Selain mengukur pejabat dengan penilaian positif, IPO turut melihat persepsi masyarakat terhadap menteri yang dinilai memiliki kinerja kurang memuaskan.

Dalam kategori tersebut, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai berada di posisi teratas dengan angka 51,8 persen. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyusul dengan 48,5 persen.

Sementara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tercatat memperoleh angka 4,5 persen dalam kategori tersebut.

IPO menilai persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah bukan sesuatu yang bersifat tetap. Penilaian publik dapat berubah seiring perkembangan kondisi sosial, ekonomi, maupun politik yang terjadi.

Survei IPO dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Penelitian tersebut melibatkan 1.200 responden dengan metode stratified multistage random sampling (SMRS).

Survei memiliki tingkat akurasi 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen.

(Red/hep)

Program Khusus AI Bermunculan, Kampus Siapkan Generasi Hadapi Industri Digital

Ilustrasi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Foto: AI.

 

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai membawa perubahan terhadap arah pendidikan tinggi di Indonesia. Jika sebelumnya AI lebih banyak dipelajari sebagai bagian dari bidang ilmu komputer, kini sejumlah perguruan tinggi mulai menghadirkannya sebagai program pendidikan yang lebih khusus.

Perubahan tersebut tidak terlepas dari semakin luasnya penggunaan AI dalam kehidupan dan dunia industri. Teknologi kecerdasan buatan saat ini telah dimanfaatkan di berbagai sektor, mulai dari layanan keuangan, kesehatan, manufaktur, pendidikan, hukum, komunikasi hingga industri kreatif.

Kemunculan teknologi generative AI, AI Agent, serta berbagai sistem otomatisasi turut mengubah kebutuhan pasar kerja. Sejumlah profesi yang berkaitan dengan AI mulai berkembang, seperti AI Engineer, Machine Learning Engineer, AI Product Specialist, hingga AI Consultant.

Kondisi itu membuat pembelajaran AI di perguruan tinggi tidak cukup hanya mengajarkan mahasiswa cara mengoperasikan berbagai perangkat berbasis kecerdasan buatan. Pemahaman yang lebih mendalam juga diperlukan, termasuk mengenai mekanisme kerja AI, kemampuan menguji dan mengevaluasi keluaran sistem, pengembangan solusi berbasis teknologi, hingga persoalan etika dalam pemanfaatannya.

Perguruan tinggi pun dituntut mampu menyesuaikan kompetensi lulusannya dengan kebutuhan industri yang bergerak cepat. Penguasaan kemampuan teknis perlu berjalan beriringan dengan keterampilan nonteknis, seperti berpikir kritis, komunikasi, kerja sama lintas bidang, serta pengalaman menyelesaikan persoalan yang menyerupai kondisi dunia kerja.

Salah satu perguruan tinggi yang mengambil langkah tersebut adalah Binus University. Institusi pendidikan ini memperluas Program Artificial Intelligence ke sejumlah lokasi sebagai bagian dari strategi menyiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Rektor Binus University, Nelly, menyampaikan bahwa pengembangan program AI diharapkan dapat memperluas akses generasi muda Indonesia untuk mempelajari teknologi yang diperkirakan akan memainkan peran penting di masa depan.

Menurutnya, pemahaman AI tidak hanya diharapkan menghasilkan tenaga kerja yang menguasai teknologi, tetapi juga mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Materi yang diberikan dalam Program Artificial Intelligence juga mencakup berbagai bidang. Mahasiswa antara lain mempelajari matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, Internet of Things (IoT), hingga robotika.

Pembelajaran kemudian dilengkapi dengan materi yang berkaitan dengan etika AI, komunikasi, serta aspek bisnis. Mahasiswa juga memperoleh kesempatan mengerjakan proyek dan berkolaborasi dengan industri sehingga pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas dapat dikaitkan dengan persoalan dan kebutuhan di dunia nyata.

Dekan School of Computer Science Binus University, Derwin Suhartono, menilai pemahaman masyarakat mengenai AI juga perlu berkembang seiring perubahan teknologi. Menurutnya, tantangan generasi muda ke depan tidak sebatas menghadapi kemungkinan sejumlah pekerjaan yang mengalami otomatisasi, tetapi juga bagaimana manusia dapat bekerja secara efektif bersama teknologi tersebut.

Ia menekankan bahwa kemampuan memakai aplikasi AI belum menjadi bekal yang cukup. Mahasiswa perlu memahami prinsip kerja teknologi, mampu melakukan evaluasi terhadap hasil yang diberikan sistem, serta memiliki kemampuan untuk membangun solusi berbasis AI.

Selain itu, penggunaan AI juga harus mempertimbangkan tanggung jawab dan kebutuhan masyarakat. Dengan pemahaman tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengembang maupun pengambil keputusan yang memahami dampak penerapan AI.

Munculnya program pendidikan khusus AI di berbagai perguruan tinggi menunjukkan bahwa kecerdasan buatan mulai menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Bagi calon mahasiswa, bidang AI dapat menjadi salah satu pilihan pendidikan yang relevan dengan perubahan kebutuhan tenaga kerja. Seiring berkembangnya ekonomi digital, kemampuan memahami dan memanfaatkan kecerdasan buatan diperkirakan semakin dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan.

(Red/hep)

Sabtu, 08 Agustus 2026

Kebakaran Terjadi di Dusun Sumberbentis Kediri, Titik Api Sulit Dijangkau


ebakaran melanda kawasan Gunung Klotok Kediri.(by radar kediri)



KEDIRI
– Kebakaran terjadi di kawasan Gunung Klotok, Kabupaten Kediri, Sabtu (8/8/2026) malam. Kobaran api terdeteksi di wilayah Dusun Sumberbentis, Desa Manyaran.

Hingga Sabtu malam, petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus mencegah api merambat ke area lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno membenarkan adanya kebakaran tersebut. Setelah menerima informasi, BPBD langsung mengirimkan personel untuk bergabung dalam proses penanganan di kawasan Gunung Klotok.

Tidak hanya BPBD, proses pemadaman juga melibatkan sejumlah unsur lainnya. Di antaranya personel Brigif, Polhut, Kodim, serta Babinsa.

Secara keseluruhan, sekitar 14 personel gabungan dikerahkan ke lokasi untuk menangani kebakaran. Petugas melakukan pemadaman sembari memantau perkembangan api dan kondisi kawasan di sekitar titik kebakaran.

Medan menjadi salah satu kendala utama dalam proses penanganan. Titik api berada di kawasan yang memiliki kontur tebing sehingga akses menuju lokasi cukup sulit.

Kondisi tersebut membuat petugas harus berhati-hati ketika mendekati titik kebakaran. Upaya pemadaman dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel sekaligus memastikan api tidak meluas ke kawasan lain.

“Lokasinya cukup sulit dijangkau karena berada di area tebing,” jelas Stefanus.

Petugas gabungan hingga malam hari masih melakukan pemantauan dan penanganan di kawasan Gunung Klotok. Selain berusaha memadamkan api, personel juga memastikan tidak muncul titik api baru yang berpotensi memperbesar kebakaran.

Sementara itu, luasan kawasan yang terdampak maupun penyebab pasti munculnya api masih dalam proses pendataan. Petugas di lapangan masih melakukan pemantauan terhadap kondisi terkini di sekitar lokasi.

Penanganan akan terus dilakukan sampai kondisi dinilai aman dan potensi penyebaran api dapat dikendalikan.(red/lis)

Kontrak Berakhir Oktober, Ribuan PPPK Paruh Waktu Kota Kediri Bersiap Jalani Perpanjangan


PPPK paruh waktu Kota Kediri saat mengikuti penyerahan SK kontrak pada awal 2026 lalu.(by radar jatim)


KEDIRI
– Sebanyak 2.557 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Kediri tengah menjalani proses evaluasi sebelum mendapatkan perpanjangan kontrak kerja.

Namun, perpanjangan kontrak untuk tahun 2026 hanya diberikan dalam jangka waktu dua bulan. Setelah masa tersebut berakhir, para PPPK paruh waktu akan kembali menjalani kontrak baru untuk periode 2027.

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kediri Yunita Hartutiningsih menjelaskan, perpanjangan kontrak sementara tersebut dilakukan hingga akhir 2026. Kontrak untuk tahun berikutnya baru akan diberlakukan mulai awal 2027 dengan masa kerja selama satu tahun.

“Untuk 2026 memang perpanjangannya hanya dua bulan. Kontrak baru akan dimulai pada awal 2027,” jelas Yunita.

Sebelum perpanjangan diberikan, masing-masing PPPK paruh waktu harus melalui evaluasi kinerja. Penilaian dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi tempat para pegawai tersebut bekerja.

Evaluasi kinerja tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menentukan apakah seorang PPPK paruh waktu dapat melanjutkan masa kerjanya.

Setiap OPD diminta melakukan penilaian secara berkala, termasuk melalui Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Data hasil evaluasi dari masing-masing OPD selanjutnya dikumpulkan oleh BKPSDM Kota Kediri.

Hingga saat ini, data evaluasi dari seluruh OPD belum sepenuhnya diterima. BKPSDM masih memberikan waktu bagi OPD untuk menyelesaikan proses tersebut hingga akhir September.

“Data evaluasi dari masing-masing OPD masih berproses. Batas terakhir pengumpulan dijadwalkan pada akhir September,” terang Yunita.

Jumlah PPPK paruh waktu yang saat ini masuk dalam proses evaluasi mencapai 2.557 orang. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan jumlah saat penyerahan Surat Keputusan (SK) pada awal tahun yang mencapai 2.595 orang.

Yunita menegaskan, perpanjangan kontrak tidak otomatis diberikan kepada seluruh pegawai. Salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah hasil penilaian kinerja masing-masing pegawai.

Nilai SKP menjadi bagian penting dalam menentukan kelanjutan kontrak. Pegawai yang mendapatkan penilaian baik memiliki peluang untuk melanjutkan masa kerja, sedangkan hasil penilaian yang masih berada di bawah ekspektasi dapat menjadi pertimbangan untuk tidak memperpanjang kontrak.

“Minimal hasil penilaian kinerjanya harus baik. Kalau SKP masih membutuhkan perbaikan atau berada di bawah ekspektasi, itu menjadi salah satu pertimbangan,” ungkapnya.

Selain persoalan kinerja, kontrak juga tidak dapat dilanjutkan apabila pegawai memilih mengundurkan diri. Faktor kedisiplinan turut menjadi perhatian dalam evaluasi.

Sebelumnya, terdapat PPPK paruh waktu yang dipastikan tidak dapat melanjutkan kontrak karena persoalan indisipliner. Bahkan, hingga saat ini terdapat satu pegawai yang tidak bisa memperpanjang kontrak setelah terlibat dalam perkara asusila.

Di tengah proses evaluasi tersebut, para PPPK paruh waktu juga berharap dapat kembali memperoleh perpanjangan masa kerja. Salah seorang PPPK paruh waktu yang bekerja sebagai guru, War, bukan nama sebenarnya, mengaku telah mengikuti tahapan evaluasi.

Kontrak kerjanya dijadwalkan berakhir pada Oktober mendatang. Karena itu, perpanjangan selama dua bulan menjadi tahap sebelum nantinya memasuki kontrak baru pada awal 2027.

Menurutnya, pegawai yang mampu mempertahankan kinerja dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan perpanjangan kontrak.

War juga telah menyelesaikan pengumpulan SKP sebagai bagian dari proses evaluasi. Bagi tenaga pendidik, penilaian kinerja dilakukan oleh kepala sekolah tempatnya bertugas.

Selain hasil kerja, tingkat kehadiran atau presensi juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam penilaian.

“Penilaian baik atau tidaknya kinerja ditentukan oleh kepala sekolah. Presensi juga menjadi bagian yang diperhatikan,” ujarnya.

Dengan proses evaluasi yang masih berjalan, ribuan PPPK paruh waktu Kota Kediri kini masih menunggu hasil penilaian masing-masing. Pemerintah daerah akan menentukan kelanjutan kontrak berdasarkan hasil evaluasi serta ketentuan yang berlaku.(red/lis) 

Jumat, 07 Agustus 2026

Era AI Mendorong Pendidikan Berubah, Skill Masa Depan Jadi Bekal Utama Siswa

 

Students who use digital devices in class 'perform worse in exams' (pinterest)



KEDIRI
– Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan pesatnya transformasi digital membawa perubahan besar terhadap dunia pendidikan. Sekolah dan lembaga pendidikan dituntut mampu beradaptasi agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan masa depan.

Perubahan tersebut membuat orientasi pendidikan tidak lagi cukup hanya mengandalkan pencapaian akademik. Penguatan keterampilan atau skill yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja menjadi semakin penting.

Kemajuan teknologi yang terus berlangsung turut mengubah kebutuhan industri. Berbagai pekerjaan mulai mengalami transformasi karena penggunaan otomatisasi dan kecerdasan buatan.

Laporan World Economic Forum memperkirakan sekitar 86 persen bisnis akan terdampak oleh AI. Di satu sisi, perkembangan tersebut berpotensi menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru. Namun di sisi lain, sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan manusia juga berpotensi mengalami perubahan atau tergantikan oleh teknologi.

Situasi tersebut menjadi tantangan bagi dunia pendidikan untuk menyiapkan generasi yang memiliki kemampuan lebih luas. Siswa tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan yang sulit digantikan oleh mesin.

Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, hingga kemampuan beradaptasi menjadi sejumlah kompetensi yang semakin dibutuhkan.

Tantangan pengembangan kemampuan tersebut juga tercermin dari capaian siswa Indonesia dalam studi PISA 2022. Hanya sekitar lima persen siswa Indonesia yang mampu mencapai tingkat tinggi dalam kemampuan berpikir kreatif. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata sejumlah negara lain.

Kondisi itu menunjukkan pentingnya pembelajaran yang memberikan ruang lebih besar bagi siswa untuk mengeksplorasi ide dan mencari solusi secara mandiri.

Pendidikan berbasis keterampilan kemudian menjadi salah satu pendekatan yang mulai mendapat perhatian. Model pembelajaran ini tidak hanya berfokus pada seberapa banyak materi yang dapat dihafalkan siswa, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan dalam situasi nyata.

Siswa dapat diberikan kesempatan untuk mengerjakan proyek, melakukan penelitian sederhana, berdiskusi, bekerja dalam kelompok, serta menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui proses tersebut, siswa diharapkan terbiasa berpikir secara sistematis dan tidak hanya mencari satu jawaban berdasarkan teori yang telah diberikan.

Kurikulum dan metode pembelajaran juga mulai diarahkan untuk memperkuat future skills. Literasi digital menjadi salah satu kemampuan yang penting karena teknologi telah menjadi bagian dari hampir seluruh aktivitas kehidupan.

Namun, literasi digital tidak sebatas kemampuan menggunakan perangkat atau aplikasi. Siswa juga perlu memahami bagaimana memanfaatkan teknologi secara aman, bertanggung jawab, dan produktif.

Kemampuan berkolaborasi juga semakin dibutuhkan. Di tengah dunia kerja yang semakin terhubung, kemampuan bekerja bersama orang lain dari berbagai latar belakang menjadi salah satu modal penting.

Begitu pula dengan kreativitas. Kemampuan menghasilkan gagasan baru dan menemukan pendekatan berbeda terhadap sebuah persoalan menjadi keunggulan yang tidak mudah digantikan oleh sistem otomatis.

Dalam proses transformasi tersebut, guru tetap memiliki posisi yang sangat penting. Kehadiran teknologi tidak serta-merta menghilangkan peran pendidik dalam proses pembelajaran.

Guru justru dituntut meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi sekaligus membimbing siswa agar mampu menggunakannya secara bijak.

Pendidik perlu membantu siswa memahami bahwa AI bukan hanya alat untuk mencari jawaban secara instan. Teknologi tersebut dapat digunakan sebagai sarana belajar, mengeksplorasi gagasan, melakukan analisis, hingga mengembangkan kreativitas selama digunakan secara tepat.

Karena itu, transformasi pendidikan di era AI membutuhkan perubahan dari berbagai sisi. Bukan hanya siswa yang harus meningkatkan kemampuan, tetapi guru, sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan juga perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai kebutuhan pendidikan masa depan.

Penguatan pendidikan berbasis keterampilan diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Lulusan pendidikan masa depan tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan yang luas. Mereka juga perlu mempunyai karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, keterampilan sosial, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Dengan pendekatan tersebut, pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami, mengembangkan, dan memanfaatkannya untuk menghasilkan solusi serta inovasi.(red/lis)

Wali Kota Kediri Lepas Kontingen Jamnas XII, Pramuka Berkebutuhan Khusus Turut Diberangkatkan


(by pemkot kediri)


KEDIRI
– Kontingen Gerakan Pramuka Kota Kediri resmi diberangkatkan untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

Pelepasan kontingen dilakukan di Halaman Balai Kota Kediri, Jumat (7/8/2026), oleh Wali Kota Kediri sekaligus Kamabicab Gerakan Pramuka Kota Kediri, Vinanda Prameswati.

Jamnas XII dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi anggota Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia untuk bertemu, belajar, bertukar pengalaman, sekaligus mengembangkan karakter.

Yang menarik, Kontingen Kota Kediri tahun ini tidak hanya mengikutsertakan Pramuka Penggalang reguler. Sebanyak enam Pramuka Berkebutuhan Khusus juga turut diberangkatkan untuk mengikuti kegiatan nasional tersebut.

Kota Kediri menjadi salah satu dari enam kabupaten/kota di Jawa Timur yang mengirimkan Pramuka Berkebutuhan Khusus dalam Jamnas XII.

Secara keseluruhan, kontingen Kota Kediri terdiri dari 32 Pramuka Penggalang, enam Pramuka Berkebutuhan Khusus, empat pendamping kontingen reguler, dua pendamping Pramuka Berkebutuhan Khusus, serta dua pimpinan kontingen.

Vinanda menyampaikan apresiasi kepada Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri yang telah melakukan pembinaan dan mempersiapkan para peserta sebelum mengikuti Jamnas.

Ia juga memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil melewati proses seleksi. Menurutnya, kesempatan mengikuti Jamnas merupakan sebuah kehormatan karena tidak semua anggota Pramuka dapat memperoleh kesempatan tersebut.

"Terima kasih kepada Kwarcab Kota Kediri yang telah membimbing adik-adik Pramuka sehingga siap mengikuti Jambore Nasional XII. Selamat kepada adik-adik yang telah mengikuti proses seleksi yang begitu ketat," ujar Vinanda.

Ia berpesan agar para peserta tidak hanya menjadikan Jamnas sebagai kegiatan perkemahan, tetapi sebagai kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri.

Menurutnya, berbagai aktivitas selama Jamnas dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter, terutama dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, kreativitas, kemandirian, serta kecintaan terhadap Tanah Air.

Terlebih, pelaksanaan Jamnas XII berdekatan dengan momentum peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan pengalaman baru.

"Jadikan Jamnas ini untuk banyak belajar dan mandiri. Kalian nanti akan melakukan semuanya sendiri selama mengikuti Jamnas," pesan Vinanda.

Selain pembentukan karakter, Vinanda juga mengingatkan para peserta untuk menjaga kesehatan selama berada di lokasi kegiatan.

Peserta diminta memastikan kebutuhan pribadi, termasuk obat-obatan bagi yang membutuhkan, telah dipersiapkan sebelum keberangkatan. Hal tersebut penting mengingat rangkaian kegiatan Jamnas berlangsung selama beberapa hari.

Etika dan sopan santun juga menjadi perhatian. Vinanda meminta seluruh peserta membawa nama baik Kota Kediri dengan menunjukkan sikap positif selama berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah.

Ia berharap Jamnas menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperluas jaringan pertemanan dan mengenal keberagaman budaya Indonesia.

"Tunjukkan bahwa warga Kota Kediri punya sopan santun dan manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas pertemanan. Siapa tahu nanti ada daerah lain yang ingin belajar ke Kota Kediri," ungkapnya.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri, Edy Herwiyanto, turut memberikan pesan kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Jamnas bukan sekadar perjalanan untuk berekreasi.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan kesempatan penting bagi anggota Pramuka untuk belajar dan mengembangkan kemampuan.

Para peserta nantinya akan bertemu dengan anggota Pramuka dan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman, menambah wawasan, serta memperluas jaringan pertemanan.

"Jamnas ini bukan untuk berekreasi. Ini kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri," tegas Edy.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan karakter menjadi salah satu tujuan utama Gerakan Pramuka. Karena itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan anggota Pramuka tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter baik.

Sementara itu, Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri, Adi Sutrisno, menjelaskan bahwa Pramuka Berkebutuhan Khusus yang diberangkatkan juga harus melalui proses seleksi.

Dari 18 peserta yang mengikuti seleksi, akhirnya terpilih enam anak untuk menjadi bagian dari kontingen Kota Kediri pada Jamnas XII.

Sebelum keberangkatan, para peserta mendapatkan pembekalan internal di Kwarcab. Mereka juga mengikuti kegiatan city tour sebagai bagian dari persiapan dan pengenalan sebelum mengikuti rangkaian kegiatan nasional.

Keikutsertaan Pramuka Berkebutuhan Khusus tahun ini menjadi catatan tersendiri bagi Kwarcab Kota Kediri. Sebab, sebelumnya Kota Kediri belum pernah memberangkatkan Pramuka Berkebutuhan Khusus untuk mengikuti Jamnas.

"Ini merupakan pertama kalinya Kota Kediri memberangkatkan Pramuka Berkebutuhan Khusus. Atas arahan Kamabicab dan Ka Kwarcab, kami memberikan kesempatan yang sama kepada mereka untuk mengikuti Jamnas," jelas Adi.

Selama Jamnas berlangsung, peserta Pramuka Berkebutuhan Khusus dari Jawa Timur nantinya akan berada dalam pembinaan Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur.

Selain memberikan kesempatan yang sama dalam mengikuti kegiatan, Kwarcab Kota Kediri juga menerapkan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi peserta.

Biaya keikutsertaan dibagi menjadi tiga kategori. Sebanyak 50 persen peserta membayar penuh, 25 persen membayar separuh biaya, sedangkan 25 persen lainnya mengikuti kegiatan secara gratis.

Peserta yang membayar penuh merupakan mereka yang dinilai mampu. Sementara peserta yang membayar separuh mendapatkan dukungan untuk menutup sebagian biaya dari Ka Kwarcab.

Adapun peserta yang mendapatkan fasilitas gratis merupakan mereka yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4, dengan biaya ditanggung oleh Kamabicab.

Skema tersebut diterapkan sebagai upaya agar kesempatan mengikuti Jamnas tidak hanya dapat dinikmati peserta dari keluarga yang memiliki kemampuan finansial.

Salah satu orang tua peserta, Sutadji, mengaku bangga sekaligus bersyukur anaknya dapat terpilih mengikuti Jamnas XII.

Putranya, Guyub Nasrullah Aji Wicaksono, merupakan salah satu Pramuka Berkebutuhan Khusus yang akan berangkat ke Cibubur. Guyub diketahui memiliki ketertarikan terhadap kegiatan Pramuka dan memilihnya sebagai salah satu ekstrakurikuler di SLB Putra Asih.

"Alhamdulillah saya bersyukur dan tidak menyangka anak saya bisa sampai mengikuti Jamnas XII. Saya tidak khawatir karena pembinanya sudah sangat baik dan memperhatikan anak saya," ujar Sutadji.

Dalam kegiatan pelepasan tersebut juga dilakukan penyerahan Tunggul Tunas Kelapa, fasilitas kegiatan, serta uang saku kepada perwakilan kontingen secara simbolis.

Pelepasan turut dihadiri Wakil Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Kediri Qowimuddin, jajaran Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri, Kamabigus se-Kota Kediri, kepala OPD di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Kediri, pimpinan dan pendamping kontingen, serta para orang tua peserta.

Dengan diberangkatkannya kontingen tersebut, Kota Kediri berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian Jamnas XII dengan baik sekaligus membawa nama daerah melalui sikap disiplin, mandiri, berprestasi, dan berkarakter.(red/lis)

Selasa, 04 Agustus 2026

Kapolres Kediri Kota Jalani Silaturahmi Perdana, Bangun Kolaborasi dengan Forkopimda


AKBP Kresno Wisnu Putranto memberikan tanda mata kepada Wali Kota Kediri dalam momen silaturahmi ke forkopimda. --(by memorandum.co.id)


KEDIRI
– Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto memulai rangkaian silaturahmi dan kunjungan kerja ke sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Kediri, Senin (3/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga sekaligus membangun sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah.

Agenda pertama dilakukan di Balai Kota Kediri. AKBP Kresno bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri Kota disambut Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota KH Qowimuddin Thoha, Penjabat Sekretaris Daerah Endang Kartika Sari, beserta jajaran Pemerintah Kota Kediri.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres memperkenalkan diri sebagai pejabat baru sekaligus menyampaikan komitmennya untuk menjaga hubungan yang harmonis antara kepolisian dan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi yang baik menjadi modal utama dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal.

"Kami siap memperkuat sinergi dengan seluruh unsur pemerintah daerah. Stabilitas keamanan merupakan fondasi penting agar pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik," ujar AKBP Kresno.

Usai dari Balai Kota, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kantor DPRD Kota Kediri. Di sana, Kapolres disambut Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan mengenai pentingnya komunikasi yang intensif antara institusi kepolisian dan lembaga legislatif dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Silaturahmi kemudian berlanjut ke Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri. Kehadiran Kapolres dan jajaran diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Rivo Chandra Makarupa Medellu. Kedua institusi sepakat memperkuat koordinasi dalam penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

Menurut Kapolres, hubungan yang erat antara kepolisian dan kejaksaan sangat penting untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan efektif, mulai dari tahap penyidikan hingga proses persidangan.

Rangkaian kunjungan ditutup di Pemerintah Kabupaten Kediri. Dalam kesempatan tersebut, AKBP Kresno bertemu Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana untuk membahas berbagai isu strategis, khususnya terkait upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah sebagai penunjang pembangunan dan pelayanan publik.

Ia menegaskan bahwa sinergi yang telah terbangun selama ini akan terus dipelihara dan ditingkatkan melalui komunikasi yang terbuka serta koordinasi yang berkesinambungan dengan seluruh unsur Forkopimda.

"Polres Kediri Kota berkomitmen terus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, kami optimistis situasi keamanan di Kota dan Kabupaten Kediri akan tetap terjaga," tegasnya.

Sementara itu, seluruh unsur Forkopimda menyambut positif kunjungan perdana Kapolres Kediri Kota tersebut. Pemerintah Kota Kediri, DPRD Kota Kediri, Kejaksaan Negeri Kota Kediri, hingga Pemerintah Kabupaten Kediri menyatakan siap memperkuat kerja sama dengan Polres Kediri Kota dalam menjaga kondusivitas wilayah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung berbagai program strategis pemerintah.

Melalui silaturahmi ini diharapkan koordinasi lintas sektor semakin solid sehingga berbagai tantangan keamanan dan pelayanan masyarakat dapat dihadapi secara bersama-sama. Sinergi antarlembaga juga menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kediri Raya.(red/lis)

Anton Timbang Muncul di Istana Merdeka, Proses Hukum Kasus Tambang Nikel Masih Berjalan

Ketua Kadin Sulawesi Tenggara Anton Timbang dalam foto bersama jajaran pengurus Kadin Indonesia dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026)



Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra), Anton Timbang, terlihat menghadiri pertemuan jajaran pengurus Kadin dari seluruh Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (31/7/2026). Kehadirannya dalam agenda kenegaraan tersebut menjadi sorotan publik karena Anton saat ini berstatus sebagai tersangka dalam kasus dugaan pertambangan nikel ilegal yang telah menjeratnya sejak awal tahun 2026.

Dalam kesempatan itu, Anton mendampingi Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, bersama sekitar 150 pengurus Kadin dari 38 provinsi yang diundang langsung oleh Presiden untuk mengikuti forum diskusi mengenai penguatan perekonomian nasional dan daerah.

Kehadiran Anton di Istana berbanding terbalik dengan proses hukum yang sedang dihadapinya. Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri telah menjadwalkan pemeriksaannya sebagai tersangka pada 21 April 2026. Namun, melalui kuasa hukumnya, Anton meminta penundaan pemeriksaan dengan alasan kondisi kesehatannya belum memungkinkan untuk memenuhi panggilan penyidik.

Menanggapi permohonan tersebut, Bareskrim Polri mengirimkan tim dokter dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna memverifikasi kondisi kesehatan Anton. Di saat yang sama, penyidik tetap melanjutkan proses penyidikan dengan melakukan penggeledahan di rumah dan kantor Anton yang berada di Jalan Cempaka Putih, Kelurahan Wua Wua, Kota Kendari, pada 23 April 2026.

Kasus yang menyeret Anton bermula dari penangkapan dua tongkang bermuatan bijih nikel oleh tim Bareskrim Polri. Dari hasil penyelidikan, muatan tersebut diduga berasal dari aktivitas pertambangan yang dilakukan tanpa izin pinjam pakai kawasan hutan. Penyidik kemudian menemukan dugaan bahwa kegiatan penambangan berlangsung di luar wilayah izin yang dimiliki PT Masempo Dalle, perusahaan tempat Anton menjabat sebagai direktur, tepatnya di Desa Morombo Pantai, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara.

Penetapan Anton sebagai tersangka didasarkan pada Laporan Polisi Nomor LP/A/114/XII/2025/SPKT.DITTIPIDTER/BARESKRIM POLRI tertanggal 4 Desember 2025. Dalam perkara yang sama, penyidik juga menetapkan M. Sanggoleo W.W., selaku kuasa direktur sekaligus pelaksana tugas Kepala Teknik Tambang PT Masempo Dalle, sebagai tersangka. Keduanya dijerat dengan Pasal 158 dan Pasal 161 Undang-Undang Mineral dan Batubara (Minerba), serta ketentuan dalam Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Meski masih menjalani proses hukum, Anton tetap aktif menyampaikan aspirasi terkait pembangunan ekonomi daerah dalam forum bersama Presiden. Ia mengusulkan agar program hilirisasi Aspal Buton dipercepat dan dimasukkan ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Usulan tersebut disampaikan bersama dua pengurus Kadin Sultra lainnya, yakni Fatmayani Harli Tombili dan Vebrianti Safruddin.

Pertemuan di Istana Merdeka merupakan forum dialog antara Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran Kadin Indonesia serta berbagai asosiasi dunia usaha. Agenda tersebut menjadi tindak lanjut dari pertemuan serupa yang sebelumnya digelar di Hambalang pada Agustus 2025.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menjelaskan bahwa forum tersebut dihadiri sekitar 30 asosiasi dan himpunan pengusaha dari berbagai sektor. Pertemuan itu bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di tingkat daerah.

Hingga saat ini, baik Kadin Sulawesi Tenggara maupun tim kuasa hukum Anton Timbang belum memberikan keterangan resmi mengenai kehadirannya dalam pertemuan di Istana di tengah proses hukum yang masih berlangsung di Bareskrim Polri. (red/hep)

Minggu, 02 Agustus 2026

Meski Sudah Ditata, Jalan Stasiun Kediri Masih Terkendala Parkir Liar


WAJAH BARU: Pengendara motor melintas di Jalan Stasiun Kediri yang telah dijadikan satu arah sesuai kebijakan baru pemkot.


KEDIRI Upaya Pemerintah Kota Kediri dalam menata kawasan Jalan Stasiun hingga kini belum sepenuhnya memberikan hasil yang diharapkan. Sejumlah persoalan masih ditemukan di lapangan, terutama terkait kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan sehingga mengurangi kenyamanan masyarakat dan pengunjung.


Hingga saat ini, masih banyak pengendara yang memarkir kendaraannya di sepanjang Jalan Stasiun, jalur yang menghubungkan Jalan Dhoho dengan Stasiun Kota Kediri. Kondisi tersebut semakin terasa pada malam hari dan akhir pekan ketika arus lalu lintas meningkat. Imron (42), warga Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, mengaku situasi tersebut menyulitkan pengguna jalan yang hendak menuju stasiun sekaligus mengganggu kenyamanan warga yang sedang bersantai di kawasan tersebut.


Menurutnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota perlu mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap pelanggar aturan parkir. Ia menilai pemberian sanksi tilang bukan menjadi persoalan selama pengendara memang terbukti melanggar, mengingat rambu larangan parkir telah dipasang di lokasi.


Pendapat serupa disampaikan Dhea (25), warga Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Ia menilai keberadaan kendaraan yang parkir di bahu jalan sangat mengganggu ketertiban. Menurutnya, Jalan Stasiun seharusnya hanya digunakan sebagai jalur lalu lintas sehingga masyarakat dapat menikmati suasana kawasan tersebut dengan lebih nyaman.


Dhea juga menjelaskan bahwa Jalan Stasiun kini mengusung konsep yang menyerupai kawasan Malioboro di Yogyakarta. Dengan konsep tersebut, ia meyakini kawasan ini berpotensi menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Kediri apabila terus dirawat dan ditata secara optimal. Karena itu, ia berharap pemerintah bersama para pemangku kepentingan dapat menyusun langkah yang tepat untuk menjaga ketertiban kawasan.


Penataan Jalan Stasiun sendiri telah dimulai sejak awal tahun lalu. Kebijakan yang diterapkan meliputi pemberlakuan sistem satu arah dari barat ke timur, larangan parkir kendaraan, serta pelarangan aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan tersebut.


Meski demikian, hasil evaluasi menunjukkan perlunya beberapa penyesuaian. Salah satunya adalah memberikan izin parkir di sisi selatan jalan guna mengakomodasi aktivitas antar-jemput siswa di sekolah yang berada di sisi utara Jalan Stasiun.


Kepala Dishub Kota Kediri, Arief Cholisudin, menjelaskan bahwa pihaknya telah memasang rambu larangan parkir di sisi utara jalan. Namun, ia mengakui tingkat kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan parkir masih rendah. Petugas juga telah berulang kali melakukan penertiban, tetapi banyak pengendara yang kembali melanggar sehingga upaya tersebut masih berlangsung seperti "kucing-kucingan".


Terkait kemungkinan penerapan sanksi yang lebih tegas, Arief menyebut kewenangan penilangan berada di tangan kepolisian karena pelanggaran terhadap rambu lalu lintas merupakan ranah penegakan hukum. Meski demikian, hingga saat ini pendekatan yang digunakan masih bersifat persuasif dan humanis.


Sementara itu, Kanit Turjagwali Satlantas Polres Kediri Kota, Ipda Arifin Priyo Ananto, mewakili Kasatlantas AKP Tutud Yudho Prastyawan, menyampaikan bahwa penindakan berupa tilang belum diterapkan. Selama ini, Dishub Kota Kediri dan Satlantas lebih mengedepankan upaya preventif melalui penertiban secara humanis. Ia menambahkan, apabila ke depan diperlukan penindakan berupa tilang, pelaksanaannya akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. (red/hep)