Selasa, 30 Juni 2026

Kemhan Hentikan Latsarmil SPPI, Fokus Beralih ke Pembekalan Bela Negara dan Manajerial

KEPALA BPSDM MENHAN (TENGAH): Menhan Akan Lakukan Evaluasi terhadap Program Latsarmil setelah Lima Peserta Meninggal (photo by radar malang)



JAKARTA- Kementerian Pertahanan (Kemhan) memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Keputusan ini diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program, khususnya menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti pelatihan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa program tersebut tidak sepenuhnya dihentikan, melainkan mengalami perubahan konsep dan pendekatan. Kemhan kini mengarahkan kegiatan tersebut menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, sehingga istilah Latsarmil tidak lagi digunakan.

Menurut Rico, perubahan ini bertujuan untuk menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan peserta yang nantinya akan mengemban tugas sebagai pengelola koperasi. Oleh karena itu, berbagai materi yang bersifat teknis maupun taktis kemiliteran akan dikurangi secara signifikan. Salah satu perubahan utama adalah penghapusan latihan menembak yang sebelumnya menjadi bagian dari program.

Sebagai gantinya, pelatihan akan lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, peningkatan disiplin, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, rasa tanggung jawab, serta penguatan wawasan kebangsaan. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pembekalan keterampilan manajerial agar memiliki kompetensi yang lebih relevan dalam mengelola koperasi desa maupun koperasi nelayan secara profesional.

Kemhan juga menegaskan bahwa aspek kesehatan peserta akan menjadi perhatian utama selama pelaksanaan program. Pengawasan terhadap kondisi fisik peserta akan diperketat agar setiap kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing individu.

Evaluasi Menyeluruh Pascainsiden

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Latsarmil setelah lima peserta SPPI meninggal dunia saat mengikuti pendidikan. Kelima peserta tersebut adalah Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari. Seluruhnya dilaporkan sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan bahwa evaluasi dilakukan atas arahan Menteri Pertahanan dengan fokus utama pada peningkatan standar kesehatan peserta. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan akan diperketat sejak tahap seleksi hingga selama proses pelatihan berlangsung.

Selain itu, intensitas latihan fisik juga akan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing peserta guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan. Kemhan turut mengevaluasi sistem penanganan medis agar peserta yang mengalami keluhan kesehatan dapat memperoleh pertolongan secara cepat, tepat, dan optimal.

Tidak hanya aspek kesehatan, evaluasi juga mencakup materi pembelajaran yang diberikan selama pendidikan. Kemhan berupaya memastikan bahwa seluruh materi pelatihan lebih relevan dengan tugas peserta sebagai calon manajer koperasi, sehingga pembekalan yang diterima tidak hanya membentuk karakter dan nasionalisme, tetapi juga meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan kemampuan manajerial yang dibutuhkan dalam mendukung pengelolaan Koperasi Merah Putih di berbagai daerah.(red/lis)

Diduga Padamkan Api yang Merembet, Lansia 76 Tahun Tewas Terbakar di Gunungkidul

Pasca ditemukan tergeletak di area lahan yang terbakar, korban kemudian dialirkan ke Puskesmas Rongkop untuk menjalani pemeriksaan (Photo by radar jogja)




GUNUNG KIDUL- 
 Musim kemarau kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Gunungkidul. Seorang lanjut usia bernama Usrek, 76, warga Padukuhan Kedung, Kalurahan Botodayaan, Kapanewon Rongkop, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjebak kebakaran lahan yang dipicu aktivitas pembakaran sampah, Senin (29/6).

Peristiwa nahas tersebut diduga terjadi ketika korban berusaha memadamkan api yang merembet ke area sekitar lahan miliknya. Kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau membuat kobaran api dengan cepat meluas hingga sulit dikendalikan.

Kapolsek Rongkop AKP Sartono menjelaskan, sebelum kejadian korban berpamitan meninggalkan rumah sekitar pukul 10.00 WIB untuk membakar sampah di lahan miliknya yang berada di kawasan perbukitan. Namun hingga menjelang waktu Magrib, Usrek tak kunjung kembali ke rumah sehingga memunculkan kekhawatiran warga.

"Warga mulai merasa curiga karena korban belum pulang, sementara kondisi rumah masih gelap. Mereka kemudian berinisiatif melakukan pencarian bersama," ujar Sartono saat dihubungi, Selasa (30/6/2026).

Pencarian dilakukan dengan menyisir rumah, pekarangan, hingga kawasan perbukitan tempat korban biasa beraktivitas. Sekitar pukul 19.00 WIB, warga menemukan sandal milik korban di dekat titik api yang masih menyala. Penemuan tersebut menjadi petunjuk penting yang mengarahkan pencarian ke lokasi kebakaran.

"Dua warga sempat memastikan korban tidak berada di dalam rumah. Setelah penyisiran dilanjutkan ke area pekarangan dan perbukitan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia," kata Sartono.

Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Rongkop untuk menjalani pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, hampir seluruh tubuh korban mengalami luka bakar dengan kondisi kulit mengelupas. Tim medis juga menemukan adanya luka pada bagian leher.

Korban diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes. Polisi menduga korban sempat berupaya memadamkan api yang mulai menjalar ke lahan di sekitarnya. Saat berusaha mengendalikan kobaran api, korban diduga terjatuh hingga kehilangan kesadaran. Dalam kondisi tersebut, api kemudian membakar tubuh korban.

"Diduga korban hendak memadamkan api yang menjalar. Namun korban terjatuh hingga tidak sadarkan diri, kemudian api membakar tubuhnya. Setelah pemeriksaan bersama tim medis selesai dilakukan, jenazah kami serahkan kepada pihak keluarga," jelas Sartono.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Menurutnya, selain ancaman kekeringan, musim kemarau juga membawa risiko kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman yang jauh lebih tinggi karena rumput dan semak telah mengering.

Ia menegaskan masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas membakar sampah di lahan terbuka maupun di sekitar permukiman. Jika pembakaran memang tidak dapat dihindari, warga diminta selalu mengawasi api hingga benar-benar padam dan tidak melakukannya seorang diri.

"Rumput dan semak yang kering membuat api sangat mudah merembet. Jangan membakar sampah di lahan terbuka, atau jika memang harus dilakukan, pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Jangan dilakukan sendirian agar ada yang dapat membantu jika terjadi keadaan darurat," tegas Purwono.

BPBD juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran kecil agar dapat segera ditangani sebelum meluas. Kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi bahaya kebakaran dinilai menjadi kunci untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa selama musim kemarau berlangsung.(red/lis)

Terjepit Harga Telur Murah dan Pakan Mahal, Peternak Ayam Petelur Magetan Gelar Aksi Damai

Ratusan peternak ayam petelur asal Magetan menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Jawa Timur untuk menuntut solusi atas anjloknya harga telur dan kenaikan harga pakan. (photo by radar madiun )


SURABAYA-
Ratusan peternak ayam petelur asal Kabupaten Magetan menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, pada Senin (29/6). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus tuntutan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah nyata untuk menyelamatkan keberlangsungan usaha peternakan rakyat yang kini berada di bawah tekanan berat akibat anjloknya harga telur dan terus meningkatnya biaya produksi.

Sebanyak 200 peternak berangkat dari Magetan menuju Surabaya untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para wakil rakyat. Mereka berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat segera menghadirkan kebijakan yang mampu menstabilkan harga telur sekaligus melindungi peternak skala kecil dari kerugian yang terus berlarut.

Perwakilan peternak ayam petelur Magetan, Muhammad Ali, mengatakan aksi damai tersebut merupakan bentuk perjuangan terakhir setelah berbagai keluhan dan aspirasi yang selama ini disampaikan belum membuahkan solusi yang nyata. Menurutnya, kondisi peternak rakyat saat ini sudah berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan.

"Ada 200 peternak yang berangkat dari Magetan. Kami berharap pemerintah benar-benar mendengar dan memberikan solusi yang berpihak kepada peternak rakyat," ujar Ali.

Ia menjelaskan, tekanan terhadap usaha peternakan telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Sejak akhir Maret 2026, harga telur ayam di tingkat peternak terus berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram. Kondisi tersebut menyebabkan pendapatan peternak menurun drastis, bahkan banyak di antaranya harus menjual hasil produksi dengan harga yang tidak mampu menutup biaya operasional.

Di sisi lain, biaya produksi justru mengalami peningkatan yang signifikan. Harga pakan konsentrat, yang menjadi komponen terbesar dalam biaya pemeliharaan ayam petelur, terus mengalami kenaikan hampir setiap pekan. Akibatnya, margin keuntungan peternak semakin menipis, bahkan tidak sedikit yang mengaku mengalami kerugian setiap kali panen telur.

Ali juga menyoroti semakin ketatnya persaingan usaha dengan berkembangnya perusahaan peternakan ayam petelur berskala besar yang telah terintegrasi dari sektor produksi hingga pemasaran. Menurutnya, kondisi tersebut membuat peternak rakyat semakin sulit bersaing karena memiliki keterbatasan modal dan akses pasar.

"Ironisnya, di saat pendapatan hancur, harga pakan konsentrat dari pabrikan justru mengalami kenaikan harga yang konsisten hampir setiap pekan," ungkapnya.

Melalui aksi damai tersebut, para peternak mendesak pemerintah segera melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga telur, mengendalikan kenaikan harga pakan ternak, serta menyusun regulasi yang memberikan perlindungan bagi peternak rakyat agar mampu bertahan di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif. Mereka berharap aspirasi tersebut segera ditindaklanjuti sehingga usaha peternakan ayam petelur rakyat tetap dapat berjalan dan menjadi penopang ketahanan pangan nasional. (red/l.is)

Senin, 29 Juni 2026

Patroli Brimob Polda Metro Jaya Amankan Terduga Curanmor, Gagalkan Tawuran dan Balap Liar di Jakarta, Tangerang, Bekasi

 

(photo by detiknews.com)



JAKARTA- Brimob Polda Metro Jaya kembali mengintensifkan patroli malam di sejumlah wilayah, meliputi Jakarta, Tangerang, dan Bekasi, sebagai upaya menjaga keamanan serta mencegah berbagai bentuk gangguan ketertiban masyarakat. Dalam rangkaian patroli tersebut, petugas berhasil mengungkap dugaan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), membubarkan aksi balap liar, hingga menggagalkan rencana tawuran yang melibatkan sejumlah remaja.

Patroli pertama berlangsung di wilayah Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Tim Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya yang berkolaborasi dengan personel Polsek Pinang berhasil mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian kendaraan bermotor pada Kamis (25/6/2026) dini hari.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, menjelaskan bahwa penangkapan bermula ketika personel melaksanakan patroli rutin di Jalan Hartono Raya. Saat melakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang gerak-geriknya mencurigakan, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa kunci T dan kunci L yang diduga digunakan untuk membobol kendaraan bermotor.

"Keduanya kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh jajaran Polsek Pinang guna mendalami keterlibatan mereka dalam dugaan tindak kejahatan tersebut," ujar Henik dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Henik menegaskan bahwa patroli rutin pada jam-jam rawan merupakan salah satu langkah preventif kepolisian dalam menekan angka kejahatan jalanan, khususnya pencurian kendaraan bermotor yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat.

"Keberadaan personel di lapangan merupakan bagian dari upaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Setiap informasi maupun temuan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku," katanya.

Sementara itu, patroli gabungan yang digelar di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, juga membuahkan hasil. Tim Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur mengamankan lima unit sepeda motor yang diduga akan digunakan untuk aksi balap liar di kawasan Jalan Pemuda, Rawamangun.

Saat menyisir sejumlah titik yang dianggap rawan gangguan kamtibmas, petugas menemukan sekelompok pengendara yang diduga tengah bersiap melakukan balap liar. Setelah dilakukan pemeriksaan, sejumlah kendaraan diketahui tidak memiliki kelengkapan dokumen sesuai ketentuan sehingga lima sepeda motor diamankan untuk proses pendataan dan penanganan lebih lanjut.

Henik mengatakan penindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap potensi kecelakaan lalu lintas maupun gangguan keamanan yang kerap ditimbulkan oleh aksi balap liar.

"Balap liar masih menjadi salah satu gangguan kamtibmas yang perlu diantisipasi karena membahayakan keselamatan masyarakat. Kami tidak ingin aktivitas tersebut berkembang hingga menimbulkan korban. Patroli gabungan ini merupakan langkah preventif agar masyarakat dapat beraktivitas maupun beristirahat dengan aman," ujarnya.

Selain mengantisipasi balap liar, patroli juga difokuskan untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan jalanan seperti tawuran, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga tindak kriminal lainnya.

Di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, patroli gabungan Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Utara berhasil mengamankan lima orang yang diduga hendak melakukan aksi tawuran. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan satu bilah senjata tajam jenis celurit yang diduga akan digunakan dalam aksi tersebut.

Kelima orang tersebut kemudian dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mendalami dugaan keterlibatan mereka dalam rencana aksi yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

Sementara itu, patroli yang dilakukan di wilayah Kabupaten Bekasi juga berhasil menggagalkan aksi tawuran antarkelompok remaja. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan delapan remaja beserta sejumlah barang bukti yang terdiri atas tiga bilah senjata tajam, tiga unit sepeda motor, dua telepon genggam, satu dompet, dan satu tas. Seluruhnya kemudian diserahkan kepada Polsek Sukatani untuk proses hukum lebih lanjut.

Menurut Henik, keberhasilan tersebut berawal saat personel patroli menyisir sejumlah lokasi yang dinilai rawan gangguan keamanan. Ketika berada di kawasan Sukatani, petugas mendapati sekelompok remaja yang diduga akan terlibat bentrokan sehingga tindakan cepat dilakukan untuk mencegah terjadinya tawuran yang dapat membahayakan keselamatan warga maupun para remaja itu sendiri.

Henik memastikan patroli rayonisasi akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Brimob Polda Metro Jaya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas, seperti tawuran, balap liar, maupun tindak kriminal lainnya melalui layanan Kepolisian 110 yang beroperasi selama 24 jam.(red/lis)

Minggu, 28 Juni 2026

Mengejar Setoran, Sopir Bus Harapan Jaya Akui Melaju 80 Km/Jam Sebelum Kecelakaan Beruntun

  

Tri Hartono, 34, terdakwa sopir bus HJ yang terlibat laka di simpang empat Muning (photo by radar kediri)


KEDIRI- Terdakwa Tri Hartono (34), sopir Bus Harapan Jaya yang terlibat dalam kecelakaan beruntun di Simpang Empat Muning pada 23 Januari lalu, mengakui bahwa dirinya mengemudikan bus dengan kecepatan tinggi demi mengejar target setoran. Pengakuan tersebut disampaikan secara langsung di hadapan majelis hakim dalam sidang pemeriksaan terdakwa yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kediri.

Persidangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Khairul dengan didampingi hakim anggota Emmy Haryono Saputro dan M. Novansyah Merta. Sebelum pemeriksaan terdakwa dilakukan, majelis hakim telah melaksanakan pemeriksaan lapangan dengan meninjau kondisi bus di Terminal Tamanan, lokasi rumah warga yang menjadi korban, serta kendaraan-kendaraan yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan tersebut.

"Hari ini kami telah memeriksa kondisi bus di Terminal Tamanan, kemudian melihat rumah warga dan sejumlah kendaraan yang terdampak kecelakaan. Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap terdakwa," ujar Ketua Majelis Hakim Khairul.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ichwan Kabalmay mengajukan sejumlah pertanyaan kepada terdakwa, salah satunya mengenai kesiapan kendaraan sebelum perjalanan dimulai. Menjawab pertanyaan tersebut, Tri Hartono menyatakan bahwa dirinya telah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bus sebelum berangkat dari Trenggalek sekitar pukul 14.30 WIB. Menurutnya, saat itu seluruh komponen kendaraan, termasuk sistem pengereman, berada dalam kondisi baik dan layak jalan.

Namun, terdakwa mengakui bahwa setelah meninggalkan Terminal Tamanan, ia memacu bus dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam. Kecepatan tersebut jauh di atas kecepatan yang lazim digunakan pada ruas jalan tersebut, mengingat kondisi lalu lintas yang cukup padat sehingga umumnya kendaraan hanya melaju sekitar 40 hingga 50 kilometer per jam.

Tri juga mengakui bahwa mengemudikan bus dengan kecepatan tinggi bukanlah hal yang baru baginya. Selama ini ia kerap melakukan hal serupa karena merasa sistem pengereman bus selalu mampu mengendalikan laju kendaraan. Menurut pengakuannya, kejadian kecelakaan kali ini bermula ketika rem tiba-tiba tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

"Saya ingin berhenti, tetapi remnya tidak bisa digunakan. Saya panik dan sempat berteriak, tetapi kendaraan sudah tidak dapat dikendalikan," ungkap terdakwa dengan nada menyesal.

Saat ditanya alasan tetap mempertahankan kecepatan tinggi meskipun kondisi jalan ramai, Tri menjelaskan bahwa dirinya berusaha mengejar setoran sebagai sopir bus. Ia beranggapan bahwa semakin cepat perjalanan diselesaikan, semakin besar peluang memperoleh penumpang dan pendapatan. Meski demikian, pada saat kejadian sebenarnya tidak terdapat bus lain yang sedang bersaing di belakangnya.

Ketika majelis hakim menanyakan alasan tidak mengurangi kecepatan sejak awal, terdakwa hanya menjawab singkat bahwa peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi dirinya. "Ini menjadi pembelajaran bagi saya," ucapnya dengan suara lirih.

Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum Ichwan Kabalmay menegaskan bahwa berdasarkan hasil penyidikan, terdakwa memang memiliki kebiasaan mengemudikan kendaraan dengan teknik "ngeblong", yaitu tetap melaju meskipun kondisi kendaraan tidak sepenuhnya aman atau mengandalkan pengereman secara berlebihan. Menurut jaksa, kebiasaan tersebut selama ini tidak menimbulkan masalah karena rem masih berfungsi, namun pada saat kejadian justru rem mengalami kegagalan sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari.

Peristiwa kecelakaan beruntun itu sendiri terjadi pada Jumat, 23 Januari. Bus Harapan Jaya bernomor polisi AG 7662 UT melaju dari arah barat menuju timur. Saat sistem pengereman diduga mengalami kerusakan atau gagal berfungsi, bus terus melaju tanpa dapat dikendalikan hingga memasuki jalur yang berlawanan arah.

Pada saat bersamaan, dari arah timur melaju sebuah truk. Untuk menghindari tabrakan langsung dengan kendaraan tersebut, sopir membanting setir ke arah kiri. Akibat manuver tersebut, bus menabrak satu unit mobil dan lima sepeda motor yang berada di sekitar Simpang Empat Muning. Kendaraan kemudian terus melaju hingga menghantam sebuah rumah milik warga yang berada di sudut persimpangan sebelum akhirnya berhenti.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan sedikitnya 11 orang mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Selain korban jiwa yang mengalami cedera, insiden itu juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah kendaraan dan rumah warga, sehingga menimbulkan kerugian material yang cukup besar. Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan pentingnya kepatuhan terhadap batas kecepatan, pemeriksaan kondisi kendaraan secara menyeluruh, serta keselamatan sebagai prioritas utama dalam operasional angkutan umum.(red/lis)

Diduga Korsleting Listrik, Dua Warung Makan di Paiton Hangus Dilalap Api

  

HANGUS: Tim Damkar Kabupaten Probolinggo melakukan pemadaman api yang membakar dua warung makan di Desa Binor,(photo by radar bromo)



PAITON- Kebakaran melanda dua warung makan di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jumat (26/6) sore. Dua bangunan milik Buriyono (45) dan Budianto (41) itu ludes dilalap api. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena kedua warung sedang tidak beroperasi.

Peristiwa bermula saat kedua pemilik warung meninggalkan tempat usahanya untuk menunaikan salat Jumat. Dalam kondisi kosong, tiba-tiba muncul kepulan asap dari warung milik Buriyono yang kemudian disusul kobaran api. Karena tidak ada orang di lokasi, api dengan cepat membesar dan merembet ke warung milik Budianto yang berada tepat di sebelahnya.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan perbatasan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Situbondo serta dekat dengan objek vital PLTU Paiton, proses penanganan dilakukan secepat mungkin agar api tidak meluas.

Humas Damkar Kabupaten Probolinggo Sholehuddin menjelaskan, tiga tim pemadam diterjunkan untuk mengatasi kebakaran tersebut. Mereka berasal dari Damkar Kabupaten Probolinggo, Damkar PLN Paiton, dan Damkar Kabupaten Situbondo. Ketiga tim bekerja sama melakukan pemadaman dengan memusatkan penyemprotan air ke titik api hingga kobaran berhasil dikendalikan.

"Lokasi kebakaran berada di perbatasan Kabupaten Probolinggo dan Situbondo. Saat kejadian, warung dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya," ujar Sholehuddin, Sabtu (27/6).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah saksi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari salah satu warung. Meski penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut, indikasi kuat mengarah pada hubungan arus pendek listrik.

Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memadamkan api sepenuhnya. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun, kedua pemilik warung harus menanggung kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp35 juta akibat bangunan beserta sejumlah peralatan usaha yang hangus terbakar.(red/lis)

Sabtu, 27 Juni 2026

Hasil Olah TKP Kasus Putat Jaya: Korban Mengalami 7 Luka Tusuk di Dada hingga Tangan

OLAH TKP: Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan di Jalan Putat Jaya Gang Lebar, Surabaya. Polisi temukan tujuh luka tusuk (photo by radar surabaya id)



SURABAYA – Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama Polsek Sawahan terus bergerak cepat mengusut kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang perempuan paruh baya berinisial SN (51). Korban ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumah kontrakannya di Jalan Putat Jaya Gang Lebar A, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, pada Kamis (25/6) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi untuk dimintai keterangan."Masih dalam proses penyelidikan (lidik). Mohon doanya agar pelakunya bisa segera terungkap," ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, Sabtu (27/6).

AKBP Edy menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami tujuh luka tusuk di beberapa bagian tubuh krusial, di antaranya di area dada, perut, dan tangan. Untuk memperdalam bukti, polisi terus mengorek keterangan dari orang-orang terdekat di sekitar lokasi kejadian. "Saksi yang sudah kami periksa ada empat orang, di antaranya adalah tetangga sekitar dan pemilik rumah kontrakan tersebut," tambah Edy.

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Peristiwa kelam ini pertama kali terungkap ketika seorang kerabat pemilik kontrakan berinisial R, bersama dua orang tetangga, menaruh curiga terhadap kondisi rumah korban.

Saat mengintip melalui celah jendela kamar, mereka terkejut melihat ceceran darah di dalam ruangan. Dicekam rasa takut, para saksi langsung berlari untuk melapor kepada pengurus RT dan RW setempat, yang kemudian diteruskan ke hotline kepolisian 110.

Mendapat laporan dari Polrestabes Surabaya, anggota Reskrim Polsek Sawahan segera meluncur ke lokasi kejadian. Namun, karena pintu kamar dalam keadaan terkunci dan prosedur hukum yang ketat, petugas tidak langsung mendobrak masuk, melainkan segera menghubungi Tim Inafis Polrestabes Surabaya untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek Sawahan, Kompol Muljono, membenarkan kejadian tersebut setelah Tim Inafis melakukan pemeriksaan di dalam kamar.

"Setelah dilakukan olah TKP oleh rekan-rekan Inafis, dipastikan bahwa ini adalah kasus pembunuhan. Korban merupakan seorang wanita berinisial SN, kelahiran tahun 1975, yang berasal dari Jarak Kulon, Jogoroto, Jombang," jelas Kompol Muljono pada Jumat (26/6) dini hari.

Dugaan Motif Pembunuhan

Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik aksi keji ini. Namun, dugaan sementara mengarah pada motif personal atau dendam, bukan perampokan. Berdasarkan pemeriksaan di TKP, barang-barang berharga milik korban diketahui masih utuh."Untuk barang-barang berharga atau perhiasan milik korban dipastikan masih menempel di tubuhnya dan tidak ada yang hilang," kata Kompol Muljono.

Setelah proses olah TKP selesai, jenazah SN langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk menjalani proses otopsi menyeluruh guna mengetahui secara detail penyebab pasti kematian serta jenis senjata yang digunakan oleh pelaku. Pihak kepolisian berharap masyarakat dapat memberikan informasi sekecil apa pun jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar TKP sebelum kejadian.(red/lis)

Tragis! Pria di Kupang Tewas Usai Kepalanya Dihantam Batu Saat Menuju Pasar

  

Ilustrasi kecelakaa Photo by liputan6.com





KUPANG- Kasus dugaan penganiayaan berat yang berujung maut menimpa pasangan suami istri di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban, Marvel Jesrony Melky Mbau (45), meninggal dunia setelah kepalanya terkena lemparan batu saat sedang mengendarai mobil pikap bersama istrinya, Doly Maa, dan anak angkat mereka yang masih berusia empat tahun.

Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika keluarga kecil itu sedang dalam perjalanan menuju Pasar Takari. Saat melintas di ruas Jalan Timor Raya Kilometer 45, tepatnya di wilayah Kelurahan Camplong I, Kecamatan Fatuleu, tiba-tiba sebuah batu berukuran sebesar genggaman tangan orang dewasa melayang dari arah kanan jalan dan menghantam kepala bagian kanan Marvel. Pada saat kejadian, kaca jendela mobil dalam kondisi terbuka sehingga batu langsung mengenai kepala korban.

Meski mengalami luka serius, Marvel masih sempat mengendalikan kendaraan dan menepikannya ke sisi jalan. Namun, tak lama kemudian ia kehilangan kesadaran, pingsan di dalam mobil, serta mengeluarkan darah dari mulut akibat benturan keras yang dialaminya.

Korban segera dievakuasi menggunakan mobil patroli kepolisian menuju RSUD Naibonat untuk mendapatkan pertolongan medis. Karena kondisinya terus memburuk, pihak keluarga kemudian memutuskan merujuknya ke RSUD Prof. Dr. W.Z. Yohanes Kupang. Sayangnya, tindakan operasi yang dibutuhkan tidak dapat segera dilakukan lantaran ruang operasi dan ruang perawatan penuh.

Saat keluarga berupaya mencari rumah sakit lain yang memiliki ruang perawatan tersedia, kondisi Marvel semakin kritis. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 11.40 WITA sebelum sempat menjalani operasi.

Kapolsek Fatuleu, Iptu Markus Tameno, menjelaskan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan oleh keluarga korban ke Polsek Fatuleu dengan nomor laporan polisi LP/B/13/VI/2026/SPKT/Polsek Fatuleu/Polda NTT. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebuah batu kali yang diduga digunakan pelaku serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.

Menurut Markus, hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku sekaligus mengetahui motif di balik aksi pelemparan batu tersebut. Aparat juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melintas di ruas jalan yang sepi, terutama pada dini hari atau saat kondisi lalu lintas lengang.

Sementara itu, keluarga korban berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. "Saya minta polisi segera mengungkap pelaku pelemparan ini agar mendapat hukuman yang setimpal," ujar Doly M(red/lis)

Jumat, 26 Juni 2026

Bus Pariwisata Diamankan Satlantas Situbondo Usai Mengemudi Ugal-ugalan

  

Bus ugal-ugalan, saat dihadang di jalur pantura Situbondo.photo by memorandum co.id


SITUBONDO- Pada malam Jumat, 26 Juni 2026, petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Situbondo berhasil mengamankan sebuah bus pariwisata dengan nomor polisi AB 7419 BK. Tindakan ini dilakukan setelah kendaraan tersebut terbukti melaju dengan cara yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain di ruas Jalur Pantura yang menghubungkan wilayah barat dan timur.

Kejadian berawal ketika sekelompok wartawan dari Situbondo sedang dalam perjalanan pulang menggunakan mobil Toyota Hiace. Mereka baru saja menyelesaikan tugas peliputan kunjungan perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di lokasi PT Fuyuan, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.

Di tengah perjalanan, bus yang diketahui mengangkut rombongan peziarah menuju Bali itu tiba-tiba melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak terkontrol. Di persimpangan Kecamatan Besuki, bus tersebut bahkan nekat menerobos rambu lampu merah. Akibatnya, kendaraan itu nyaris menabrak mobil yang ditumpangi para wartawan tersebut.
Menyadari bahaya yang mengancam keselamatan mereka, para awak media segera merekam peristiwa tersebut sebagai bukti. Rekaman foto dan video yang didapat pun langsung dikirimkan melalui pesan singkat ke grup komunikasi resmi Kapolres Situbondo sebagai laporan darurat.

Mendapatkan laporan tersebut, Kepala Satlantas Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra Irawan, segera memerintahkan anggotanya untuk melakukan penelusuran dan pengejaran. Tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 30 menit, petugas berhasil menghentikan laju bus tersebut di titik lampu merah persimpangan Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan.
Sopir bus yang bernama Bambang Sugiri, berusia 37 tahun dan beralamat di Wonogiri, Jawa Tengah, kemudian dibawa ke kantor Polres Situbondo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain dikenakan sanksi tilang atas pelanggaran peraturan lalu lintas yang dilakukan, sopir tersebut juga diwajibkan mengikuti tes urine guna memastikan kondisinya.

Menurut keterangan AKP Nanang Hendra Irawan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tes urine yang dijalani sopir memberikan hasil negatif atau tidak mengandung zat terlarang. Oleh karena itu, setelah mendapatkan teguran serta peringatan keras agar tidak mengulangi perbuatan serupa, sopir beserta rombongannya diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.(red/lis)

Kamis, 25 Juni 2026

Sepasang Kekasih Diringkus Polisi Usai Curi Motor di Gresik

 

Tersangka Hermawan dan Nur Azizah diamankan di Mapolsek Gresik Kota.photo by memorandum.co id




GRESIK- Dua orang yang terjalin hubungan asmara berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian setelah terbukti melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik. Peristiwa pencurian itu terjadi di depan salah satu rumah warga yang berada di Jalan Gubernur Suryo. Bersamaan dengan penangkapan pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sepeda motor jenis Honda Supra X dengan nomor polisi L 6598 JW yang menjadi sasaran pencurian.
Kapolsek Gresik Kota, Iptu M Kevin Ramadhan, menjelaskan bahwa korban dari peristiwa ini adalah Achmad Anis (55 tahun). Menurut keterangan korban, kejadian berlangsung pada dini hari Kamis, 25 Juni 2026. Saat itu, ia memarkirkan kendaraannya di halaman depan rumah dan lupa mencabut kunci kontaknya. Ketika ia keluar rumah keesokan harinya, sepeda motor miliknya sudah tidak ada di tempat semula. Setelah menyadari kendaraannya hilang, korban segera melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi setempat pada hari yang sama.
Menyikapi laporan yang masuk, Unit Reserse Kriminal Polsek Gresik Kota langsung melakukan penyelidikan secara intensif. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil pantauan rekaman tersebut, diketahui bahwa pencurian dilakukan oleh dua orang pelaku, yang terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan.
Berdasarkan hasil pelacakan dan pengembangan informasi, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi serta menangkap kedua pelaku. Mereka adalah Hermawan (33 tahun), warga Banjarmelati, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, dan kekasihnya, Nur Azizah (25 tahun), warga Kelurahan Bintaro, Jakarta Selatan. Penangkapan dilakukan di tempat kos tempat mereka tinggal yang juga berada di Jalan Gubernur Suryo, Kecamatan Gresik, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil menemukan dan mengamankan sepeda motor hasil curian tersebut. Kendaraan itu ternyata disembunyikan oleh pelaku di rumah kerabat Nur Azizah yang berada di wilayah Kecamatan Menganti.
Saat ini, kedua tersangka telah ditahan guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, mereka disangkakan melanggar Pasal 477 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian yang disertai dengan keadaan pemberatan. Jika terbukti bersalah, keduanya terancam hukuman penjara maksimal selama 9 tahun.(red/lis)

Pemkot Pasuruan Gandeng BRI, Pembayaran PBB Resmi Bisa Dilakukan Secara Digital

Walikota Mas Adi saat peluncuran pembayaran PBB melalui bank.  photo by memorandum co.id






PASURUHAN-
Pemerintah Kota Pasuruan memperkuat akses layanan publik dengan melaunching fasilitas pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang bekerja sama dengan Bank BRI. Acara peluncuran berlangsung di Gedung Gradhika, Kamis 25 Juni 2026, sebagai bagian dari upaya daerah untuk mempermudah, mempercepat, dan memperluas jangkauan layanan pembayaran pajak bagi seluruh lapisan masyarakat.

Wali Kota Pasuruan, Dr. Adi Wibowo, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen pemerintahan daerah dalam menghadirkan layanan publik yang lebih mudah dijangkau. Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah dan lembaga perbankan serta pihak terkait yang mendukung terlaksananya layanan ini. “Saya ucapkan terima kasih atas terwujudnya sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan layanan publik yang mudah diakses oleh masyarakat,” kata Dr. Adi.

Menurut Pemkot, integrasi pembayaran PBB melalui jaringan perbankan dirancang untuk menjawab kebutuhan warga yang menginginkan proses administrasi lebih praktis dan aman. Dengan kehadiran fasilitas ini, warga tidak lagi harus datang langsung ke kantor pemerintahan untuk melakukan pembayaran PBB; cukup memanfaatkan layanan perbankan yang sudah familiar di masyarakat.

Pihak Bank BRI Cabang Pasuruan menjelaskan bahwa wajib pajak sekarang dapat melunasi kewajiban PBB melalui aplikasi BRImo maupun melalui jaringan Agen BRILink yang tersebar di berbagai wilayah. Kanal digital dan agen layanan ini diharapkan menekan antrean, mempercepat transaksi, dan memperluas akses bagi warga di daerah terpencil atau yang memiliki mobilitas terbatas. “Ini merupakan langkah nyata BRI dalam mendukung digitalisasi daerah sekaligus membantu mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD),” ujar pimpinan cabang BRI Pasuruan.

Pemerintah daerah menilai langkah ini tidak hanya mempermudah wajib pajak, tetapi juga berpotensi meningkatkan kepatuhan pajak dan pendapatan daerah. Peningkatan penerimaan PBB menjadi salah satu target strategis untuk membiayai program pembangunan dan layanan sosial, mulai dari perbaikan infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan publik. Dengan alokasi anggaran yang lebih optimal, Pemkot berharap kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Pasuruan dapat terus meningkat.

Selain penyederhanaan akses pembayaran, Pemkot mengumumkan rencana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait mekanisme baru ini. Kegiatan sosialisasi akan melibatkan kelurahan, kecamatan, dan komunitas lokal untuk memastikan warga, terutama kelompok lanjut usia dan mereka yang kurang familiar dengan layanan digital, mendapat panduan praktis tentang cara menggunakan BRImo atau Agen BRILink untuk membayar PBB. Pemerintah juga mendorong adanya pos layanan sementara di kantor kelurahan untuk membantu proses registrasi atau troubleshooting bagi warga yang membutuhkan bantuan.

Seluruh pihak yang terlibat diharapkan terus menjaga interoperabilitas sistem, keamanan data wajib pajak, serta kemudahan akses transaksi. Pemerintah Kota juga mengatakan akan memantau pelaksanaan layanan secara berkala, menerima masukan publik, dan melakukan perbaikan teknis bila diperlukan agar layanan tetap andal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Peluncuran layanan pembayaran PBB melalui Bank BRI ini menjadi contoh implementasi kolaborasi publik-swasta dalam meningkatkan layanan administrasi pajak. Ke depan, Pemkot Pasuruan berencana mengeksplorasi integrasi layanan publik lain dengan kanal digital dan perbankan untuk mempercepat transformasi layanan pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.(red/lis)

Modus Baru di Lapas, Narkoba Disembunyikan dalam Oseng Cumi Berhasil Digagalkan

Petugas Lapas Jakarta Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Makanan Oseng Cumi.photo by liputan6.com





JAKARTA- Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Narkotika Jakarta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba yang disamarkan di dalam makanan berupa oseng cumi. Barang terlarang tersebut ditemukan saat petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap pengunjung dan barang bawaan yang akan masuk ke lingkungan lapas.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Edi Sigit Budiman, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari ketelitian petugas dalam memeriksa makanan yang dibawa salah seorang pengunjung. Saat dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur operasional standar (SOP), petugas menemukan sejumlah paket mencurigakan yang disembunyikan di dalam lauk oseng cumi.

"Kami berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas. Modus yang digunakan adalah menyembunyikan barang yang diduga narkotika di dalam makanan yang dibawa saat kunjungan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 12 paket yang diduga berisi narkoba," ujar Edi di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa pengunjung tersebut membawa beberapa jenis makanan, di antaranya nasi, oseng cumi, dan sayur. Seluruh makanan kemudian diperiksa secara menyeluruh oleh petugas. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan paket-paket berisi barang terlarang yang diselipkan di dalam oseng cumi dengan tujuan mengelabui pengawasan petugas.

Setelah temuan tersebut dipastikan, pihak lapas segera melakukan pelaporan secara berjenjang kepada pimpinan. Selanjutnya, sesuai arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jakarta, kasus tersebut dilimpahkan kepada aparat kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

"Begitu barang terlarang ditemukan, kami langsung melaporkan kejadian ini kepada pimpinan. Atas arahan Kepala Kantor Wilayah, kasus tersebut kemudian kami serahkan kepada Polres Metro Jakarta Timur untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan," kata Edi.

Barang bukti bersama pengunjung yang membawa makanan tersebut kini telah diserahkan kepada pihak kepolisian. Aparat akan mendalami asal-usul narkoba tersebut sekaligus menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang terlibat dalam upaya penyelundupan ke dalam lapas.

Dalam penanganan awal, petugas mengamankan dua orang yang diketahui berinisial K dan RP. K diduga sebagai pihak yang berperan membawa narkoba ke lapas, sedangkan RP disebut hanya bertugas mengantar pelaku ke lokasi.

Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh petugas, K mengaku tergiur imbalan sebesar Rp500 ribu apabila berhasil memasukkan paket narkoba tersebut kepada seorang warga binaan di dalam lapas. Informasi sementara menyebutkan bahwa barang haram itu berasal dari kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Barang tersebut diduga diperoleh dari wilayah Tanjung Priok melalui perantara kurir. Selanjutnya diterima oleh pelaku dan rencananya akan diserahkan kepada warga binaan yang berada di dalam lapas," ungkap Edi.

Pihak Lapas Narkotika Jakarta menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pemeriksaan terhadap seluruh pengunjung maupun barang bawaan yang masuk ke area lapas. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen untuk memberantas peredaran narkoba serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Keberhasilan menggagalkan penyelundupan ini menjadi bukti pentingnya pengawasan ketat dan profesionalisme petugas dalam mencegah berbagai upaya masuknya barang-barang terlarang ke dalam lembaga pemasyarakatan.(red/lis)

Rabu, 24 Juni 2026

Kecelakaan Beruntun di Perlintasan Kereta Api Karangsono Pasuruan, Satu Mobil dan Tiga Motor Terlibat

Kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di perlintasan kereta api Karangsono, Sukorejo.-



PASURUAN- Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan satu unit mobil Toyota Kijang Innova dan tiga sepeda motor terjadi di perlintasan rel kereta api Karangsono, Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi saat sejumlah kendaraan sedang berhenti di depan palang perlintasan untuk menunggu kereta api melintas. Namun, sebuah mobil Toyota Kijang Innova bernomor polisi N 1526 AAZ yang melaju dari arah utara tiba-tiba menabrak kendaraan-kendaraan yang berada di depannya.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga dipicu oleh kurangnya konsentrasi pengemudi mobil saat melintas di lokasi kejadian.

“Pengemudi diduga kurang fokus dan tidak berhati-hati ketika mendekati perlintasan kereta api. Akibatnya, kendaraan yang dikemudikannya langsung menabrak tiga sepeda motor yang sedang berhenti menunggu kereta melintas,” ujar Joko.

Tiga sepeda motor yang terlibat dalam insiden tersebut masing-masing Honda ADV bernomor polisi S 3867 NCH, Honda Revo N 5965 TCA, dan Honda Beat N 4483 EBC. Benturan keras menyebabkan kendaraan-kendaraan tersebut mengalami kerusakan cukup parah.

Tidak hanya menabrak tiga motor, laju Toyota Kijang Innova baru terhenti setelah menghantam tiang palang pintu perlintasan kereta api hingga patah. Akibat benturan tersebut, bagian depan mobil mengalami kerusakan berat, termasuk kondisi velg yang dilaporkan bengkok.

Meski kendaraan yang dikemudikannya mengalami kerusakan cukup serius, pengemudi mobil bernama Mardilengari (21), warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka-luka.

Sebaliknya, sejumlah korban dari kendaraan roda dua mengalami cedera dan harus mendapatkan penanganan medis. Penumpang Honda ADV, Candy Fatika Rasta (26), mengalami luka pada bagian kepala dan bahu sehingga harus menjalani perawatan di RS Prima Husada Sukorejo.

Sementara itu, Supriyono (46), pengendara Honda Revo, mengalami luka robek di bagian dahi serta lecet di beberapa bagian tubuh. Korban lainnya, Su’udi (53), pengendara Honda Beat, mengalami nyeri pada bahu dan luka lecet akibat benturan.

Selain menimbulkan korban luka, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp17 juta. Kerusakan tidak hanya terjadi pada kendaraan yang terlibat, tetapi juga pada fasilitas perlintasan kereta api berupa tiang palang pintu yang patah akibat tertabrak mobil.

Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengevakuasi para korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Saat ini, Unit Laka Lantas Polres Pasuruan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga telah meminta keterangan dari pengemudi mobil sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Iptu Joko Suseno mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu menjaga konsentrasi dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas atau mendekati perlintasan kereta api yang memiliki tingkat risiko kecelakaan cukup tinggi.

“Kami mengingatkan kepada seluruh pengendara untuk selalu fokus saat berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas, khususnya ketika mendekati perlintasan kereta api. Kewaspadaan sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.(red/lis)

Pulang Nongkrong, Dua Remaja Dikejar Gerombolan Pesilat di Kendangsari, Satu Dibacok Celurit hingga Kritis

Kondisi Ilham (18) terbaring di jalan sesuai dikeroyok oknum pesilat.photo by memorandum co.id




SURABAYA- Aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh sekelompok oknum pesilat kembali terjadi di Kota Surabaya. Kali ini, dua remaja menjadi korban penyerangan menggunakan senjata tajam saat melintas di kawasan Jalan Kendangsari Industri pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Korban diketahui bernama Ibrahim Gery Nayif (18) dan M. Rafi Ilham Ardiansah (18). Akibat insiden tersebut, keduanya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis. Ibrahim mengalami memar pada bagian bibir atas, sementara Ilham menderita luka bacok cukup serius di bagian punggung akibat sabetan celurit dan harus mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit.

Menurut keterangan Ibrahim, sebelum kejadian dirinya bersama Ilham baru saja pulang dari berkumpul dengan teman-teman dan hendak menuju rumah mereka di kawasan Siwalankerto Timur menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanan, mereka berpapasan dengan rombongan konvoi pesilat yang diperkirakan berjumlah lebih dari 15 orang dan mengendarai beberapa sepeda motor.

“Waktu itu kami baru pulang nongkrong dan hendak menuju rumah di Siwalankerto. Ilham memang mengenakan kaos perguruan silat, sedangkan saya tidak,” ujar Ibrahim, Rabu (24/6/2026).

Merasa situasi kurang aman setelah melihat rombongan tersebut, keduanya memutuskan untuk tidak melewati jalur yang semula direncanakan melalui Gapura Kutisari. Mereka kemudian berusaha mencari rute alternatif guna menghindari potensi konflik.

Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Saat melintas di depan Gapura Kutisari III, mereka kembali berpapasan dengan sekelompok pesilat yang diduga mengenali atribut perguruan yang dikenakan Ilham. Seketika itu pula, keduanya menjadi sasaran pengejaran.

“Saya sempat diteriaki lalu dikejar. Motor kami ditendang hingga terjatuh. Setelah jatuh saya dikeroyok, tetapi berhasil melarikan diri dan bersembunyi. Sementara Ilham tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung dikeroyok serta disabet menggunakan celurit,” ungkap Ibrahim.

Melihat rekannya menjadi korban pengeroyokan secara brutal, Ibrahim berusaha mencari pertolongan dari warga sekitar. Ia kemudian mendapatkan bantuan dari sejumlah teman Ilham yang datang ke lokasi setelah mengetahui kejadian tersebut.

“Saya sempat mendapatkan perawatan di puskesmas. Sedangkan kondisi Ilham lebih parah sehingga langsung dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

Akibat serangan tersebut, kondisi Ilham dilaporkan cukup serius karena mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian punggung. Saat ini ia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Surabaya.

Sementara itu, Ibrahim telah melaporkan kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan tersebut ke Polsek Tenggilis Mejoyo agar para pelaku dapat segera diidentifikasi dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Ilham masih menjalani perawatan di RS Royal. Setelah kejadian, saya langsung membuat laporan ke Polsek Tenggilis Mejoyo,” pungkasnya.

Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang kasus kekerasan jalanan yang melibatkan oknum perguruan silat. Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat bertindak tegas untuk mengungkap para pelaku serta mencegah terulangnya kejadian serupa yang berpotensi mengancam keselamatan warga.(red/lis)

Selasa, 23 Juni 2026

Dump Truck Bermuatan Pasir Terperosok ke Selokan di Jalan Rungkut Puskesmas

photo by memorandum co.id




SURABAYA- Sebuah kecelakaan tunggal melibatkan dump truck pengangkut pasir terjadi di Jalan Rungkut Puskesmas, tepat di depan SDN Kali Rungkut 1. Insiden tersebut diduga dipicu oleh kondisi aspal jalan yang mengalami keretakan di sisi tepi jalan, sehingga menyebabkan kendaraan berat itu terperosok ke dalam selokan saat melintas.

Pengemudi dump truck, Abdur Rosyid (56), menjelaskan bahwa kejadian berlangsung pada Selasa pagi sekitar pukul 09.55 WIB ketika dirinya sedang mengantarkan material pasir untuk kebutuhan sebuah proyek di kawasan tersebut. Saat itu, truk yang dikemudikannya berada di lokasi tujuan dan bersiap melakukan proses bongkar muatan.

Menurut keterangan Abdur, sebelum insiden terjadi, sebuah mobil kecil yang berada di belakang kendaraannya terus membunyikan klakson dan berusaha mendahului dari sisi kanan jalan. Untuk memberikan ruang bagi kendaraan tersebut, ia kemudian mengarahkan truknya secara perlahan ke sisi kiri sambil tetap melaju lurus.

“Awalnya saya geser ke kiri pelan-pelan supaya mobil di belakang bisa lewat. Setelah kendaraan itu melintas, tiba-tiba bagian bak truk terasa terangkat dan ban belakang langsung ambles masuk ke selokan,” ungkap Abdur.

Dump truck tersebut diketahui mengangkut pasir yang didatangkan dari Kabupaten Lumajang. Muatan yang dibawa memiliki bobot cukup besar, yakni sekitar 45 ton berdasarkan hasil penimbangan terakhir yang dilalui kendaraan tersebut. Berat muatan yang tinggi diduga turut memengaruhi kondisi jalan di lokasi kejadian, terutama pada bagian tepi jalan yang sudah mengalami kerusakan.

Akibat peristiwa tersebut, posisi kendaraan menjadi miring dengan roda belakang terjebak di dalam selokan. Proses evakuasi pun tidak dapat dilakukan secara langsung karena beban pasir yang masih memenuhi bak truk. Untuk mengangkat badan kendaraan dan mengembalikannya ke posisi semula, seluruh muatan pasir harus dipindahkan terlebih dahulu ke kendaraan lain.

Hingga saat ini, proses penanganan telah dilakukan oleh petugas dari Polsek Rungkut yang turun langsung ke lokasi guna mengamankan area dan mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, pemindahan pasir dilakukan secara bertahap menggunakan kendaraan jenis L300 agar beban truk berkurang dan proses evakuasi dapat berjalan lebih aman.

Abdur menyampaikan bahwa dirinya kini hanya menunggu selesainya proses pemindahan muatan dan pengangkatan kendaraan dari selokan. “Penanganan sudah dilakukan oleh Polsek Rungkut. Saya tinggal menunggu proses evakuasi truk dan pemindahan pasir di lokasi,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar karena menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang dinilai perlu mendapat perbaikan, khususnya pada bagian tepi jalan yang rawan ambles saat dilalui kendaraan bertonase besar. Selain menyebabkan gangguan lalu lintas, kerusakan jalan seperti ini juga berpotensi menimbulkan kecelakaan serupa di kemudian hari apabila tidak segera ditangani.(red/lis)

Turun ke Sawah! Polisi di Lumajang Kawal Langsung Tanaman Jagung Warga

Anggota Polsek Ranuyoso Polres Lumajang Turun Langsung Ke Lapangan Dampingi Petani Jagung.--photo by memorandum co.id


LUMAJANG – Komitmen Kepolisian Sektor (Polsek) Ranuyoso, Polres Lumajang, dalam mendukung program prioritas pemerintah terus diwujudkan melalui berbagai aksi nyata di tengah masyarakat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk mendukung program Asta Cita Presiden di bidang ketahanan pangan nasional.

Pada Senin (22/6/2026), Bhabinkamtibmas Polsek Ranuyoso, Bripda Akbar Yudha, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekarangan pangan bergizi sekaligus memantau perkembangan tanaman jagung milik H. Rizal di Dusun Bulutangkur, Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan lahan pekarangan dan lahan pertanian secara optimal. Selain melakukan monitoring terhadap kondisi tanaman, Bripda Akbar juga berdialog dengan petani untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya.

Kapolsek Ranuyoso, AKP Sajito, S.H., M.H., menegaskan bahwa keterlibatan anggota kepolisian dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.

Menurutnya, peran Polri saat ini tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan warga.

“Kami berkomitmen penuh mengawal program Asta Cita Presiden, khususnya dalam bidang ketahanan pangan. Karena itu, seluruh Bhabinkamtibmas kami dorong untuk aktif turun ke lapangan, memantau perkembangan pertanian masyarakat, sekaligus memberikan motivasi dan pendampingan kepada warga,” ujar AKP Sajito.

Ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup dan bergizi harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan desa. Oleh karena itu, pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam komoditas pangan dinilai sebagai langkah strategis yang perlu terus didorong.

AKP Sajito menilai apa yang dilakukan H. Rizal dengan menanam jagung dan mengelola pekarangan pangan bergizi patut menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Menurutnya, semakin banyak warga yang memanfaatkan lahan kosong secara produktif, maka semakin kuat pula pondasi ketahanan pangan di daerah.

“Ketahanan pangan nasional tidak akan terwujud tanpa adanya kemandirian pangan di tingkat desa. Apa yang dilakukan Pak Rizal menjadi contoh positif yang perlu dikembangkan dan direplikasi oleh masyarakat lain,” katanya.

Lebih lanjut, Kapolsek Ranuyoso menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ketahanan pangan. Melalui kolaborasi tersebut, berbagai tantangan yang dihadapi petani dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

Selain membantu memantau perkembangan tanaman, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas pertanian juga diharapkan mampu memberikan semangat dan rasa percaya diri kepada para petani untuk terus meningkatkan produktivitas lahannya.

Polsek Ranuyoso optimistis program pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil pertanian sekaligus menjaga stabilitas pangan di wilayah Kecamatan Ranuyoso.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat dan pendamping dalam berbagai sektor kehidupan. Ketika tanaman pangan warga tumbuh dengan baik dan hasil panennya meningkat, maka secara tidak langsung kita turut memperkuat ketahanan bangsa dari sektor pangan,” pungkas AKP Sajito.

Melalui keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas dalam mendampingi petani, Polsek Ranuyoso berharap program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden dapat berjalan optimal. Langkah tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan sektor pangan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat kepolisian, guna mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.(red/lis)

Senin, 22 Juni 2026

Cabai Rawit Turun, Beras Naik: Dinamika Harga Pangan di Kediri

photo by Radar Kediri


KEDIRI – Harga cabai rawit di Kabupaten Kediri mengalami penurunan cukup tajam dalam beberapa hari terakhir. Melimpahnya hasil panen dari sejumlah sentra pertanian membuat pasokan meningkat, sehingga harga di tingkat petani maupun pasar tradisional ikut terkoreksi dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Di tingkat petani, harga cabai rawit saat ini berada pada kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan harga pada awal bulan lalu yang sempat mencapai Rp40.000 per kilogram.

Salah seorang petani cabai di Kecamatan Pagu, Anik, mengatakan penurunan harga terjadi seiring meningkatnya produksi dari hasil panen yang berlangsung hampir bersamaan di berbagai wilayah.

"Memang sekarang sedang turun karena banyak petani yang panen. Alhamdulillah hasil panen saya juga cukup bagus," ujarnya.

Penurunan harga tidak hanya dirasakan di tingkat petani, tetapi juga di pasar induk. Pengurus Pasar Induk bagian Cabai Besar, Henry Aryawan, mengungkapkan harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp33.000 hingga Rp36.000 per kilogram. Padahal, pada awal bulan lalu komoditas tersebut sempat menyentuh harga Rp70.000 per kilogram.

Menurut Henry, tingginya harga pada periode sebelumnya disebabkan minimnya hasil petikan akibat berkurangnya produksi. Selain itu, banyak tanaman cabai terserang jamur karena faktor cuaca yang kurang mendukung sehingga pasokan menjadi terbatas.

"Awal bulan lalu harga sempat tinggi karena hasil petikan sedikit. Banyak tanaman cabai yang terserang jamur sehingga produksi menurun," jelasnya.

Selain cabai rawit, harga cabai keriting juga mengalami penurunan. Saat ini komoditas tersebut diperdagangkan di kisaran Rp20.000 per kilogram.

Meski harga mengalami penurunan, aktivitas distribusi cabai dari Kediri ke berbagai daerah masih terus berlangsung. Henry menyebutkan bahwa pada hari ini terdapat pengiriman cabai ke Kalimantan dan sejumlah daerah lainnya untuk memenuhi kebutuhan pasar luar daerah.

Sementara itu, di sektor pangan, Perum Bulog Kantor Cabang Kediri memastikan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kembali berjalan normal setelah sempat mengalami keterlambatan.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, menjelaskan bahwa sebelumnya distribusi beras SPHP tertunda karena Bulog memprioritaskan penyaluran bantuan pangan pemerintah yang harus diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

"Mulai minggu ini sudah dilakukan dropping ke kios-kios dan distribusinya mulai lancar kembali," kata Harisun.

Ia menambahkan, saat ini stok cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog Kediri mencapai sekitar 97 ribu ton, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan pasokan beras.

Penyaluran beras SPHP difokuskan ke pasar-pasar yang menjadi lokasi pemantauan harga oleh Badan Pusat Statistik (BPS), seperti Pasar Setono Betek, Pasar Pamenang, Pasar Mrican, serta sejumlah pasar lainnya yang telah terdaftar.

Di tengah normalnya distribusi beras SPHP, harga beras komersial di pasaran justru menunjukkan tren kenaikan. Namun demikian, Harisun menegaskan bahwa harga beras SPHP tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Saat ini, beras SPHP dijual seharga Rp62.500 per kemasan 5 kilogram atau setara Rp12.500 per kilogram. Harga tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan harga beras premium yang mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Kenaikan harga beras juga diakui oleh para pedagang. Mansur, salah seorang pedagang di Pasar Sumberejo, mengatakan hampir seluruh jenis beras mengalami kenaikan harga meskipun tidak terlalu signifikan.

Ia mencontohkan beras kemasan merek Lahab yang sebelumnya dijual Rp76.000 per sak kini naik menjadi Rp77.000 per sak. Sementara itu, beras selepan merek 64 Super mengalami kenaikan dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per kilogram. Beras merek Bramo juga naik dari sekitar Rp13.800 menjadi Rp15.000 per kilogram.

"Kenaikannya memang tidak terlalu besar, tetapi hampir semua jenis beras sekarang mengalami kenaikan harga," pungkasnya.

Turunnya harga cabai dan mulai lancarnya distribusi beras SPHP menjadi kabar baik bagi masyarakat. Namun di sisi lain, tren kenaikan harga beras komersial masih menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi daya beli konsumen apabila terus berlanjut dalam waktu yang lama.(red/lisa)