Senin, 22 Juni 2026

Cabai Rawit Turun, Beras Naik: Dinamika Harga Pangan di Kediri

photo by Radar Kediri


KEDIRI – Harga cabai rawit di Kabupaten Kediri mengalami penurunan cukup tajam dalam beberapa hari terakhir. Melimpahnya hasil panen dari sejumlah sentra pertanian membuat pasokan meningkat, sehingga harga di tingkat petani maupun pasar tradisional ikut terkoreksi dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Di tingkat petani, harga cabai rawit saat ini berada pada kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan harga pada awal bulan lalu yang sempat mencapai Rp40.000 per kilogram.

Salah seorang petani cabai di Kecamatan Pagu, Anik, mengatakan penurunan harga terjadi seiring meningkatnya produksi dari hasil panen yang berlangsung hampir bersamaan di berbagai wilayah.

"Memang sekarang sedang turun karena banyak petani yang panen. Alhamdulillah hasil panen saya juga cukup bagus," ujarnya.

Penurunan harga tidak hanya dirasakan di tingkat petani, tetapi juga di pasar induk. Pengurus Pasar Induk bagian Cabai Besar, Henry Aryawan, mengungkapkan harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp33.000 hingga Rp36.000 per kilogram. Padahal, pada awal bulan lalu komoditas tersebut sempat menyentuh harga Rp70.000 per kilogram.

Menurut Henry, tingginya harga pada periode sebelumnya disebabkan minimnya hasil petikan akibat berkurangnya produksi. Selain itu, banyak tanaman cabai terserang jamur karena faktor cuaca yang kurang mendukung sehingga pasokan menjadi terbatas.

"Awal bulan lalu harga sempat tinggi karena hasil petikan sedikit. Banyak tanaman cabai yang terserang jamur sehingga produksi menurun," jelasnya.

Selain cabai rawit, harga cabai keriting juga mengalami penurunan. Saat ini komoditas tersebut diperdagangkan di kisaran Rp20.000 per kilogram.

Meski harga mengalami penurunan, aktivitas distribusi cabai dari Kediri ke berbagai daerah masih terus berlangsung. Henry menyebutkan bahwa pada hari ini terdapat pengiriman cabai ke Kalimantan dan sejumlah daerah lainnya untuk memenuhi kebutuhan pasar luar daerah.

Sementara itu, di sektor pangan, Perum Bulog Kantor Cabang Kediri memastikan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kembali berjalan normal setelah sempat mengalami keterlambatan.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, menjelaskan bahwa sebelumnya distribusi beras SPHP tertunda karena Bulog memprioritaskan penyaluran bantuan pangan pemerintah yang harus diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

"Mulai minggu ini sudah dilakukan dropping ke kios-kios dan distribusinya mulai lancar kembali," kata Harisun.

Ia menambahkan, saat ini stok cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog Kediri mencapai sekitar 97 ribu ton, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan pasokan beras.

Penyaluran beras SPHP difokuskan ke pasar-pasar yang menjadi lokasi pemantauan harga oleh Badan Pusat Statistik (BPS), seperti Pasar Setono Betek, Pasar Pamenang, Pasar Mrican, serta sejumlah pasar lainnya yang telah terdaftar.

Di tengah normalnya distribusi beras SPHP, harga beras komersial di pasaran justru menunjukkan tren kenaikan. Namun demikian, Harisun menegaskan bahwa harga beras SPHP tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Saat ini, beras SPHP dijual seharga Rp62.500 per kemasan 5 kilogram atau setara Rp12.500 per kilogram. Harga tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan harga beras premium yang mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Kenaikan harga beras juga diakui oleh para pedagang. Mansur, salah seorang pedagang di Pasar Sumberejo, mengatakan hampir seluruh jenis beras mengalami kenaikan harga meskipun tidak terlalu signifikan.

Ia mencontohkan beras kemasan merek Lahab yang sebelumnya dijual Rp76.000 per sak kini naik menjadi Rp77.000 per sak. Sementara itu, beras selepan merek 64 Super mengalami kenaikan dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per kilogram. Beras merek Bramo juga naik dari sekitar Rp13.800 menjadi Rp15.000 per kilogram.

"Kenaikannya memang tidak terlalu besar, tetapi hampir semua jenis beras sekarang mengalami kenaikan harga," pungkasnya.

Turunnya harga cabai dan mulai lancarnya distribusi beras SPHP menjadi kabar baik bagi masyarakat. Namun di sisi lain, tren kenaikan harga beras komersial masih menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi daya beli konsumen apabila terus berlanjut dalam waktu yang lama.(red/lisa)

Pendampingan Petani Berkelanjutan, Polsek Wates Perkuat Program Pangan Nasional

  

Polisi melakukan pendampingan kepada petani untuk swasembada pangan Foto by Radar Kediri


KEDIRI- Upaya mendukung terwujudnya swasembada pangan terus dilakukan jajaran Polsek Wates melalui pendampingan langsung kepada para petani di wilayah hukumnya. Pendekatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor pertanian sekaligus memastikan program ketahanan pangan dapat berjalan secara optimal di tingkat masyarakat.

Salah satu kegiatan pendampingan dilakukan pada Sabtu (20/6), ketika Ps. Kanit Binmas Polsek Wates, Aiptu Tri K, melakukan pengecekan terhadap lahan pertanian jagung milik warga di Desa Pojok, Kecamatan Wates. Kegiatan tersebut tidak hanya sebatas meninjau kondisi tanaman, tetapi juga menjadi sarana komunikasi langsung antara kepolisian dan petani.

Dalam kesempatan itu, petugas berdialog dengan para petani untuk mengetahui perkembangan tanaman jagung, kendala yang dihadapi selama proses budidaya, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas tanaman. Pembahasan juga mencakup upaya pengendalian hama dan gulma yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman serta menurunkan hasil produksi.

Pendampingan ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat membantu menyerap berbagai informasi mengenai kondisi pertanian, sehingga permasalahan yang dialami petani dapat diketahui lebih cepat dan dicarikan solusi bersama.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji melalui Kapolsek Wates AKP Agus Sudarjanto menyampaikan bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan saat masa panen, melainkan melalui proses perawatan yang dilakukan secara konsisten sejak awal penanaman hingga tanaman siap dipanen.

“Produktivitas pertanian tidak dibangun saat panen saja. Kondisi tanaman harus terus dipantau agar setiap kendala yang muncul dapat segera ditangani dan hasil yang diperoleh petani tetap maksimal,” ujar AKP Agus.

Menurutnya, perhatian terhadap sektor pertanian merupakan bagian dari kontribusi aktif kepolisian dalam mendukung program pemerintah di bidang pangan. Dengan adanya pendampingan secara rutin, petani dapat memperoleh dukungan dalam menjaga kualitas tanaman sekaligus meningkatkan peluang mendapatkan hasil panen yang lebih baik.

Melalui kerja sama antara petani dan berbagai pihak terkait, lahan jagung di Desa Pojok diharapkan mampu berkembang secara produktif dan memberikan dampak positif terhadap penguatan ketahanan pangan. Upaya tersebut juga menjadi langkah nyata dalam menjaga ketersediaan pangan, baik untuk kebutuhan masyarakat di tingkat daerah maupun mendukung program pangan nasional.(red/lisa)

Minggu, 21 Juni 2026

Pare Bhayangkara Run 2026 Sukses Sedot 1.300 Peserta, Bukti Kedekatan Polri dan Masyarakat

Pare Bhayangkara Run 2026 di Kediri/Foto: Istimewa, foto by detikjatim



Kediri – Antusiasme masyarakat dalam memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 terlihat begitu tinggi dalam gelaran Pare Bhayangkara Run 2026 yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Polres Kediri. Ajang lari sejauh 5 kilometer tersebut sukses menarik sebanyak 1.300 peserta, jauh melampaui target awal panitia yang hanya menargetkan 800 pelari.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Mapolres Kediri pada Minggu (21/6/2026) itu menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dikemas secara terbuka dan melibatkan masyarakat secara langsung. Sejak pagi hari, ribuan peserta dari berbagai daerah memadati area start dan finis di Mapolres Kediri untuk mengikuti perlombaan dengan penuh semangat.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Ny. Ratih Bramastyo, Dandim 0809 Kediri, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, serta Ketua KONI Kabupaten Kediri secara resmi melepas para peserta di garis start.

Para pelari menempuh rute yang melintasi sejumlah ruas jalan di kawasan Kampung Inggris Pare, salah satu ikon Kabupaten Kediri yang dikenal sebagai pusat pembelajaran bahasa Inggris terbesar di Indonesia. Suasana semakin meriah dengan dukungan masyarakat yang turut menyaksikan dan memberikan semangat kepada peserta di sepanjang lintasan.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengaku bersyukur atas tingginya animo masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, jumlah peserta yang melampaui target menjadi indikator positif bahwa olahraga mampu menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

"Awalnya kami menargetkan sekitar 800 peserta. Namun antusiasme masyarakat sangat luar biasa hingga jumlah pendaftar mencapai 1.300 runners. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kedekatan antara Polri dengan masyarakat terjalin dengan sangat baik," ujar AKBP Bramastyo Priaji, Senin (22/6/2026).

Mengusung tema "Lari Bersama, Aman Bersama", kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah memperkuat sinergi, membangun komunikasi, serta menumbuhkan rasa kebersamaan antara institusi kepolisian dan masyarakat.

Selain lomba lari, panitia juga menghadirkan berbagai hiburan yang menambah kemeriahan acara. Sejumlah doorprize menarik dibagikan kepada peserta melalui pengundian, sehingga memberikan kesempatan bagi seluruh peserta untuk memperoleh hadiah meskipun tidak naik podium.

Pada akhir perlombaan, panitia menetapkan pemenang dalam kategori TNI/Polri putra-putri dan kategori umum putra-putri. Para juara mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan semangat sportivitas yang ditunjukkan selama perlombaan berlangsung.

Kapolres Kediri berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 dapat menjadi refleksi sekaligus penguat komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama yang harus terus dijaga dan ditingkatkan.

"Harapan kami, di usia ke-80 ini Polri semakin profesional, semakin dipercaya, dan semakin dicintai masyarakat. Masukan dan kritik dari masyarakat akan terus kami jadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik ke depan," tegasnya.

Lebih lanjut, Bramastyo menegaskan bahwa Polres Kediri akan terus menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik melalui kegiatan sosial, olahraga, edukasi, maupun pelayanan publik yang humanis dan responsif.

Rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di lingkungan Polres Kediri sendiri masih akan berlanjut hingga puncak perayaan pada 1 Juli 2026. Berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan telah disiapkan sebagai upaya memperkuat sinergi serta meningkatkan kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Keberhasilan penyelenggaraan Pare Bhayangkara Run 2026 diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan, persatuan, dan kolaborasi dalam menjaga keamanan serta ketertiban di tengah masyarakat. (red/lisa)

Senin, 15 Juni 2026

Jelang Pilkades Serentak, Pemkab Kediri Kebut Finalisasi Aturan Baru

 
ilustrasi surat pilkades.


KEDIRI - Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Kediri kian mendekati tahap pelaksanaan. Saat ini, tahapan awal pilkades di 47 desa masih menunggu penandatanganan revisi Peraturan Bupati (Perbup) oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri melalui Kabid Bina Pemerintahan Desa Henry Rustriandy menjelaskan bahwa draf revisi perbup telah selesai dibahas dan diproses oleh Bagian Hukum Setda Kabupaten Kediri. Saat ini dokumen tersebut telah diajukan kepada Bupati untuk mendapatkan persetujuan.


Menurut Henry, setelah revisi perbup ditandatangani, tahapan pilkades serentak dapat langsung dimulai. Tahap awal yang dilakukan adalah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengirimkan surat pemberitahuan kepada kepala desa yang masa jabatannya akan berakhir. Setelah itu dilanjutkan dengan pembentukan panitia pilkades serta tahapan teknis lainnya.


Revisi perbup dilakukan sebagai tindak lanjut penyesuaian terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2026 yang mengatur teknis pelaksanaan pilkades. Salah satu perubahan penting berkaitan dengan masa jabatan penjabat (pj) kepala desa.


Dalam aturan sebelumnya, pj kepala desa dapat menjabat hingga kepala desa definitif terpilih tanpa batas waktu tertentu. Namun, pada regulasi baru, masa jabatan pj dibatasi hanya satu tahun. Setelah masa tersebut berakhir, posisi kepala desa dapat diisi oleh aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Kediri yang diusulkan camat. Meski demikian, camat tetap diperbolehkan mengusulkan kembali pj yang sama untuk melanjutkan tugasnya.


Sebanyak 47 desa di Kabupaten Kediri dijadwalkan mengikuti pilkades serentak pada Desember 2026. Dari jumlah tersebut, 12 desa saat ini dipimpin penjabat kepala desa karena kepala desa sebelumnya meninggal dunia, sakit, atau menghadapi persoalan hukum. Sementara itu, 35 desa lainnya akan memasuki akhir masa jabatan kepala desa pada 21 Desember 2026.


Sesuai ketentuan yang berlaku, tahapan pilkades harus sudah dimulai paling lambat enam bulan sebelum masa jabatan kepala desa berakhir. Karena itu, penandatanganan revisi perbup menjadi langkah penting agar seluruh rangkaian persiapan dapat berjalan sesuai jadwal.


Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Mariana, menyampaikan bahwa pemerintah desa masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari DPMPD. Setelah perbup dan juknis diterima, BPD akan segera mengirim surat kepada pemerintah desa sebagai bagian dari proses pembentukan panitia pilkades. (red)

Minggu, 14 Juni 2026

Disperdagin Soroti Pertumbuhan PKL di Kaliombo, Penataan Masih Dikaji

   

PKL yang ada di sepanjang Jalan Tembus Kaliombo. (photo by radar kediri)


KEDIRI - Pemerintah menilai kondisi di lapangan masih cukup kondusif sehingga belum membutuhkan langkah penataan khusus.


Kepala Disperdagin Kota Kediri, M. Ridwan, mengatakan bahwa perkembangan PKL di kawasan tersebut terus dipantau sejak awal. Menurutnya, keberadaan para pedagang hingga kini masih dapat dikendalikan dan belum menimbulkan persoalan yang berarti.


Jalan Tembus Kaliombo saat ini menjadi salah satu jalur alternatif setelah penutupan total Jalan Urip Sumoharjo akibat pekerjaan perbaikan Jembatan Kaliombo I. Kondisi tersebut menyebabkan volume kendaraan yang melintas meningkat dibandingkan biasanya. Di sisi lain, kawasan itu memang telah lama dikenal sebagai lokasi aktivitas PKL yang cukup ramai.


Ridwan mengakui jumlah PKL di kawasan tersebut terus bertambah. Namun, peningkatan arus kendaraan justru tidak selalu berdampak positif bagi pedagang. Kepadatan lalu lintas membuat pengguna jalan yang ingin berhenti berbelanja merasa kurang nyaman, sehingga potensi peningkatan omzet belum tentu terjadi.


Meski demikian, pemerintah tetap membuka kemungkinan melakukan penataan apabila kondisi di lapangan berubah dan dinilai memerlukan penanganan lebih lanjut. Saat ini, Disperdagin masih menilai situasi relatif aman dan terkendali.


Selain itu, para pedagang diimbau turut menjaga ketertiban, terutama terkait pengaturan parkir kendaraan pembeli. Langkah tersebut penting untuk mencegah gangguan arus lalu lintas serta mengurangi risiko terjadinya kemacetan maupun kecelakaan di kawasan Jalan Tembus Kaliombo. (red/hep)

Rabu, 10 Juni 2026

Perkuat Kualitas SDM, Pemkot Kediri Sediakan Ratusan Kuota Beasiswa Kuliah

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wawali Qowimuddin 


Kesempatan warga Kota Kediri untuk menempuh pendidikan tinggi secara gratis kini semakin terbuka. Selain melalui pembiayaan dari APBD, Pemerintah Kota Kediri juga menggandeng 16 perguruan tinggi di Kediri maupun Jawa Timur untuk menyediakan program beasiswa bagi masyarakat.


Tahun ini tersedia 209 kuota beasiswa yang dapat dimanfaatkan warga Kota Kediri. Sejumlah perguruan tinggi ternama turut berpartisipasi, di antaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Terbuka (UT), Institut Teknologi Nasional (ITN), serta Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selain itu, terdapat pula beberapa kampus di Kediri seperti Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), dan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.


Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyebut program beasiswa tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kerja sama yang dijalin dengan perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada penyediaan beasiswa, tetapi juga mencakup berbagai bentuk kolaborasi untuk kemajuan Kota Kediri.


Vinanda menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Perguruan tinggi memiliki peran penting melalui gagasan, inovasi, kajian akademis, hingga hasil penelitian yang dapat menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan.


Karena itu, Pemkot Kediri juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) maupun penelitian di Kota Kediri. Diharapkan, mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Kota Kediri Widiantoro menjelaskan bahwa pembiayaan dalam program beasiswa kemitraan pendidikan sepenuhnya ditanggung oleh masing-masing perguruan tinggi.


Program tersebut diperuntukkan bagi warga Kota Kediri, dengan prioritas bagi keluarga rentan miskin hingga miskin ekstrem yang masuk dalam desil 1 sampai 5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dari total 209 kuota yang tersedia, salah satunya juga diperuntukkan bagi jenjang SMK.


Masyarakat yang berminat dapat mengajukan permohonan beasiswa kepada pemerintah daerah. Selanjutnya, Pemkot Kediri akan melakukan proses seleksi sebelum memberikan rekomendasi kepada perguruan tinggi terkait.


Widiantoro menambahkan, tidak semua program studi tersedia dalam skema beasiswa tersebut. Setiap perguruan tinggi memiliki ketentuan masing-masing terkait jurusan yang dibuka. Informasi mengenai program studi yang dapat dipilih nantinya akan disampaikan kepada masyarakat.

 (red/hep)

Selasa, 02 Juni 2026

Polres Kediri Bergerak, Tim Anti Begal Siap Sikat Pelaku Kejahatan Jalanan

  

foto by radar kediri


KEDIRI - Untuk meningkatkan keamanan dan mencegah aksi kriminalitas jalanan, Polres Kediri membentuk Tim Anti Begal yang terdiri atas personel Satreskrim berpengalaman dalam penanganan berbagai kasus kejahatan. Pembentukan tim ini merupakan bagian dari strategi kepolisian dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Kediri.


Selain berfungsi sebagai langkah preventif, keberadaan Tim Anti Begal juga ditujukan untuk mempercepat respons terhadap laporan maupun informasi gangguan keamanan yang disampaikan masyarakat. Melalui tim khusus ini, Polres Kediri berupaya memberikan perlindungan yang lebih maksimal serta meningkatkan rasa aman bagi warga.


Tim Anti Begal akan berfokus pada upaya pencegahan dan penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan, seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, hingga tindak kriminal lainnya yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Tim juga akan bergerak cepat dalam menindaklanjuti setiap laporan yang diterima dari masyarakat.


Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan, mewakili Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, menegaskan bahwa kepolisian akan terus memperkuat langkah preventif dan represif guna menjaga keamanan masyarakat serta memastikan wilayah Kabupaten Kediri tetap terbebas dari ancaman kejahatan jalanan.


Dalam pelaksanaannya, Tim Anti Begal tidak bekerja sendiri, melainkan terintegrasi dengan personel di seluruh polsek jajaran. Tim akan secara rutin melaksanakan patroli di sejumlah lokasi yang dianggap rawan tindak kriminalitas. Selain mengantisipasi aksi begal, patroli tersebut juga bertujuan mencegah berbagai potensi gangguan keamanan lainnya demi menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Kediri. (red)