Senin, 01 September 2025

Halte-Fasilitas MRT Rusak Imbas Aksi Ricuh Demo, Jakarta Rugi Rp 50 M

  


Jakarta kediri24jam.online.–Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat kerugian besar akibat kerusakan fasilitas publik dan transportasi pasca-aksi massa yang berujung ricuh di sejumlah daerah sejak 25 Agustus 2025. Total kerugian di Jakarta saja mencapai Rp 50,4 miliar.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut, setidaknya ada 107 titik aksi di 32 provinsi. Dari jumlah itu, sebagian berlangsung kondusif, namun banyak pula yang berakhir dengan kerusuhan, perusakan, hingga pembakaran.

“Di antara provinsi yang tercatat mengalami kericuhan antara lain Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, hingga Kalimantan Barat,” kata Tito dalam rapat inflasi daerah di Jakarta, Selasa (2/9/2025).

Khusus di Jakarta, kerusakan meliputi 22 halte Transjakarta dengan nilai kerugian Rp 41,6 miliar, fasilitas MRT sebesar Rp 3,3 miliar, serta kerusakan CCTV senilai Rp 5,5 miliar. Jika digabungkan, total kerugian di ibu kota mencapai Rp 50,4 miliar.

Di luar Jakarta, sejumlah kota besar juga mengalami kerusakan serius. Di Makassar, gedung DPRD dibakar hingga menewaskan tiga orang dan melukai lima lainnya. Sementara di Surakarta, kantor Sekretariat DPRD Solo turut menjadi sasaran pembakaran.

Aksi massa di Surabaya juga menyasar Gedung Negara Grahadi serta 11 pos polisi yang rusak berat maupun terbakar. Di Kediri, Gedung DPRD dibakar dan dijarah, sedangkan kantor Satlantas Polres Kediri Kota dilempari hingga kendaraan barang bukti hancur.

Tak hanya itu, di Mataram gedung DPRD setempat turut dibakar, sementara di Bandung aset rumah dinas MPR dan Gedung DPRD rusak. Peristiwa serupa juga melanda Semarang, di mana Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah dibakar massa.

Kerusuhan meluas hingga Brebes, Pekalongan, Tegal, dan Cilacap. Gedung DPRD, kantor pemerintah, hingga Mapolres tak luput dari amukan massa. Bahkan di Kabupaten Kediri, kerusakan merambah Gedung DPRD, Pemkab, Samsat, hingga Museum Baghawanta Bari yang koleksi purbakalanya ikut rusak dan hilang.

Kabupaten Jepara menjadi salah satu daerah dengan kerusakan cukup parah. Massa merusak rumah dinas Kapolres dan Wakapolres, membakar sebagian Gedung DPRD, serta menjarah sejumlah fasilitas publik. CCTV di Tugu Kartini dan gerobak pedagang sekitar SMP 5 juga dibakar.

Kerusuhan juga terjadi di Malang, Cirebon, Banyumas, Banjar, hingga Tasikmalaya. Di Malang, 13 pos polisi dirusak dan tiga di antaranya dibakar. Sementara di Cirebon dan Banjar, Gedung DPRD turut menjadi sasaran.

Gelombang kericuhan bahkan menjalar ke luar Jawa. Di Palembang, Gedung DPRD Sumatera Selatan dibakar bersama kantor Ditlantas Polda. Lalu di Palopo, Sulawesi Selatan, Gedung DPRD Kota mengalami nasib serupa. Tito menegaskan, peristiwa ini menunjukkan bagaimana aksi unjuk rasa yang awalnya damai bisa berubah menjadi tindakan anarkis.

0 komentar:

Posting Komentar