TULUNGAGUNG- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai masih membutuhkan berbagai evaluasi guna menyempurnakan tata kelola, mekanisme pelaksanaan, serta kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Namun demikian, proses evaluasi tersebut diharapkan tidak berujung pada penghentian program yang selama ini telah memberikan manfaat nyata, baik bagi penerima manfaat maupun pelaku ekonomi lokal.
Hal tersebut menjadi sikap resmi Forum Komunikasi Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Tulungagung yang disampaikan melalui aksi damai di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Selasa (30/6). Dalam aksi tersebut, para peserta menyampaikan aspirasi agar Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan sembari dilakukan penyempurnaan di berbagai aspek pelaksanaannya.
Forum menilai evaluasi merupakan langkah yang wajar dan diperlukan dalam setiap program pemerintah berskala besar. Dengan adanya evaluasi, berbagai kekurangan yang masih ditemukan di lapangan dapat diperbaiki sehingga pelaksanaan program menjadi lebih efektif, akuntabel, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
Evaluasi Dipandang sebagai Upaya Penyempurnaan
Ketua Forum Komunikasi Mitra SPPG se-Kabupaten Tulungagung, Rifqi Firmansyah, menjelaskan bahwa aksi damai tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai aspirasi yang diterima forum selama beberapa waktu terakhir. Aspirasi tersebut datang dari berbagai pihak yang selama ini menjadi bagian dari rantai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, masukan tidak hanya berasal dari mitra SPPG, tetapi juga dari relawan, pemasok bahan pangan (supplier), peternak, petani, hingga pelaku usaha mikro yang turut merasakan dampak keberadaan program tersebut.
Rifqi mengatakan bahwa seluruh pihak pada dasarnya memiliki harapan yang sama, yakni agar Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan sistem pengelolaan yang semakin baik dari waktu ke waktu.
Karena itu, Forum Komunikasi Mitra SPPG mendukung pemerintah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik terhadap sistem kemitraan, mekanisme distribusi, tata kelola anggaran, hingga peningkatan kualitas menu dan pelayanan gizi yang diberikan kepada para penerima manfaat.
Meski demikian, ia mengingatkan agar proses evaluasi tidak dijadikan alasan untuk menghentikan pelaksanaan program.
"Program ini pada dasarnya merupakan program yang baik dengan tujuan yang sangat mulia. Mungkin masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi dalam pengelolaannya. Mari kita perbaiki bersama agar pelaksanaannya semakin baik dan manfaatnya semakin luas," ujar Rifqi.
Memberikan Dampak Positif bagi Ekonomi dan Gizi Masyarakat
Forum Komunikasi Mitra SPPG menilai Program Makan Bergizi Gratis telah memberikan dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan berbagai data dan hasil pemantauan yang dihimpun forum, program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas asupan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Keberadaan program membuka peluang usaha bagi banyak pihak, mulai dari petani sebagai penyedia bahan pangan, peternak, pemasok kebutuhan dapur, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi dan distribusi makanan bergizi.
Selain memberikan dampak ekonomi, forum juga mencatat adanya perkembangan positif pada aspek kesehatan masyarakat. Berdasarkan data yang mereka himpun, kualitas gizi anak mengalami peningkatan, sementara angka stunting menunjukkan tren penurunan.
"Data yang kami terima menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Dari sisi gizi anak juga terlihat perbaikan, termasuk angka stunting yang mulai menurun," jelas Rifqi.
Lebih lanjut, hasil survei dan pemantauan yang dilakukan di sejumlah wilayah menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat berharap Program Makan Bergizi Gratis tetap dipertahankan. Antusiasme juga terlihat dari para siswa yang menyambut kedatangan armada pengangkut makanan bergizi ke sekolah-sekolah setiap harinya.
Menurut Rifqi, respons positif tersebut menjadi bukti bahwa manfaat program telah dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Karena itu, Forum berharap pemerintah lebih memfokuskan evaluasi pada penyempurnaan sistem pelaksanaan daripada menghentikan keseluruhan program.
"Ibarat ada tangan yang sakit, yang diobati adalah tangannya, bukan dipotong seluruh badannya. Begitu juga dengan program ini. Yang perlu diperbaiki adalah tata kelola dan pelaksanaannya, bukan menghilangkan program yang manfaatnya sudah dirasakan masyarakat," tegasnya.
Pemkab Tulungagung Terima Aspirasi Masyarakat
Usai aksi damai berlangsung, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menerima perwakilan peserta aksi untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi secara langsung di Kantor Pemkab Tulungagung.
Ahmad Baharudin mengapresiasi penyampaian aspirasi yang berlangsung secara tertib, damai, dan kondusif. Menurutnya, setiap masukan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam mendukung penyempurnaan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung mendukung setiap langkah perbaikan yang bertujuan meningkatkan kualitas program sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Tulungagung mendukung setiap upaya penyempurnaan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di saat yang sama, kami juga berkomitmen memastikan manfaat Program Makan Bergizi Gratis tetap dapat dirasakan oleh seluruh penerima manfaat," ujarnya.
Melalui aksi damai tersebut, Forum Komunikasi Mitra SPPG se-Kabupaten Tulungagung kembali menegaskan bahwa evaluasi merupakan bagian penting dari proses penyempurnaan sebuah kebijakan publik. Mereka berharap pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap berbagai aspek pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tanpa menghilangkan program yang dinilai telah memberikan manfaat luas bagi peningkatan kualitas gizi anak, penguatan ekonomi lokal, serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.(red/lis)