Selasa, 30 Juni 2026

Diduga Padamkan Api yang Merembet, Lansia 76 Tahun Tewas Terbakar di Gunungkidul

Pasca ditemukan tergeletak di area lahan yang terbakar, korban kemudian dialirkan ke Puskesmas Rongkop untuk menjalani pemeriksaan (Photo by radar jogja)




GUNUNG KIDUL- 
 Musim kemarau kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Gunungkidul. Seorang lanjut usia bernama Usrek, 76, warga Padukuhan Kedung, Kalurahan Botodayaan, Kapanewon Rongkop, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjebak kebakaran lahan yang dipicu aktivitas pembakaran sampah, Senin (29/6).

Peristiwa nahas tersebut diduga terjadi ketika korban berusaha memadamkan api yang merembet ke area sekitar lahan miliknya. Kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau membuat kobaran api dengan cepat meluas hingga sulit dikendalikan.

Kapolsek Rongkop AKP Sartono menjelaskan, sebelum kejadian korban berpamitan meninggalkan rumah sekitar pukul 10.00 WIB untuk membakar sampah di lahan miliknya yang berada di kawasan perbukitan. Namun hingga menjelang waktu Magrib, Usrek tak kunjung kembali ke rumah sehingga memunculkan kekhawatiran warga.

"Warga mulai merasa curiga karena korban belum pulang, sementara kondisi rumah masih gelap. Mereka kemudian berinisiatif melakukan pencarian bersama," ujar Sartono saat dihubungi, Selasa (30/6/2026).

Pencarian dilakukan dengan menyisir rumah, pekarangan, hingga kawasan perbukitan tempat korban biasa beraktivitas. Sekitar pukul 19.00 WIB, warga menemukan sandal milik korban di dekat titik api yang masih menyala. Penemuan tersebut menjadi petunjuk penting yang mengarahkan pencarian ke lokasi kebakaran.

"Dua warga sempat memastikan korban tidak berada di dalam rumah. Setelah penyisiran dilanjutkan ke area pekarangan dan perbukitan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia," kata Sartono.

Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Rongkop untuk menjalani pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, hampir seluruh tubuh korban mengalami luka bakar dengan kondisi kulit mengelupas. Tim medis juga menemukan adanya luka pada bagian leher.

Korban diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes. Polisi menduga korban sempat berupaya memadamkan api yang mulai menjalar ke lahan di sekitarnya. Saat berusaha mengendalikan kobaran api, korban diduga terjatuh hingga kehilangan kesadaran. Dalam kondisi tersebut, api kemudian membakar tubuh korban.

"Diduga korban hendak memadamkan api yang menjalar. Namun korban terjatuh hingga tidak sadarkan diri, kemudian api membakar tubuhnya. Setelah pemeriksaan bersama tim medis selesai dilakukan, jenazah kami serahkan kepada pihak keluarga," jelas Sartono.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Menurutnya, selain ancaman kekeringan, musim kemarau juga membawa risiko kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman yang jauh lebih tinggi karena rumput dan semak telah mengering.

Ia menegaskan masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas membakar sampah di lahan terbuka maupun di sekitar permukiman. Jika pembakaran memang tidak dapat dihindari, warga diminta selalu mengawasi api hingga benar-benar padam dan tidak melakukannya seorang diri.

"Rumput dan semak yang kering membuat api sangat mudah merembet. Jangan membakar sampah di lahan terbuka, atau jika memang harus dilakukan, pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Jangan dilakukan sendirian agar ada yang dapat membantu jika terjadi keadaan darurat," tegas Purwono.

BPBD juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran kecil agar dapat segera ditangani sebelum meluas. Kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi bahaya kebakaran dinilai menjadi kunci untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa selama musim kemarau berlangsung.(red/lis)

0 komentar:

Posting Komentar