Minggu, 06 Juli 2025

Larung Sesaji di Gunung Kelud Disambut Ribuan Pengunjung, Jadi Magnet Wisata Budaya

  


KABUPATEN KEDIRI, kediri24jam.online  — Tradisi Larung Sesaji yang digelar di kawasan wisata Gunung Kelud, Minggu (6/7/2025), kembali menyedot perhatian publik. Ribuan warga dan wisatawan memadati lokasi untuk menyaksikan prosesi adat yang sarat makna dan nilai spiritual tersebut.

Kegiatan tahunan ini tidak hanya dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan leluhur, tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang menghidupkan sektor pariwisata di lereng Kelud.

Penjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengapresiasi pelaksanaan Larung Sesaji tahun ini yang dinilainya jauh lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Antusiasme masyarakat sungguh luar biasa. Bahkan sebelum doa selesai dibacakan, gunungan hasil bumi langsung diserbu pengunjung. Ini menandakan bahwa daya tarik wisata Kelud masih sangat kuat,” ujar Mustika di sela-sela acara.

Ia menilai, potensi Gunung Kelud sebagai destinasi wisata budaya sangat besar. Tak hanya untuk wisatawan domestik, tetapi juga layak dikembangkan ke tingkat internasional. Untuk mewujudkan itu, ia menekankan pentingnya penguatan tiga pilar utama pariwisata: atraksi, aksesibilitas, dan amenitas (3A).

“Dari sisi atraksi, kita sangat kaya. Larung Sesaji ini sudah jadi agenda tahunan. Selain itu ada seni tradisional seperti jaranan, reog, dan tari-tarian yang menambah daya tarik,” jelasnya.

Namun demikian, Mustika tidak menampik masih ada tantangan di sektor aksesibilitas. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur menuju lokasi wisata, termasuk pencahayaan jalan, jalur pedestrian, dan papan petunjuk wisata.

“Kalau akses jalannya baik dan aman, wisatawan akan lebih nyaman datang dan kemungkinan besar akan kembali lagi,” tambahnya.

Untuk sektor amenitas, ia mengungkapkan rencana revitalisasi di area sekitar pintu masuk Gunung Kelud. Beberapa bangunan lama yang dulunya digunakan sebagai tempat penginapan akan ditata ulang menjadi pusat layanan wisata.

“Ke depan, area bawah akan kita kemas kembali sebagai zona komersial. Akan ada restoran, pusat oleh-oleh, dan homestay agar wisatawan bisa menginap dan menikmati Kelud lebih lama,” jelasnya.

Romi, salah satu pengunjung asal Jombang, turut merasakan keseruan acara tersebut. Ia mengaku datang bersama keluarganya tanpa rencana, namun terkejut dengan kemeriahan ritual Larung Sesaji.

“Seru banget, apalagi bisa ikut berebut sayur dari gunungan. Saya dapat terong dan timun. Harapannya, akses ke sini diperbaiki dan acaranya lebih sering digelar. Pasti makin ramai,” ujar Romi dengan wajah sumringah.

Dengan keberhasilan tahun ini, Pemkab Kediri optimistis Larung Sesaji dapat menjadi kalender wisata tahunan yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal melalui sektor pariwisata.(red.al)

Industri Pariwisata Kediri Semarakkan Liburan Sekolah dengan Aktivitas Keluarga

  


KEDIRI,  kediri24jam.online — Libur sekolah dimanfaatkan betul oleh pelaku industri pariwisata di Kota Kediri untuk mendorong pertumbuhan sektor wisata keluarga. Dengan menggandeng sektor swasta, sejumlah hotel dan tempat hiburan menghadirkan program-program kreatif bernuansa edukatif dan rekreatif yang menyasar anak-anak dan orang tua.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah gelaran bertajuk “Fave Funtastic Holidays” yang diselenggarakan Fave Hotel Kediri sepanjang Juli 2025. Hotel yang terletak di jantung kawasan Simpang Lima Gumul ini menyuguhkan berbagai kegiatan seru, seperti lomba mewarnai, fashion show anak-anak, hingga kelas membuat kue yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juli mendatang.

Acara tersebut digelar terbuka untuk publik namun dengan kapasitas terbatas. Area hotel pun ditata sedemikian rupa agar nyaman dan aman bagi keluarga. Suasana semakin semarak dengan antusiasme puluhan peserta cilik yang tampil percaya diri di hadapan orang tua dan pengunjung.

Para pemenang lomba mendapatkan hadiah menarik berupa uang tunai serta bingkisan dari penyelenggara. Tak sekadar hiburan, kegiatan ini juga dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan selama masa libur.

“Kami ingin menghadirkan suasana liburan yang berkesan bagi keluarga, dengan program yang tak hanya menghibur tapi juga menambah wawasan dan keterampilan anak-anak,” kata Kasila, General Manager Fave Hotel Kediri.

Lebih lanjut, Fave Hotel juga merilis promo spesial bertajuk School Holideals, yaitu diskon menginap hingga 30 persen untuk semua jenis kamar selama masa libur sekolah. Promo ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wisatawan yang ingin menikmati pengalaman staycation nyaman bersama keluarga.

Tren ini menunjukkan geliat positif pariwisata Kota Kediri yang makin aktif menggandeng swasta dalam menghadirkan paket-paket wisata keluarga yang atraktif. Dengan perpaduan program tematik, akomodasi terjangkau, dan pengalaman menyenangkan, Kediri perlahan menegaskan diri sebagai salah satu destinasi ramah keluarga di Jawa Timur.(red.al)

Pemkot Kediri Siapkan Aturan Baru Tertibkan Tiang Kabel Provider

  


KEDIRI, kediri24jam.online – Pemerintah Kota Kediri tengah menyusun regulasi baru untuk menata keberadaan tiang kabel milik perusahaan penyedia layanan telekomunikasi yang berdiri di ruang milik jalan (rumija). Selama ini, pemasangan tiang kerap dilakukan tanpa izin resmi, bahkan secara diam-diam di malam hari untuk menghindari pengawasan petugas.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri, I Made Dwi Permana, menjelaskan bahwa selama ini perusahaan provider hanya diminta mengantongi rekomendasi teknis (rekomtek) dari Dinas PUPR. Rekomtek itu menjadi acuan dalam menata letak tiang—termasuk jaraknya dari trotoar dan ruas jalan yang diperbolehkan.

"Melalui rekomtek, kami menentukan di sisi mana tiang boleh berdiri dan seberapa jauh dari fasilitas umum. Namun sayangnya, tak semua perusahaan mematuhi ini," ujar Made.

Praktik curang pun kerap terjadi. Beberapa provider diketahui memasang tiang jaringan secara sembunyi-sembunyi di malam hari, tanpa rekomtek maupun izin resmi. Akibatnya, petugas kerap menemukan tiang baru muncul keesokan harinya, meski pengawasan rutin telah dilakukan.

Untuk menanggulangi hal tersebut, Dinas PUPR berinisiatif membangun sistem komunikasi yang lebih sistematis dengan para operator. Saat ini, tercatat ada 17 provider yang beroperasi di Kota Kediri.

"Tak jarang dalam satu titik, bisa berdiri lima hingga sepuluh tiang sekaligus. Ini yang kini kami tata ulang agar lebih tertib," tegas Made.

Sayangnya, belum ada dasar hukum yang memungkinkan pemerintah kota menarik retribusi dari penggunaan rumija oleh provider. Hingga kini, satu-satunya dasar legalitas hanyalah rekomtek, bukan izin resmi berbasis perda atau perwali.

Made menyebut, beberapa kota besar seperti Surabaya dan Jakarta telah lebih dulu menyediakan infrastruktur seperti u-ditch (saluran kabel bawah tanah), yang kemudian disewakan kepada provider. Pola ini sedang dipertimbangkan dan dikembangkan di Kota Kediri melalui proyek percontohan yang akan dibangun di kawasan Jalan Stasiun.

"Melalui proyek ini, kabel-kabel nantinya tidak lagi menggantung di udara, tapi dialihkan ke bawah tanah dengan menggunakan utilitas khusus," ujarnya.

Langkah konkret lainnya adalah dengan menyiapkan peraturan daerah (perda) yang mengatur secara menyeluruh pemanfaatan ruang milik jalan. Aturan ini akan menjadi pedoman legal bagi semua kegiatan di rumija, termasuk pemasangan tiang dan kabel.

"Regulasinya sedang difinalisasi dan akan diajukan untuk harmonisasi ke Kemenkumham dalam waktu dekat," imbuhnya.

Selama ini, rekomtek diberikan secara terbatas pada ruas jalan tertentu, bukan bersifat umum untuk seluruh wilayah kota. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit provider yang melampaui batas izin, dengan memasang tiang di luar area yang diizinkan.

"Provider sering memasang tiang di ruas yang sebenarnya tidak tercantum dalam rekomtek mereka. Itulah kenapa kita juga melakukan penertiban berkala," tambah Made.

Dinas PUPR pun tak segan menertibkan hingga mencabut tiang-tiang ilegal yang tidak memiliki rekomtek. Ke depan, pembangunan utilitas terpadu akan terus dikembangkan, dengan harapan seluruh kabel provider bisa diarahkan masuk ke jaringan bawah tanah demi kenyamanan dan estetika kota.

"Proyek awal akan difokuskan di sekitar stasiun, dan ditargetkan rampung akhir tahun 2025," pungkasnya.(red.al)

Sabtu, 05 Juli 2025

Peserta PPPK 2024 Bingung dengan Kode R3T, Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

 



 KEDIRI, kediri24jam.online  – Ribuan peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 2 tahun 2024 dilanda kebingungan setelah pengumuman hasil seleksi diumumkan secara nasional. Bukan karena tidak lolos, namun lantaran munculnya kode baru: R3T, yang masih asing di telinga para pelamar.

Kode ini tertera dalam hasil seleksi sejumlah pelamar dari berbagai daerah, termasuk di antaranya tenaga teknis non-ASN dan mantan honorer K2. Banyak peserta awalnya menyangka telah dinyatakan lulus, namun kenyataannya, kode ini belum menunjukkan kelulusan akhir.

Apa Arti Kode R3T?

Kode R3T merujuk pada status pelamar Non-ASN yang melamar di formasi tampungan atau cadangan, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 15 Tahun 2025.

Peserta yang mendapat label ini adalah mereka yang:

  • Sudah masuk dalam database resmi BKN,

  • Belum memperoleh formasi reguler di tahap utama,

  • Dan memilih formasi teknis yang dikhususkan sebagai formasi cadangan.

Berbeda dengan kode R3 biasa yang juga menunjukkan peserta Non-ASN, kode R3T lebih spesifik menggambarkan pelamar di luar formasi utama yang masih menunggu proses penempatan lanjutan.

Apakah R3T Berarti Tidak Lulus?

Tidak sepenuhnya. Peserta yang memperoleh kode R3T belum dinyatakan gagal, tetapi juga belum sepenuhnya dinyatakan lolos.

Artinya, mereka masih memiliki peluang untuk diangkat menjadi PPPK apabila:

  • Ada tambahan kuota di instansi terkait,

  • Terjadi kekosongan jabatan,

  • Atau muncul kebijakan baru dari pemerintah pusat.

Namun, sampai ada penempatan resmi, status mereka masih bersifat cadangan dan menunggu instruksi lebih lanjut.

Apa yang Harus Dilakukan Peserta dengan Status R3T?

Bagi pelamar yang mendapatkan status R3T, berikut beberapa langkah penting yang disarankan:

  1. Rutin memantau pengumuman resmi dari instansi dan BKN;

  2. Siapkan seluruh dokumen pendukung seperti SK kerja, ijazah, dan dokumen lain yang relevan;

  3. Hindari menyebar informasi keliru atau mengklaim sudah lulus jika status masih cadangan;

  4. Waspada jika sewaktu-waktu dipanggil untuk verifikasi data ulang atau pemanggilan pengangkatan.

Pemerintah Akan Prioritaskan R3T

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebut bahwa peserta dengan status R3T tetap masuk dalam daftar prioritas, terutama bila terdapat kebutuhan mendesak di instansi-instansi yang belum terisi.

Namun, seluruh proses ini akan sangat bergantung pada:

  • Validasi data terbaru oleh masing-masing instansi,

  • Kelengkapan dan keaktifan peserta,

  • Serta kebijakan teknis dari Kementerian PAN-RB dan Kementerian Keuangan terkait alokasi anggaran.

Jika ditemukan dokumen tidak valid, peserta tidak aktif, atau tidak memenuhi syarat, maka status R3T bisa berganti menjadi TMS (Tidak Memenuhi Syarat).

Bersabar, Siaga, dan Tetap Optimis

Bagi pelamar yang mendapatkan kode R3T, tetap tenang dan jangan putus asa. Meskipun belum dinyatakan lulus sepenuhnya, peluang masih terbuka, apalagi pemerintah menyatakan sedang mengoptimalkan formasi cadangan.

Jangan buru-buru merayakan, tetapi juga jangan berhenti berharap. Tetap ikuti informasi resmi dan siapkan dokumen pendukung. Semoga peluang menjadi ASN tetap terbuka lebar!m (red.al)

PBB Kecam Serangan Terbesar Rusia ke Ukraina, Desak Gencatan Senjata Segera

  


JAKARTA,  kediri24jam.online — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyuarakan kecaman keras terhadap serangan rudal dan drone terbesar yang dilancarkan Rusia ke Ukraina sejak invasi dimulai lebih dari tiga tahun lalu.

Dalam pernyataannya yang dirilis melalui kantor berita AFP pada Sabtu (5/7/2025), Guterres menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya skala kekerasan dan dampaknya terhadap warga sipil.

“Sekretaris Jenderal mengecam keras rentetan serangan besar-besaran yang diluncurkan Rusia melalui drone dan rudal terhadap berbagai wilayah di Ukraina,” kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mewakili Guterres.

Guterres Serukan Gencatan Senjata Tanpa Syarat

Guterres menegaskan bahwa serangan semacam itu hanya akan memperburuk kondisi kemanusiaan dan meningkatkan jumlah korban. Ia pun mendesak agar gencatan senjata total segera diberlakukan tanpa syarat, demi menyelamatkan lebih banyak nyawa.

“Serangan terhadap warga sipil dan fasilitas non-militer jelas dilarang dalam hukum humaniter internasional,” tambah Dujarric.

Ledakan Mengguncang Kyiv Semalaman

Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa serangan yang terjadi pada Jumat malam (4/7) memaksa warga Ukraina berhamburan ke tempat perlindungan. Di Kyiv, wartawan AFP mendengar deru drone memenuhi udara, disusul dentuman ledakan yang terjadi berkali-kali akibat tembakan sistem pertahanan udara Ukraina.

Eskalasi ini menjadi salah satu serangan udara paling intens sepanjang konflik Rusia-Ukraina yang dimulai sejak Februari 2022.

Ukraina Sebelumnya Lancarkan Serangan Balasan

Sebulan sebelumnya, Ukraina dilaporkan melakukan operasi udara besar-besaran dengan taktik yang mereka sebut "Jaring Laba-laba" (Spider’s Web), menargetkan empat pangkalan udara militer Rusia.

Akibat serangan itu, sekitar 41 pesawat tempur Rusia, termasuk jet pengebom strategis, dilaporkan mengalami kerusakan parah.(red.al)

Bansos Juli 2025 Cair, KPM Terima Tambahan Rp400 Ribu dan 20 Kg Beras

  


KEDIRI, kediri24jam.online   – Kabar menggembirakan bagi para penerima manfaat program bantuan sosial (KPM). Mulai akhir Juni 2025, pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos), lengkap dengan tambahan (penebalan) sebesar Rp400.000 serta beras 20 kilogram di sejumlah wilayah.

Bantuan ini dikucurkan melalui PT Pos Indonesia dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih, yang resmi digulirkan sejak 30 Juni 2025.

Pantauan terkini menunjukkan bahwa proses pencairan bansos di Bank Mandiri sudah mencapai sekitar 30 persen, tersebar di berbagai daerah.

Bank Penyalur Siap Salurkan Tahap Lanjutan

Selain Bank Mandiri, tiga bank penyalur lainnya, yakni BRI, BNI, dan BSI, telah menerima Surat Perintah Membayar (SPM) dari Kementerian Sosial. Itu berarti pencairan dana tinggal menunggu status berubah menjadi Standing Instruction (SI) sebelum dana dapat langsung ditransfer ke rekening penerima.

Masyarakat yang belum menerima bansos disarankan untuk rutin mengecek status pencairan mereka.

Cara Cek Status Penerima Bansos Kemensos

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui status penerimaan bantuan, berikut langkah-langkah pengecekan online melalui laman resmi:

  1. Kunjungi situs: https://cekbansos.kemensos.go.id/

  2. Isi data wilayah mulai dari provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa

  3. Masukkan nama lengkap sesuai KTP

  4. Ketik kode captcha yang muncul di layar

  5. Klik tombol “Cari Data”

Sistem akan secara otomatis menampilkan status penerima sesuai data yang telah dimasukkan.

Rincian Dana PKH Tahap 3 Berdasarkan Komponen Keluarga

Untuk Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan tahap ketiga disesuaikan dengan komponen yang terdapat dalam satu rumah tangga. Rinciannya sebagai berikut:

  • Anak usia SMP: Rp375.000

  • Balita (usia 0-6 tahun): Rp750.000

  • Lansia: Rp600.000

Jika satu keluarga memiliki seluruh komponen tersebut, maka total dana yang bisa diterima mencapai Rp1.725.000 dalam sekali pencairan.

Bansos tahap ketiga ini diberikan untuk mendukung kebutuhan hidup KPM selama tiga bulan ke depan, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat rentan.(red.al)

Hubungan Memburuk, Donald Trump dan Elon Musk Terlibat Perang Ucapan di Depan Publik

  


INTERNASIONAL,  kediri24jam.online – Ketegangan antara mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan CEO Tesla sekaligus pemilik X (dulu Twitter), Elon Musk, kembali memuncak. Dua tokoh berpengaruh dunia itu saling melontarkan ancaman balasan secara terbuka di tengah sorotan publik global.

Perselisihan mereka kali ini dipicu oleh perbedaan pandangan terkait rancangan kebijakan pajak yang tengah dibahas di Kongres. Elon Musk diketahui menentang keras usulan pajak yang didorong oleh Trump dan sekutunya, dengan menyebut aturan tersebut akan melemahkan sektor inovasi dan teknologi di AS.

Konflik ini sekaligus mengakhiri masa-masa pendekatan politik antara keduanya, setelah sebelumnya sempat terlihat saling mendukung pada sejumlah isu.

Dua Tokoh, Dua Arah Pandang

Kritik Elon Musk yang dilontarkan melalui akun media sosial pribadinya memicu respons keras dari Trump, yang tak tinggal diam dan membalas dalam pidato terbuka.

Trump menyindir Musk sebagai "pengusaha yang tidak tahu berterima kasih", sementara Musk membalas dengan menuduh Trump hanya memikirkan kepentingan pribadi dan politik, bukan masa depan bangsa.

Publik Bertanya: Siapa yang Lebih Kaya?

Perseteruan ini bukan hanya menarik dari sisi politik, tetapi juga dari sisi ekonomi. Banyak pihak mulai membandingkan kekayaan dua tokoh tersebut.

Menurut peringkat miliarder global yang dirilis Bloomberg Billionaires Index, Elon Musk masih menempati posisi teratas sebagai orang terkaya di dunia, dengan kekayaan yang berasal dari kepemilikannya atas Tesla, SpaceX, dan X Corp.

Sementara itu, kekayaan Trump jauh di bawah Musk, meskipun ia masih tercatat sebagai salah satu pengusaha paling tajir di dunia politik. Sumber utama kekayaannya berasal dari bisnis real estate dan lisensi nama Trump yang digunakan secara global.

Spekulasi Kepentingan Politik

Analis menilai bahwa konflik ini berpotensi berdampak besar pada dinamika politik menjelang pemilu mendatang di AS. Musk yang selama ini dikenal sebagai tokoh independen, kini semakin vokal mengkritik kubu sayap kanan.

Sementara itu, Trump yang berambisi kembali maju sebagai calon presiden, berusaha mengamankan basis pendukungnya dari pengaruh tokoh-tokoh teknologi seperti Musk.(red.al)

Massa Driver Online Kepung Rumah Warga di Sleman Usai Dugaan Pemukulan

  


SLEMAN,   kediri24jam.online– Suasana mencekam terjadi di kawasan Bantulan, Kapanewon Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu dini hari (5/7/2025). Ratusan pengemudi ojek daring mengepung sebuah rumah yang dihuni pria berinisial T, setelah ia diduga menganiaya seorang rekan sesama driver.

Insiden pemukulan terhadap seorang pengemudi terjadi dua hari sebelumnya, tepatnya pada Kamis (3/7/2025), dan memicu kemarahan komunitas driver online.

Polisi Beri Pengamanan Ketat, Massa Tak Terkendali

AKP Wahyu Agha Ari Septyan, Kasat Reskrim Polresta Sleman, menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya menenangkan situasi dan menghalau massa dari lokasi untuk mencegah bentrok.

“Pelaku sudah menyampaikan permintaan maaf. Namun, beberapa orang tetap bertahan dan kembali mendekat ke rumah tersebut,” ujar Agha.

Aksi massa yang tidak terkendali justru menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum. Sebuah mobil milik Polsek Godean yang dikerahkan ke lokasi pun menjadi sasaran amukan. Kendaraan itu digulingkan, kaca pecah, dan bodi penyok.

“Lampu jalan juga ada yang dicopot. Kami sudah kumpulkan bukti CCTV dari sekitar lokasi kejadian,” tambahnya.

Kronologi Awal Kericuhan

Insiden ini bermula ketika seorang pengemudi ojek online mengantarkan pesanan makanan ke rumah T. Saat itu, ia datang bersama kekasihnya.

T yang menerima pesanan merasa kesal atas keterlambatan pengantaran. Pacar korban sempat mencoba menjelaskan alasan teknis, namun T justru merespons dengan nada tinggi dan menyuruh wanita itu diam.

“Aku ini orang pelayaran, ngerti disiplin nggak?” ujar T seperti ditirukan warga.

Tak lama setelahnya, terjadi pemukulan terhadap sang driver, yang kemudian menyebar di kalangan komunitas pengemudi ojek online hingga memicu kemarahan massal.

Keterangan Ketua RT Setempat

Nur Salim, Ketua RT 03 Bantulan, membenarkan bahwa rumah yang didatangi massa merupakan milik orang tua T. Ia menyebut, T bekerja di sektor kepabeanan dan selama ini berdinas di luar Jawa.

“Dia kerja di Kalimantan, dan saat ini pulang ke Sleman untuk menjemput orang tuanya yang baru tiba dari ibadah haji,” jelas Salim.

Ia juga menuturkan bahwa T jarang berada di rumah tersebut karena lebih sering berdinas di luar daerah.

Polisi Lakukan Penyelidikan dan Inventarisasi Kerusakan

Hingga kini, polisi masih menyelidiki dugaan penganiayaan sekaligus mengidentifikasi pelaku perusakan. Aparat mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena memicu keresahan dan potensi konflik horizontal di tengah masyarakat.(red.al)

Tragis! Petani di Buton Selatan Tewas Ditelan Ular Piton Sepanjang 5 Meter

 



BUTON SELATAN,  kediri24jam.online — Nasib nahas menimpa seorang petani bernama La Noti (61 tahun), warga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Ia ditemukan tewas setelah diduga menjadi korban mangsa ular piton raksasa sepanjang lima meter.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat sore (4/7/2025), saat korban berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke kebun guna memberi makan ternak. Namun hingga malam hari, La Noti tak kunjung kembali ke rumah.

Warga Lakukan Pencarian, Temukan Ular Mencurigakan

Karena khawatir, pihak keluarga dibantu warga sekitar melakukan penyisiran ke area kebun yang biasa dikunjungi korban. Hingga akhirnya pada Sabtu sore (5/7/2025) sekitar pukul 15.40 WITA, pencarian membuahkan hasil.

Warga menemukan seekor ular piton besar dengan kondisi mencurigakan. Tubuh ular tampak membengkak di bagian perut dan tidak bergerak.

"Warga curiga karena ular itu diam di semak-semak dengan perut sangat besar," ujar Kapolsek Batauga AKP Masud Gunawan, Sabtu (5/7).

Korban Ditemukan di Dalam Perut Ular

Setelah ditangkap, warga memutuskan membelah perut ular tersebut. Betapa terkejutnya mereka saat mendapati jasad La Noti masih utuh berada di dalam perut reptil melata itu.

“Benar, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam tubuh ular piton,” ungkap Masud.

Jasad korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Peringatan untuk Warga Sekitar

Kepolisian mengimbau masyarakat sekitar agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di area kebun, terutama yang dekat dengan hutan atau semak belukar yang menjadi habitat ular liar.

Peristiwa ini menambah daftar kasus serupa di Indonesia, di mana manusia menjadi korban serangan ular piton berukuran besar.(red.al)

Kontak Senjata Pecah di Intan Jaya, Komandan OPM Enos Tipagau Tewas

  


JAKARTA,  kediri24jam.online — Satuan Tugas Gabungan Komando Operasi Pengamanan Daerah (Koops) Habema terlibat dalam baku tembak sengit dengan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Baitapa, Distrik Baitapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Peristiwa itu menewaskan Enos Tipagau, pimpinan Kodap VIII Soanggama yang merupakan salah satu komandan OPM di wilayah tersebut.

Koops Habema, yang merupakan gabungan kekuatan TNI-Polri, dibentuk untuk menyatukan komando dan strategi dalam menangani situasi konflik bersenjata di Papua. Pasukan elit yang terlibat meliputi Kopassus, Kostrad, Marinir, dan Kopasgat, dengan Mayjen Lucky Avianto, jenderal berpengalaman dalam operasi hutan, sebagai Panglima Koops.

Operasi Berdasarkan Laporan Masyarakat

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, mengungkapkan bahwa operasi berhasil dilaksanakan berkat informasi yang valid dari warga setempat.

"Tindakan ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat Papua dari aksi teror kelompok separatis bersenjata," ujar Kristomei, Minggu (6/7/2025).

Ia menegaskan bahwa operasi dijalankan secara profesional dengan mempertimbangkan prinsip hukum, perlindungan warga sipil, dan kehati-hatian tinggi.

TNI Serukan Jalan Damai

TNI, kata Kristomei, membuka pintu bagi anggota OPM yang ingin meninggalkan perjuangan bersenjata dan kembali menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kami menyambut siapa pun yang ingin kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan bersama membangun Papua yang damai dan sejahtera," tuturnya.

Latar Belakang Koops Habema

Koops Habema sendiri dibentuk sebagai wadah koordinasi terpadu antara TNI dan Polri untuk menghindari tumpang tindih komando dan meningkatkan efektivitas operasi keamanan di Papua. Dengan kekuatan pasukan elit dan intelijen lapangan, operasi-operasi di wilayah rawan seperti Intan Jaya kini lebih terfokus dan cepat dalam menindak setiap ancaman keamanan.(red.al)

Menteri HAM Natalius Pigai Tolak Usulan Penangguhan Tersangka Kasus Perusakan di Sukabumi

 


 

Jakarta,  kediri24jam.online — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa dirinya tidak akan menindaklanjuti usulan staf khususnya, Thomas Harming Suwarta, terkait permohonan penangguhan penahanan terhadap tersangka kasus perusakan rumah singgah di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat.

Pigai menyatakan bahwa setiap tindakan yang bertentangan dengan hukum dan merugikan korban merupakan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Sebagai Menteri HAM, saya tidak akan memproses usulan spontan dari Staf Khusus Thomas S Suwarta. Tindakan tersebut melukai rasa keadilan korban. Perbuatan melanggar hukum adalah tanggung jawab personal yang tidak sejalan dengan semangat Pancasila,” ujar Natalius Pigai melalui unggahan di akun media sosial X miliknya, Minggu (6/7/2025), sebagaimana dikutip Kompas.com.

Lebih lanjut, Pigai menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan atau sikap resmi dari Kementerian HAM terkait insiden di Sukabumi. Ia masih menunggu laporan resmi dari Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat.

“Sampai detik ini belum ada surat maupun pernyataan resmi dari kementerian. Kami menunggu laporan dari Kanwil Jabar sebelum mengambil sikap,” tambahnya.

Penjelasan dari Staf Khusus

Sementara itu, Thomas Harming Suwarta, Staf Khusus Menteri HAM, mengklarifikasi bahwa penangguhan terhadap tersangka hanyalah berupa masukan awal, belum merupakan tindakan resmi kementerian.

“Saya hanya menyampaikan pandangan awal berdasarkan hasil kunjungan lapangan bersama tim. Belum ada keputusan maupun surat resmi dari kementerian,” kata Thomas dalam pernyataan yang dikutip dari Antara, Sabtu (5/7/2025).

Thomas mengaku, usulan tersebut muncul setelah melihat dinamika sosial yang berkembang di masyarakat setempat.

Kasus Masih Dalam Proses Hukum

Kasus perusakan rumah singgah di Sukabumi tersebut kini masih ditangani pihak kepolisian. Beberapa pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, dan proses hukum sedang berjalan. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai apakah penangguhan penahanan akan dipertimbangkan oleh aparat penegak hukum.

Menteri HAM sendiri memastikan bahwa kementeriannya tidak akan ikut campur dalam kasus yang masih dalam proses hukum dan akan menghormati hak-hak korban.

“Kementerian HAM berpihak pada prinsip keadilan dan supremasi hukum. Kami akan terus memantau prosesnya secara objektif,” tutup Pigai.(red.al)

Tiara Aspitasari, Model Asal Kediri yang Tak Pernah Lepas dari Dunia Pageant Sejak Usia 4 Tahun

  


Kediri, kediri24jam.online  – Dunia modelling bukan sekadar hobi bagi Tiara Suci Aspitasari. Bagi gadis kelahiran tahun 2000 asal Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, dunia catwalk dan pageant justru menjadi ruang ekspresi sekaligus sumber penghasilan sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar.

Tiara—sapaan akrabnya—sudah mengenal dunia modelling sejak usia 4 tahun. Sejak balita, ia kerap mengikuti lomba fashion show hingga karnaval anak-anak.

"Awalnya dikenalkan oleh mama. Karena beliau juga dulunya pramugari kapal dan sering diminta tampil sebagai model. Dari situ mungkin saya ketularan," tutur alumni Universitas Terbuka Kediri jurusan Ekonomi Pembangunan itu.

Menghasilkan Uang Sejak Sekolah

Ketertarikannya terus tumbuh hingga remaja. Saat bersekolah di MTs, Tiara sempat ikut ajang Jaka-Gadis Batik 2015. Di masa SMA, kemampuannya semakin diakui. Ia mulai dilirik oleh manajemen Make Up Artist (MUA) lokal yang sering mengajaknya tampil di berbagai event modelling—bahkan sampai luar kota.

"Biasanya jadi model make up di event-event wedding atau beauty class. Ada honornya juga, lumayan buat tambahan," kenangnya.

Sejak saat itu, Tiara sudah bisa membiayai kebutuhan sekolahnya sendiri. Ia tidak lagi bergantung sepenuhnya pada orang tua.

Meraih Prestasi di Dunia Pageant

Setelah SMA, Tiara melebarkan kiprahnya ke dunia pageant. Pada 2019, ia sukses menjadi Kirana Wakil I Kabupaten Kediri—gelar bergengsi dalam ajang Inu Kirana.

"Pengalaman jadi model selama ini sangat membantu, apalagi dalam public speaking dan kepercayaan diri saat di atas panggung," jelas Tiara.

Tetap Aktif Meski Sudah Bekerja

Kini, meski telah bekerja di sektor perbankan, Tiara tidak ingin melepas dunia modelling yang telah membesarkan namanya. Ia masih kerap tampil sebagai model undangan, bahkan berharap bisa kembali ikut ajang pageant jika waktu memungkinkan.

"Buat saya, pekerjaan dan passion itu bisa jalan berdampingan. Menjadi perempuan berdaya itu salah satunya dengan terus mengembangkan bakat, tanpa meninggalkan tanggung jawab kita," ujarnya penuh semangat.

Pesan untuk Perempuan Muda

Tiara ingin menjadi contoh bahwa perempuan muda bisa mengejar mimpi dan mandiri sejak dini. Ia membuktikan, dunia modelling bukan hanya tentang kecantikan, tapi juga tentang komitmen, usaha, dan keberanian tampil.

"Bakat yang kita punya itu harus diasah terus. Jangan biarkan kesibukan menghentikan langkah kita untuk berkembang," pungkasnya.(red.al)

Kondisi Bocah Diduga Korban Kekerasan di Kebayoran Lama Kian Membaik, Sudah Jalani Tiga Operasi

  


Jakarta,  kediri24jam.online  — Bocah laki-laki berinisial MK (7) yang diduga menjadi korban penganiayaan dan penelantaran oleh ayah kandungnya, kini menunjukkan perkembangan positif selama menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Anak malang tersebut pertama kali ditemukan oleh warga di sekitar Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dalam kondisi tubuh kurus, penuh luka, dan tampak lemah. Saat itu, warga sempat mengira bocah tersebut hanya tertidur. Namun, saat petugas Satpol PP melakukan patroli, mereka menyadari adanya kejanggalan pada tubuh MK, termasuk luka-luka yang mencurigakan.

"Anak itu langsung kami evakuasi karena kondisinya sangat memprihatinkan. Ada luka terbuka, bekas terbakar, dan patah tulang," ujar seorang petugas Satpol PP saat ditemui.

Sudah Menjalani Tiga Kali Operasi

Setelah dievakuasi, MK dilarikan ke RS Polri untuk mendapatkan penanganan intensif. Menurut Kepala Bagian Humas RS Polri, AKBP Firdaus, bocah tersebut telah menjalani tiga kali operasi, yakni operasi tulang, rahang, dan rekonstruksi luka lainnya.

"HB (hemoglobin) MK saat pertama masuk hanya 5 g/dL, kini sudah naik menjadi 11 g/dL. ALB (albumin) juga meningkat dari 2 menjadi 3,7. Artinya ada perkembangan yang signifikan," ungkap Firdaus, Kamis (26/6).

Tim medis menyatakan bahwa MK saat ini tengah menjalani tahap pemulihan fisik, meskipun secara psikologis masih memerlukan pendampingan lanjutan. Psikolog yang menangani MK mengatakan, hingga kini komunikasi masih terbatas karena kondisi rahang yang baru selesai dioperasi.

Dari PICU ke Ruang Perawatan Biasa

Kepala RS Polri, Brigjen Hariyanto, menyampaikan bahwa MK kini sudah dipindahkan dari ruang perawatan intensif anak (PICU) ke ruang rawat reguler. Bobot tubuh MK pun mengalami peningkatan dari sebelumnya hanya 9,3 kg menjadi 10 kg.

"Saat pertama kali dirawat, kondisi fisiknya sangat mengenaskan. Ada patah tulang di lengan kanan atas, luka memar di dagu dan tubuh, juga luka bakar di wajah. Tapi sekarang kondisinya terus membaik,” jelas Hariyanto, Sabtu (5/7).

Perhatian dari Pemerintah dan Aparat

Kondisi MK menjadi perhatian nasional. Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak Bareskrim Polri, Brigjen Nurul Azizah, yang sempat menjenguk MK bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, menyampaikan bahwa MK menunjukkan kekuatan mental yang luar biasa.

"Anak ini luar biasa kuat. Meski baru saja operasi tiga kali dalam waktu singkat, dia bisa menggenggam tangan kami dengan erat. Tangannya pun sudah mulai berisi," tutur Nurul dengan haru.

Pelaku Masih Buron

Hingga berita ini ditulis, ayah kandung MK yang diduga sebagai pelaku kekerasan masih dalam pencarian pihak kepolisian. Dugaan kuat mengarah pada tindakan kekerasan fisik yang dilakukan berulang kali sebelum akhirnya MK dibuang begitu saja di area pasar.

Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam untuk menangkap pelaku dan memastikan keadilan bagi korban.(red.al)

Notaris Perempuan Asal Bogor Ditemukan Tewas di Sungai Citarum, Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku

  


Bekasi, kediri24jam.online  – Publik dikejutkan dengan penemuan jasad seorang notaris wanita asal Kota Bogor, Sidah Alatas (60), di aliran Sungai Citarum, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Diduga kuat, korban menjadi korban pembunuhan yang disertai upaya penghilangan jejak dengan cara tubuhnya dibuang ke sungai.

Polda Metro Jaya melalui Unit Resmob Ditreskrimum telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Keduanya kini tengah menjalani proses pemeriksaan secara intensif.

“Sudah diamankan oleh Unit 1,” kata AKBP Ressa Fiardy Marasabessy, Kasubdit Resmob, Sabtu (5/7/2025).

Jasad Ditemukan Dalam Keadaan Terikat

Informasi dari pihak keluarga menyebutkan bahwa jenazah Sidah pertama kali ditemukan pada Kamis (3/7/2025) sore oleh warga yang tengah beraktivitas di bantaran Sungai Citarum. Saat ditemukan, tubuh korban berada dalam kondisi terikat dengan pemberat batu, mengindikasikan adanya unsur kesengajaan untuk menghilangkan barang bukti.

“Jenazahnya ditemukan sekitar jam lima sore, di bagian kaki ada ikatan dan diberi pemberat batu,” ujar Hasan, adik korban, saat ditemui awak media.

Jenazah kemudian dievakuasi oleh warga dan diserahkan ke Polsek Kedungwaringin untuk penanganan lebih lanjut. Polisi saat ini masih menunggu hasil autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Kemungkinan besar korban dibunuh, karena kondisi tubuh tidak wajar dan ada indikasi kekerasan,” ucap AKBP Agta Bhuwana Putra, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi.

Mobil dan Ponsel Korban Belum Ditemukan

Pihak keluarga mengungkapkan bahwa sejak Senin pagi (30/6/2025), Sidah tak lagi bisa dihubungi. Ia diketahui terakhir keluar rumah mengendarai mobil pribadi. Namun hingga kini, mobil serta dua unit ponsel miliknya masih belum berhasil dilacak keberadaannya.

“Kami terakhir komunikasi hari Senin pagi. Setelah itu, sekitar pukul 04.12, kedua handphone beliau tidak aktif. Mobil juga belum ditemukan. Terakhir terdeteksi menuju arah Cikampek,” jelas Hasan.

Penyelidikan Masih Berlanjut

Meski telah mengamankan dua orang terduga pelaku, kepolisian belum merinci identitas maupun motif di balik kejadian tragis tersebut. Polisi menyebut masih melakukan pendalaman, termasuk mengejar keberadaan barang-barang milik korban yang hilang.

“Masih dalam proses penyelidikan. Motif serta peran masing-masing pelaku akan kami sampaikan setelah penyidikan berjalan lebih lanjut,” imbuh Ressa.

Latar Belakang Korban

Sidah Alatas dikenal sebagai notaris yang cukup dikenal di wilayah Kota Bogor. Keluarga mengenalnya sebagai sosok yang santun dan berdedikasi dalam profesinya.

Peristiwa ini pun menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang mengenalnya. Keluarga berharap aparat penegak hukum segera mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan atas kematian Sidah.(red.al)

Investasi Rp1.500 Triliun Gagal Masuk RI, Pemerintah Dievaluasi

  


Jakarta, kediri24jam.online  – Target investasi Indonesia pada tahun 2024 mengalami pukulan telak. Nilai fantastis mencapai Rp1.500 triliun gagal terealisasi. Pemerintah pun dihadapkan pada sorotan tajam terkait iklim usaha yang belum kondusif.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, mengungkap sejumlah hambatan yang mengganjal masuknya investasi besar ke Tanah Air. Menurutnya, perizinan yang rumit, tumpang tindih regulasi, serta minimnya kepastian hukum menjadi akar masalah utama.

“Hal-hal seperti perizinan yang rumit, iklim investasi yang belum optimal, dan kebijakan yang saling tumpang tindih harus menjadi refleksi serius bagi kita semua,” ujarnya dalam sebuah forum resmi, Kamis (3/7), dikutip dari Antara.

Todotua menambahkan, pihaknya telah merancang sejumlah kebijakan korektif, namun penyempurnaan memerlukan masukan dari berbagai pihak terkait.

Omnibus Law: Solusi yang Berbalik Jadi Masalah

Salah satu instrumen yang digadang-gadang sebagai pemikat investor adalah UU Cipta Kerja (Omnibus Law). Undang-undang tersebut diharapkan menyederhanakan izin usaha dan merangsang investasi.

Namun nyatanya, implementasinya tidak mulus. Mahkamah Konstitusi bahkan sempat menyatakan beleid ini inkonstitusional bersyarat pada 2021 karena cacat dalam proses pembuatannya. Revisi dilakukan, namun kepercayaan investor sudah terlanjur goyah.

“UU Cipta Kerja awalnya ingin menyederhanakan aturan, tapi malah menciptakan ketidakpastian baru,” kata Yusuf Rendy Manilet, peneliti dari CORE Indonesia. Ia menyebut polemik hukum itu membuat investor ragu untuk masuk.

Senada, Syafruddin Karimi, ekonom dari Universitas Andalas, menyoroti lemahnya fondasi hukum yang ditawarkan UU tersebut. “Ketika landasan hukumnya dipertanyakan secara konstitusional, tentu risikonya tidak bisa diabaikan oleh investor jangka panjang,” tegasnya.

Pungli Menggerogoti Dunia Usaha

Tak hanya soal regulasi, praktik pungutan liar (pungli) juga disebut sebagai momok utama yang menakutkan pengusaha, terutama di daerah.

Padahal, Presiden Jokowi sempat membentuk Satgas Saber Pungli pada 2016 lewat Perpres No. 87/2016. Sayangnya, dampaknya dianggap minim. Bahkan, praktik pungli justru menyeret nama Ketua Kadin Cilegon, Muhammad Salim, dalam kasus pemaksaan proyek senilai Rp5 triliun.

Akhirnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk mencabut keberadaan Satgas Saber Pungli melalui Perpres No. 49 Tahun 2025, dengan alasan efektivitas yang rendah.

OSS: Sistem Digital, Masalahnya Tetap Manual

Sistem Online Single Submission (OSS), yang diperkenalkan sejak 2018, awalnya diharapkan mampu memangkas jalur birokrasi dan mempercepat perizinan.

Namun, hasilnya belum signifikan. Menurut Syafruddin Karimi, OSS belum mampu menjawab tantangan mendasar di lapangan.

“Digitalisasi tanpa reformasi struktur justru menjadi ilusi. OSS akan gagal bila tidak diiringi dengan integrasi lembaga dan perubahan kultur birokrasi,” ujarnya.

Menurutnya, OSS adalah platform canggih yang tersandera oleh mentalitas lama. Ia mendorong adanya reformasi total dalam tata kelola izin usaha, bukan sekadar berpindah dari kertas ke layar.

Evaluasi Menyeluruh Diperlukan

Gagalnya realisasi investasi triliunan rupiah ini menjadi alarm keras bagi pemerintahan baru. Para pengamat menilai, jika Indonesia ingin tetap kompetitif di kancah global, maka reformasi iklim investasi harus dilakukan menyeluruh — dari hukum, kelembagaan, hingga moral aparatur.

“Investor tidak hanya butuh insentif, tapi juga kepastian dan kejelasan dalam menjalankan usahanya,” pungkas Yusuf Rendy.(red.al)

"Saya Rangkul Ayah Saat Tenggelam, Tapi Sudah Tak Bernyawa": Kisah Haru Penyintas KMP Tunu Pratama Jaya

  


Banyuwangi,  kediri24jam.online – Di balik tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Rabu malam (2/7), kisah haru seorang penyintas mengundang rasa pilu. Eka Toniansyah, warga Kalipuro, Banyuwangi, bercerita tentang detik-detik saat dirinya dan sang ayah, Eko Satriyo (51), terseret pusaran air setelah kapal feri yang mereka tumpangi karam.

“Saya rangkul tubuh bapak saat kami terseret ombak, tapi beliau sudah tidak bernyawa,” ujar Eka, Sabtu (5/7), dengan suara lirih di rumahnya.

Keduanya tengah melakukan perjalanan untuk mengantar material semen ke Singaraja, Bali, ketika kapal mulai oleng. Eka mengaku hanya memiliki waktu sekitar tiga menit sebelum kapal benar-benar tenggelam.

Tak ada peringatan dari awak kapal. Para penumpang harus berebut pelampung sendiri. Eka sempat memasangkan pelampung ke tubuh ayahnya. Namun sayang, usaha itu tak cukup menyelamatkan sang ayah.

“Saya terus memegang tubuh bapak sampai ke permukaan. Kami terombang-ambing di laut. Saya terapung selama lima jam sebelum ditemukan nelayan,” tutur Eka.

Kesaksian Duka dari Keluarga

Sang ibu, Misatun, masih diliputi duka. Ia mengenang pesan terakhir suaminya: “Istriku sayang, aku minta maaf.”

“Dia bilang sayang, tapi justru pergi selamanya,” ujar Misatun sambil menangis. Ia tak menyangka, malam itu adalah pertemuan terakhir dengan suaminya.

Eko, yang bekerja sebagai sopir truk, baru sebulan terakhir mengajak Eka untuk menemaninya sebagai kernet.

Proses Evakuasi dan Pencarian Korban

Hingga Sabtu pagi (5/7), tim SAR gabungan telah mengevakuasi 36 orang, yang terdiri dari 30 penyintas dan enam korban meninggal dunia. Sementara itu, 29 penumpang lainnya masih dalam pencarian.

Deputi Operasi Basarnas, Eko Suyatno, mengatakan pencarian diperluas hingga 20 mil laut ke selatan dari titik tenggelamnya kapal. Cuaca buruk, gelombang tinggi, dan jarak pandang terbatas menjadi tantangan utama.

Sebanyak 15 kapal pencarian, dua helikopter, dan kapal perang milik TNI AL dikerahkan untuk mendukung operasi penyelamatan. Sabtu kemarin, tim juga mulai menggunakan peralatan deteksi bawah laut untuk menjangkau area yang lebih dalam.

KMP Tunu Pratama Jaya diketahui bertolak dari Pelabuhan Ketapang pukul 22.56 WIB dan mengirim sinyal darurat pada pukul 23.20 WIB. Lima menit kemudian, kapal itu tenggelam.

Janji Pemerintah untuk Investigasi

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menyelidiki penyebab kecelakaan ini.

“Kami fokus pada evakuasi dan penyelamatan dahulu. Proses investigasi akan segera dilakukan untuk mencegah insiden serupa terulang,” ujarnya dalam konferensi pers di Pelabuhan Ketapang.

Sementara itu, doa dan harapan masih menyelimuti posko keluarga korban di Ketapang. Prosesi tabur bunga juga digelar sebagai bentuk penghormatan untuk para korban yang belum ditemukan.(red.al)

Prabowo Usulkan Hotmangaraja Panjaitan Jadi Dubes RI untuk Singapura, Mantan Asisten Militer Siap Jalankan Visi Negara

  


Jakarta ,  kediri24jam.online– Presiden terpilih Prabowo Subianto mengajukan Letjen TNI (Purn.) Hotmangaraja Panjaitan sebagai calon Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura. Nama Hotmangaraja ikut dalam gelombang pertama uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama 23 calon dubes lainnya di Komisi I DPR RI, Sabtu (5/7).

Saat dikonfirmasi usai sesi uji, Hotmangaraja membenarkan pencalonannya sebagai Dubes RI untuk negara tetangga itu. “Iya, bila nanti disetujui Presiden,” ujarnya singkat di Kompleks Parlemen, Senayan.

Dalam pernyataannya, pensiunan jenderal bintang tiga ini menyatakan komitmennya untuk mengutamakan kepentingan nasional dalam seluruh aspek diplomasi, mulai dari politik, ekonomi hingga sosial budaya.

Meski belum menguraikan secara rinci strategi yang akan diambil, Hotmangaraja menegaskan kesetiaannya pada visi dan misi kepala negara. “Kami menjalankan seluruh program sesuai arah kebijakan presiden. Hanya ada satu visi, yakni visi Presiden Prabowo,” tandasnya.

Hotmangaraja Panjaitan sendiri bukan wajah baru dalam dunia diplomasi. Selain pernah menjabat Asisten Khusus Menteri Pertahanan untuk Bidang Lingkungan Strategis pada 2019—saat Prabowo menjabat Menhan—ia juga pernah dipercaya sebagai Duta Besar RI untuk Prancis, Monako, Andorra, serta perwakilan Indonesia di UNESCO.

Putra dari Pahlawan Revolusi D.I. Panjaitan ini dikenal sebagai tokoh militer yang memiliki rekam jejak panjang di dunia pertahanan dan hubungan luar negeri.

Abdul Kadir Jaelani Diusulkan Jadi Dubes Jerman

Tak hanya Hotmangaraja, Abdul Kadir Jaelani turut menjadi salah satu calon dubes usulan Prabowo. Ia diajukan sebagai Dubes RI untuk Jerman, dan mengikuti proses uji kelayakan yang sama di Komisi I DPR.

Abdul saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika di Kementerian Luar Negeri, serta pernah menjadi Duta Besar RI untuk Kanada dan Wakil Tetap Indonesia di ICAO (International Civil Aviation Organization).

Dalam keterangannya, Abdul menyampaikan bahwa visi yang ia bawa merupakan bagian dari arah kebijakan pemerintahan yang akan datang. “Program kerja kami mencerminkan pelaksanaan visi besar Presiden Prabowo, yaitu mewujudkan Asta Cita,” ungkapnya.

Dengan latar belakang diplomasi yang solid dan pengalaman internasional, baik Hotmangaraja maupun Abdul diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di panggung global, khususnya dalam menghadapi dinamika geopolitik kawasan dan internasional.(red.al)

Warga Ngancar Gelar Tradisi Larung Sesaji di Kawah Gunung Kelud, Wujud Syukur atas Karunia Alam

  


Kediri, kediri24jam.online  – Masyarakat Kecamatan Ngancar kembali menggelar ritual larung sesaji di kawasan kawah Gunung Kelud, Sabtu pagi (6/7). Tradisi tahunan ini merupakan bentuk ungkapan syukur atas rezeki dan keberkahan alam yang terus menghidupi warga di lereng Gunung Kelud.

Pelaksana tugas (Plt) Camat Ngancar, Moh Muthoin, menyampaikan bahwa tradisi ini merupakan bagian dari kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. “Larung sesaji menjadi sarana kami untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dari alam,” ujarnya.

Gunung Kelud, menurut Muthoin, memegang peran penting dalam kehidupan warga sekitar. Mulai dari pertanian, perkebunan, hingga sektor ekonomi lain yang bergantung pada kesuburan tanah dan kelestarian alam gunung tersebut.

Prosesi larung sesaji diawali sejak dini hari. Sejumlah sesepuh desa dan juru kunci Gunung Kelud berangkat dari area parkir utama sekitar pukul 06.00 WIB, menempuh perjalanan menuju area kawah.

Sesampainya di lokasi, berbagai persembahan seperti pisang, sekul suci (nasi putih), lauk dari daging kambing (cok bakal), umbi-umbian (polo pendem), ayam kampung, dan ayam cemani diarak menuju puncak dan dilarung ke dalam kawah. Tindakan ini melambangkan persembahan spiritual kepada alam semesta.

“Kami juga melepas ayam jawa dan ayam cemani di kawasan kawah sebagai bagian dari ritual. Ini semua sebagai simbol keharmonisan manusia dengan alam,” jelas Muthoin.

Masyarakat percaya bahwa ritual ini turut menjaga keseimbangan alam serta menjauhkan wilayah sekitar dari ancaman bencana. Di saat yang sama, mereka memanjatkan harapan agar Gunung Kelud tetap memberikan berkah dan kehidupan yang tenteram bagi masyarakat Ngancar.

Tradisi larung sesaji ini menjadi salah satu identitas budaya lokal yang masih dijaga hingga kini. Tak hanya sebagai bentuk spiritualitas, namun juga menjadi pengingat akan pentingnya merawat alam dan hidup selaras dengan lingkungan.(red.al)

Persaingan Ketat Jalur Domisili Umum SMP Negeri Kediri, Nilai Pendaftar Tembus 90 ke Atas

  


Kediri, kediri24jam.online  – Tahapan akhir penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk jenjang SMP negeri di Kota Kediri segera berakhir. Pengumuman hasil seleksi jalur domisili umum dijadwalkan berlangsung pada Senin, 7 Juli 2025, pukul 10.00 WIB melalui laman resmi SPMB Online Kota Kediri.

Jalur ini menjadi penentu akhir seleksi masuk sembilan SMP negeri di Kota Kediri. Tingginya animo dan nilai para pendaftar menunjukkan bahwa persaingan pada tahap ini berlangsung sangat ketat.

Berdasarkan data terakhir yang tercantum di situs resmi SPMB, rata-rata nilai peserta jalur domisili umum berada di kisaran 90 ke atas. Bahkan hingga Sabtu sore (5/7), nilai terendah yang masih tercatat di antara peserta potensial lolos mencapai 91,46, yakni di SMPN 9 Kota Kediri.

Sementara itu, SMPN 1 Kota Kediri menjadi sekolah dengan skor tertinggi. Di sekolah favorit ini, pendaftar dengan nilai tertinggi mencatatkan angka 98,28, dan skor terendah yang masih masuk dalam kuota penerimaan pun tetap tinggi, yaitu 95,40—melebihi nilai tertinggi di sejumlah SMP negeri lainnya.

Menurut Achmad Wartjiantono, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri, data nilai tersebut merupakan hasil sementara yang sudah melalui proses verifikasi berkas oleh pihak sekolah.

“Rentang nilai yang ditampilkan di situs adalah dari pendaftar yang berkasnya telah diverifikasi dan memenuhi syarat,” jelasnya.

Anton, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa seleksi jalur domisili umum sepenuhnya dilakukan oleh sistem berdasarkan pemeringkatan nilai rapor, sesuai input dari sekolah masing-masing.

“Tidak ada campur tangan manual. Sistem yang menentukan siapa saja yang lolos, sesuai urutan nilai,” tambahnya.

Bagi siswa yang dinyatakan lolos, proses daftar ulang bisa langsung dilakukan di sekolah tujuan. Proses ini penting sebagai langkah akhir untuk mengamankan kursi yang telah diperoleh.

Adapun pendaftaran jalur domisili umum sendiri dibuka pada 3–4 Juli lalu untuk jenjang TK, SD, dan SMP negeri. Siswa yang diterima diberikan waktu hingga 8 Juli untuk menyelesaikan proses daftar ulang.

Meski demikian, Anton juga mengingatkan agar para siswa yang belum berhasil lolos melalui jalur negeri tidak berkecil hati. Masih banyak sekolah swasta berkualitas yang membuka pendaftaran dan siap menampung siswa baru.

“Orang tua tidak perlu cemas. Pendidikan di sekolah swasta juga baik dan layak dijadikan pilihan. Dinas Pendidikan siap membantu memberikan informasi terkait sekolah swasta,” pungkasnya.(red.al)

Haul Akbar 1 Abad Ponpes Al Falah Ploso Dihadiri Tokoh Nasional, Wapres Ma’ruf Amin: Santri Siap Jadi Pemimpin

 



Kediri,  kediri24jam.online – Ribuan jamaah memadati kompleks Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Jumat malam (4/7), dalam acara puncak Haul Akbar Masyayikh sekaligus penutupan rangkaian peringatan 100 tahun berdirinya pondok pesantren tersebut.

Salah satu tamu kehormatan yang hadir adalah Wakil Presiden RI periode 2019–2024, KH Ma’ruf Amin. Dalam sambutannya, kiai sepuh asal Banten itu memuji peran besar Al Falah Ploso dalam melahirkan pemimpin bangsa dari kalangan santri.

“Alumni Al Falah bukan hanya memiliki ilmu, tapi juga keberkahan. Mereka telah terbukti mampu memimpin umat di tengah masyarakat,” ujarnya di hadapan puluhan ribu hadirin.

Ma’ruf Amin mengungkapkan, selama mondok para santri tidak hanya belajar ilmu agama, namun juga mengasah kepekaan sosial. Hal itu menjadi bekal penting saat mereka terjun ke tengah masyarakat.

“Kalau seseorang tidak mampu memahami ‘suara-suara’ di sekelilingnya—baik itu kegelisahan umat, kebutuhan masyarakat—maka dia belum layak disebut berakal. Santri harus peka terhadap zaman dan lingkungan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar para santri tidak buru-buru keluar dari pesantren sebelum benar-benar siap secara keilmuan dan mental. “Kalau belum kuat sayapnya, jangan tinggalkan sarang. Bisa-bisa jadi santapan elang dan anjing. Artinya, santri yang belum siap akan mudah terjebak dan dimanfaatkan oleh pihak lain,” pesannya.

Cak Imin: Pesantren Jadi Jawaban Zaman

Senada dengan KH Ma’ruf Amin, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, yang hadir sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, menekankan bahwa pondok pesantren kini bukan sekadar lembaga pendidikan, tapi menjadi solusi atas tantangan zaman.

“Pesantren, termasuk Al Falah, menjadi jawaban atas perubahan cepat dan ekstrem yang terjadi beberapa dekade terakhir akibat teknologi dan globalisasi,” ujar Cak Imin.

Menurutnya, persoalan bangsa seperti kemiskinan, kesenjangan, dan kebodohan tidak bisa diatasi hanya dengan pendekatan konvensional. Diperlukan fondasi kuat, yang salah satunya bisa dibangun melalui pendidikan berbasis nilai keikhlasan seperti yang telah dilakukan para kiai di pesantren sejak lama.

“Sudah satu abad Al Falah membuktikan bahwa pendidikan adalah jalan cepat mengangkat umat dari kemiskinan. Tanpa program besar, hanya dengan ketulusan, mereka mencetak generasi yang tangguh,” tambahnya, disambut riuh tepuk tangan jemaah.

Hadirkan Ribuan Jemaah dan Tokoh Nasional

Tercatat, lebih dari 15 ribu jamaah hadir memadati area pondok sejak sore hari hingga dini hari. Mereka datang dari berbagai daerah untuk mengikuti pengajian akbar dan memeriahkan momen bersejarah tersebut.

Selain Ma’ruf Amin dan Muhaimin Iskandar, sejumlah tokoh penting lainnya turut hadir, seperti Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, serta Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Tokoh-tokoh besar dunia pesantren juga tak ketinggalan meramaikan acara, antara lain KH Abdullah Kafabihi Mahrus dari Ponpes Lirboyo, dan KH Abdul Qoyyum Mansur dari Ponpes An-Nur Lasem.

Peringatan satu abad ini tidak hanya menjadi momen refleksi perjalanan panjang Ponpes Al Falah, tetapi juga menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa pesantren siap menjawab tantangan masa depan bangsa.(red.al)

Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Nasional Taekwondo Piala Kemenpora RI 2025

  


Kediri, kediri24jam.online  – GOR Jayabaya Kota Kediri menjadi saksi semaraknya ajang Indonesia Challenge Taekwondo Championship Piala Kemenpora RI 2025, yang digelar pada 4 hingga 6 Juli 2025. Ribuan atlet dari berbagai provinsi turut ambil bagian dalam kejuaraan tingkat nasional ini.

Sebanyak 2.241 taekwondoin dari 93 klub yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, hingga Bali menunjukkan kebolehannya di kejuaraan grade C nasional tersebut.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, yang hadir sekaligus membuka acara pada Sabtu (5/7), menyampaikan rasa bangganya karena Kota Kediri dipercaya sebagai tuan rumah untuk event prestisius ini.

“Melalui tema ‘Dari Kota Kediri untuk Indonesia Bersatu dan Berprestasi’, saya berharap turnamen ini bisa menjadi agenda rutin tiap tahun. Ini bukan hanya soal pertandingan, tapi juga tentang semangat persatuan dan pengembangan prestasi atlet nasional,” ungkapnya.

Vinanda mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, pelatih, ofisial, dan keluarga atlet yang hadir. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.

“Selamat datang di Kota Kediri. Bertandinglah dengan penuh semangat dan jaga kejujuran serta sportivitas,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa event ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kediri untuk menjadikan kota ini sebagai destinasi yang "ngangeni" atau selalu dirindukan. Melalui kejuaraan berskala nasional seperti ini, potensi dan daya tarik Kota Kediri dapat lebih dikenal luas.

“Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang pencarian bibit-bibit baru atlet taekwondo Indonesia yang bisa berprestasi di kancah nasional maupun internasional,” tambahnya.

Kemeriahan pembukaan kian terasa dengan atraksi freestyle taekwondo dan pertunjukan barongsai, serta prosesi simbolis penyerahan piala kejuaraan oleh Wali Kota Kediri kepada perwakilan panitia, Joko Arianto. Selain itu, dilakukan juga penyerahan simbolis perlengkapan berupa head guard kepada salah satu atlet muda.

Dengan antusiasme peserta dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kejuaraan ini diharapkan bisa mencetak sejarah baru bagi taekwondo Indonesia, khususnya dalam memperkuat posisi Kota Kediri sebagai kota olahraga yang aktif dan dinamis.(red.al)