Sabtu, 05 Juli 2025

Persik Kediri Perkenalkan Tiga Legiun Asing Jelang Musim Baru

  


Kediri, kediri24jam.online  – Menjelang dimulainya kompetisi Liga 1 musim 2025/2026 yang dijadwalkan bergulir pada Agustus mendatang, Persik Kediri resmi memperkenalkan tiga pemain asing anyar: Leo Navacchio, Francisco Pereira Carneiro alias Kiko, dan Telmo Castanheira.

Manajer tim Macan Putih, M. Syahid Nur Ichsan, mengonfirmasi kehadiran ketiga pemain tersebut pada Sabtu (5/7). Ia menyebut bahwa perekrutan pemain asing belum sepenuhnya rampung, dan masih ada nama-nama lain yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Untuk saat ini kami baru memperkenalkan tiga pemain asing. Namun dalam beberapa hari ke depan akan ada tambahan lagi. Prosesnya masih berjalan,” ujar Syahid kepada awak media.

Syahid menyebut bahwa susunan pemain asing hampir lengkap, tinggal menunggu penyelesaian dokumen serta pemeriksaan kesehatan sebelum bisa resmi didaftarkan ke operator liga.

“Setiap lini sudah kami isi. Proses administratif menjadi tahap terakhir sebelum diumumkan secara penuh. Tes medis juga menjadi syarat wajib untuk memastikan semua dalam kondisi bugar dan siap tampil,” lanjutnya.

Salah satu rekrutan anyar, Telmo Castanheira, menyampaikan antusiasmenya bergabung dengan Persik. Gelandang asal Portugal ini mengaku siap memberikan kontribusi maksimal demi kesuksesan tim.

“Saya adalah tipe pemain yang fokus pada misi tim. Ini memang awal dari perjalanan saya di Indonesia, tetapi saya datang dengan tekad kuat untuk membantu tim meraih hasil terbaik,” ucap Telmo.

Pemain berusia 33 tahun itu juga menekankan pentingnya memiliki mental juara dalam setiap pertandingan. Ia menyatakan akan berjuang keras di atas lapangan demi membela warna Persik.

“Saya selalu ingin memberikan yang terbaik dalam setiap laga. Saya memiliki semangat juang dan mentalitas untuk meraih kemenangan,” tambahnya.

Telmo juga menilai adaptasinya di Indonesia tidak terlalu sulit. Ia sudah cukup terbiasa dengan iklim Asia Tenggara, terutama setelah dua musim bermain di Malaysia. Selain itu, hubungan baiknya dengan pelatih Ong Kim Swee yang pernah menanganinya di Sabah FC, jadi nilai tambah tersendiri.

“Saya tak mengalami kendala berarti sejauh ini. Lingkungan dan cuaca cukup familiar. Saya juga tertarik memahami lebih dalam budaya sepak bola Indonesia,” jelas pemain asal Porto tersebut.

Dengan kedatangan pemain-pemain asing ini, Persik Kediri menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan tim untuk tampil kompetitif dan bersaing di papan atas Liga 1 musim depan.(red.al)

Persik Kediri Rekrut Telmo Castanheira, Eks Gelandang Sabah FC

  


Kediri,   kediri24jam.online– Persik Kediri kembali memperkuat lini tengahnya dengan mendatangkan pemain anyar asal Portugal, Telmo Castanheira. Kepastian bergabungnya mantan pemain Sabah FC ini diumumkan secara resmi pada Jumat (4/7), menjelang bergulirnya Liga 1 musim 2025/2026.

Pemain berusia 33 tahun ini tampil gemilang bersama Sabah FC di Liga Super Malaysia musim lalu, dengan mencatatkan 30 penampilan dan menyumbang tujuh assist. Kontribusinya membantu klub Malaysia itu finis di posisi ketiga klasemen akhir.

Melalui pernyataan di laman resmi Liga Indonesia Baru, Telmo mengungkapkan alasan utama kepindahannya ke skuad Macan Putih. Ia mengaku tertarik bergabung setelah mendapat ajakan langsung dari pelatih Ong Kim Swee, yang pernah menjadi rekan kerjanya di Sabah FC.

“Sebenarnya saya menerima beberapa penawaran dari klub lain. Namun ketika Coach Ong menghubungi dan menjelaskan visi besar Persik ke depan, saya langsung tertarik. Mereka ingin saya menjadi bagian dari proyek ini,” ujarnya.

Telmo dan Ong Kim Swee sempat menjalin kerja sama selama dua musim di Malaysia, dan sukses membawa Sabah bersaing di papan atas. Karena kedekatan tersebut, Telmo optimistis bisa mengulang kesuksesan serupa bersama Persik Kediri.

“Saya pemain yang selalu berusaha maksimal demi tujuan tim. Saya baru bergabung, namun komitmen saya sudah bulat untuk memberikan kontribusi terbaik,” tambahnya.

Dikenal sebagai pemain dengan mentalitas kuat, Telmo mengaku siap menghadapi kompetisi Liga 1 yang dikenal cepat dan penuh tekanan. Ia bahkan mengungkapkan ketertarikannya terhadap sepak bola Indonesia.

“Gaya bermain di sini cepat dan penuh intensitas, terutama dalam transisi permainan. Tapi saya sudah siap. Saya sangat antusias dengan atmosfer kompetisi Indonesia,” kata pemain kelahiran Porto tersebut.

Meski ini menjadi pengalaman pertamanya bermain di Indonesia, Telmo merasa tidak kesulitan beradaptasi. Ia menyebut cuaca dan lingkungan di Tanah Air tak jauh berbeda dengan negara tetangga.

“Saya sudah mulai terbiasa dengan kondisi di sini. Tidak ada kendala berarti. Saya juga tertarik mengenal budaya Indonesia lebih dalam,” tutupnya.

Dengan bergabungnya Telmo, Persik Kediri berharap lini tengah mereka makin solid untuk menatap musim baru dan bersaing di jalur juara.(red.al)

Nama Kampung Inggris Dicatut untuk Investasi, FKB: Sudah Lama Meresahkan

   

 KEDIRI,    kediri24jam.online  – Nama Mekel Sugiarto kembali menjadi perbincangan di kalangan Forum Kampung Bahasa (FKB). Pendiri PT Satujuta Kampung Inggris Indonesia itu disebut kerap membawa-bawa nama Kampung Inggris Pare dalam menawarkan investasi yang diduga menyesatkan.

Menurut Pengawas FKB, Arsyad Naufal Ngadiono, aktivitas Mekel sudah menimbulkan keresahan sejak beberapa tahun silam. Salah satu insiden yang diingat jelas oleh FKB terjadi pada 2018, saat sejumlah calon investor dari Bojonegoro datang mengikuti seminar investasi.

“Waktu itu kami sudah imbau agar berhati-hati. Tapi mereka tidak percaya. Saat seminar, justru fakta diputarbalikkan. Dikatakan FKB adalah saingan PT Satujuta Kampung Inggris Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Adi, saat ditemui di kediamannya.

FKB Tak Punya Kewenangan Hukum

Ketua FKB Achmad Farih menambahkan, saat itu FKB tak bisa mengambil langkah hukum karena dua alasan utama: FKB bukan korban langsung, dan tidak memiliki bukti yang cukup kuat untuk dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Ketika kami coba mengedukasi masyarakat agar waspada, malah kami yang bisa dilaporkan balik karena dianggap mencemarkan nama baik,” ujar Farih.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa PT Satujuta Kampung Inggris Indonesia memang tidak menyasar pasar di Kediri. Target utamanya adalah masyarakat di luar kota, yang tak mengenal lebih dalam soal Kampung Inggris Pare.

Namun, FKB tetap terbuka jika ada pihak yang ingin berkonsultasi mengenai keabsahan lembaga-lembaga kursus di Pare. Terlebih, menurut Farih, sudah ada banyak korban dari kegiatan investasi yang ditawarkan oleh PT tersebut.

Sudah Pernah Dilaporkan ke Dinas

FKB juga pernah mengadukan aktivitas PT Satujuta Kampung Inggris Indonesia ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, yang menjadi otoritas pembinaan lembaga kursus. Namun, hingga kini, belum ada tindak lanjut yang spesifik.

“Kami sudah laporkan sejak sebelum 2018. Tapi belum ada langkah nyata dari dinas,” tutur Farih.

Ciri Lembaga Resmi di Kampung Inggris Pare

Untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan, Adi membagikan beberapa ciri utama lembaga kursus resmi di Kampung Inggris Pare:

  1. Memiliki kantor fisik di kawasan Kampung Inggris Pare

  2. Memiliki surat domisili dan akta pendirian lembaga

  3. Mengantongi izin operasional dari dinas terkait

Adi menyambut baik jika kasus ini mulai ditindak secara hukum dan diberitakan secara luas. “Bagus kalau sudah dilaporkan ke polisi dan masuk berita. Biar jadi pembelajaran untuk kota-kota lain,” pungkasnya. (RED.A)

Tiga Kades di Kabupaten Kediri Tersandung Kasus Rekayasa Perangkat Desa, Bupati Dhito Tegaskan Tak Ada Gangguan Pelayanan

    

KEDIRI,   kediri24jam.online    – Tiga kepala desa di Kabupaten Kediri resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur dalam kasus dugaan rekayasa seleksi pengisian perangkat desa tahun 2023. Meski demikian, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bahwa pelayanan publik di desa-desa tersebut tetap berjalan normal.

“Terkait penetapan tersangka oleh Polda Jatim, kami mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Tapi untuk pelayanan desa tetap berjalan seperti biasa,” ujar Bupati Dhito saat meninjau proyek pembangunan Stadion Gelora Dhoho Jayati, Rabu (3/7/2025).

Ketiga kades yang terseret dalam kasus tersebut yakni Imam Jamiin (Kades Kalirong, Kecamatan Tarokan), Sutrisno (Kades Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih), dan Darwanto (Kades Pojok, Kecamatan Wates). Mereka diduga terlibat dalam praktik pengkondisian proses rekrutmen perangkat desa untuk meloloskan calon tertentu.

Bupati Dhito menjelaskan bahwa proses rekrutmen perangkat desa merupakan kewenangan kepala desa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Meski begitu, pemerintah kabupaten telah mengatur regulasi teknis seperti penggunaan metode CAT (computer assisted test) dan kerja sama dengan universitas berakreditasi A untuk menjaga transparansi.

“Namun kalau niatnya dari awal tidak baik, ya hasilnya pasti buruk. Kita tidak menoleransi praktik yang melanggar hukum, apalagi berkaitan dengan KKN,” tegas suami Eriani Annisa itu.

Desa Tetap Operasional, Plt Disiapkan

Terkait kelanjutan pemerintahan desa, Dhito menyatakan bahwa apabila kades harus menjalani proses hukum lebih lanjut, maka posisi mereka akan diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) atau Penjabat Sementara (Pj). Hal ini untuk memastikan pelayanan publik di desa tetap berjalan.

“Yang penting jangan sampai kasus ini jadi kebiasaan. Ini bukan hal lazim, dan harus jadi pelajaran bagi semua,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa DPMPD Kabupaten Kediri, Henry Rustriandy, menjelaskan bahwa status ketiga kades tersebut saat ini masih definitif, karena belum ada surat resmi pemberhentian dari kepolisian yang diteruskan ke bupati.

“Selama belum ada surat usulan pemberhentian sementara, maka belum ada jabatan yang kosong. Jika nanti sudah ada surat resmi, maka otomatis sekdes akan menjalankan tugas sebagai Plt,” jelas Henry.

Penyaluran Dana Desa Tetap Lancar

Henry juga memastikan bahwa proses penyaluran Dana Desa (DD) tahap II tidak akan terganggu, meski kades di dua desa — Kalirong dan Pojok — belum menerima pencairan. Sementara Desa Mangunrejo telah menerima dana tersebut lebih dulu.

“Kewenangan Plt sama dengan kades, jadi tidak akan ada hambatan dalam proses pencairan. Saat ini juga masih dalam proses kelengkapan berkas,” tandasnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik, sekaligus peringatan keras agar proses seleksi perangkat desa dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik manipulatif.  (RED.A)

Menyamar Jadi Penonton Karnaval, Pemuda Asal Kras Curi Motor dan Jual via Facebook

   

KEDIRI,  kediri24jam.online   – Karnaval 1 Muharam di Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Jumat (27/6/2025), berubah jadi momen nahas bagi Dimas Reko Wibowo. Sepeda motor miliknya raib dicuri saat ia tengah menikmati pertunjukan. Kini, pelakunya berhasil diringkus polisi.

Pelaku diketahui bernama Riki Pradana (23), warga Desa Jabang, Kecamatan Kras. Ia dibekuk Unit Reskrim Polsek Ringinrejo saat berada di SPBU Jimbun, Kecamatan Kandat, Jumat (4/7/2025) tanpa melakukan perlawanan.

Kapolsek Ringinrejo AKP Dyan Purwandi mengatakan, penangkapan Riki bermula dari laporan Dimas, warga Desa Cendono, Kandat, yang kehilangan sepeda motor Honda GL Max AG 4651 JH. Motor itu diparkir di Dusun Patilaler, Desa Deyeng, saat korban menghadiri karnaval.

“Setelah acara selesai, korban kembali ke lokasi dan motornya sudah tidak ada. Pencarian bersama warga tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya laporan dibuat ke kepolisian,” jelas AKP Dyan.

Kerugian akibat pencurian itu ditaksir mencapai lebih dari Rp 10 juta. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak menyelidiki. Petunjuk kuat ditemukan ketika motor curian tersebut diiklankan di grup Facebook komunitas Herex Acc Nganjuk.

“Kami lakukan penyamaran dan pelacakan melalui akun medsos. Dari hasil penyelidikan, pelaku akhirnya diamankan di SPBU Jimbun,” tambahnya.

Saat diinterogasi, Riki mengakui mencuri motor dengan berpura-pura menjadi penonton karnaval. Setelah membawa kabur kendaraan, ia langsung menawarkan motor tersebut secara online.

Saat ini, penyidik masih terus menggali keterangan dari pelaku dan mendalami kemungkinan keterlibatannya dalam kasus pencurian kendaraan bermotor lainnya.

“Penyidikan masih terus berjalan. Kami tidak menutup kemungkinan pelaku bagian dari jaringan pencurian motor,” tutup AKP Dyan.  (RED.al)

Notaris Wanita Asal Bogor Tewas Terikat di Sungai Citarum, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

   


Jakarta,  kediri24jam.online – Kasus pembunuhan terhadap seorang notaris wanita asal Kota Bogor, Sidah Alatas (60), mulai menemui titik terang. Setelah jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Sungai Citarum, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, pihak kepolisian berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardy Marasabessy, membenarkan penangkapan tersebut. "Sudah diamankan Unit 1. Dua orang sudah kami tangkap," ujar Ressa saat dikonfirmasi pada Sabtu (5/7/2025).

Saat ini, kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik untuk mendalami motif dan peran masing-masing dalam pembunuhan tersebut.

Sebelumnya, jasad Sidah Alatas ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan pada Rabu (3/7/2025). Tubuhnya ditemukan terikat dan diberi pemberat batu di aliran Sungai Citarum. Penemuan itu terjadi dua hari setelah pihak keluarga melaporkan korban hilang ke Polsek Tanahsareal, Bogor, pada Senin (1/7).

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Agta Bhuwana Putra, menyebut ada indikasi kuat bahwa korban menjadi korban pembunuhan. “Dugaan sementara penyebab kematian tidak wajar. Kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan luka-luka yang ditemukan di tubuh korban,” ujarnya.

Jenazah Sidah Alatas telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, penyidik dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini, termasuk menggali motif pembunuhan yang hingga kini belum diungkap secara resmi.  (red.a)

Kota Kediri Miliki 13 Perguruan Pencak Silat Resmi, PSHT Paling Diminati

 



KEDIRI,  kediri24jam.online – Kota Kediri dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki tradisi pencak silat yang kuat dan berakar dalam budaya masyarakatnya. Hingga pertengahan 2025, tercatat ada 13 perguruan silat yang secara resmi tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kediri.

Ketua Umum IPSI Kota Kediri, Siswanto (66), menyampaikan bahwa seluruh perguruan tersebut aktif dalam latihan rutin, kegiatan internal, serta agenda yang digelar oleh IPSI.

"Seluruh perguruan sudah terdaftar dan memiliki kegiatan yang terorganisir. Data ini kami peroleh dari laporan masing-masing perguruan untuk periode tahun 2025," jelas Siswanto saat diwawancarai.

Berikut daftar lengkap 13 perguruan silat resmi di Kota Kediri berdasarkan jumlah anggota pada tahun 2025, mulai dari yang terkecil hingga terbesar:

  • Cipta Sejati – 30 anggota

  • Jiwa Suci – 45 anggota

  • Perisai Diri (PD) – 200 anggota

  • Waspada – 275 anggota

  • Tapak Suci (TS) – 325 anggota

  • Porsigal – 300 anggota

  • Ki Ageng Pandan Alas – 500 anggota

  • PPS Betako Merpati Putih – 500 anggota

  • Persinas ASAD – 875 anggota

  • Pagar Nusa (PN) – 1.200 anggota

  • GASMI – 2.000 anggota

  • IKSPI Kera Sakti – 3.000 anggota

  • Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) – 7.200 anggota

Dengan jumlah tersebut, PSHT masih menjadi perguruan dengan basis massa terbesar di Kota Kediri, disusul oleh IKSPI Kera Sakti dan GASMI.

Menurut Siswanto, tingginya jumlah anggota di berbagai perguruan silat mencerminkan antusiasme dan minat yang tinggi dari generasi muda terhadap bela diri warisan leluhur ini.

“Pencak silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga membentuk kepribadian yang tangguh, disiplin, dan menjunjung nilai persaudaraan,” terangnya.

IPSI Kota Kediri juga menegaskan komitmennya untuk terus membina seluruh perguruan agar berperan sebagai agen perdamaian di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi isu-isu konflik antarkelompok.

“Silat harus menjadi alat pemersatu, bukan pemicu konflik. Kita terus mendorong budaya sportif, toleransi, dan persaudaraan dalam setiap latihan maupun pertandingan,” tegasnya.

Keberadaan 13 perguruan resmi ini membuktikan bahwa pencak silat tetap menjadi budaya yang hidup dan tumbuh di Kota Kediri. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, pencak silat diharapkan terus menjadi salah satu pilar dalam pembangunan karakter generasi muda.(red.al)

Filosofi dan Tradisi Masyarakat Jawa dalam Mendirikan Rumah Masih Lestari hingga Kini

 


 KEDIRI, kediri24jam.online  – Dalam budaya Jawa, membangun rumah bukan sekadar proses fisik. Lebih dari itu, ada tata nilai dan filosofi mendalam yang menyertainya. Sejak memilih lahan hingga arah bangunan, semua melalui pertimbangan matang yang berkaitan erat dengan ajaran kejawen dan keseimbangan alam.

Wikan Sasmita, dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri, mengungkapkan bahwa tradisi ini masih dilestarikan hingga saat ini. Salah satu konsep penting dalam pembangunan rumah Jawa adalah orientasi bangunan berdasarkan arah mata angin—sebuah simbol dari ajaran "sedulur papat lima pancer".

“Empat saudara itu melambangkan arah mata angin, sementara pancer adalah pusatnya, yaitu titik rumah itu sendiri,” jelas Wikan. Artinya, posisi rumah tidak hanya berdampak pada kenyamanan fisik, tetapi juga diyakini membawa energi tertentu bagi penghuninya.

Dalam praktiknya, rumah yang menghadap ke utara atau selatan dianggap sejajar dengan garis kosmis alam semesta. Arah timur dipandang sebagai lambang kesucian karena merupakan arah terbitnya matahari. Sebaliknya, arah barat biasanya dihindari karena dikaitkan dengan unsur pasif dan simbol kematian.

Tahapan membangun rumah dalam budaya Jawa juga melalui proses bertahap yang penuh makna. Diawali dengan pemasangan ompak, yaitu batu hitam sebagai landasan tiang (saka). Batu ini berfungsi sebagai penyangga sekaligus simbol kestabilan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pemasangan lantai—dulu biasanya menggunakan batu-batu yang disusun rapi atau campuran kapur dan pasir. Kemudian barulah tiang-tiang utama (saka) dipasang. Tahap akhir dari struktur adalah pemasangan saka guru, tiang utama rumah yang sakral.

Tak hanya itu, pembangunan rumah juga disertai dengan berbagai upacara adat, yang sarat makna spiritual dan harapan akan keselamatan.

Upacara pertama adalah ngadegkeun, yaitu ritual saat rumah mulai didirikan. Biasanya dilakukan saat pemasangan atap atau rangka utama. Ritual ini menjadi bentuk permohonan berkah bagi calon penghuni rumah.

Kemudian dilanjutkan dengan nglebetan bumi, yakni upacara ketika rumah sudah selesai dan siap dihuni. Tujuannya agar penghuni rumah selalu dalam lindungan dan dijauhkan dari hal-hal buruk.

Satu lagi yang tak kalah penting adalah upacara munggah molo. Ini adalah prosesi menaikkan bagian atap rumah (molo) yang dilakukan pada waktu tertentu—biasanya setelah pukul 12.00 siang atau sebelum jam 10.00 pagi.

Perlengkapan ritual munggah molo juga memiliki simbolik mendalam. Antara lain satu ikat padi bunting, delapan butir kelapa muda (degan), satu tandan pisang raja matang (pisang ayu), perlengkapan sirih seperti pinang, gambir, tembakau, dan kapur sirih, serta sebuah cermin kecil.

“Semua itu bukan hanya bentuk warisan budaya, tapi juga bentuk kearifan lokal masyarakat Jawa dalam menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan spiritualitas,” tutup Wikan.(red.al)

Persik Kediri Resmi Gaet Gelandang Portugal Telmo Castanheira untuk Perkuat Musim Baru

  


KEDIRI, kediri24jam.online  – Persik Kediri terus memperkuat komposisi skuad menjelang bergulirnya Liga 1 musim 2025/2026. Terbaru, klub berjuluk Macan Putih itu mengumumkan perekrutan gelandang asal Portugal, Telmo Castanheira, untuk memperkokoh lini tengah.

Kepastian kedatangan Telmo diumumkan manajemen pada Jumat (4/7/2025). Pemain berusia 33 tahun ini diharapkan menjadi salah satu pilar utama di lini tengah berkat segudang pengalaman yang dimilikinya.

“Telmo adalah sosok yang sedang kami butuhkan. Ia punya kualitas dan pengalaman bermain yang mumpuni, terbukti dari penampilannya bersama klub sebelumnya,” ungkap Manajer Persik, M. Syahid Nur Ichsan.

Telmo terakhir kali memperkuat Sabah FC di Liga Super Malaysia. Selama membela klub tersebut, ia tampil sebanyak 57 kali di berbagai ajang resmi, termasuk Piala FA dan Piala Malaysia, serta dikenal sebagai pemain yang konsisten dan punya visi bermain bagus.

Perekrutan ini, kata Syahid, tak lepas dari masukan Pelatih Kepala Ong Kim Swee yang sudah lebih dulu mengenal kemampuan Telmo. Keduanya pernah bekerja sama di Sabah FC dan menjalin hubungan kerja yang solid.

“Ini juga berdasarkan rekomendasi langsung dari Coach Ong. Setelah kami pantau, Telmo dinilai cocok dengan skema permainan tim,” terang Syahid.

Manajemen pun melakukan diskusi intensif sebelum mengunci kesepakatan dengan sang pemain. Menurut Syahid, keputusan mendatangkan Telmo bukan hanya soal kebutuhan teknis, tapi juga chemistry yang sudah terbangun sebelumnya dengan pelatih kepala.

“Dia sudah memahami gaya kepelatihan Ong Kim Swee. Kami yakin adaptasinya akan berjalan cepat dan ia bisa menjadi motor di lini tengah Persik,” imbuhnya.

Telmo mengawali karier profesional dari akademi klub besar Portugal, FC Porto. Setelah itu, ia malang melintang membela sejumlah klub di negaranya seperti Tourizense, Freamunde, dan Santa Clara. Ia juga sempat memperkuat klub Islandia ÍBV Vestmannaeyjar.

Tak hanya di level klub, Castanheira juga memiliki rekam jejak bersama timnas muda Portugal. Tercatat, ia bermain di skuad U-16 dan U-17 pada periode 2007–2008, mencetak satu gol dari 13 penampilannya.

Syahid berharap kehadiran Telmo membawa dampak positif bagi performa Persik Kediri di musim mendatang.

“Kami menaruh ekspektasi tinggi pada Telmo. Semoga dia bisa tampil maksimal dan memberikan kontribusi besar untuk membawa Persik ke level yang lebih baik,” tutupnya.(red.al)

Cuaca Tak Menentu Picu Wabah Penyakit, Warga Diminta Waspadai DBD

  


Kediri, kediri24jam.online  – Cuaca ekstrem yang belakangan ini melanda wilayah Kediri bukan hanya berdampak pada sektor pertanian, namun juga menimbulkan ancaman serius di bidang kesehatan masyarakat. Mulai dari gangguan kulit, demam, hingga meningkatnya risiko penularan demam berdarah dengue (DBD).

Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri, Satria Kridha Nugraha, menjelaskan bahwa fenomena anomali cuaca dapat memperparah kondisi lingkungan sehingga memicu merebaknya penyakit tertentu.

“Perubahan iklim seperti La Nina bisa mempercepat datangnya musim hujan. Ini mengacaukan pola cuaca yang biasanya lebih teratur,” terang Satria.

Menurutnya, perubahan tersebut menyebabkan daya tahan tubuh seseorang mudah menurun akibat kondisi cuaca yang tidak stabil. Selain itu, hujan yang datang lebih awal dan dalam intensitas tinggi menjadi faktor pendukung berkembangnya populasi nyamuk aedes aegypti—vektor utama penyebar virus DBD.

“Nyamuk jenis ini berkembang biak sangat cepat di lingkungan yang lembap, terutama saat curah hujan tinggi,” jelasnya.

Satria memaparkan bahwa apabila curah hujan melebihi 150 mm per bulan dan terjadi selama tiga bulan berturut-turut, maka potensi peningkatan populasi nyamuk menjadi lebih besar. Hal ini menjadikan risiko penyebaran DBD kian mengkhawatirkan, bahkan saat seharusnya memasuki musim kemarau.

“Biasanya musim kemarau itu cenderung kering dan suhunya lebih rendah, jadi perkembangan nyamuk melambat. Tapi kalau anomali cuaca terjadi, hujan bisa saja turun saat kemarau, dan itu membuat kondisi ideal bagi nyamuk untuk bertelur,” imbuhnya.

Karena itu, BMKG mengimbau adanya kerja sama lintas sektor untuk memantau kondisi cuaca dan menyesuaikan langkah-langkah antisipasi penyebaran penyakit.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya dari sektor kesehatan, untuk menyampaikan prediksi musim hujan dan kaitannya dengan ancaman DBD,” ujar Satria, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat terkait langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan lingkungan, menguras penampungan air, dan menggunakan pelindung diri dari gigitan nyamuk.(red.al)

Ratusan Pelajar Madrasah Dilepas Wali Kota Kediri Menuju Porseni Jatim di Jember

  


Kediri,  kediri24jam.online – Sebanyak 306 orang yang tergabung dalam kontingen Porseni Madrasah Kota Kediri resmi diberangkatkan menuju ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Provinsi Jawa Timur. Pelepasan secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, di Ruang Jayabaya, Balai Kota Kediri, Sabtu (5/7).

Ratusan peserta ini terdiri dari atlet pelajar, pelatih, ofisial, serta tim pendukung lainnya. Mereka akan mengikuti kompetisi yang akan berlangsung di Kabupaten Jember pada 7 hingga 9 Juli 2025.

Dalam sambutannya, Wali Kota Vinanda memberikan dukungan penuh kepada para peserta yang akan mewakili Kota Kediri di ajang bergengsi tersebut. Ia mengapresiasi semangat dan kesiapan yang telah ditunjukkan oleh seluruh kontingen.

“Saya percaya dengan latihan dan persiapan yang matang, kalian mampu menampilkan performa terbaik dan membawa nama baik Kota Kediri,” tutur Vinanda penuh semangat.

Lebih lanjut, ia mengajak para atlet untuk menjadikan ajang ini sebagai momentum kebangkitan prestasi madrasah, sebagaimana yang pernah diraih pada tahun 2015 saat Kota Kediri berhasil menjadi juara umum.

“Jangan sekadar mengejar kemenangan, tapi bawa juga semangat untuk mengangkat kembali kejayaan madrasah Kota Kediri,” tegasnya.

Wali kota perempuan termuda se-Indonesia itu juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan menjaga sikap selama mengikuti rangkaian kegiatan. Menurutnya, Porseni bukan hanya tentang kompetisi, melainkan juga tentang membentuk karakter dan memperluas wawasan peserta didik.

“Buktikan bahwa pelajar madrasah tidak hanya cerdas dan terampil, tapi juga santun dan berakhlak. Inilah ciri generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional bahkan global,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri, Ahmad Zamroni, menyampaikan bahwa kontingen terbagi dalam tiga jenjang pendidikan. Masing-masing terdiri dari:

  • 90 peserta dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang akan berlaga di delapan cabang olahraga dan delapan cabang seni.

  • 115 peserta dari Madrasah Tsanawiyah (MTs).

  • 101 peserta dari Madrasah Aliyah (MA).

“Ini bentuk komitmen kami dalam mendukung visi Kota Kediri yang Maju, Profesional, dan Nyaman (MAPAN). Kami sangat berterima kasih kepada Mbak Wali atas dukungannya yang luar biasa,” ujar Zamroni.

Ia menambahkan bahwa pemberangkatan dilakukan secara bertahap dalam beberapa kloter, dan seluruh peserta dijadwalkan sudah tiba di Jember pada Minggu (6/7).(red.al)

Coach Ong Kim Swee Terkesan Latihan di Gelora Daha Jayati: Lapangan Sudah Siap, Atmosfernya Positif

  


Kediri, kediri24jam.online  – Latihan di Gelora Daha Jayati (GDJ), Kecamatan Tarokan, menjadi pengalaman baru bagi sebagian punggawa baru Persik Kediri. Bagi pemain senior, lokasi ini mungkin sudah tak asing, namun lain halnya dengan pelatih kepala Ong Kim Swee yang mengaku cukup terkejut dengan kondisi stadion tersebut.

Pelatih asal Malaysia itu menyatakan kekagumannya pada kesiapan fasilitas lapangan di GDJ. Ia mengungkapkan bahwa dalam banyak proyek stadion yang pernah ia jumpai, pembangunan biasanya dimulai dari struktur utama seperti tribun atau bangunan fisik lainnya. Sementara kondisi lapangan kerap menjadi prioritas belakangan.

“Yang menarik di sini justru lapangannya sudah siap lebih dulu. Itu sangat positif,” ujar pelatih yang pernah menangani Timnas Malaysia tersebut.

Salah satu aspek yang menurutnya sangat mendukung atmosfer pertandingan adalah jarak tribun yang dekat dengan lapangan. Desain tanpa lintasan atletik, menurut Coach Ong, bisa menciptakan ikatan emosional yang kuat antara pemain dan penonton.

“Jarak tribun yang dekat bisa menambah semangat pemain. Suporter akan lebih terasa kehadirannya di pinggir lapangan,” tutur mantan juru taktik Persis Solo itu.

Ia juga berharap ke depannya fasilitas latihan di Kediri dapat diperluas. Menurutnya, memiliki lebih dari satu lapangan dalam satu kompleks akan sangat membantu rotasi dan efektivitas sesi latihan tim.

“Lapangan ini sangat bagus. Tapi saya harap nanti bisa ada tambahan lapangan lain di area stadion untuk menunjang kebutuhan tim,” harapnya.

Sebagai informasi, saat ini lapangan Stadion Brawijaya, markas utama Persik Kediri, tengah dalam proses renovasi. Perbaikan ini diperkirakan memakan waktu sekitar tiga pekan.

Demi menjaga kontinuitas latihan, manajemen klub memutuskan untuk memindahkan lokasi latihan sementara ke Gelora Daha Jayati sejak Senin (30/6) lalu.

Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya klub untuk tetap mempertahankan Kota Kediri sebagai kandang utama, meskipun sedang dilakukan pembenahan infrastruktur stadion.(red.al)

Persik Kediri Rekrut Gelandang Portugal Telmo Castanheira, Eks Anak Asuh Coach Ong Kim Swee

  


Kediri, kediri24jam.online  – Klub sepak bola Persik Kediri resmi memperkenalkan rekrutan anyar mereka, Telmo Castanheira, pada Jumat (4/7). Pemain berusia 33 tahun asal Portugal ini didatangkan untuk memperkuat lini tengah Macan Putih pada musim kompetisi mendatang.

Meski namanya belum dikenal luas di kalangan suporter Persikmania, Telmo bukan sosok asing bagi pelatih kepala Ong Kim Swee. Ia pernah menjadi anak asuh Coach Ong saat membela Sabah FC di Liga Malaysia. Chemistry antara keduanya menjadi salah satu faktor utama di balik kedatangannya ke Kota Tahu.

“Saya punya beberapa opsi, tetapi Coach Ong menyarankan saya untuk bergabung dengan tim ini. Saya tertarik dengan visi dan rencana yang ditawarkan,” ujar Telmo kepada awak media.

Tak hanya pelatih, peran Arthur Irawan selaku pemilik klub juga sangat menentukan. Telmo menyebut Arthur sebagai tokoh penting yang mendorongnya menerima tawaran Persik.

Sebagai pemain baru, Telmo langsung bergabung dalam sesi latihan Persik dan mengaku mulai terbiasa dengan lingkungan barunya. Ia menilai cuaca di Kediri cukup bersahabat dan tidak terlalu berbeda dengan kondisi iklim di Malaysia.

“Saya merasa nyaman sejauh ini. Memang panas, tapi masih ada angin sepoi-sepoi. Saat saya pertama kali datang ke Sabah, cuacanya jauh lebih panas dan tak berangin,” katanya sambil tersenyum.

Pemain bertinggi badan 185 cm ini juga mengungkapkan bahwa dirinya sangat antusias memulai petualangan barunya di Liga 1. Telmo mengaku telah lama mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia dan tak sabar untuk merasakan atmosfer kompetisi secara langsung.

“Ini klub pertama saya di Indonesia. Saya memang sudah sedikit mengikuti sepak bola di sini, dan sangat senang bisa menjadi bagian dari Persik,” ungkapnya seusai latihan di Stadion Gelora Daha Jayati, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

Soal target, Telmo menyatakan tekadnya untuk membantu Persik meraih hasil terbaik musim ini. Ia siap bekerja keras dan memberikan kontribusi maksimal di setiap pertandingan.

“Saya selalu bermain untuk menang. Itu mentalitas saya,” tegasnya.

Sebagai tambahan, Telmo memiliki rekam jejak yang cukup panjang di dunia sepak bola. Ia memulai karier di akademi FC Porto, kemudian melanjutkan kiprahnya di sejumlah klub Portugal seperti Tourizense, Freamunde, dan Santa Clara. Ia juga sempat memperkuat klub Islandia, IBV Vestmannaeyjar.

Selain di level klub, Telmo juga pernah memperkuat Tim Nasional Portugal kelompok usia U16 dan U17. Pengalaman internasional ini menjadi modal penting dalam memperkuat lini tengah Persik Kediri.(red.al)

Ribuan Jamaah Padati Haul Masyayikh dan Penutupan 1 Abad Ponpes Al Falah Ploso

 



Kediri,  kediri24jam.online – Ribuan orang memadati Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Kamis malam (4/7), dalam rangka haul akbar para masyayikh serta acara penutupan peringatan 100 tahun berdirinya pondok tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, diperkirakan lebih dari 15 ribu jamaah hadir memenuhi kompleks pondok. Mereka datang dari berbagai penjuru daerah, mulai dari santri aktif, alumni, hingga rombongan majelis taklim bersama keluarga masing-masing.

Sejumlah jamaah bahkan telah tiba sejak sehari sebelumnya. Banyak pula yang sengaja datang sejak pagi hari demi memperoleh posisi terbaik agar dapat menyaksikan langsung tokoh-tokoh nasional yang dijadwalkan hadir dalam acara.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 19.30 WIB dengan pembacaan kitab kuning. Sekitar pukul 21.50 WIB, KH Ma’ruf Amin yang merupakan mantan wakil presiden RI naik ke atas panggung utama untuk menyampaikan ceramah kebangsaan.

“Pondok Al Falah Ploso ini telah melahirkan kader-kader umat yang luar biasa. Banyak dari santrinya kini menjadi pemimpin yang memberi dampak besar bagi masyarakat,” ujar KH Ma’ruf Amin dalam tausiyahnya.

Ia menekankan bahwa seorang pemimpin ideal harus dibekali dengan ilmu yang luas serta pengalaman yang memadai agar mampu menjawab kebutuhan umat. Tanpa itu, pemimpin hanya akan menjadi alat bagi kepentingan pihak tertentu.

Selain KH Ma’ruf Amin, hadir pula sejumlah tokoh penting dalam acara tersebut. Di antaranya Menko PMK Muhaimin Iskandar, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, serta Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Tampak pula para kiai dan pengasuh pondok ternama seperti KH Abdullah Kafabihi Mahrus (Ponpes Lirboyo), KH Abdul Qoyyum Mansur (Ponpes An-Nur Lasem), dan sejumlah tokoh ulama lainnya.

Meski waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB, ribuan jamaah masih terlihat tekun menyimak ceramah yang disampaikan secara bergantian oleh para tokoh. Mereka percaya bahwa di balik setiap nasihat, tersimpan hikmah yang bermanfaat untuk kehidupan.(red.al)

Kamis, 03 Juli 2025

Magetan dan Kediri Bersaing Ketat di Cabor Aeromodelling Porprov Jatim 2025

  


MALANG,  kediri24jam.online – Pertarungan di cabang olahraga aeromodelling dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 berlangsung sengit. Hingga Kamis (3/7/2025), kontingen Magetan dan Kabupaten Kediri saling kejar dalam perebutan posisi teratas perolehan medali.

Berlokasi di kawasan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, kedua daerah tersebut tampil impresif dengan mengoleksi masing-masing tiga medali emas, membuat mereka menjadi unggulan kuat dalam perburuan gelar juara umum di cabor ini.

Magetan sementara unggul tipis karena turut membawa pulang satu medali perak dan satu perunggu, sedangkan Kabupaten Kediri belum mengantongi tambahan medali lain di luar emas. Di posisi berikutnya, Pamekasan membayangi dengan perolehan satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Disusul oleh Tulungagung dan Kota Malang yang masing-masing baru mengantongi satu medali emas.

Menurut Zainudin Ghozali, selaku Technical Delegate (TD) aeromodelling, persaingan antardaerah masih cukup kompetitif, meski dua daerah unggulan kini mulai mengungguli klasemen.

“Dari sisi persaingan cukup merata. Tapi memang Magetan dan Kediri tampil konsisten dan mendominasi. Mereka hanya berselisih di medali perak dan perunggu,” jelasnya.

Zainudin menambahkan, masih ada dua nomor lomba tersisa yang sangat menentukan dalam perebutan gelar juara umum.

“Nomor-nomor yang tersisa bisa menjadi kunci akhir. Sementara daerah lain sudah sulit mengejar karena jarak medali yang terlalu jauh,” imbuhnya.

Terkait penyelenggaraan, Zainudin mengapresiasi dukungan penuh dari KONI Kabupaten Malang selaku tuan rumah. Fasilitas, teknis pertandingan, hingga antusiasme masyarakat dinilai mendukung jalannya pertandingan secara optimal.

“Secara umum pelaksanaan sangat baik. Tidak ada hambatan berarti. Dukungan tuan rumah luar biasa, dan ini tentu memberikan kenyamanan bagi atlet,” tutupnya.

Dengan kondisi tersebut, duel antara Magetan dan Kabupaten Kediri diprediksi akan berlangsung hingga detik terakhir untuk menentukan siapa yang pantas membawa pulang status juara umum aeromodelling Porprov IX Jatim 2025.(red.al)

Dugaan Pungli di SMAN 6 Kediri: Komite dan Kepala Sekolah Dituding Lakukan Penarikan Tak Resmi

 



KEDIRI,  kediri24jam.online – Praktik pungutan liar (pungli) diduga kembali mencuat di lingkungan SMA Negeri 6 Kediri. Sejumlah wali murid melaporkan adanya penarikan dana yang nilainya mencapai jutaan rupiah, yang disebut-sebut dilakukan oleh pihak sekolah dan komite.

Keluhan ini mencuat setelah beberapa orang tua siswa mengungkapkan adanya pungutan yang dirasa memberatkan, seperti biaya seragam hingga lebih dari Rp2,6 juta. Bahkan, ada pula dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Tim media yang berusaha mengonfirmasi langsung kepada pihak sekolah tidak mendapatkan jawaban, karena kepala sekolah dikabarkan sulit ditemui dan terkesan menghindari permintaan klarifikasi.

“Kami hanya ingin mendengar langsung klarifikasi dari pihak sekolah agar informasi ini berimbang,” ujar salah satu jurnalis yang melakukan peliputan ke lokasi.

Beberapa orang tua siswa yang berhasil diwawancarai pun membenarkan adanya penarikan dana. Namun mereka enggan disebutkan namanya, lantaran khawatir hal tersebut berdampak buruk bagi anak-anak mereka.

“Saya dan beberapa wali murid keberatan, tapi banyak yang takut bicara. Kami khawatir anak kami dikucilkan atau mendapat perlakuan berbeda,” ujar salah satu narasumber.

Dugaan pungli ini disebut berlangsung lewat mekanisme komite sekolah. Padahal, sesuai dengan Permendikbud No. 75 Tahun 2016, komite sekolah dilarang melakukan pungutan kepada peserta didik maupun orang tua siswa.

Parahnya lagi, informasi yang beredar menyebut adanya oknum humas sekolah yang turut terlibat dalam dugaan praktik tidak terpuji ini.

Aan Pujianto, SH., MH, seorang pemerhati hukum, menanggapi serius laporan tersebut. Ia menyebut bahwa setiap bentuk pungutan liar bisa dikenai sanksi sesuai dengan Pasal 368 KUHP.

“Sekolah negeri tidak diperbolehkan memungut biaya dari siswa, apapun alasannya. Apalagi jika dikaitkan dengan syarat kelulusan atau penerimaan siswa baru. Ini jelas pelanggaran,” tegas Aan.

Ia menilai praktik pungutan semacam ini sudah menjadi pola yang berulang, bahkan dikhawatirkan dijadikan lahan untuk memperkaya diri oleh oknum kepala sekolah dan komite.

“Jika praktik seperti ini tetap dilakukan dan tidak ada perubahan, kami akan melaporkannya ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur agar segera ditindak tegas,” tandasnya.

Kasus ini menjadi sorotan karena mencoreng dunia pendidikan, terlebih di sekolah negeri yang semestinya mengutamakan akses pendidikan yang terjangkau dan bebas dari beban tambahan, khususnya bagi keluarga kurang mampu.(red.al)

Mas Dhito Tegaskan Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati Rampung 2027

  


KEDIRI, kediri24jam.online  – Proyek pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, terus dikebut. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memastikan stadion megah tersebut akan selesai sepenuhnya pada tahun 2027.

Dalam kunjungannya ke lokasi pembangunan pada Kamis (3/7/2025), pria yang akrab disapa Mas Dhito itu menyampaikan bahwa tahun ini Pemkab Kediri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp13 miliar untuk mempercepat proses pembangunan.

"Pada tahun 2025 ini, Rp10 miliar kami fokuskan untuk menyelesaikan pekerjaan di zona A, sementara Rp3 miliar digunakan membangun akses jalan menuju stadion," ungkap Mas Dhito di sela peninjauan.

Zona A menjadi prioritas karena merupakan area utama bagi pemain, termasuk ruang ganti dan area teknis. Pekerjaan yang dilakukan antara lain interior, pemasangan lantai granit, pengerjaan dinding arsitektural, serta instalasi sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

Tak hanya pembangunan bagian dalam, Pemkab Kediri juga menyelesaikan akses jalan menuju stadion dengan lebar 7 meter, ditambah bahu jalan masing-masing 1 meter. Jalan tersebut akan dihubungkan langsung dengan jalan provinsi.

“Pembebasan lahan sepanjang 675 meter untuk akses tembusan ke jalan provinsi telah kami lakukan tahun lalu, dengan biaya sekitar Rp13 miliar,” terang Mas Dhito.

Saat ini, progres fisik pembangunan stadion telah mencapai 30 persen, meliputi struktur bangunan utama baik di sisi dalam maupun luar stadion. Seluruh proyek ini didanai penuh oleh APBD Kabupaten Kediri.

Pembangunan stadion dilakukan secara bertahap hingga seluruh kawasan rampung, termasuk penataan lingkungan stadion (site development). Mas Dhito menjelaskan bahwa anggaran lanjutan akan disiapkan pada 2026 sebesar Rp55 miliar, dan 2027 sebesar Rp51 miliar.

Rencana pekerjaan ke depan meliputi:

  • 2026: pemasangan atap stadion, kelanjutan sistem MEP, serta penataan kawasan.

  • 2027: pemasangan kursi tunggal (single seat) untuk penonton, penyempurnaan sistem MEP, dan finalisasi penataan lingkungan stadion.

“Setiap tahun kami pastikan pembangunannya terus berjalan. Target kami, stadion ini resmi selesai dan bisa digunakan pada tahun 2027,” tegas Mas Dhito.

(red.al)

DPRD Banyumas Dorong Reformasi Sistem Parkir: Utamakan Pelayanan dan Kesejahteraan Jukir

  


BANYUMAS, kediri24jam.online  — Persoalan parkir di Kabupaten Banyumas bukan hanya soal pendapatan asli daerah (PAD), namun juga menyangkut kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan juru parkir (jukir). Hal ini ditegaskan Wakil Ketua DPRD Banyumas, Joko Pramono, dalam keterangannya baru-baru ini.

“Parkir itu bagian dari pelayanan masyarakat. Maka jangan hanya bicara retribusi, tapi juga bagaimana pelayanannya ditingkatkan — baik untuk warga maupun petugas di lapangan,” ujarnya.

DPRD melalui Komisi III saat ini tengah melakukan pemetaan permasalahan parkir serta kajian komparatif ke sejumlah wilayah seperti Yogyakarta dan beberapa kota di Jawa Timur, guna mencari model pengelolaan parkir yang lebih efektif dan berpihak kepada masyarakat.

“Contohnya di Kediri, mereka menerapkan sistem pembayaran pajak kendaraan yang terintegrasi dengan biaya parkir. Tapi kami di Banyumas ingin fokus dulu pada kenyamanan warga dan peningkatan taraf hidup para jukir,” jelas Joko.

Langkah konkret yang tengah disiapkan ialah program pelatihan dan pembekalan untuk jukir, yang nantinya akan dibekali wawasan mengenai etika pelayanan publik dan peran mereka dalam menciptakan iklim parkir yang tertib dan manusiawi.

“Kami akan libatkan semua pihak, termasuk koordinator lapangan dari berbagai zona parkir. Fokusnya bukan pada latar belakang ormas, tapi pada mereka yang bekerja langsung di lapangan,” tegasnya.

Joko menambahkan bahwa regulasi teknis terkait pengelolaan parkir akan terus diperbarui, dan rencananya implementasi sistem baru ini bisa dimulai pada tahun 2026 mendatang.

“Saya kira aturan bisa disusun bertahap. Tapi yang utama adalah pelayanan. Kalau masyarakat merasa nyaman, otomatis pendapatan akan mengikuti,” ungkapnya.

Saat ini, pengelolaan parkir di Banyumas masih mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perparkiran, yang tengah diujicobakan sembari dilakukan penataan menyeluruh dan koordinasi antarinstansi terkait.(red.al)

Kota Kediri Unjuk Kekuatan di Cabor Angkat Berat Porprov Jatim 2025, Borong Tiga Emas di Hari Pertama

 



MALANG,  kediri24jam.online — Kontingen Kota Kediri membuka langkah gemilang dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 dengan tampil mendominasi pada cabang olahraga angkat berat. Dalam laga perdana yang digelar di Gedung Sasana Krida, Kota Malang, Kamis (3/7/2025), para atlet Kediri sukses mengamankan tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu.

Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menyambut positif raihan awal tersebut dan tetap optimistis akan tercapainya target enam medali emas.
“Awalan yang baik, kami targetkan enam emas dari angkat berat. Dengan perolehan tiga emas di hari pertama, peluang kami cukup besar,” ungkapnya.

Tiga emas yang diraih Kota Kediri berasal dari dua lifter andalan: Galuh Mustika Pratiwi dan Dyah Ayu Yugiswara.

Galuh, yang turun di kelas 47 kg putri, menunjukkan dominasinya dengan memborong dua medali emas, yakni pada kategori subtotal dan kategori total. Ia mencatatkan angkatan subtotal 172,5 kg (117,5 kg squat dan 55 kg benchpress), serta total angkatan 297,5 kg setelah menambah 125 kg di deadlift.

Galuh mengungguli pesaing terdekatnya, Aura Rahma dari Tuban, yang harus puas dengan dua perak berkat angkatan subtotal 142,5 kg dan total 267,5 kg. Sementara Ristanti Kurnia Alif (Lumajang) meraih dua perunggu dengan subtotal 132,5 kg dan total 255 kg.

Emas ketiga dipersembahkan oleh Dyah Ayu Yugiswara di kelas 57 kg putri nomor total, setelah membukukan total angkatan 345 kg. Namun, di nomor subtotal, Dyah harus rela membawa pulang medali perak dengan catatan 195 kg, kalah tipis dari Alivia Monica (Tuban) yang mengangkat 197,5 kg untuk meraih emas.

Alivia sendiri hanya menempati posisi kedua di nomor total dengan angkatan 332,5 kg, sementara lifter Kediri lainnya, Nian Salsa Aprilliana, menyumbang dua perunggu dengan subtotal 147,5 kg dan total 262,5 kg.

Sementara itu, Tuban juga menorehkan prestasi dengan dua emas lewat lifter Yusitas Ika Putri di kelas 52 kg putri. Ia menampilkan performa apik dengan subtotal 189,5 kg dan total 330 kg. Dei Sabetha dari Kabupaten Malang memperoleh dua medali perak (170 kg dan 300 kg), sedangkan perunggu masing-masing disabet Ovita (Sidoarjo) untuk subtotal 152,5 kg dan Yufiana Kartika (Nganjuk) di nomor total 242,5 kg.

Dengan hasil hari pertama ini, Kota Kediri memuncaki klasemen sementara cabang olahraga angkat berat putri. Peluang menambah pundi-pundi emas di nomor selanjutnya masih terbuka lebar.(red.al)

Satpol PP Kediri Temukan Pekerja Anak saat Razia di Kawasan SLG

  


KEDIRI, kediri24jam.online  — Dalam operasi pengawasan malam yang digelar dini hari Kamis (3/7/2026), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri mendapati sejumlah pramusaji yang masih di bawah umur sedang bekerja di beberapa warung angkringan di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).

Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjelaskan bahwa dalam Operasi Non-Yustisi tersebut, pihaknya berhasil mengamankan lima anak berusia di bawah 18 tahun yang ditemukan bekerja di empat lokasi berbeda.

“Tiga lokasi berada di sekitar Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, dan satu titik lainnya di sekitar Fave Hotel,” terang Kaleb, Kamis pagi.

Kelima remaja tersebut berinisial:

  • NZ (16) dari Kecamatan Ngasem,

  • DRI (17) dari Kecamatan Gurah,

  • BA (16) dari Kecamatan Pesantren,

  • CAE (16) dari Kecamatan Kota Kediri,

  • dan FRA (17) juga dari Kecamatan Pesantren.

Menurut Kaleb, para pemilik usaha angkringan yang mempekerjakan mereka langsung dibawa ke Mako Satpol PP untuk diberikan pembinaan dan teguran tegas.

“Pekerja anak adalah pelanggaran serius. Kami tekankan bahwa mempekerjakan anak di bawah umur melanggar Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 68 tentang Ketenagakerjaan,” tegasnya.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa anak yang belum berusia 18 tahun tidak boleh dipekerjakan, dan pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi pidana.

Hasil pendataan di lapangan menunjukkan, sebagian besar dari remaja tersebut mengaku bekerja untuk memenuhi kebutuhan pribadi karena desakan ekonomi keluarga.

“Bukan karena paksaan orang tua, tapi murni inisiatif pribadi karena kondisi ekonomi yang sulit,” jelas Kaleb.

Selain pekerja anak, petugas juga menemukan sejumlah pelanggaran lainnya. Di antaranya adalah pengunjung dan pemilik angkringan yang mengonsumsi minuman keras di tempat umum, serta pramusaji yang mengenakan pakaian tidak sesuai norma kesopanan.

Untuk hal ini, para pelanggar diberikan peringatan keras dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi tindakan serupa.

“Pemilik usaha kami minta menertibkan pakaian karyawan, tidak ada lagi busana terbuka atau seksi yang dikenakan saat bekerja,” pungkas Kaleb.

Satpol PP akan terus melakukan patroli rutin untuk memastikan ketertiban umum dan perlindungan terhadap anak di wilayah Kabupaten Kediri.(red.al)

RRI Kediri dan Universitas Strada Indonesia Kolaborasi Edukasi Stunting Lewat Program Mozaik

  


KEDIRI,  kediri24jam.online — RRI Kediri menggandeng Universitas Strada Indonesia dalam sebuah kemitraan strategis untuk menyukseskan program Mozaik Indonesia, yang salah satu fokusnya adalah edukasi dan percepatan penanganan stunting. Penandatanganan kerja sama ini berlangsung pada Kamis (3/7/2025).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Strada, Dr. Reni Yuli Astutik, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, kerja sama tersebut sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Sudah menjadi kewajiban kami, khususnya para dosen, untuk memberikan edukasi di bidang kesehatan kepada masyarakat luas. Dengan adanya kerja sama ini, peran kami akan semakin kuat dan tepat sasaran,” ujar Reni kepada RRI Kediri.

Ia menambahkan, Universitas Strada memiliki sumber daya manusia yang kompeten dari berbagai program studi untuk mendukung program ini. Mulai dari Prodi Ekonomi Bisnis, Bisnis Digital, Manajemen Bisnis, hingga Kesehatan Masyarakat, Radiologi, ARS, Farmasi, Kebidanan, dan Keperawatan.

“Tenaga pengajar kami dari berbagai bidang akan turut andil dalam memberikan materi edukatif yang relevan sesuai bidang keahlian masing-masing,” tambahnya.

Lebih lanjut, Reni berharap kerja sama ini dapat berdampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya sebatas kegiatan formal.

“Semoga ke depan, edukasi yang kami lakukan bisa memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Ilmu tidak hanya berhenti di ruang kuliah, tapi harus ditularkan kepada masyarakat luas yang membutuhkannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator RRI Kediri, Willy Anugrah Gumilang, S.Pd., M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan ini. Ia menilai sinergi dengan dunia kampus akan memperkuat kualitas konten siaran, khususnya dalam menyampaikan isu-isu strategis seperti stunting.

“Kerja sama ini menghasilkan satu kesepahaman penting: kami bersama-sama berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat lewat Mozaik Indonesia,” ujar Willy.

Menurutnya, kehadiran akademisi dari Universitas Strada akan menambah bobot isi siaran dan memperkaya informasi yang disampaikan ke pendengar.

“Dengan dukungan para pakar dari kampus ternama seperti Universitas Strada, kami berharap pesan-pesan edukatif soal stunting bisa lebih efektif tersampaikan dan mudah dipahami masyarakat,” pungkasnya.(red.al)

Pencairan BSU Belum Merata, Menaker Jelaskan Penyebabnya

  


KEDIRI,  kediri24jam.online — Banyak pekerja yang belum menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 bertanya-tanya soal jadwal pencairan. Menjawab hal ini, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan penjelasan terkait keterlambatan pencairan bantuan tersebut.

Menurut data terkini, BSU tahap pertama telah disalurkan kepada 2.450.068 pekerja pada Selasa (24/6/2025). Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 3.697.836 pekerja yang tercatat sebagai penerima bantuan.

Sementara itu, sebanyak 1.247.768 orang sisanya masih menunggu pencairan. Di sisi lain, untuk tahap kedua, Kemenaker telah menerima daftar 4.535.422 calon penerima dari BPJS Ketenagakerjaan, yang kini masih dalam proses verifikasi dan validasi.

“Verifikasi ini kami lakukan untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar tepat sasaran. Kami sangat berhati-hati dalam mencocokkan data dari BPJS Ketenagakerjaan dengan kriteria yang telah ditentukan,” terang Menaker Yassierli, Jumat (4/7).

Ia juga menyebutkan bahwa proses administrasi keuangan menjadi faktor tambahan dalam keterlambatan ini. Sebab, anggaran BSU 2025 tidak direncanakan sejak awal tahun, sehingga perlu pengaturan tersendiri sebelum dana dapat disalurkan sepenuhnya.

“Jadi kalau ditanya kapan BSU tahap selanjutnya cair, kami belum bisa menentukan waktu pasti. Dua hal utama jadi perhatian kami: keakuratan data dan kesiapan anggaran,” tegasnya.

Diketahui, dari total sekitar 17,3 juta pekerja yang berhak, baru sekitar 2,4 juta orang yang sudah menerima dana BSU yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing.

Bantuan subsidi ini diberikan dalam bentuk uang tunai Rp300 ribu per bulan selama dua bulan, dan disalurkan sekaligus sehingga total Rp600 ribu akan diterima setiap penerima.

Cara Cek Status BSU 2025 di Situs BPJS Ketenagakerjaan

  1. Buka situs resmi: https://bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id

  2. Pilih menu “Cek Status Calon Penerima BSU”

  3. Isi data secara lengkap:

    • Nomor Induk Kependudukan (NIK)

    • Nama lengkap

    • Tanggal lahir

    • Nama ibu kandung

    • Nomor handphone dan email

  4. Klik tombol “Lanjutkan”

  5. Sistem akan menampilkan status kelayakan penerimaan BSU.

Dengan pengecekan mandiri tersebut, pekerja bisa mengetahui apakah dirinya terdaftar sebagai penerima BSU 2025. Pemerintah berharap bantuan ini bisa menjadi stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kalangan pekerja dengan gaji rendah.(red.al)

Kecelakaan Maut di Dekat SLG Kediri, Pemotor Tewas Usai Tabrak Truk

  


KEDIRI,  kediri24jam.online — Insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan desa wilayah Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, pada Kamis malam (3/7/2025) sekitar pukul 19.00 WIB, tepatnya tak jauh dari kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).

Sebuah sepeda motor sport berwarna kuning jenis Kawasaki Ninja dengan nomor polisi AG 4894 XU terlibat tabrakan hebat dengan truk Toyota Dyna AG 8152 GI yang melaju dari arah berlawanan.

Kasatlantas Polres Kediri AKP I Made Jata Wiranegara, melalui Kanit Gakkum IPTU Budi Winariyanto, menyampaikan bahwa korban pengendara motor bernama Makfud Hanif (27), warga Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

“Korban mengalami luka serius di bagian wajah serta sejumlah memar dan lecet di tubuhnya. Meski sempat dibawa ke RSUD SLG, nyawanya tidak tertolong,” jelas IPTU Budi, Jumat (4/7/2025).

Sementara itu, sopir truk bernama Imam Budiono (49), warga Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, tidak mengalami luka dan telah dimintai keterangan oleh pihak berwajib.

Dari hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula saat sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah selatan. Diduga, saat hendak mendahului kendaraan lain, motor keluar jalur dan terlalu ke kanan. Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan dengan truk dari arah utara pun tak terhindarkan.

“Diduga pengendara motor gagal mengontrol kendaraannya saat menyalip. Akibatnya, ia masuk ke lajur berlawanan dan bertabrakan dengan truk,” ungkap Budi.

Petugas dari Unit Laka Satlantas Polres Kediri langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan di lapangan, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi akibat benturan keras dalam kecelakaan tersebut.

Menutup keterangan, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara roda dua, untuk lebih berhati-hati ketika melintasi jalur yang minim penerangan, terutama di wilayah pedesaan.(red .al)