Kamis, 03 Juli 2025

Kediri Nite Carnival 2025 Usung Nuansa Baru, Parade Budaya Daerah Ramaikan Muskomwil APEKSI

  


KEDIRI, kediri24jam.online  — Kediri Nite Carnival (KNC) 2025 akan tampil berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perhelatan tahunan ini menjadi lebih semarak karena digelar bersamaan dengan Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) IV APEKSI ke-20 yang dipusatkan di Kota Kediri.

Sebanyak 13 kepala daerah dari berbagai kota di Indonesia dijadwalkan hadir dan mengikuti parade budaya dalam KNC. Momen ini sekaligus menjadi ajang pertukaran budaya antar daerah, sekaligus memperkenalkan potensi seni dan tradisi khas masing-masing wilayah.

“Tahun ini KNC tidak hanya milik Kediri, tetapi juga menjadi panggung budaya bagi anggota Komwil IV APEKSI,” ungkap Ade Trifianto, Kepala Bagian Pemerintahan Kota Kediri, Jumat (4/7/2025).

Ade menyebut, partisipasi para kepala daerah dan delegasi dari 10 kota anggota Komwil IV APEKSI akan menjadikan parade lebih berwarna. Kota seperti Denpasar, Bima, dan kota lainnya akan menyuguhkan atraksi seni khasnya masing-masing di hadapan masyarakat Kediri.

Keterlibatan peserta lintas daerah ini dinilai akan menambah daya tarik serta memperkaya atmosfer KNC yang selama ini menjadi agenda tahunan favorit warga.

“Ini adalah bentuk kolaborasi yang bagus. Masyarakat bisa menikmati tampilan budaya dari berbagai penjuru nusantara dalam satu panggung jalanan,” jelas Ade.

Selain parade budaya, rangkaian kegiatan Muskomwil APEKSI juga akan diisi oleh expo UMKM, yang menghadirkan beragam produk unggulan dari masing-masing kota peserta. Mulai dari makanan, kerajinan tangan, hingga produk kreatif.

“Jadi, selain menyaksikan parade, masyarakat juga bisa mengunjungi stan-stan UMKM di halaman Balai Kota,” tambahnya.

Yang menarik, rute KNC 2025 juga mengalami perubahan. Jika tahun lalu start dimulai dari Stadion Brawijaya, tahun ini pawai akan dimulai dari simpang tiga Stasiun Kediri dan melewati Jl Dhoho, yang dikenal sebagai ikon kota.

“Ini bagian dari upaya promosi kawasan Jl Dhoho sebagai pusat sejarah dan ekonomi Kota Kediri,” terang Ade.

Tak hanya parade budaya dan expo UMKM, dalam rangkaian Muskomwil IV APEKSI, akan digelar pula gala dinner yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta sejumlah pejabat dari kementerian.

Muskomwil IV APEKSI ke-20 sendiri akan berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Juli 2025. Seluruh wali kota anggota Komwil IV dijadwalkan hadir dalam forum tersebut, yang akan membahas sinergi pembangunan antar daerah sekaligus mempererat kerja sama regional.

“Semoga dengan rangkaian yang lebih beragam dan interaktif, masyarakat bisa merasakan suasana yang lebih segar dan menyenangkan dari Kediri Nite Carnival tahun ini,” tutup Ade.(red.al)

Pekerja Bergaji di Bawah Rp3,5 Juta Bisa Cek NIK untuk BSU Lewat SIPP BPJS Ketenagakerjaan

  


KEDIRI,  kediri24jam.online — Para pekerja dengan penghasilan di bawah Rp3,5 juta disarankan untuk segera mengecek status Bantuan Subsidi Upah (BSU) menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui sistem milik BPJS Ketenagakerjaan.

Meski tahap pertama pencairan BSU telah dilakukan, tahap kedua masih dalam proses pemeriksaan dan validasi. Oleh karena itu, pekerja diimbau untuk rutin memantau status mereka melalui platform SIPP (Sistem Informasi Pelaporan Peserta).

Pengecekan ini tak hanya berguna untuk memastikan pencairan BSU, tapi juga berpengaruh terhadap proses klaim manfaat seperti Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun, dan program lainnya dari BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagai informasi, BSU adalah bantuan tunai langsung dari pemerintah yang ditujukan bagi pekerja berupah rendah. Untuk tahun ini, pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan selama dua bulan (Juni dan Juli), sehingga total bantuan yang diterima adalah Rp600.000.

“BSU ini merupakan bentuk dukungan dari pemerintah yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat, khususnya pekerja yang menerima gaji di bawah Rp3,5 juta atau di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP),” jelas Menteri Ketenagakerjaan dalam keterangannya yang dikutip dari Antara, Jumat (4/7/2025).

Berikut ini langkah-langkah untuk mendaftar dan mengecek NIK melalui SIPP BPJS Ketenagakerjaan:

Cara Mendaftar Akun di SIPP BPJS Ketenagakerjaan:

  1. Kunjungi laman resmi: https://sipp.bpjsketenagakerjaan.go.id

  2. Klik “Buat Akun Baru” dan isikan data perusahaan serta identitas pengguna.

  3. Masukkan kode Captcha, Nomor Pendaftaran Perusahaan (NPP), dan Divisi.

  4. Jika NPP valid, nama perusahaan akan otomatis terisi. Klik “Next”.

  5. Isi Data User Login, termasuk email dan password. Lanjutkan dengan klik “Next”.

  6. Masukkan data KPJ (Nomor Peserta), nama lengkap, tanggal lahir, dan nomor HP.

  7. Klik “Daftar” untuk mengirimkan data.

  8. Sistem akan mengirimkan OTP (kode verifikasi) ke nomor ponsel Anda.

  9. Cek email untuk aktivasi akun. Klik tautan yang diberikan.

  10. Login ke aplikasi SIPP menggunakan email dan password yang telah dibuat.

  11. Pilih perusahaan yang dibawahi. Setelah berhasil masuk, Anda bisa mengecek status NIK Anda.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, para pekerja bisa mengetahui apakah mereka terdaftar sebagai penerima BSU tahap selanjutnya atau tidak.(red.al)

Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman Resmi Menjadi Warga Kehormatan PSHT

  


KEDIRI,  kediri24jam.online — Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurrachman, secara resmi dianugerahi status sebagai Warga Kehormatan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dalam upacara khidmat yang digelar Kamis malam (3/7/2025) di Padepokan Agung PSHT, Kota Madiun.

Pengukuhan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengesahan warga baru PSHT tahun 2025, yang bertepatan dengan datangnya bulan Suro—bulan suci yang sarat makna dalam tradisi pencak silat dan spiritualitas PSHT.

Ketua Umum PSHT, Moerdjoko HW, menegaskan bahwa penyematan gelar warga kehormatan kepada Dudung merupakan bentuk penghargaan atas komitmennya dalam merawat nilai-nilai nasionalisme, keteladanan, dan rasa persaudaraan yang sejalan dengan ajaran organisasi.

“Atas nama keluarga besar PSHT, kami menyambut dengan hormat kehadiran Bapak Dudung sebagai bagian dari kami. Semoga kehadiran beliau menambah kekuatan moral dan semangat baru bagi seluruh warga PSHT,” ujar Moerdjoko dalam sambutan resminya.

Menanggapi penghargaan tersebut, Dudung menyampaikan rasa syukurnya. Ia mengaku bangga menjadi bagian dari PSHT setelah mempelajari sejarah panjang organisasi ini yang telah berdiri sejak 1922 dan berperan aktif dalam perjalanan bangsa.

“PSHT bukan hanya tempat berlatih silat. Ini adalah sekolah kehidupan yang membentuk karakter, semangat kebangsaan, dan akhlak mulia,” ucap Dudung.

Ia juga mengapresiasi sikap dan kepribadian para pendekar PSHT yang dikenal santun dan bersahaja. “Saya melihat langsung bagaimana anggota PSHT menjunjung tinggi tata krama. Itu menandakan bahwa organisasi ini tidak sekadar menguatkan fisik, tapi juga menanamkan nilai-nilai luhur,” tambahnya.

Pengukuhan ini semakin memperkuat posisi PSHT sebagai organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, namun tetap konsisten menjaga marwah serta nilai-nilai luhur seperti pengabdian, kejujuran, dan cinta tanah air di setiap anggotanya.(red.al)

Kecelakaan di Bundaran SLG Kediri, Pemotor Asal Nganjuk Luka Parah Usai Tabrak Truk

  


KEDIRI,  kediri24jam.online – Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Bundaran Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri, Kamis malam (3/7/2025), sekitar pukul 19.00 WIB. Seorang pengendara motor sport asal Nganjuk mengalami luka serius usai menabrak truk di tikungan arah ke Menang, Kecamatan Pagu.

Korban diketahui bernama Makfud Hanif (27), warga Desa Bungur, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Ia mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja dengan nomor polisi AG 4894 XU.

“Identitas pengendara sudah kami pastikan, atas nama Makfud Hanif, usia 27 tahun, asal Sukomoro, Nganjuk,” ujar IPTU Budi Winariyanto, Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Kediri, Jumat (4/7/2025).

Akibat benturan keras, Makfud mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke RSUD Simpang Lima Gumul Kediri untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban melaju dari arah selatan menuju utara. Setibanya di bundaran SLG arah Menang, motor yang dikendarainya diduga mengambil jalur terlalu ke kanan dan akhirnya bertabrakan dengan truk Dyna bernomor polisi AG 8152, yang datang dari arah sebaliknya.

Truk tersebut dikemudikan oleh Imam Budiono (49), warga Jalan Ngadiluwih, Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

“Dugaan awal, pengendara motor melanggar marka jalan dengan melaju terlalu ke kanan, hingga akhirnya menabrak truk dari arah berlawanan,” jelas IPTU Budi.

Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan kendaraan yang terlibat untuk penyelidikan lebih lanjut.(red.al)

Persaingan Jalur Prestasi SMK Membludak, Ribuan Siswa Gagal Lolos

  


KEDIRI, kediri24jam.online  – Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMK melalui jalur prestasi akademik di Kota dan Kabupaten Kediri diwarnai persaingan sangat ketat. Akibatnya, ribuan calon siswa dipastikan tidak tertampung di sekolah negeri.

Berdasarkan pemantauan Jawa Pos Radar Kediri melalui laman resmi PPDB Jatim, hingga pukul 16.00 WIB kemarin (3/7), posisi peserta dalam daftar pemeringkatan terus mengalami perubahan. Pendaftaran daring ditutup pukul 21.00 WIB di hari yang sama, sehingga jumlah pendaftar masih terus bertambah hingga batas waktu tersebut.

Di Kota Kediri, jumlah pendaftar mencapai 2.086 siswa, sementara daya tampung di tiga SMK negeri hanya 1.227 kursi. Di Kabupaten Kediri, selisih antara kuota dan jumlah peminat bahkan lebih signifikan. Hingga pukul 12.06 WIB, tercatat 3.645 peserta telah mendaftar, sementara kapasitas yang tersedia hanya 1.888. Artinya, lebih dari 2.000 siswa harus siap tak tertampung di jalur ini dan diarahkan untuk mendaftar ke SMA/SMK swasta.

Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kediri, Sidik Purnomo menjelaskan, seleksi jalur ini menggunakan sistem pemeringkatan nilai akhir. Jika terjadi kesamaan nilai, maka seleksi dilanjutkan dengan mempertimbangkan jarak antara rumah peserta dengan sekolah tujuan.

“Kalau jaraknya masih sama, penentu berikutnya adalah indeks sekolah asal. Jika tetap setara, maka waktu pendaftaran yang jadi penentu akhir,” ungkapnya.

Hasil pemeringkatan tersebut bisa dilihat secara real time melalui situs PPDB Jatim, sedangkan hasil akhir diumumkan hari ini (4/7).

Sebelumnya, siswa telah diingatkan untuk menggunakan semua opsi pilihan yang tersedia demi memperbesar peluang lolos. Di jalur ini, masing-masing peserta diberi kesempatan memilih hingga tiga program keahlian atau sekolah berbeda.

Namun sayangnya, tidak semua memanfaatkan kesempatan tersebut. “Tadi ada wali murid yang datang ingin menambah pilihan sekolah. Tapi karena dari awal hanya memilih satu, dan ternyata tidak lolos, sekarang sudah tidak bisa menambah lagi,” kata Yazid Bastomi, Operator PPDB di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri.

Karena proses pendaftaran telah ditutup, perubahan atau perbaikan terhadap pilihan tidak dapat dilakukan lagi. Menurutnya, strategi mengisi tiga pilihan bisa menjadi penentu bagi siswa agar tetap memiliki peluang di sekolah atau jurusan lain.

Di sisi lain, pihak sekolah sendiri cenderung tidak dilibatkan langsung dalam proses pendaftaran. Contohnya di SMK Negeri 1 Kota Kediri. Menurut Arif, pihak sekolah tidak diperkenankan membantu proses pendaftaran siswa.

“Kalau sampai kami bantu, dan anak itu tidak lolos, biasanya justru kami yang disalahkan,” ujarnya.

Adapun bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi, mereka bisa langsung melakukan daftar ulang di sekolah tujuan mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB pada hari ini hingga besok (5/7).(red.al)

Terdakwa Pembantaian Satu Keluarga di Ngancar Dituntut Hukuman Mati

  


KEDIRI,  kediri24jam.online — Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjatuhkan tuntutan hukuman mati kepada Yusa Cahyo Utomo (35), terdakwa dalam kasus pembunuhan brutal satu keluarga di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang lanjutan yang digelar di ruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, Kamis (3/7/2025) pukul 13.00 WIB.

Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Iwan Nuzuardhi, menjelaskan bahwa tuntutan mati layak dijatuhkan mengingat perbuatan terdakwa yang dinilai sangat kejam dan telah merenggut nyawa tiga orang dari satu keluarga, termasuk seorang anak di bawah umur.

“Kami melihat ini sebagai tindakan yang dirancang secara matang dan dilakukan dengan cara yang sangat biadab. Tidak hanya membunuh orang dewasa, tapi juga anak kecil. Karena itu, kami menuntut hukuman maksimal berupa pidana mati,” ujar Iwan.

Detik-detik Aksi Keji

Dalam fakta-fakta persidangan terungkap bahwa Yusa pertama kali menyerang kakak kandungnya, K (37), kemudian membunuh suami korban, AK (38), serta keponakannya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, CAW (12). Satu anak lainnya, SPY (11), selamat namun mengalami luka serius akibat serangan terdakwa.

Tidak berhenti di situ, setelah melancarkan aksinya, Yusa juga membawa kabur sejumlah barang milik korban, seperti telepon genggam dan satu unit mobil Toyota Avanza.

Motif: Masalah Ekonomi dan Utang

Dari hasil penyelidikan, motif pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh persoalan utang. Terdakwa diketahui sedang terlilit pinjaman koperasi di Lamongan dan merasa kecewa karena tidak mendapat bantuan dana dari kakaknya. Kekesalan itu memicu niat jahat hingga berujung pada aksi berdarah.

Sidang lanjutan dengan agenda pembelaan dari pihak terdakwa dijadwalkan berlangsung pekan depan.(red.al)

Cuaca Tak Menentu, Petani Kediri Terjepit Biaya Produksi dan Serangan Hama Ganda

 



KEDIRI,  kediri24jam.online — Perubahan iklim yang tak bisa diprediksi kian mempersulit petani di Kabupaten Kediri. Pola cuaca ekstrem berdampak besar terhadap pola tanam, membuat ketahanan tanaman menurun dan menyebabkan biaya pertanian melonjak drastis akibat serangan hama yang datang bersamaan.

Hoerussalam, Peneliti Kesehatan Benih dan Pengendalian Biokontrol, menyampaikan bahwa cuaca yang berubah-ubah telah berdampak langsung pada struktur dan kekuatan tanaman, khususnya padi. Saat musim hujan, daun dan malai tanaman padi cenderung tumbuh menjulang. Sebaliknya, saat cuaca panas, tanaman akan merunduk.

Namun, kondisi tidak stabil seperti saat ini mengacaukan siklus pertumbuhan alami tanaman. “Tanaman jadi lebih rentan terhadap serangan penyakit. Imun alaminya melemah. Akhirnya, biaya perawatan meningkat,” ungkap pria yang akrab disapa Salam, Kamis (4/7).

Ia menjelaskan, pada tiap musim biasanya hanya satu jenis organisme pengganggu tanaman (OPT) yang mendominasi. Misalnya, saat kemarau jamur bisa berkembang, namun akan terhambat saat musim hujan. Sebaliknya, musim penghujan cenderung memicu ledakan populasi bakteri.

Namun dalam kondisi cuaca campuran seperti sekarang — disebut sebagai ‘kemarau basah’ — dua jenis musuh tanaman itu justru berkembang bersamaan.

“Ini yang membuat tekanan terhadap tanaman jadi dobel. Serangan jamur dan bakteri berlangsung beriringan. Belum lagi serangan hama lainnya seperti lalat buah,” jelas Salam.

Akibatnya, petani harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pestisida, menambah tenaga kerja, dan merawat tanaman secara intensif.

Petani Cabai Merugi, Produksi Anjlok

Situasi ini dibenarkan oleh Suyono, Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri. Ia mengatakan bahwa perubahan cuaca ekstrem berdampak langsung terhadap menurunnya hasil panen.

“Awalnya tanaman cabai kami diserang jamur Cercospora capsici, yang membuat daun, bunga, dan buah mudah rontok,” tuturnya.

Namun, seiring cuaca makin tidak stabil, kelembapan tinggi akibat kemarau basah justru memicu serangan jamur lain, Colletotrichum capsici atau antraknosa, yang menyerang buah cabai secara langsung.

Tak hanya itu, petani juga dihadapkan pada kehadiran hama lalat buah, yang menyerang saat tanaman sedang berbuah lebat. Serangan ganda dari jamur dan hama menyebabkan kerugian berlipat.

“Produktivitas turun drastis. Biaya meningkat, tenaga terkuras, tapi hasil tidak sebanding,” keluh Suyono.

Dengan kondisi ini, para petani berharap ada perhatian serius dari pemerintah, terutama dalam bentuk bantuan pestisida ramah lingkungan, pelatihan pengendalian hama terpadu, serta proteksi harga jual saat panen.(red.al)

Jawa Pos Bantah Utang Rp 54,5 Miliar kepada Dahlan Iskan, Siap Tempuh Jalur Hukum

 



KEDIRI,  kediri24jam.online — PT Jawa Pos akhirnya angkat bicara menanggapi permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang dilayangkan oleh mantan Direktur Utamanya, Dahlan Iskan. Melalui kuasa hukumnya, perusahaan media nasional itu membantah keras memiliki tunggakan utang senilai Rp 54,5 miliar, sebagaimana yang diklaim Dahlan.

Permohonan PKPU ini tercatat dalam perkara No. 32/Pdt.Sus-PKPU/2025/PN Niaga Sby di Pengadilan Niaga Surabaya. Hingga saat ini, pihak Jawa Pos menyatakan belum menerima dokumen permohonan secara resmi dari pengadilan.

“Kami sudah melakukan verifikasi terhadap catatan keuangan dan berkonsultasi langsung dengan jajaran direksi. Tidak ada kewajiban utang yang jatuh tempo maupun dapat ditagih seperti yang disebut dalam permohonan PKPU,” ujar Leslie Sajogo, kuasa hukum Jawa Pos, pada Kamis (3/7).

Diketahui, Dahlan Iskan mengajukan PKPU dengan alasan adanya kekurangan pembayaran dividen sebesar Rp 54,5 miliar, yang disebut bersumber dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 2003, 2006, 2012, dan 2016.

Namun Leslie menegaskan, semua keputusan RUPS pada tahun-tahun tersebut dilakukan secara mufakat, termasuk oleh Dahlan sendiri saat masih menjabat sebagai Direktur Utama.

“Tidak pernah ada keberatan ataupun catatan soal pembagian dividen sebelumnya. Lalu kenapa sekarang muncul klaim yang mengaitkan tahun-tahun lampau secara acak?” ujarnya heran.

Menurut Leslie, Dahlan masih memiliki 3,8 persen saham di Jawa Pos—saham yang dulu diberikan oleh pemegang saham lainnya. Sementara pemegang saham mayoritas perusahaan adalah PT Grafiti Pers, penerbit yang juga menaungi Tempo.

Ia juga menyampaikan bahwa pembagian dividen dilakukan berdasarkan prosedur yang diatur dalam anggaran dasar perusahaan dan telah mendapat persetujuan RUPS. Karena itu, ia menilai narasi soal “utang dividen” tidak tepat dan tidak bisa dijadikan dasar hukum untuk PKPU.

“Dividen itu bukan utang dalam pengertian komersial. Tidak bisa serta-merta dikategorikan sebagai utang jatuh tempo seperti yang disyaratkan dalam mekanisme PKPU,” tegasnya.

Sengketa Saham dan Akses Dokumen

Leslie juga mengkritisi langkah Dahlan yang sebelumnya melayangkan somasi dan meminta akses penuh terhadap dokumen internal perusahaan. Ia menyebut permintaan itu tidak berdasar hukum, karena hak pemegang saham hanya mencakup dokumen yang relevan untuk RUPS, bukan seluruh operasional perusahaan.

“Tidak ada regulasi yang memperbolehkan pemegang saham membuka semua dokumen internal. Itu bukan praktik korporasi yang sehat,” tandasnya.

Menanggapi Klaim “Pahlawan Jawa Pos”

Sebelumnya, Dahlan sempat menyampaikan bahwa jika PKPU dikabulkan, dana yang diperoleh akan dibagikan kepada “pahlawan-pahlawan Jawa Pos”. Leslie merespons pernyataan tersebut sebagai subjektif dan tidak memiliki landasan hukum.

“Tidak ada dasar bagi seseorang untuk sepihak menentukan siapa yang layak disebut pahlawan,” katanya.

Ia juga membantah pernyataan yang menyebut pihak Dahlan telah berusaha menyelesaikan perkara ini secara damai. “Faktanya, tidak pernah ada pertemuan atau mediasi. Hanya tiga kali somasi dari kuasa hukum, itu pun semuanya sudah kami jawab secara tertulis,” tegas Leslie.

Jawa Pos Siap Lakukan Perlawanan Hukum

Hingga kini, PT Jawa Pos masih menunggu salinan resmi dari pengadilan. Namun pihaknya siap mengambil langkah hukum bila terdapat unsur pencemaran nama baik atau penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta.

“Negara ini menjunjung supremasi hukum. Jika tuduhan tidak berdasar, kami akan gunakan hak jawab dan bahkan hak gugat,” pungkas Leslie.(red.al)

Bulog dan Pemkot Kediri Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan

  


KEDIRI, kediri24jam.online — Dalam upaya memperkuat strategi ketahanan pangan di wilayah perkotaan, Perum Bulog Kantor Cabang Kediri menggelar pertemuan resmi dengan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, di Balai Kota Kediri. Pertemuan ini menandai penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog dalam menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pangan pokok.

Kepala Bulog Kediri, Harisun, dalam kesempatan itu memaparkan capaian kinerja pengadaan gabah dan beras yang telah mencapai angka 94 persen dari total target tahunan. Dari target 50.280 ton, Bulog telah berhasil menyerap sekitar 47.263 ton beras dari wilayah kerja Kediri.

“Alhamdulillah realisasi kita cukup menggembirakan. Semoga dalam waktu dekat target dapat kami tuntaskan sepenuhnya,” ujar Harisun optimistis.

Tak hanya soal pengadaan, Bulog juga melaporkan progres pendistribusian bantuan pangan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Tercatat sebanyak 26.232 warga Kota Kediri masuk dalam daftar Penerima Bantuan Pangan (PBP) untuk periode penyaluran Juni dan Juli 2025.

Bantuan ini merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga serta mendukung upaya pengurangan angka kemiskinan.

Dalam menghadapi potensi kenaikan harga dan tekanan inflasi, Bulog dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kediri juga bersiap menjalankan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini bertujuan menyediakan beras dan bahan kebutuhan pokok lainnya dengan harga bersubsidi untuk masyarakat umum.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengapresiasi upaya terkoordinasi ini. Ia menyebut kerja sama lintas lembaga seperti ini sangat penting untuk menjamin kestabilan ekonomi dan keberlangsungan hidup masyarakat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

“Kolaborasi antara Pemkot dan Bulog merupakan langkah strategis untuk memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia, terjangkau, dan berkualitas,” ujar Vinanda.

Melalui sinergi ini, diharapkan Kota Kediri bisa semakin tangguh menghadapi tantangan ketahanan pangan dan memastikan seluruh warga tetap mendapatkan akses pangan yang memadai.(red.al)

Harapan Baru untuk Honorer R4: Pemerintah Buka Jalur Khusus PPPK

  


KEDIRI,  kediri24jam.online — Kabar menggembirakan datang bagi ribuan pegawai honorer kategori R4 yang selama ini berada di ujung ketidakpastian. Pemerintah pusat akhirnya mengumumkan pembukaan jalur khusus penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk mereka yang belum tercatat dalam data resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Menteri PANRB Nomor B/825/M.SM.02.00/2025 sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan terhadap loyalitas tenaga honorer non-ASN yang selama bertahun-tahun telah mengabdi di instansi pemerintahan tanpa status kepegawaian tetap.

Sejak hasil seleksi tahap kedua PPPK diumumkan pada 16 Juni 2025, muncul keresahan dari kalangan R4. Mereka merasa tidak memiliki peluang besar karena tidak terdata di BKN—berbeda dengan kelompok R2 dan R3 yang masih tercatat dan punya kemungkinan diangkat meski belum memperoleh formasi.

Kondisi semakin kompleks dengan adanya UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang menekankan bahwa prioritas pengangkatan hanya diberikan kepada honorer yang tercatat dalam sistem kepegawaian nasional.

Namun melalui formasi khusus, kini tenaga honorer kategori R4 yang telah bekerja paling lambat sejak 31 Desember 2021 dan masih aktif hingga saat ini diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi PPPK.

Bahkan, jika posisi yang dilamar sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja, mereka bisa langsung lolos tanpa perlu menjalani ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT). Meski demikian, untuk pelamar dengan formasi yang tidak linear, tetap diwajibkan mengikuti tes kompetensi seperti pelamar pada umumnya.

Ketentuan dasar yang harus dipenuhi meliputi:

  • Aktif bekerja paling lambat sejak 31 Desember 2021

  • Usia tidak lebih dari 56 tahun

  • Pendidikan terakhir minimal Diploma 3 atau Sarjana

  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75, kecuali ada kebijakan afirmasi dari instansi

  • Tidak sedang dalam proses pensiun atau terkena pemutusan hubungan kerja tidak hormat

Proses seleksi direncanakan mulai pada Juli 2025 dengan tahap awal berupa verifikasi data yang berlangsung hingga Agustus. Hasil seleksi akan diumumkan pada akhir tahun, dengan target pengangkatan pada bulan Desember 2025.

Selama ini, tenaga honorer R4 telah berkontribusi secara nyata dalam berbagai sektor pelayanan masyarakat, namun karena status mereka yang tidak terdata secara resmi, peluang untuk diangkat menjadi PPPK selalu tertutup.

Pemerintah kini berupaya membuka jalan yang lebih adil dan proporsional bagi mereka. Dalam siaran resminya, Kementerian PANRB mendorong seluruh tenaga honorer R4 untuk segera menyiapkan dokumen dan memperbarui data pribadi agar proses seleksi berjalan lancar.

“Langkah ini bukan hanya soal pengangkatan pegawai, tapi juga bentuk keberpihakan negara terhadap para abdi yang selama ini terpinggirkan,” tulis KemenPANRB dalam keterangan resminya.(red.al)

Rabu, 02 Juli 2025

Cegah Tawuran Antar-Perguruan, IPSI Kediri Perkuat Komunikasi dan Koordinasi

  


Kediri, kediri24jam.online – Maraknya gesekan dan bentrokan antarperguruan pencak silat di berbagai daerah, termasuk Kota Kediri, terus menjadi perhatian. Dalam upaya menjaga keamanan dan harmoni antaranggota, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Kota Kediri kini semakin gencar memperkuat komunikasi antarperguruan.

Ketua IPSI Kota Kediri, Siswanto (66), menyampaikan bahwa pihaknya telah rutin menjalin koordinasi dengan para pimpinan dari 13 perguruan silat yang berada di bawah naungan IPSI.

“Begitu muncul informasi yang berpotensi menimbulkan gesekan, kami segera mengundang para ketua perguruan untuk duduk bersama. Dengan begitu, isu bisa langsung dikendalikan sebelum menyebar dan memicu konflik,” ujar Siswanto saat ditemui pada Selasa (2/7).

Langkah proaktif ini dinilai efektif sebagai bentuk penyelesaian masalah sejak dini. Tak hanya dalam situasi darurat, komunikasi antarperguruan juga dijaga secara berkala sebagai bagian dari strategi pencegahan.

Menurut Siswanto, penanganan awal setiap insiden atau laporan dilakukan dengan pendekatan dialogis. Para pihak yang terlibat langsung dikumpulkan untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

“Kalau ada kejadian, kami tidak menunggu sampai situasi memanas. Semua pihak langsung kami undang untuk klarifikasi dan penyelesaian secara damai,” tegasnya.

IPSI Kota Kediri juga menaruh harapan besar agar seluruh perguruan di wilayah ini dapat terus menjaga citra positif pencak silat. Bagi Siswanto, nilai-nilai luhur seperti sportivitas, persaudaraan, dan kedewasaan harus menjadi landasan utama setiap anggota dalam bertindak.

“Kami ingin semua perguruan tetap menjadi contoh yang baik, tidak hanya dalam hal kemampuan bela diri, tapi juga dalam membangun perdamaian dan persatuan,” pungkasnya.(RED.AL)

Remaja Kediri Inisiatif Temui Bupati demi Serahkan Lukisan Karyanya

  


Kediri, kediri24jam.online  – Semangat dan keberanian bisa datang dari siapa saja, termasuk dari seorang remaja berusia 13 tahun. Itulah yang ditunjukkan Rifqi Nadhim Uqail, pelajar MTsN 9 Kediri yang memiliki tekad kuat untuk menyerahkan lukisan wajah Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana secara langsung.

Biasa disapa Nadhim, remaja ini dikenal sebagai sosok pendiam namun memiliki keberanian yang besar, terutama saat menyangkut hobinya dalam dunia seni lukis. Keinginannya bertemu langsung dengan Mas Dhito tak surut, meskipun sebelumnya lukisan yang ia kirimkan ke kantor bupati belum mendapatkan tanggapan.

Dengan penuh harap, Nadhim bahkan mengirim pesan langsung melalui Instagram ke akun Jawa Pos Radar Kediri, mengutarakan niatnya untuk berjabat tangan dan menyerahkan langsung hasil karyanya kepada Bupati Kediri.

“Dulu sudah pernah diminta nomor HP-nya, tapi belum ada kabar sampai sekarang,” ujar Imam Syafii, ayah Nadhim, yang mendampingi putranya saat diwawancara.

Sebenarnya, keinginan Nadhim sudah muncul sejak masa kampanye. Ia melukis Mas Dhito yang saat itu hadir di Desa Pagu. Namun karena aturan kampanye, anak-anak tak diperbolehkan terlibat langsung. Lukisan itu pun akhirnya hanya tersimpan di rumah.

Namun tekad Nadhim tak surut. Ia kemudian mengajak sang ayah untuk mengantarnya ke Kantor Pemkab Kediri. Menariknya, setiba di lokasi, Imam hanya mengantar hingga gerbang. Sisanya, Nadhim masuk seorang diri ke kantor bupati.

“Saya tanya, berani masuk sendiri? Dia jawab, ‘berani’,” kata Imam.

Keberanian Nadhim bukan hal baru. Sebelumnya, ia pernah melukis Gus Iqdam, tokoh yang ia kagumi. Ketika Gus Iqdam berceramah di desanya, Nadhim membawa lukisan tersebut dan berhasil bertemu langsung serta menyerahkan karyanya. Bahkan, pada kesempatan lain, ia kembali melukis putra Gus Iqdam agar dapat dipanggil lagi ke atas panggung.

Kemampuan seni rupa Nadhim rupanya mengalir dari darah keluarga. Ayahnya suka menggambar, sementara kakaknya adalah pelukis yang karyanya sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia. Nadhim mulai serius belajar menggambar sejak kelas 4 MI, berguru langsung pada sang kakak.

Tak hanya bakat, rasa ingin tahunya juga tinggi. Ia sering mencari informasi lomba menggambar dari media sosial. Dari sana pula ia pernah menjuarai lomba yang mengantarkannya terbang ke Singapura, mewakili Indonesia dalam kompetisi yang digelar oleh sebuah merek susu ternama.

Bahkan keluarganya pun sering dibuat terkejut dengan pencapaiannya. Suatu ketika, ibunya heran saat rumah mereka menerima kiriman hadiah dari sebuah brand minuman. Ternyata, Nadhim diam-diam mengikuti lomba online dan keluar sebagai pemenang.

Meski masih muda, cara Nadhim mengelola hadiah juga mencerminkan kedewasaan. Uang yang ia menangkan selalu ditabung atau digunakan untuk membeli perlengkapan menggambar.

“Cita-cita saya ingin jadi pelukis dan kuliah di ISI Yogyakarta,” ungkap Nadhim.

Kabar terbaru, harapan Nadhim untuk bertemu langsung dengan Bupati Kediri kemungkinan besar akan segera terwujud. Mas Dhito telah mengirimkan pesan langsung kepadanya, menyampaikan keinginan untuk bertemu bulan ini. Namun, waktu pasti pertemuan masih belum ditentukan.(RED.AL)

3 Juli: Seruan Global Tinggalkan Kantong Plastik Sekali Pakai

  


Kediri,  kediri24jam.online – Tanggal 3 Juli diperingati sebagai Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia, sebuah momentum penting yang bertujuan untuk menggugah kesadaran publik terhadap bahaya penggunaan kantong plastik sekali pakai dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Meskipun dikenal praktis dan murah, kantong plastik memiliki dampak jangka panjang yang serius terhadap lingkungan. Sampah plastik membutuhkan waktu lebih dari satu abad untuk terurai secara alami, dan bahkan setelah terurai, masih menyisakan partikel mikroplastik yang mencemari tanah, air, dan udara.

Pencemaran plastik tidak hanya berdampak di darat. Banyak kantong plastik yang terbawa arus hingga ke laut, menyebabkan kerusakan ekosistem dan kematian fauna laut akibat tersedak atau saluran pencernaan yang tersumbat. Di wilayah daratan, plastik juga menjadi penyebab mampetnya saluran air dan memperparah risiko banjir. Jika dibakar, kantong plastik mengeluarkan zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Melihat dampak tersebut, berbagai negara telah mengambil langkah konkret. Bangladesh tercatat sebagai negara pertama yang melarang penggunaan kantong plastik tipis sejak tahun 2002. Setelahnya, Rwanda, Tiongkok, Australia, dan sejumlah kota di Indonesia turut menerapkan kebijakan serupa.

Di sisi lain, gerakan global seperti Break Free From Plastic juga terus digaungkan. Gerakan ini menghimpun lebih dari 1.500 organisasi di seluruh dunia untuk mendorong dunia bebas dari ketergantungan terhadap plastik sekali pakai.

Hari Tanpa Kantong Plastik bukan hanya sekadar perayaan simbolik, melainkan juga panggilan untuk bertindak nyata. Masyarakat diajak untuk mengambil peran aktif, seperti membawa tas kain saat berbelanja, menolak penggunaan kantong plastik dari penjual, serta menyebarkan kesadaran tentang bahaya sampah plastik kepada orang sekitar.

Tindakan kecil ini, jika dilakukan bersama-sama, akan memberikan dampak yang luar biasa. Mewujudkan bumi yang lebih bersih dan sehat dimulai dari keputusan sehari-hari yang sederhana: mengatakan tidak pada kantong plastik sekali pakai.(RED.AL)

Tuntut Pesangon Layak, Eks Karyawan Triple S Dirikan Tenda Aksi di Depan Hotel Insumo

 



Kediri,  kediri24jam.online – Belasan eks karyawan PT Triple S Indosedulur kembali menggelar aksi damai menuntut hak mereka atas pesangon yang dinilai tak sesuai. Dengan cara mendirikan tenda di depan Hotel Insumo Palace, Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota, mereka berharap perusahaan mau membuka hati dan membayar hak yang semestinya diterima.

Aksi tersebut merupakan kelanjutan dari protes sebelumnya yang digelar di kantor pusat perusahaan di Jl Kombespol Duriat pada Mei lalu. Sayangnya, unjuk rasa tersebut tak membuahkan hasil.

Hari Budhianto, Ketua Aliansi Pekerja/Buruh Kediri Raya, menjelaskan bahwa para pekerja yang ikut aksi adalah mereka yang hanya menerima pesangon sebesar Rp 3 juta, meski telah bekerja lebih dari satu dekade.

“Proses hukum lewat PHI memang tersedia, tapi memakan waktu lama dan biaya besar. Kebanyakan dari mereka sedang dalam kondisi ekonomi sulit,” ungkap Hari saat ditemui di lokasi.

Salah satu mantan buruh, Agus Suparjo, menyampaikan bahwa ia harus bertahan hidup dengan gaji jauh di bawah UMK selama 19 tahun masa kerjanya. “Tahun 2006 saya digaji Rp 23 ribu per hari. Setelah hampir dua dekade, gaji saya hanya Rp 50 ribu. Itu pun masih dipotong untuk iuran BPJS,” ujarnya lirih.

Kondisi serupa juga dialami oleh Suwandi, pekerja yang telah mengabdi selama 32 tahun. Ia menyebut hanya mendapatkan kompensasi Rp 3 juta setelah diberhentikan, padahal berdasarkan aturan ketenagakerjaan, ia seharusnya mendapatkan pesangon sembilan kali gaji, penghargaan masa kerja, dan pengganti hak cuti.

“Kami menuntut keadilan. Jika hak kami tak segera dipenuhi, kami akan terus melakukan aksi seperti ini,” tegasnya.

Pihak manajemen PT Triple S Indosedulur sendiri hingga kini belum memberikan pernyataan resmi. Saat awak media mencoba menemui Direktur PT Triple S, Tigor Prakasa, di kantornya, sang direktur disebut tengah sibuk.

“Maaf, Pak Tigor belum bisa ditemui saat ini,” ucap Afianto, petugas keamanan perusahaan.

Masalah ini sebenarnya telah melalui mediasi tripartit yang melibatkan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri. Namun menurut Mahdi Widjojo Kusumo, Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek Disnaker, pihak perusahaan masih mengabaikan anjuran pemerintah untuk membayar pesangon sesuai ketentuan.

“Sudah kami arahkan agar hak pekerja diberikan sesuai masa kerja. Tapi perusahaan belum melaksanakan,” kata pria yang akrab disapa Yoyok tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa para pekerja masih memiliki opsi untuk membawa perkara ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), meskipun sampai saat ini gugatan belum dilayangkan.

Sementara itu, dari tingkat provinsi, Tri Widodo, Kabid Pengawasan dan K3 Disnakertrans Jatim, menuturkan bahwa belum ada laporan resmi yang masuk ke pihaknya.

“Secara administrasi kami belum menerima aduan. Namun kami tetap memantau pergerakan ini. Bila aksi terus berlangsung dan menimbulkan gangguan ketertiban, tentu akan kami tindaklanjuti,” jelasnya.

Aksi pendirian tenda di lokasi dimulai sekitar pukul 08.30. Hari Budhianto menyebut pemilihan lokasi di Hotel Insumo bukan tanpa alasan. “Hotel ini merupakan salah satu aset perusahaan, jadi kami harap tuntutan kami mendapat perhatian,” katanya.(RED.AL)

KPU Kediri Lakukan PAW, Ninik Sunarmi Gantikan Dziyaudin

  



Kediri, kediri24jam.online  – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri kembali menjadi sorotan setelah melaksanakan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap salah satu anggotanya. Proses ini dilakukan setelah seluruh tahapan Pemilu 2024 resmi berakhir.

Pada Selasa, 1 Juli 2025, KPU RI resmi melantik Ninik Sunarmi sebagai anggota KPU Kabupaten Kediri menggantikan Moh Dziyaudin yang sebelumnya menjabat di Divisi Hukum dan Pengawasan. Pelantikan dilakukan secara daring dari kantor KPU Provinsi Jawa Timur.

Pelantikan tersebut dibenarkan oleh Eka Wisnu Wardhana, Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim. “Benar, kemarin Ibu Ninik dilantik menggantikan Pak Dziyaudin,” jelasnya. Ia menambahkan, prosesi pelantikan berlangsung di Kantor KPU Jatim dengan pengawasan dari KPU RI.

Pergantian ini dilakukan karena Dziyaudin telah memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai komisioner. Terkait alasan pengunduran dirinya, Wisnu menyebut bahwa Dziyaudin ingin fokus pada pekerjaan lain di luar penyelenggaraan pemilu.

Setelah resmi menjabat kembali sebagai komisioner, Ninik langsung dijadwalkan mengikuti kegiatan perdana, yakni rapat pleno pembaruan Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB).

Di sisi lain, ketika dikonfirmasi soal keputusannya mundur dari jabatan, Dziyaudin masih enggan membeberkan alasan rinci. Namun, ia membenarkan bahwa dirinya telah tidak aktif di KPU sejak awal tahun.

“Saya sudah mengundurkan diri sejak Januari lalu,” kata Dziyaudin singkat.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Ninik Sunarmi yang diketahui lulusan UIN Malang belum memberikan tanggapan terkait aktivitas perdananya sebagai komisioner setelah pelantikan.(red.al)

Pemkot Kediri Perkuat Sinergi dengan Polri, Komitmen Layani Masyarakat Semakin Solid

  


KEDIRI, kediri24jam.online  – Pemerintah Kota Kediri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum, khususnya jajaran Polri, dalam rangka meningkatkan pelayanan publik yang berkualitas dan humanis.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, saat menghadiri Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-79 yang digelar di Balai Kota Kediri, Selasa (2/7/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menyoroti pentingnya kolaborasi yang erat antara Pemkot dan Polres Kediri Kota untuk menghadapi berbagai tantangan di era modern. Menurutnya, perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta meningkatnya harapan masyarakat terhadap pelayanan publik menuntut pemerintah dan aparat keamanan untuk lebih adaptif dan responsif.

"Harapan kami, kekompakan dan kerja sama antara Pemerintah Kota Kediri, Polres Kediri Kota, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus terjaga demi terwujudnya Kota Kediri yang maju, aman, dan sejahtera," ujarnya.

Vinanda juga memberikan apresiasi atas dedikasi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta dalam melayani masyarakat dengan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.

“Di usia ke-79 ini, Polri telah menunjukkan kiprah yang luar biasa sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Kami ucapkan selamat ulang tahun dan terima kasih atas kerja kerasnya selama ini,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari Forkopimda, termasuk dari Wali Kota Kediri, yang terus memberikan ruang kolaborasi untuk kemajuan Kota Kediri.

“Dukungan dari semua pihak sangat berarti bagi kami, terutama dalam mewujudkan Polri yang lebih profesional dan dicintai masyarakat, sesuai semangat Bhayangkara tahun ini: Polri untuk Masyarakat,” ucap Kapolres.

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi aktif dalam mendukung tugas kepolisian, Polres Kediri Kota memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh penting daerah, termasuk Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota K.H. Qowimuddin Thoha.

Penghargaan serupa juga diserahkan kepada Dandim 0809 Kediri, Ketua DPRD Kota Kediri, Ketua Pengadilan Negeri Kediri, dan Kepala RS Bhayangkara Kediri.

Acara tasyakuran juga dimeriahkan dengan penyerahan tumpeng kepada anggota Polri termuda dan tertua di lingkungan Polres Kediri Kota, serta pemberian hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara.

Dalam upacara peringatan yang berlangsung di halaman Balai Kota, Kapolres AKBP Bramastyo Priaji bertindak sebagai inspektur upacara. Sejumlah penampilan seperti Polisi Cilik Sekartaji dan Marching Band turut menambah semarak acara.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum MUI K.H. Anwar Iskandar, Dandim 0809 Letkol Inf Ragil Jaka Utama, Ketua DPRD Firdaus, Kepala Kejari Andi Mirnawaty, serta berbagai tokoh masyarakat dan unsur Forkopimda lainnya.(red.al)

Persik Kediri Tuntaskan Tes Medis Jelang Liga 1, Seluruh Pemain Dinyatakan Fit

  


Kediri, kediri24jam.online  – Sebanyak 23 pemain Persik Kediri telah menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau Pre Competition Medical Assessment (PCMA) di RS Hermina Malang. Hasil dari tes medis tersebut menunjukkan bahwa seluruh skuad dalam kondisi fisik yang prima menjelang bergulirnya kompetisi BRI Liga 1 musim 2025/2026.

Manajer tim Persik, Muhammad Syahid Nur Ichsan, mengonfirmasi bahwa pengecekan dilakukan sesuai dengan standar protokol kesehatan dari FIFA. Pemeriksaan tersebut mencakup pengambilan sampel darah, evaluasi fungsi jantung, serta analisis kekuatan otot para pemain.

"Seluruh pemain sudah melewati tahapan PCMA sesuai standar internasional. Kondisi kesehatan mereka terpantau baik dan siap untuk menjalani persiapan lanjutan," ungkap Syahid pada Rabu (2/7/2025).

Demi menjamin kualitas pemeriksaan dan perawatan, manajemen Macan Putih memilih menggandeng RS Hermina Malang sebagai mitra medis resmi untuk musim kompetisi kali ini. Kerja sama ini meliputi layanan kesehatan preventif hingga penanganan cedera selama kompetisi berlangsung.

"RS Hermina kami tunjuk sebagai official medical partner untuk musim 2025/2026. Kami optimis dengan dukungan medis yang kuat, performa tim akan lebih terjaga," imbuh Syahid.

Dengan hasil tes yang memuaskan, para pemain kini fokus mengikuti program latihan intensif yang telah disusun oleh pelatih kepala Ong Kim Swee. Latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan menyambut kick-off Liga 1 yang tinggal menghitung pekan.

"Latihan rutin dan peningkatan fisik akan terus digenjot dalam sebulan ke depan. Target kami jelas, tampil maksimal di Liga 1 dan memberikan kebanggaan bagi masyarakat Kediri," pungkasnya.(red.al)

Kasatreskrim Polres Kediri Resmi Berganti, AKP Joshua Peter Krisnawan Gantikan AKP Fauzy Pratama

  


Kediri, kediri24jam.online  – Kepolisian Resor (Polres) Kediri menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasatreskrim dengan penuh khidmat pada Selasa (2/7/2025), bertempat di lapangan indoor Mapolres Kediri. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto, S.H., S.I.K., dan diikuti jajaran pejabat utama serta personel Polres Kediri.

Dalam upacara tersebut dilakukan prosesi pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara sertijab, serta penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab baru.

Jabatan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) kini resmi beralih dari AKP Fauzy Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc. kepada pejabat baru, AKP Joshua Peter Krisnawan, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc.. Sertijab ini menandai dimulainya masa pengabdian AKP Joshua di wilayah hukum Polres Kediri, setelah sebelumnya menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Ngawi.

Dalam sambutannya, Kapolres Kediri menyampaikan apresiasi tinggi kepada pejabat lama atas dedikasi dan kinerja selama mengemban tugas di Polres Kediri. Ia juga memberikan ucapan selamat kepada pejabat yang baru.

“Saya ucapkan terima kasih kepada AKP Fauzy atas pengabdiannya, dan selamat datang kepada AKP Joshua. Saya percaya beliau akan mampu membawa semangat baru dan meningkatkan kinerja satuan reserse,” ujar AKBP Bimo.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan dalam bidang kriminalitas semakin kompleks. Oleh karena itu, setiap anggota dituntut untuk cepat beradaptasi, menjaga kekompakan tim, serta terus berinovasi dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

“Penegakan hukum ke depan memerlukan sinergi yang kuat dan komitmen yang tinggi. Profesionalisme dan integritas harus terus menjadi pegangan,” tambahnya.

Sementara itu, AKP Joshua Peter Krisnawan mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia bertekad untuk melanjutkan program-program yang telah ada sekaligus membawa peningkatan dalam pelayanan hukum kepada masyarakat Kediri.

“Alhamdulillah prosesi sertijab berjalan lancar. Ini adalah amanah besar yang akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami akan terus berupaya menciptakan situasi kondusif melalui penegakan hukum yang adil dan tegas,” tuturnya.

Adapun pejabat sebelumnya, AKP Fauzy Pratama, mendapat penugasan baru sebagai Kasatreskrim Polres Mojokerto.

Pergantian ini diharapkan membawa semangat baru dan memperkuat peran Polres Kediri dalam menjawab dinamika hukum yang semakin berkembang, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional dan berintegritas.(red.al)

Dorong Aktivitas Bandara Dhoho, Kediri Gencarkan Event Nasional dan Internasional

 



Kediri, kediri24jam.online  – Guna meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap layanan penerbangan melalui Bandara Dhoho Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri menyiapkan berbagai strategi promosi. Salah satunya dengan mengembangkan sektor pariwisata dan menggelar event berskala besar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri, Solikin, menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara nasional maupun internasional berpotensi besar mendatangkan pengunjung dari luar daerah bahkan luar negeri. “Kegiatan seperti ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan dan secara tidak langsung akan menghidupkan aktivitas penerbangan di Bandara Dhoho,” ujarnya.

Solikin mencontohkan kirab budaya Suroan di Petilasan Sri Aji Joyoboyo, yang meskipun bersifat lokal, ternyata berhasil memikat perhatian wisatawan mancanegara. Bahkan dalam gelaran terakhir, belasan warga negara Prancis turut hadir menyaksikan prosesi budaya tersebut.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan semacam ini yang sarat nilai tradisi dan sejarah lokal patut terus dikembangkan. Selain itu, perlu pula menambah variasi event lain yang dapat menarik komunitas-komunitas dari berbagai kalangan.

Dalam waktu dekat, Kediri akan menggelar Festival Vespa yang diperkirakan akan menyedot ribuan pengunjung dari berbagai penjuru tanah air. Selain itu, masih ada agenda besar seperti Kediri Dolo KOM (King of Mountain) serta Vertical Run Gunung Kelud yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini.

Rangkaian event tersebut, menurut Solikin, diharapkan bisa meningkatkan angka kunjungan wisata ke Kediri dan sekitarnya. Jika jumlah wisatawan melonjak, kebutuhan akan transportasi udara otomatis akan meningkat pula.

"Semakin banyak yang datang, semakin besar peluang Bandara Dhoho dimanfaatkan. Tidak hanya untuk warga lokal, tapi juga pengunjung dari luar provinsi atau bahkan luar pulau," tegasnya.

Solikin juga menekankan pentingnya sinergi antarwilayah di sekitar Kediri, terutama daerah yang masuk dalam kawasan Selingkar Wilis, agar ikut aktif menyelenggarakan kegiatan besar guna mendorong pertumbuhan sektor transportasi dan pariwisata.

Sebagai informasi, pada bulan Juni lalu, Pemkab Kediri telah mengundang sejumlah daerah tetangga untuk membahas langkah strategis penyelamatan operasional Bandara Dhoho. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Bappeda dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

“Pariwisata bisa jadi kunci utama. Jika potensi ini digarap maksimal, maka dampaknya akan sangat positif, termasuk untuk eksistensi Bandara Dhoho,” pungkas Solikin.(red.al)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 

Eks Karyawan PT Triple S Dirikan Tenda Aksi Tuntut Keadilan Pesangon

  


Kediri, kediri24jam.online  – Sekelompok mantan karyawan PT Triple S kembali turun ke jalan menyuarakan tuntutan mereka. Kali ini, mereka mendirikan tenda perjuangan di depan Hotel Insumo, sebagai bentuk protes terhadap kompensasi pesangon yang dinilai tidak adil dan tidak sesuai masa kerja.

Aksi berlangsung sejak pagi, dimulai sekitar pukul 08.30 hingga menjelang siang. Sebanyak 16 orang mantan pekerja bergotong-royong mendirikan tenda menggunakan dana patungan. Aksi ini direncanakan berlangsung selama satu bulan dengan sistem penjagaan bergiliran.

Slamet Pribadi (60), salah satu peserta aksi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap besaran pesangon yang diterima setelah puluhan tahun mengabdi. "Saya sudah bekerja 20 tahun, tapi hanya diberi Rp 3 juta saat diberhentikan. Jelas tidak layak," kata pria yang akrab disapa Pak Slamet itu.

Menurutnya, ketidakadilan yang mereka alami tidak hanya soal pesangon. Selama bertahun-tahun bekerja, para buruh tidak memperoleh hak normatif secara penuh, bahkan gaji yang diterima pun di bawah upah minimum kabupaten (UMK).

Hal serupa juga disampaikan oleh Parjo, mantan pekerja yang kini berusia 70 tahun. Ia merasa nasibnya diperlakukan tidak manusiawi setelah hampir dua dekade mengabdi. “Saya kerja 19 tahun. Gaji harian hanya Rp 50 ribu, lalu diberhentikan begitu saja dengan pesangon yang tak masuk akal,” ujarnya.

Para mantan karyawan ini berharap dengan aksi damai yang mereka lakukan, pihak perusahaan mau membuka ruang dialog dan memberikan hak-hak mereka secara adil dan sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Mereka juga mengajak masyarakat dan para aktivis untuk turut mendukung perjuangan ini demi keadilan bagi buruh yang selama ini merasa diabaikan.(red.al)

Selasa, 01 Juli 2025

Pemprov Jatim Beri Apresiasi, Kabupaten Kediri Raih Penghargaan Penanganan Stunting

 



Kediri,kediri24jam.online   – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dalam menanggulangi kasus stunting mendapat pengakuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 yang digelar di Surabaya, Kabupaten Kediri berhasil meraih penghargaan peringkat ketiga terbaik dalam pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penanganan stunting tingkat kabupaten/kota se-Jatim tahun 2025.

Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini dan menegaskan pentingnya kerja sama seluruh elemen dalam mencegah munculnya kasus stunting baru. "Kami bersama jajaran desa, kecamatan, kabupaten, dan seluruh OPD berkomitmen penuh dalam menangani wilayah-wilayah rawan stunting," ungkapnya, Selasa (1/7).

Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kediri, Dewi memaparkan bahwa program penanganan stunting di daerahnya dilakukan secara kolaboratif lintas sektor. Mulai dari pelibatan pengusaha, tokoh agama, RT/RW, pemerintah desa, hingga organisasi masyarakat.

“Sinergi seperti ini sangat penting. Karena masih banyak tantangan di lapangan, seperti minimnya pemahaman orang tua tentang pentingnya asupan gizi anak serta rendahnya kunjungan balita ke posyandu,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Kediri secara aktif menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Harapannya, orang tua yang memiliki balita lebih sadar dan rutin membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar seperti posyandu.

Selain intervensi gizi dan layanan kesehatan, Wabup Dewi juga menekankan perlunya pendekatan menyeluruh yang mencakup akses terhadap air bersih, sanitasi layak, pencegahan pernikahan dini, serta edukasi pengaturan jarak kehamilan.

Dari hasil pemantauan pada Bulan Timbang tahun 2024, angka prevalensi stunting di Kabupaten Kediri tercatat sebesar 7,9 persen. Angka ini dinilai cukup baik dibandingkan banyak daerah lain, namun Dewi menegaskan targetnya adalah zero stunting dan tidak ada pertumbuhan kasus baru di masa depan.

Ia juga mengutip arahan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Bupati, yang selalu mengingatkan pentingnya soliditas semua pihak dalam menangani isu ini. “Mas Bupati selalu berpesan agar angka stunting tidak boleh naik. Kami diajak terus kompak dan bergerak bersama,” tutupnya.(red.al)

Ploso Kediri Bersiap Gelar Rangkaian Akhir Harlah 1 Abad dan Haul Akbar Ponpes Al Falah

  


Kediri, kediri24jam.online  – Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, akan menggelar rangkaian penutupan peringatan satu abad berdirinya pesantren serta haul akbar sejumlah tokoh besar dari kalangan keluarga pesantren. Acara akan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2025, dan terbuka untuk masyarakat umum.

Perayaan puncak Hari Lahir (Harlah) ke-100 Ponpes Al Falah sebenarnya telah diselenggarakan pada 1 Januari 2025, bertepatan dengan tanggal berdirinya pesantren yang telah melahirkan banyak ulama dan tokoh nasional.

Haul sendiri merupakan tradisi tahunan yang dilakukan untuk mengenang dan mendoakan orang-orang saleh yang telah wafat, serta mengambil hikmah dari keteladanan hidup mereka.

Jadwal Rangkaian Acara 3–5 Juli 2025

Berikut adalah susunan kegiatan penutup Harlah 100 Tahun dan Haul Akbar Ponpes Al Falah Ploso:

  • Kamis, 3 Juli 2025: Parade Hadrah Ishari yang diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 6.000 jamaah dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Kegiatan akan berlangsung di halaman utama kompleks pesantren.

  • Jumat, 4 Juli 2025: Puncak acara Haul Akbar dan penutupan resmi peringatan satu abad pondok pesantren, yang akan digelar di Pendopo Ponpes Al Falah Ploso.

  • Sabtu, 5 Juli 2025: Penyelenggaraan Istighotsah Kubro, yang akan diikuti oleh seluruh santri serta pengurus pondok di tempat yang sama.

Mengenang Para Ulama Pendahulu

Haul kali ini dipersembahkan untuk mengenang beberapa tokoh sentral pondok pesantren, seperti:

  • KH. Achmad Djazuli Utsman (Haul ke-51),

  • Nyai Hj. Rodliyah Djazuli (ke-30),

  • KH. Ahmad Zainuddin Djazuli (ke-4),

  • KH. Chamim Djazuli (ke-33),

  • KH. Fuad Mun’im Djazuli (ke-5),

  • KH. Munif Djazuli (ke-14),

  • KH. Mahfudz Siroj (ke-17).

Sebagai bagian dari tradisi, silsilah pesantren akan dibacakan secara lengkap—baik dari sisi nasab keilmuan maupun garis keturunan.

Sekilas Sejarah: Jejak Perjuangan Kyai Djazuli

Ponpes Al Falah Ploso dirintis oleh KH. Djazuli bersama istrinya, Nyai Rodliyah, pada tahun 1924. Mereka memulai kegiatan pendidikan agama di masjid dengan hanya belasan santri. Kemudian, pada 1 Januari 1925, Kyai Djazuli mengajukan surat pengakuan lembaga kepada pemerintah Hindia Belanda, yang menjadi titik awal berdirinya Ponpes Al Falah secara resmi.

Dalam masa pendudukan Jepang, Kyai Djazuli sempat diangkat sebagai Sancok (semacam camat) untuk menjalankan propaganda 3A. Meski menerima jabatan tersebut, Kyai Djazuli tidak memanfaatkan posisinya untuk kepentingan penjajah, melainkan tetap berdakwah secara istiqamah kepada rakyat.

Bahkan, saat Jepang menempatkan beliau dalam daftar Kamikaze atau pasukan mati syahid versi militer Jepang, para santri sigap melindungi sang guru. Setelahnya, Kyai Djazuli terlibat aktif dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda, termasuk saat Agresi Militer Belanda II tahun 1948.

Keturunan Kyai Djazuli

Dari pernikahannya dengan Nyai Rodliyah, Kyai Djazuli dikaruniai 11 anak, beberapa di antaranya menjadi tokoh penting dalam dunia pesantren dan dakwah:

  • KH. Ahmad Zainuddin Djazuli

  • KH. Nurul Huda Djazuli

  • KH. Hamim Djazuli (Gus Miek)

  • KH. Fuad Mun’im Djazuli

  • KH. Munif Djazuli

  • Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli

Beberapa anak lainnya wafat saat masih kecil, namun sejarah perjuangan dan keberkahan keluarga ini terus dikenang oleh ribuan santri dan alumni.

Rangkaian Harlah dan Haul ini bukan hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga momentum spiritual dan sejarah untuk menyatukan umat, mengenang jasa para ulama, dan memperkuat nilai-nilai pesantren di tengah masyarakat modern.(red.al)

Pemprov Jatim Dorong Bandara Dhoho Layani Umrah, Dishub Surati Kemenhub

  


Surabaya, kediri24jam.online  – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah proaktif dalam menyikapi sepinya aktivitas di Bandara Dhoho Kediri. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, menyatakan bahwa pihaknya telah mengirim surat resmi kepada Kementerian Perhubungan guna mendorong percepatan implementasi Keputusan Menteri (KM) Nomor 146 Tahun 2024 terkait layanan penerbangan umrah di bandara tersebut.

"Pemprov Jatim sudah menyampaikan surat kepada Kemenhub agar KM 146/2024 bisa diterapkan di Bandara Dhoho, supaya bandara ini dapat difungsikan melayani keberangkatan umrah," ujar Nyono pada Selasa (1/7/2025).

Bandara Dhoho saat ini tengah menjadi sorotan publik lantaran tidak ada aktivitas penerbangan komersial sejak pertengahan Mei 2025. Menurut keterangan, maskapai Citilink yang menjadi satu-satunya operator penerbangan rute Kediri–Jakarta tengah melakukan perawatan armada, sehingga semua penerbangan dihentikan sejak 14 Mei 2025. Meski bandara tetap beroperasi secara administratif, namun tak satu pun penerbangan berlangsung selama masa tersebut.

"Pesawat dari maskapai yang beroperasi saat ini memang sedang menjalani perawatan atau docking, sehingga belum bisa melayani penerbangan," lanjut Nyono.

Ia menambahkan bahwa Bandara Dhoho sejatinya telah memiliki izin untuk melayani penerbangan umrah. Oleh karena itu, percepatan realisasi KM 146/2024 akan menjadi solusi konkret untuk menghidupkan kembali aktivitas bandara.

Sebagai informasi, Bandara Dhoho diresmikan secara resmi pada 18 Oktober 2024 dan mulai aktif beroperasi sejak April 2024. Sejak awal, bandara ini dirancang untuk mendukung konektivitas kawasan selingkar Wilis dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui mobilitas udara.

"Kalau penerbangan umrah sudah dibuka, kami yakin akan banyak penumpang memanfaatkan layanan ini. Bandara Dhoho bisa berkembang menjadi pusat transportasi regional yang berkontribusi besar bagi perekonomian lokal," pungkas Nyono.(RED.AL)

Kondisi Iklim Kian Mengkhawatirkan, Suhu Bumi Naik Tajam hingga Picu Bencana

 



KEDIRI,kediri24jam.online  -  Peningkatan suhu global yang melampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius pada tahun 2024 menjadi peringatan serius bagi umat manusia. Fenomena ini mengindikasikan bahwa kondisi Bumi sedang mengalami krisis yang tidak bisa diabaikan. Salah satu dampak yang paling terasa adalah perubahan iklim ekstrem yang memicu ketidakstabilan cuaca di berbagai wilayah.

Satria Kridha Nugraha, Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri, menyampaikan bahwa ketidaknormalan iklim ini dipicu oleh hadirnya fenomena La Niña dan El Niño secara bergantian tanpa jeda. "Hal ini membuat pola cuaca menjadi tidak seperti biasanya," ujar Satria saat berbicara dalam diskusi yang digelar oleh Jawa Pos Radar Kediri, Senin (30/6).

Jika sebelumnya fenomena La Niña dan El Niño hanya muncul setiap beberapa tahun, sejak 2020 keduanya muncul nyaris tanpa selang waktu. La Niña berlangsung dari 2020 hingga 2022, lalu digantikan El Niño pada 2023, dan kembali terjadi La Niña di tahun 2024. “Secara teori, biasanya ada jeda sekitar tiga tahun,” jelasnya.

Situasi ini dinilai tidak hanya mengkhawatirkan, tetapi juga membawa potensi bahaya. Salah satu contoh nyata adalah maraknya bencana alam sepanjang 2024. Mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin kencang yang menyebabkan kerusakan rumah warga dan tumbangnya pohon-pohon besar. Hujan deras yang disertai hembusan angin kuat memperparah dampak bencana.

Kemungkinan terjadinya bencana serupa masih terbuka lebar, khususnya di wilayah-wilayah rawan seperti dataran tinggi yang rentan longsor dan daerah aliran sungai yang berisiko banjir. Bahkan, dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi keselamatan penerbangan.

Terkait hal itu, General Manager Angkasa Pura I, I Nyoman Noer Rohim, menyatakan bahwa hingga kini belum ada dampak signifikan terhadap penerbangan. "Penerbangan masih berlangsung lancar," ungkapnya. Namun ia menambahkan, jika terjadi kondisi cuaca ekstrem seperti angin kencang, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan BMKG untuk mencegah risiko turbulensi.

Sebelumnya, para ahli menyebut bahwa perubahan iklim global telah berlangsung sejak usainya Perang Dunia II. Kenaikan suhu bumi tidak lepas dari pengaruh revolusi industri yang menyebabkan peningkatan emisi karbon secara drastis. Karbon yang terperangkap di atmosfer menghambat pelepasan panas dari Bumi, sehingga suhu terus naik. Jika tidak segera diatasi, para ilmuwan memperkirakan suhu bumi akan meningkat lagi hingga 1,3 derajat atau lebih pada tahun 2050.|(RED.AL)