Selasa, 20 Mei 2025

Sopir Truk Pupuk Jadi Tersangka Usai Tabrakan Maut di Kediri, Diduga Mengantuk Dua Hari Tak Tidur

 


KEDIRI, kediri24jam.online–Seorang pengemudi truk pupuk bernama Iwan Maulana, 27 tahun, asal Cibugel, Kabupaten Sumedang, kini harus menjalani penahanan di Polres Kediri Kota. Ia resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang warga bernama Agus Supriyono.

Penetapan status hukum tersebut dilakukan pada Senin, 19 Mei 2025, setelah pihak kepolisian melakukan dua kali olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi dan bukti pendukung lainnya.

“Setelah penyelidikan mendalam dan analisa hasil rekaman CCTV di sekitar lokasi, kami simpulkan bahwa tersangka lalai saat mengemudi, yang mengakibatkan kecelakaan fatal,” ujar Ipda Andi Anang Dwi Fauzi Sulaiman, Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Kota.

Insiden maut itu terjadi pada Sabtu, 10 Mei 2025, di Jalan Kapten Tendean, Kelurahan/Kecamatan Pesantren. Korban, Agus Supriyono, diketahui sedang mengendarai Honda Scoopy berpelat AG 6143 DX dari arah utara, sebelum akhirnya bertabrakan dengan truk yang dikemudikan oleh Iwan.

Menurut keterangan petugas, Iwan mengemudi dalam kondisi kelelahan parah, setelah dua hari kurang tidur. Hal ini menyebabkan ia kehilangan konsentrasi dan tak mampu mengendalikan kendaraan saat melaju di jalan raya.

“Truk menabrak sepeda motor dan menggencetnya hingga masuk ke kolong. Korban meninggal dunia di lokasi akibat luka berat yang dideritanya,” jelas Anang.

Atas kejadian tersebut, Iwan dijerat dengan Pasal 310 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang menyebut bahwa pengemudi yang lalai dan menyebabkan korban jiwa dapat dipidana penjara hingga enam tahun, atau denda maksimal Rp12 juta.

Anang menambahkan, ini bukan kali pertama kecelakaan melibatkan truk terjadi di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Karena itu, kepolisian akan semakin intensif melakukan penindakan terhadap sopir-sopir yang tidak memenuhi syarat keselamatan berkendara.

“Ini peringatan keras. Kami akan lebih tegas terhadap pengemudi angkutan berat yang membahayakan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Saat ini, tersangka masih ditahan di rumah tahanan Mapolresta Kediri. Sementara itu, berkas perkara telah diserahkan ke kejaksaan untuk tahap pertama dan akan segera diproses ke tahap berikutnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada perusahaan logistik maupun pemilik kendaraan angkutan barang untuk lebih memperhatikan jam kerja dan kondisi fisik sopir agar tragedi serupa tidak kembali terulang. Langkah ini juga sebagai bagian dari upaya menciptakan keselamatan bersama di jalan raya.(red.a)

Arab Saudi Bersiap Gelar MotoGP, Qiddiya Diproyeksikan Jadi Sirkuit Paling Spektakuler di Dunia

  


ARAB SAUDI, kediri24jam.online–Ambisi besar Arab Saudi untuk menjadi kekuatan baru di dunia olahraga internasional terus bergulir. Kini, negara kaya Timur Tengah itu tengah bersiap mencetak sejarah baru dengan menjadi tuan rumah MotoGP—sebuah langkah monumental yang akan menempatkannya sejajar dengan negara-negara kuat motorsport dunia.

Gelaran balap motor paling prestisius ini dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Qiddiya, yang dibangun di kawasan futuristik Qiddiya City, dekat ibu kota Riyadh. Kawasan ini merupakan bagian dari mega-proyek nasional Arab Saudi dalam mengembangkan sektor hiburan dan pariwisata.

Sirkuit Qiddiya dirancang oleh mantan pembalap F1 ternama Alex Wurz, dan ditujukan untuk memenuhi standar internasional tertinggi, tidak hanya untuk MotoGP, tetapi juga Formula 1 dan event balap kelas dunia lainnya.

Lintasan ini akan menyajikan kombinasi menantang antara tikungan teknikal dan trek lurus berkecepatan tinggi, yang diyakini mampu menghadirkan balapan seru dan penuh aksi. Selain itu, infrastruktur pendukungnya pun dirancang mewah—menjadikan Qiddiya bukan hanya arena balap, tetapi juga destinasi wisata motorsport premium.

Awalnya, peluncuran sirkuit ini ditargetkan pada tahun 2027, namun mengingat skala proyek yang luar biasa besar, pelaksanaannya kemungkinan mundur ke 2028 atau 2029. Meski begitu, pemerintah Arab Saudi tetap menjadikan pembangunan Qiddiya sebagai proyek prioritas nasional.

“Ini bukan sekadar membangun trek balap. Ini adalah bagian dari transformasi besar Arab Saudi dalam bidang olahraga, hiburan, dan diplomasi budaya,” ujar Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna Sports, penyelenggara resmi MotoGP.

Menurut Ezpeleta, Arab Saudi telah membuktikan diri sebagai kekuatan baru di dunia otomotif, setelah sukses menjadi tuan rumah ajang Formula E, Rally Dakar, dan Formula 1. Kini, kehadiran MotoGP menjadi babak baru dalam misi mereka menembus pasar global.

Tak hanya megah dari segi fasilitas, Sirkuit Qiddiya juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi penggemar. Tribun penonton berkapasitas besar akan dibangun dengan desain futuristik, dilengkapi fasilitas modern seperti area paddock berpendingin otomatis, restoran bertaraf internasional, hotel bintang lima, hingga pusat hiburan keluarga.

Dengan pendekatan ini, Arab Saudi tak hanya menawarkan tontonan balap, tetapi juga pengalaman pariwisata kelas dunia yang menyatu dengan budaya lokal dan kemajuan teknologi.

Langkah strategis lainnya adalah program pengembangan pembalap lokal yang telah disiapkan oleh pemerintah. Diharapkan, kehadiran MotoGP akan mendorong generasi muda Saudi untuk terjun ke dunia balap dan menorehkan prestasi di tingkat global.

Langkah Arab Saudi ini menuai perhatian dunia. Banyak pihak memandang ini sebagai bagian dari strategi soft power Arab Saudi, di mana olahraga dijadikan sebagai instrumen penting dalam meningkatkan citra internasional dan mendiversifikasi ekonomi.

Bagi penggemar MotoGP di Indonesia, termasuk yang berada di Kediri dan wilayah Jawa Timur, gelaran ini sangat patut ditunggu. Selain akan menambah variasi sirkuit dan tantangan bagi pembalap, ajang ini juga membuka peluang besar bagi kawasan lain untuk menyusul.

Bayangkan jika suatu hari nanti Indonesia Timur atau bahkan Jawa Timur bisa membangun sirkuit sekelas Qiddiya—bukan tidak mungkin, bukan?

Transformasi Arab Saudi menjadi pelajaran berharga: dengan visi, komitmen, dan dukungan infrastruktur, olahraga bisa menjadi motor penggerak perubahan suatu bangsa.(red.a)

Awalnya Hanya Demi Promosi Warung, Budhe Wiji Justru Tembus Top 6 Masterchef Indonesia

 


KABUPATEN KEDIRI, kediri24jam.online–Tidak pernah terpikir sebelumnya oleh Emilia Susanti, perempuan yang akrab disapa Budhe Wiji, bahwa langkahnya mengikuti ajang Masterchef Indonesia Season 12 akan membawanya menjadi salah satu dari enam besar peserta terbaik.

Niat awalnya sederhana: memenuhi dorongan dari keluarga dan orang-orang terdekat, serta sebagai upaya untuk meningkatkan popularitas warung makan miliknya.

“Sebenarnya saya ikut itu bukan karena keinginan pribadi, tapi karena dorongan dari keluarga dan teman. Katanya biar warung saya bisa lebih dikenal,” ungkapnya dengan nada merendah.

Wiji memperkenalkan dirinya sebagai Budhe Wiji di awal kompetisi. Meski awalnya sempat merasa tak nyaman dengan sebutan itu, lama kelamaan ia menyadari panggilan tersebut justru mengandung kedekatan emosional.
“Awalnya rikuh banget dipanggil budhe, kok kesannya tua. Tapi ternyata itu cara mereka menunjukkan rasa sayang. Saya akhirnya nyaman,” jelasnya sambil tersenyum.

Saat ditemui di warungnya yang berada di Jalan Brawijaya No. 68, Tulungrejo, Kecamatan Pare, kesan sederhana langsung terasa. Di depan warung, terpampang fotonya dengan apron putih Masterchef, lengkap dengan tanda tangan para juri ternama: Juna Rorimpandey, Renatta Moeloek, dan Rudy Choirudin.

Apron itu pun dipajang rapi dalam bingkai, menjadi pengingat sekaligus simbol pencapaian yang tidak hanya membanggakan dirinya, tapi juga warga sekitar. Kepribadiannya pun tidak jauh berbeda dengan yang terlihat di layar kaca—ramah, jujur, dan bersahaja.

Ia menceritakan, ketidakyakinannya untuk mengikuti ajang tersebut sempat membuatnya enggan melangkah. “Saya nggak punya latar belakang pendidikan formal memasak, nggak punya sertifikat. Penampilan juga biasa saja, nggak bisa dandan. Tapi suami dan teman-teman bilang, yang penting niatnya buat promosi,” katanya.

Awal mula ketertarikannya terhadap dunia dapur ternyata sudah tumbuh sejak kecil. Ia mulai belajar memasak saat duduk di bangku kelas 5 SD, ketika tinggal bersama sang nenek.
“Saya dulu cuma disuruh ngulek bumbu, tanpa diberi tahu itu bumbu apa. Besoknya saya disuruh bikin masakan yang sama. Ternyata itu cara Mbah ngajarin saya,” kisahnya.

Wiji tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan aktivitas memasak, terutama saat ada hajatan. Ia kerap membantu di dapur, dan kebiasaan itu terus berlanjut hingga dewasa.
Pengalaman memasaknya semakin kaya saat ia bekerja sebagai TKW di Hongkong dan Makau sejak 2003. Di sana, tuntutan dari majikan selalu sama: harus bisa memasak.

“Setiap belanja di pasar, saya selalu tanya ke ayi-ayi, masakan ini bumbunya apa, cara masaknya gimana,” ceritanya. Dari sanalah ia mengenal berbagai menu lintas negara.

Namun, perjalanan panjang itu juga membawa dampak bagi kesehatannya. Setelah mengalami sakit, Wiji akhirnya memutuskan untuk pulang ke Indonesia pada September 2023. Ia memulai kembali hidupnya dengan membuka warung makan yang kini diberi nama Rumpizz Kitchen—singkatan dari Rumah Pizza.

Awalnya, warung tersebut dibuka di kawasan Sekoto, Kecamatan Badas, namun kemudian pindah ke lokasi saat ini yang lebih strategis, dekat Kampung Inggris Pare.
“Nama Rumpizz itu biar unik dan mudah diingat. Artinya Rumah Pizza, tapi menunya banyak, nggak cuma pizza,” ungkapnya.

Dukungan yang mengalir tak hanya dari keluarga. Seorang pelanggan tetap bernama Irfan, yang kerap datang ke warung dan menantangnya memasak menu baru, juga berperan besar dalam mendorong Wiji ikut audisi Masterchef.
“Irfan itu ngajak suami saya buat bujuk saya. Akhirnya saya coba kirim video masak dari warung. Eh, terus keterima,” kenangnya.

Kini, Rumpizz Kitchen tak pernah sepi pengunjung. Banyak pelanggan datang dari luar daerah seperti Jombang, Malang, hingga Tulungagung, hanya untuk mencicipi langsung masakan Budhe Wiji.

Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Mie Ayam, Sup Iga, Sate, hingga masakan rumahan lainnya. Cita rasa yang ditawarkan Wiji mencerminkan berbagai pengalamannya di luar negeri dan akar budaya kuliner lokal yang ia pelajari sejak kecil.

“Saya pengin bikin masakan yang universal. Kalau orang luar negeri makan, mereka bisa bilang, ‘ini kayak masakan ibu saya.’ Saya pengin bikin orang merasa seperti di rumah,” tuturnya haru.

Kini, meski tak membawa pulang gelar juara, Budhe Wiji telah berhasil meraih kemenangan yang jauh lebih besar: membangun identitas kuliner yang otentik, dikenang banyak orang, dan membawa semangat baru untuk pelaku UMKM di daerah.(red.a)

Sekolah Rakyat Segera Dibuka di Kabupaten Kediri, 150 Siswa Siap Mulai Belajar Juni Ini

  


KABUPATEN KEDIRI, kediri24jam.online–Kabupaten Kediri termasuk dalam wilayah pelaksana awal pendirian Sekolah Rakyat (SR), program pendidikan baru yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin, dengan sistem asrama dan pendekatan pendidikan karakter.

Mulai Juni 2025, sebanyak 150 siswa dipastikan akan memulai kegiatan belajar di lembaga pendidikan tersebut. Saat ini, proses seleksi calon siswa untuk tahun ajaran 2025/2026 tengah berlangsung.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, M. Solikin, menjelaskan bahwa perekrutan dilakukan oleh satuan tugas (satgas) gabungan, yang tidak membuka pendaftaran secara umum seperti sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) reguler.
“Metode seleksi mirip seperti rekrutmen SMA Boarding School, ada tes kesehatan, psikotes, dan asesmen lainnya. Tapi kali ini satgas langsung turun ke desa-desa untuk mencari calon siswa dari keluarga miskin,” jelasnya.

Pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa siswa yang benar-benar membutuhkan mendapat kesempatan mengenyam pendidikan bermutu. Seleksi dilakukan secara ketat dan bertahap, mulai dari pendataan hingga tahap tes kesehatan dan psikologi.

Pemkab Kediri mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam proses penyesuaian kebijakan karena pola yang digunakan serupa dengan program sebelumnya, seperti SMA Dharma Wanita Boarding School. “Kuota 150 siswa tersebut ditentukan langsung oleh Kementerian Sosial (Kemensos),” imbuh Solikin.

Terkait lokasi, sementara pembangunan kampus SR di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten masih berlangsung, angkatan pertama akan menjalani pendidikan di Balai Pengembangan Kompetensi ASN (BPKASN) yang berada di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan.

“Gedungnya representatif, sudah dilengkapi asrama dan ruang belajar yang memadai. Jadi siswa bisa langsung mulai belajar di sana,” kata Solikin.
Diperkirakan, siswa akan mulai pindah ke kompleks SR permanen di Plosoklaten pada tahun 2026.

Bagaimana dengan kelanjutan siswa di SMA Dharma Wanita Boarding School? Solikin menyebut mereka dikategorikan sebagai bagian dari kelas rintisan SR oleh Kemensos. “Siswa kelas XI dan XII tetap belajar di Pare hingga lulus,” ujarnya.

Adapun tenaga pengajar di SR harus berasal dari pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Guru-guru yang tidak memenuhi syarat tetap mengajar di sekolah asal. Namun, jika memenuhi ketentuan, mereka berpeluang direkrut ke dalam struktur SR.

“Setelah SR berjalan, SMA Dharma Wanita akan tetap beroperasi. Tapi skema penyelenggaraannya masih dikaji, apakah tetap boarding atau kembali ke sistem reguler,” terang Solikin.

Sementara itu, proses rekrutmen guru dan tenaga kependidikan untuk SR juga tengah berjalan. Fadeli, perwakilan Tim Pengadaan GTK SR Kabupaten Kediri, mengatakan setidaknya dibutuhkan 19 guru mata pelajaran, serta beberapa tenaga pendukung seperti pengasuh asrama, wali asuh, petugas keamanan, staf administrasi, dan operator.

“Pendaftaran kami buka mulai 16 hingga 19 Mei. Total ada sekitar 300 pelamar,” ungkap Fadeli. Dari proses seleksi tersebut, dinas pendidikan akan memilih tiga kandidat terbaik untuk setiap posisi, kemudian dikirim ke Kemensos untuk penentuan akhir.

Sementara Kabupaten Kediri bergerak cepat dengan program ini, Kota Kediri belum bisa mengikuti langkah serupa karena belum termasuk gelombang awal pelaksanaan SR. Lahan seluas 5,19 hektare di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, masih dalam tahap persiapan.

Sekda Kota Kediri, Bagus Alit, mengatakan bahwa pelaksanaan program SR di wilayahnya kemungkinan baru akan dimulai tahun depan. “Kami termasuk tahap 2A, jadi belum ada proses rekrutmen guru tahun ini,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Paulus Luhur Budi Prasetyo, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri. Menurutnya, hanya daerah yang tergolong dalam gelombang 1A dan 1B yang telah mulai merekrut dan menjalankan program SR. “Tahap kami berikutnya, setelah bangunan dan fasilitas siap,” pungkas Paulus.(red.a)

Ratusan CASN Kabupaten Kediri Segera Terima SK Pengangkatan, BKD Kebut Penyelesaian Dokumen

 


KABUPATEN KEDIRI, kediri24jam.online–Setelah melewati proses seleksi yang cukup panjang, ratusan calon aparatur sipil negara (CASN) di Kabupaten Kediri akan segera diangkat secara resmi. Penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 23 Mei 2025. Dengan itu, para peserta seleksi akan resmi menjadi bagian dari aparatur sipil negara.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri, Noor Rokhayati, menyampaikan bahwa jumlah peserta yang dinyatakan lolos terdiri dari 139 calon pegawai negeri sipil (CPNS) serta 630 calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dari seleksi tahap pertama tahun 2024.

“SK untuk para CPNS dan PPPK insyaallah akan kami serahkan bersamaan pada 23 Mei. Saat ini tim kami masih menyelesaikan beberapa berkas,” ujarnya.

Secara total, sebanyak 769 ASN baru akan menerima SK dalam waktu dekat. Namun, Noor menyebut masih terdapat sejumlah dokumen PPPK yang belum sepenuhnya selesai karena masih diproses oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). BKD pun tengah mengupayakan agar semuanya rampung tepat waktu.

“Hingga tanggal 20 Mei, masih ada beberapa SK yang belum turun. Kami terus koordinasi dengan BKN agar semuanya bisa selesai dan dibagikan serentak,” jelasnya.

Jika hingga hari H beberapa SK PPPK belum juga keluar, maka penyerahannya akan dilakukan secara terpisah dari CPNS. “Kalau belum tuntas semua, terpaksa penyerahan untuk PPPK ditunda dulu. Tapi kami optimis, mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu,” tambah Noor.

Sebagai informasi, pemerintah pusat telah menentukan batas waktu pengangkatan ASN. Untuk CPNS 2024, pengangkatan harus sudah tuntas paling lambat akhir Juni. Sedangkan untuk PPPK, pengangkatan paling lambat dilakukan akhir Oktober.

Sementara itu, peserta seleksi PPPK tahap kedua saat ini masih dalam masa penantian. Setelah mengikuti ujian kompetensi yang digelar pada 5–7 Mei 2025 di Kota Madiun, mereka masih menunggu hasil akhir.

Dari 2.023 peserta seleksi tahap dua, hanya sekitar 200 formasi yang tersedia, sebagian besar untuk posisi guru. Selain menanti pengumuman kelulusan, sebagian peserta juga masih menunggu informasi mengenai kemungkinan tes lanjutan untuk formasi khusus.

“Belum ada jadwal pengumuman hasilnya. Kami masih menunggu informasi resmi dari pusat,” pungkas Noor.(red.a)

BRI Perkuat UMKM dan Ekonomi Desa di Momen Kebangkitan Nasional

 


Jakarta, kediri24jam.online– Dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan komitmennya sebagai penggerak utama dalam mendorong kebangkitan ekonomi nasional. Melalui berbagai inisiatif nyata, BRI terus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi perekonomian Indonesia.

Tema peringatan tahun ini, “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat”, menjadi ajakan untuk bersinergi, saling mendukung, dan membangun ketahanan ekonomi bangsa. Semangat ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita, yang menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat.

BRI menunjukkan langkah konkret dalam mendukung ekonomi kerakyatan, antara lain dengan menyalurkan Rp1.126 triliun kredit ke sektor UMKM hingga akhir kuartal I 2025, yang mencakup 81,97% dari total kredit BRI. BRI juga mempertahankan posisinya sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia, dengan realisasi mencapai Rp54,9 triliun hingga April 2025.

Selain itu, BRI memperluas inklusi keuangan melalui jaringan 1,2 juta AgenBRILink di lebih dari 67 ribu desa, serta memperkuat literasi keuangan melalui aplikasi digital BRImo yang kini digunakan oleh lebih dari 40 juta pengguna aktif.

Dalam ekosistem Holding Ultra Mikro bersama PNM dan Pegadaian, BRI telah melayani 35,4 juta debitur, memperluas akses keuangan dan pembiayaan secara merata. Tak hanya itu, BRI juga mendorong pemberdayaan UMKM melalui 39.866 klaster usaha dan membangun desa berdaya lewat program Desa BRILiaN yang menjangkau 4.327 desa.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, mengatakan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen membangun negeri.

“BRI akan terus menjadi bagian dari solusi ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, perluasan akses keuangan, serta penguatan ekonomi desa. Inilah bentuk kontribusi kami dalam mewujudkan Indonesia yang lebih tangguh dan mandiri,” ujarnya.(red.a)

Sekda Kediri Tinjau Pembersihan Sampah di Jembatan Lama, Jaga Kelestarian Cagar Budaya 156 Tahun

  


Kediri, kediri24jam.online– Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kediri, Bagus Alit, melakukan peninjauan langsung terhadap proses pembersihan sampah di Jembatan Lama pada Senin pagi (20/5). Jembatan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya ini kini dipenuhi tumpukan sampah, terutama material bambu yang terbawa arus Sungai Brantas.

Bagus Alit datang bersama jajaran dari Perum Jasa Tirta. Ia mengamati langsung proses pembersihan yang telah dimulai sejak pagi hari. Waktu pembersihan dipilih pada pagi hari untuk menghindari risiko hujan yang biasa turun siang hingga sore. Jika hujan turun, debit air Sungai Brantas meningkat drastis dan berpotensi membahayakan petugas yang tengah bekerja.

Menurut penuturan Bagus, meningkatnya debit sungai kerap membawa material seperti bambu dan ranting pohon yang akhirnya tersangkut di bagian kaki jembatan. Fenomena ini terutama terjadi pasca Pladu, yakni kondisi saat sungai meluap dan membawa banyak material dari hulu.

"Material sampah yang terbawa arus Sungai Brantas umumnya tersangkut di kaki Jembatan Lama sebelum sampai di Bendungan Waruturi, Gampengrejo. Jika dibiarkan menumpuk, sampah bisa membebani struktur jembatan," jelas Bagus Alit.

Tumpukan sampah yang kian menggunung ini dinilai berbahaya, mengingat struktur Jembatan Lama seluruhnya terbuat dari besi dan telah berusia 156 tahun. Keberadaannya sebagai cagar budaya menjadikan pelestarian jembatan sebagai hal yang sangat penting.

"Pembersihan sampah ini bagian dari pelestarian warisan sejarah. Kami juga tengah melakukan kajian teknis bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengevaluasi kondisi struktur jembatan. Yang pasti, jembatan ini akan tetap dipertahankan," tambahnya.

Proses pembersihan diperkirakan akan berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan, mengingat aliran sungai yang masih membawa material sampah setiap kali terjadi peningkatan volume air.

Pemerintah Kota Kediri mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar agar Jembatan Lama tetap terjaga dan aman dari kerusakan.(red.a)

Perpustakaan Kabupaten Kediri Terus Dorong Budaya Literasi Lewat Lapak Baca dan Layanan Jemput Bola


Kediri, kediri24jam.online –Di tengah derasnya arus digitalisasi dan maraknya konten hiburan berbasis visual, Perpustakaan Daerah Kabupaten Kediri tidak tinggal diam dalam menjaga semangat membaca di kalangan masyarakat. Dengan semangat literasi yang tinggi, perpustakaan ini rutin menyelenggarakan kegiatan lapak baca, menghadirkan mobil pustaka keliling, serta terus berbenah melalui penambahan berbagai fasilitas kekinian.

Kegiatan lapak baca ini diadakan setiap hari Minggu pagi mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, berlokasi di sepanjang kawasan Car Free Day (CFD) Jalan PB. Sudirman, tepat di depan Gedung Perpustakaan Kabupaten Kediri. Menurut Erik Angga, staf layanan perpustakaan, aktivitas ini sudah berlangsung sejak sebelum pandemi Covid-19 dan tetap konsisten hingga kini.

"Awalnya kita menggunakan mobil perpustakaan keliling di lokasi ini, tapi karena mobilnya sekarang juga dipakai untuk taman baca di Simpang Lima Gumul (SLG), akhirnya kami beralih membuka lapak langsung di CFD. Mobilnya tetap digunakan untuk mendistribusikan buku ke lokasi lain," jelas Erik.

Lapak baca ini bukan hanya menyediakan buku bacaan umum, tetapi juga menyajikan komik serta aktivitas mewarnai yang sangat disukai anak-anak. Dengan pendekatan yang ramah keluarga, kegiatan ini diharapkan bisa memicu ketertarikan masyarakat terhadap dunia literasi sejak usia dini.

“Anak-anak biasanya tertarik dengan buku mewarnai, dan saat mereka asyik mewarnai, orang tuanya bisa membaca buku. Ini semacam kegiatan sederhana tapi bisa jadi pemicu lahirnya kebiasaan membaca di rumah,” tambahnya.

Tak hanya hadir di CFD, perpustakaan juga menghadirkan layanan perpustakaan keliling (perpusling) ke sekolah-sekolah dan desa-desa pelosok. Layanan ini terbuka bagi siapa saja yang mengajukan surat permintaan resmi ke pihak perpustakaan, seperti dari sekolah atau komunitas lokal.

“Kita terbuka untuk kunjungan ke sekolah atau desa. Misalnya, ada mahasiswa KKN yang ingin mengundang mobil pustaka ke desa, tinggal kirim surat dan kami siap datang,” terang Erik.

Guna meningkatkan kenyamanan dan menarik minat pengunjung, perpustakaan kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum, seperti akses Wi-Fi gratis, gazebo baca santai, serta komputer untuk mengerjakan tugas. Selain itu, pencarian buku kini jauh lebih mudah berkat penggunaan sistem digital OPAC (Online Public Access Catalog), menggantikan metode pencarian manual di rak.

Meski begitu, perpustakaan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti rendahnya minat baca masyarakat serta terbatasnya dana dan jumlah tenaga pustakawan. Kondisi ini membuat layanan belum bisa beroperasi secara maksimal, termasuk untuk menambah koleksi buku digital atau membuka layanan selama 24 jam seperti yang dilakukan perpustakaan besar di kota-kota besar.

Sebagai tambahan, pihak perpustakaan berharap adanya sinergi yang lebih luas dengan masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah agar gerakan literasi bisa menjangkau lebih banyak kalangan.

"Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi dan membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Literasi bukan tugas satu pihak, tapi tanggung jawab bersama," tutup Erik.(red.a)

Senin, 19 Mei 2025

Kapolres Pasuruan Jalin Sinergi dengan Pagar Nusa Bangil, Perkuat Kamtibmas dan Cegah Konflik Antar Perguruan

 


Pasuruan, kediri24jam.online–Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Pasuruan terus dilakukan Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan. Salah satunya dengan membangun sinergi bersama Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Bangil, sebagai bagian dari strategi mempererat kolaborasi antara aparat penegak hukum dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (19/5/2025), AKBP Dani menekankan pentingnya peran ormas dalam mendukung stabilitas wilayah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kelompok perguruan silat, untuk bersatu menjaga situasi tetap damai dan tertib.

“Kamtibmas yang baik tidak mungkin terwujud tanpa partisipasi aktif semua pihak, termasuk Pagar Nusa. Saya mengajak semua elemen untuk menjaga suasana kondusif dan mencegah potensi benturan antar perguruan,” ujar Dani saat audiensi.

Kapolres juga mengapresiasi kehadiran para pengurus PC Pagar Nusa Bangil, dan menegaskan pentingnya koordinasi yang matang dalam setiap kegiatan masyarakat yang bersifat massal.

“Kami mohon kerja sama agar setiap agenda latihan bersama atau kegiatan lain dilaporkan minimal satu pekan sebelumnya. Dengan begitu, kami bisa menyiapkan pengamanan secara optimal,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PC Pagar Nusa Bangil, Imam Haromain, menggarisbawahi pentingnya komunikasi dua arah dalam membangun relasi yang harmonis antar perguruan silat. Ia berharap kepolisian dapat menjadi jembatan yang memperlancar pengurusan izin dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Banyak konflik yang sebenarnya muncul dari hal-hal kecil. Jika komunikasi berjalan baik, kita bisa cegah kesalahpahaman sejak awal. Kami juga berharap proses perizinan bisa dipermudah,” ungkap Imam.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, sejumlah pengurus lainnya turut menyampaikan beberapa persoalan yang dihadapi di lapangan, antara lain:

Pentingnya penertiban terhadap tugu-tugu perguruan silat yang dapat memicu gesekan, Meningkatnya kekhawatiran terhadap praktik prostitusi dan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kawasan Tretes.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres menyatakan komitmennya untuk meningkatkan edukasi di masyarakat melalui program penyuluhan, terutama di lingkungan sekolah. Ia juga menyampaikan rencana mengundang seluruh pimpinan perguruan silat untuk duduk bersama dalam forum dialog kamtibmas.

“Kami akan mengintensifkan penyuluhan tentang bahaya narkoba, dan dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan dengan seluruh perguruan agar terbangun kesepahaman dan komitmen bersama menjaga keamanan,” tegas Dani.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan bersama untuk saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis. PC Pagar Nusa Bangil pun menyatakan kesiapan mereka untuk menjadi mitra strategis Polres Pasuruan dalam menjaga kedamaian di tengah masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi langkah nyata menuju masyarakat yang rukun, terbebas dari konflik, serta mampu menghadapi tantangan sosial secara kolektif.(red.a)

Empat Korban Luka Kecelakaan KA Malioboro Ekspres Masih Dirawat, Polisi Pastikan Penanganan Intensif

  


Magetan, kediri24jam.online– Kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api Malioboro Ekspres di perlintasan Jalan Raya Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, pada Senin (19/5/2025), masih menyisakan duka mendalam. Empat orang dinyatakan tewas di lokasi kejadian, sementara empat korban lainnya mengalami luka serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit berbeda.

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menyampaikan bahwa proses penanganan medis terhadap para korban luka masih terus berlangsung. Dua korban dirawat di RSUD dr Sayidiman Magetan, sedangkan dua lainnya dirujuk ke RSAU Lanud Iswahjudi.

“Seluruh korban luka masih dalam perawatan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan mereka mendapatkan penanganan yang optimal,” ujar Erik saat dikonfirmasi, Selasa (20/5/2025).

Keempat korban mengalami luka cukup serius, mulai dari patah tulang, robekan di beberapa bagian tubuh, hingga memar hebat di area vital. Beberapa di antaranya dijadwalkan menjalani tindakan operasi untuk memperbaiki kerusakan pada tulang dan jaringan tubuh.

Berikut identitas korban luka yang masih dirawat: Oni Handoko (35), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Mengalami luka robek pada kaki kanan, memar di dada, serta lecet di tangan dan kaki. Saat ini dalam kondisi sadar. Wendy Ardhya Novitasari (36), warga Desa Mranggen, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. Menderita patah tulang dan luka robek pada kaki kiri, dalam kondisi sadar. Ananda Duta Pratama (22), warga Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. Mengalami patah kaki kiri dan luka lecet pada wajah, dalam keadaan sadar. Rifki Hermawan (23), warga Desa Tegaron, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Menderita patah pada kaki kiri, kondisi stabil dan sadar.

Sementara itu, empat korban jiwa yang tewas di tempat telah dipulangkan dan dimakamkan oleh keluarga masing-masing. Keempat korban terdiri dari tiga pria dan satu wanita. Kepolisian menyatakan pihaknya telah memberikan dukungan dan bantuan selama proses pemulasaraan.

“Jenazah sudah diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kejadian ini,” tegas Erik.

Terkait penyelidikan lebih lanjut, sebanyak tujuh orang saksi telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, termasuk penjaga perlintasan dan beberapa saksi mata yang berada di lokasi saat kecelakaan terjadi. Polisi masih terus mengembangkan informasi untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kronologi detail insiden tersebut.

“Pemeriksaan masih berjalan. Kami terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tidak,” pungkas Erik.(red.a)

Pemkab Mojokerto Luncurkan Aplikasi Pelaporan Kinerja ASN Berbasis Mobile, Dorong Transformasi Digital di Lingkungan Pemerintahan

  


Mojokerto, kediri24jam.online– Pemerintah Kabupaten Mojokerto resmi memperkenalkan sebuah inovasi digital terbaru dalam sistem pelaporan kinerja aparatur sipil negara (ASN) melalui aplikasi bernama Suhita Mobile. Aplikasi ini dirancang untuk mempercepat proses input data kinerja dan meningkatkan efisiensi kerja pegawai negeri.

Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa atau yang akrab disapa Gus Barra, dalam kegiatan Leaders Alignment Program yang digelar di Hotel Vanda Gardenia, Trawas, pada Selasa, 20 Mei 2025.

Gus Barra menyampaikan bahwa transformasi digital adalah keharusan di tengah tantangan zaman yang terus berubah. Aplikasi Suhita Mobile merupakan langkah konkret Pemkab Mojokerto dalam menyesuaikan sistem kerja ASN dengan perkembangan teknologi.

“Aplikasi ini memungkinkan ASN mengunggah laporan kinerjanya langsung dari perangkat seluler, sehingga tidak perlu lagi melalui proses manual yang lambat dan rumit,” ujar Gus Barra dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak dalam mendukung pemerintahan yang efisien, transparan, dan responsif terhadap masyarakat.

Lebih lanjut, Gus Barra menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif di era modern. Menurutnya, ASN harus mampu bekerja dalam berbagai kondisi dan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat pelayanan publik.

"Perubahan global menuntut kita untuk bertransformasi. ASN yang mampu beradaptasi dan bekerja lintas sektor adalah aset besar bagi pembangunan daerah," jelasnya.

Dalam acara yang sama, Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberikan apresiasi kepada perangkat daerah yang menunjukkan kinerja terbaik. Bagian Perencanaan dan Keuangan menerima penghargaan Indeks Profesionalitas ASN Individu Tahun 2023 dengan kategori tinggi.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk motivasi agar seluruh unit kerja di lingkungan pemkab dapat terus meningkatkan etos kerja dan pelayanan kepada publik.

Acara peluncuran aplikasi juga dirangkai dengan pelatihan kepemimpinan yang diikuti oleh 60 peserta, terdiri dari pejabat eselon, camat, direktur RSUD dan BUMD, serta kepala bagian. Pelatihan difasilitasi oleh Accelerated Transformation Consulting International.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menyelaraskan pola kepemimpinan ASN dengan arah kebijakan pembangunan daerah, serta memperkuat sinergi antarorganisasi dalam pencapaian visi dan misi Pemkab Mojokerto.

Dengan diluncurkannya aplikasi Suhita Mobile, Pemkab Mojokerto menunjukkan keseriusannya dalam membangun birokrasi yang modern dan pelayanan publik yang berkualitas.

“Kami berkomitmen menciptakan sistem yang cepat, transparan, dan akuntabel. Pelayanan publik harus terus ditingkatkan, karena itulah wajah dari pemerintah di mata masyarakat,” tutup Gus Barra.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Mojokerto dr. M Rizal Octavian, Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, serta para pemangku kepentingan di lingkungan pemerintah daerah.(red.a)

Upaya Keras Tim SAR Trenggalek Cari Korban Longsor, Akses Lokasi Masih Terputus

 


Trenggalek, kediri24jam.online– Proses pencarian terhadap enam warga yang diduga tertimbun tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga Selasa, 20 Mei 2025, upaya pencarian masih mengalami kendala akibat medan yang sulit dan akses jalan yang tertutup material longsor.

Sebanyak 135 personel dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Nanang Pujo, menyampaikan bahwa saat ini tim fokus membuka jalur utama yang masih tertutup longsor.

Operasi SAR dimulai sejak pagi dengan membawa peralatan ringan dan alat berat. Namun distribusi alat berat ke lokasi masih terhambat karena jalur menuju titik longsor tidak bisa dilalui kendaraan. Satu-satunya cara menuju lokasi adalah dengan berjalan kaki sejauh dua kilometer.

Nanang menyebut kondisi struktur tanah di lokasi kejadian sangat labil, sehingga pergerakan tim SAR sangat terbatas. Oleh karena itu, proses pencarian dilakukan secara bergantian untuk menjaga keselamatan petugas.

Metode pencarian saat ini masih mengandalkan teknik manual dan alat bantu sederhana seperti cangkul, sekop, dan alat semprot air. Penyemprotan dilakukan untuk membantu mempercepat pembukaan material longsoran.

Dari hasil pemantauan di lapangan, tim telah mengidentifikasi tiga rumah yang tertimbun total oleh longsoran tanah. Diduga kuat, keenam korban yang masih hilang berada di area tersebut saat kejadian berlangsung.

Tanah longsor besar terjadi di RT 16 RW 7 Dusun Kebonagung pada Minggu malam, setelah hujan deras mengguyur wilayah Trenggalek selama beberapa hari terakhir. Berdasarkan data sementara, sepuluh rumah terdampak longsor, tiga di antaranya rusak parah tertimbun.

Pemerintah daerah melalui BPBD Trenggalek mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi longsor susulan masih tinggi, mengingat curah hujan yang belum mereda.

Warga diminta tidak mendekati lokasi longsor dan mengikuti arahan petugas guna menghindari risiko lebih lanjut. Proses pencarian korban akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.(red.a)

Tragedi di Perlintasan Mangge: KA Malioboro Ekspres Hantam 7 Motor, 4 Tewas

  


Magetan, kediri24jam.online–Suasana duka kembali menyelimuti Kabupaten Magetan, Jawa Timur, setelah kecelakaan mematikan terjadi di perlintasan rel yang dilengkapi palang pintu di Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, pada Senin siang (19/5/2025). Sebuah kereta api penumpang, Malioboro Ekspres, menghantam tujuh sepeda motor yang sedang menyeberang, mengakibatkan empat orang meninggal dunia di tempat dan tiga lainnya menderita luka serius.

Peristiwa nahas itu berlangsung saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Proses investigasi oleh pihak kepolisian masih berjalan intensif guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

1. Dua Kereta Saling Silang di Perlintasan
Insiden berawal ketika palang pintu ditutup untuk memberi jalan kepada KA Matarmaja yang tengah melintas. Setelah kereta tersebut melewati perlintasan, palang pintu kembali dibuka, mempersilakan kendaraan yang telah menunggu untuk menyeberang. Namun nahas, dalam waktu hampir bersamaan, KA Malioboro Ekspres muncul dari arah berlawanan tanpa sempat diantisipasi.

"Motor-motor yang sudah antre langsung melaju. Tanpa diduga, kereta dari arah Yogyakarta menuju Madiun melintas dan langsung menabrak," ungkap Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.

2. Empat Jiwa Tewas Seketika
Benturan keras antara kereta dan kendaraan roda dua itu menewaskan empat orang di lokasi kejadian. Sementara tiga korban lainnya mengalami luka berat dan satu korban mengalami luka ringan. Seluruh korban segera dilarikan ke RSUD dr Sayidiman Magetan dan RSAU Lanud Iswahjudi untuk mendapat penanganan medis.

3. Suara Ledakan dan Kepanikan di Lokasi
Seorang warga, Ragil (35), yang berada di warung sekitar 100 meter dari lokasi, mengaku mendengar suara tabrakan sangat keras. Ketika ia bersama warga lain mendekat, pemandangan tragis langsung menyambut mereka: motor dan korban berserakan di rel.

"Pas palang pintu buka, tahu-tahu ada kereta lagi. Suaranya keras sekali, semua panik," cerita Ragil.

4. Penyelidikan Masih Berlanjut
Tim dari Satreskrim Polres Magetan langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Hingga keesokan harinya, tujuh orang telah dimintai keterangan, termasuk petugas penjaga palang dan personel dari PT KAI.

"Proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus dilakukan untuk mengetahui secara detail apa yang sebenarnya terjadi," jelas Kapolres.

5. Identitas Korban Tewas Diumumkan
Empat korban meninggal yang telah teridentifikasi adalah:

Totok Hermanto (52)

Rezyka Nadya Maharaniputri (23)

Rama Zainaul Fathurrahman (23)

Hariyono (54)

Mereka mengalami luka parah terutama di bagian kepala dan dada, akibat benturan langsung dengan kereta.

6. Perlintasan Dekat Stasiun Dinyatakan Rawan
Lokasi kecelakaan hanya berjarak sekitar 100 meter dari Stasiun Magetan, menjadikannya salah satu titik lalu lintas padat. Apalagi saat kejadian berlangsung, kondisi cuaca hujan deras yang turut memperburuk jarak pandang dan respons pengguna jalan.

7. Jumlah Saksi Bisa Bertambah
Kapolres menyebut, pihaknya akan terus memanggil saksi tambahan untuk menggali lebih banyak informasi. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada kelalaian prosedur atau pelanggaran keselamatan yang terjadi.

"Masih kita dalami. Bisa jadi akan bertambah saksi yang diperiksa hari ini," ujar Erik. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintasi perlintasan kereta, terutama saat kondisi cuaca buruk. Selain itu, evaluasi terhadap sistem keamanan perlintasan di daerah padat seperti ini menjadi penting untuk mencegah tragedi serupa terulang.(red.a)

Jemaah Haji Kediri Andalkan Akal dan Keberanian untuk Bisa Masuk Raudah di Masjid Nabawi

  


MADINAH, kediri24jam.online– Kisah unik datang dari para jemaah haji asal Kediri yang dikenal tak kehabisan cara demi bisa memasuki Raudhah, area suci di Masjid Nabawi yang diyakini sebagai salah satu taman surga. Di tengah ketatnya regulasi dan panjangnya antrean izin masuk, sejumlah jemaah dari Kediri justru memilih jalur “alternatif” yang penuh strategi dan keberanian.

Salah satunya adalah Irul, jemaah asal Desa Blabak, Kecamatan Kandat. Pria berusia 50-an ini mengaku berhasil masuk ke Raudhah tanpa surat izin resmi dari aplikasi Nusuk. Ia memanfaatkan kemudahan yang biasanya diberikan kepada jemaah lansia atau pengguna kursi roda.

“Saya pakai strategi ikut lansia yang naik kursi roda. Bukan cuma saya, yang masuk ada empat orang bareng. Alhamdulillah askarnya ngizinkan,” cerita Irul sembari tersenyum.

Irul bukan sembarang jemaah. Pengalamannya bekerja selama lima tahun di Arab Saudi membuatnya fasih berbahasa Arab, sehingga mampu berdialog dengan petugas (askar) penjaga akses Raudhah.

“Saya ajak ngobrol, saya puji, saya bilang datang dari jauh dan ingin sekali masuk. Mungkin karena komunikasi lancar dan pendekatan sopan, akhirnya dikasih masuk,” tambahnya.

Sejak penerapan sistem digital pasca-pandemi, akses ke Raudhah tidak bisa sembarangan. Jemaah wajib mengantongi tasreh (izin) dari aplikasi resmi. Namun, dengan antrean yang bisa mencapai enam hari dan waktu kunjungan terbatas, banyak jemaah memilih "jalan pintas" agar tidak kehilangan kesempatan spiritual langka itu.

Abdul Wahab, atau akrab disapa Gus Dul, mengaku menggunakan barcode izin dari jemaah lain yang sudah kadaluarsa. Beruntung, barcode miliknya tidak discan oleh petugas.

“Kalau barcode-nya beneran discan mungkin saya nggak akan bisa masuk. Tapi waktu itu askarnya cuma lihat, tidak pakai alat. Jadi saya lolos,” ujarnya.

Sementara itu, Alfin, jemaah asal Desa Petok, Mojo, menggunakan teknik berbeda: menyusup di antara rombongan jemaah lain yang telah mengantongi izin resmi secara berkelompok.

“Cara ini memang ada resikonya. Kalau ketahuan, ya pasti disuruh keluar. Tapi ya... dicoba saja, siapa tahu berhasil,” katanya tertawa.

Masuk ke Raudhah bagi banyak jemaah bukan hanya soal tempat, tapi soal momen spiritual yang penuh haru. Dari pintu Assalam, jemaah pria bisa melintasi area imam, mimbar Nabi Muhammad SAW, dan makam beliau yang juga menjadi tempat peristirahatan terakhir sahabat Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Bahkan bagi jemaah yang hanya bisa "melintas" di Raudhah tanpa sempat duduk dan berdoa, perasaan itu sudah sangat istimewa.

“Saat lewat, kami ucapkan salam dalam hati. Rasa haru tak terbendung. Inilah puncak perjalanan spiritual yang saya nanti-nantikan,” ujar seorang jemaah dengan mata berkaca-kaca.

Meski banyak kisah sukses dari strategi 'nekat' para jemaah, pihak keamanan Masjid Nabawi terus mengingatkan pentingnya mengikuti prosedur resmi. Hal ini demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keadilan bagi seluruh jemaah dari seluruh dunia.

Namun begitu, cerita dari para jemaah Kediri ini menunjukkan semangat dan kreativitas yang tinggi dalam menembus keterbatasan, selama tetap menjaga adab dan rasa hormat di tanah suci.(red.a)

Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Imigrasi Indonesia-Kamboja, Fokus Cegah Perdagangan Orang

 


 Bali,kediri24jam.online –Upaya mempererat sinergi antarnegara dalam menghadapi kejahatan lintas batas kembali ditunjukkan Indonesia melalui pertemuan bilateral kedua bersama pemerintah Kamboja. Agenda strategis ini dilangsungkan di Bali, dengan fokus utama pada peningkatan kerja sama dalam penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta isu-isu krusial di bidang keimigrasian.

Pertemuan ini dihadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Plt. Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman, dan Dirjen Imigrasi Kamboja Sok Veasna. Momentum ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI), yang menjadi simbol komitmen kuat kedua negara untuk melindungi warga dari bahaya migrasi non-prosedural.

“Kami sepakat membentuk titik fokus (focal point) di tiap negara, serta memperkuat pertukaran informasi dan praktik penyelesaian terbaik dalam menangani kasus-kasus WNI di Kamboja,” ujar Yuldi Yusman dalam rilis resminya, Selasa (20/5/2025).

Peningkatan arus keberangkatan WNI ke Kamboja dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan keprihatinan tersendiri. Banyak dari mereka diketahui terlibat dalam praktik judi daring dan penipuan digital. Sebagian besar kasus terjadi akibat proses migrasi yang tidak sesuai prosedur hukum.

Sebagai respon, pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan untuk menempatkan atase imigrasi di Kamboja guna mempercepat penanganan lapangan dan memperkuat koordinasi antarotoritas.

Untuk memperkuat perlindungan warga sejak dari dalam negeri, pemerintah terus melakukan reformasi kebijakan. Salah satunya dengan penerapan pasal pidana dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yang menyasar praktik penyelundupan manusia.

Tindakan preventif pun dilakukan secara masif:

Sebanyak 5.000 calon PMI ilegal dicegah keberangkatannya sejak Januari hingga April 2025 di seluruh titik perlintasan udara dan laut.

303 permohonan paspor telah ditolak oleh kantor-kantor imigrasi karena terindikasi digunakan untuk kepentingan ilegal.

“Langkah ini bagian dari filter awal untuk memastikan hanya mereka yang memenuhi syarat sah yang bisa berangkat,” imbuh Yuldi.

Selain itu, Ditjen Imigrasi juga menginisiasi Program Desa Binaan Imigrasi, sebagai sarana penyuluhan bagi masyarakat pedesaan—wilayah yang kerap menjadi sumber utama pekerja migran. Hingga saat ini, 185 desa telah masuk dalam jaringan binaan.

“Kami ingin masyarakat lebih cerdas dan waspada, tidak mudah tergiur tawaran kerja luar negeri yang tidak jelas. Apalagi kalau mereka disuruh mengarang keterangan agar paspornya lolos,” terang Agus Andrianto.

Dalam penutupannya, Agus menekankan bahwa kerja sama internasional sangat krusial dalam mengatasi tantangan baru dunia keimigrasian, terutama yang bersifat lintas batas dan melibatkan jaringan kriminal global.

“Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan solusi nyata. Kami berharap hasilnya benar-benar terasa dalam perlindungan terhadap WNI dan pemberantasan perdagangan orang,” pungkasnya.(red.a)

Akhir Pelarian YouTuber Penista Agama Asal Jember: Dibekuk di Bali, Pernah Dipenjara Kasus Serupa

  


Jember, kediri24jam.online– Pelarian YouTuber kontroversial asal Jember yang sempat membuat geger publik dengan pernyataannya yang menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh fiktif, akhirnya berakhir. Pria berinisial DISB (47) itu ditangkap aparat kepolisian di tempat persembunyiannya di Kabupaten Badung, Bali, setelah sempat menghilang usai unggahan videonya viral dan memicu kecaman luas.

DISB, yang diketahui tinggal di Perumahan Muktisari, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) atas dugaan tindak penistaan agama.

"Pelaku berhasil kami amankan di kawasan Banjar Tegal, Kuta, Badung, Bali. Di lokasi tersebut pula, ia diduga merekam konten videonya," ungkap Kapolres Jember, AKBP Bobby Anugrah Christianto, dalam konferensi pers, Senin (19/5/2025).

Tersangka merupakan pemilik akun YouTube 'Warta Kabar Baik', yang memicu kontroversi setelah mengunggah video berjudul "Sosok NABI MUHAMMAD ternyata FIKSI". Dalam video itu, ia menyampaikan pernyataan yang meragukan keberadaan Nabi Muhammad SAW, menyebutnya sebagai tokoh fiksi belaka.

"Unggahan seperti ini sangat berpotensi menimbulkan keresahan dan tindakan anarkis di masyarakat. Kami tidak ingin kecaman ini berubah menjadi kekerasan," tegas Bobby.

Akibat perbuatannya, DISB dijerat Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU RI No. 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukumannya mencapai 6 tahun penjara.

Tak hanya kali ini, Bobby juga mengungkap bahwa tersangka adalah residivis kasus yang sama. Pada tahun 2017, DISB pernah dipidana oleh Pengadilan Negeri Denpasar selama 2 tahun 10 bulan karena pernyataan serupa yang menyakiti keyakinan umat beragama.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, menyampaikan bahwa motif pelaku membuat konten tersebut bukan semata keyakinan pribadi, melainkan demi mengejar popularitas dan jumlah penonton di kanal YouTube-nya.

“Motif pelaku murni mencari sensasi dan viewer, bukan sekadar menyampaikan opini. Ia sadar pernyataannya provokatif, tapi tetap dilakukan demi menjaring perhatian,” ujar Angga.

Video yang diunggah pada Rabu, 30 April 2025, sempat ditonton 5.800 kali sebelum akhirnya dihapus dari platform. Namun cuplikannya sudah menyebar luas di media sosial dan memicu kemarahan sejumlah ormas dan tokoh agama.

Salah satu organisasi yang merespons dengan cepat adalah GP Ansor Cabang Kencong, Jember. Melalui Lembaga Bantuan Hukumnya (LBH), mereka resmi melaporkan akun 'Warta Kabar Baik' ke pihak kepolisian pada Minggu, 4 Mei 2025.

“Kami melaporkan saudara Donald Ignatius, yang mengunggah konten melecehkan keyakinan kami. Ini bentuk pelanggaran serius terhadap toleransi dan kehidupan beragama di Indonesia,” ujar Mohammad Khoiron Kisan, Ketua LBH GP Ansor Cabang Kencong.

Polres Jember mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat. Dalam negara hukum, ujar AKBP Bobby, kebebasan berekspresi harus tetap dibatasi oleh norma, hukum, dan etika.

"Kami pastikan, proses hukum berjalan transparan dan tegas. Tidak boleh ada yang main hakim sendiri," pungkasnya.(red.a)

Menjelang Idul Adha, Peternak Kediri Panen Permintaan Sapi Kurban Berkualitas

  


Kediri, kediri24jam.online–Menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha, para peternak di Kabupaten Kediri mulai memetik hasil dari kerja keras mereka merawat hewan kurban sejak jauh hari. Salah satu peternak senior, Siswoko (57) asal Kecamatan Ngadiluwih, mengaku telah mempersiapkan sapi-sapinya sejak tujuh bulan lalu untuk memastikan kualitas terbaik saat masa kurban tiba.

“Idealnya memang harus dipelihara sejak lama. Dengan perawatan optimal selama tujuh bulan, sapi bisa tumbuh maksimal dan siap dikurbankan dalam kondisi sehat dan berbobot,” ujar Siswoko, yang telah bertahun-tahun menekuni usaha penggemukan sapi.

Menurut pria yang akrab disapa Sis itu, tren harga sapi tahun ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga jual berada di kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram, lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya mencapai Rp 40 ribu/kg, akibat merebaknya wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) saat itu.

“Tahun lalu sempat terpuruk karena PMK. Tapi sekarang situasi sudah membaik dan harga mulai stabil, bahkan naik,” ungkapnya saat ditemui wartawan Radar Kediri.

Saat ini, Siswoko memiliki sekitar 85 ekor sapi di kandangnya. Sekitar 30 ekor berukuran besar, dan sisanya merupakan pedetan (anak sapi). Beberapa jenis sapi yang ia pelihara antara lain Brahman Cross (BX), Simental, dan Limosin. Dari ketiganya, Simental dan Limosin paling banyak dicari pembeli karena kualitas dagingnya yang lebih unggul dan karakteristik hewan yang lebih tenang saat ditangani.

“Simental dan Limosin itu dagingnya tebal dan empuk. Selain itu, mereka jinak, jadi lebih mudah diatur. Kalau BX, agak aktif dan susah diarahkan,” jelasnya.

Sementara itu, penjual hewan kurban musiman mulai bermunculan di berbagai wilayah Kabupaten Kediri. Salah satunya terlihat di Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo, di mana pedagang kambing sudah mulai membuka lapak.

drh Yhuni Ismhawati, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, menyebut bahwa kehadiran pedagang musiman tersebut menjadi indikator bahwa tingkat transaksi hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan.

“Biasanya akan semakin ramai menjelang akhir Mei hingga awal Juni. Ini menjadi sinyal positif bahwa ekonomi sektor peternakan mulai bergairah kembali,” katanya.

DKPP Kabupaten Kediri juga terus memantau kesehatan hewan kurban untuk memastikan semua ternak yang dijual dalam kondisi layak dan bebas penyakit. Masyarakat pun diimbau untuk membeli hewan kurban dari sumber terpercaya dan meminta surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) saat transaksi.

Dengan naiknya permintaan dan harga, para peternak diharapkan tetap menjaga standar perawatan ternak agar kepercayaan konsumen tetap tinggi. Di sisi lain, masyarakat kini juga lebih sadar akan pentingnya membeli hewan kurban yang sehat dan berkualitas.(red.a)

Kediri Melaju ke Era Nontunai: Transaksi QRIS Tembus Rp 584 Triliun di Awal 2025

 


Kediri, kediri24jam.online– Kota Kediri dan wilayah sekitarnya tengah melangkah cepat menuju era ekonomi digital. Hal ini ditunjukkan oleh lonjakan signifikan penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang mencatat peningkatan tajam baik dari sisi jumlah transaksi, nilai transaksi, hingga jumlah merchant yang bergabung.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebelumnya mengungkapkan bahwa secara nasional, pengguna QRIS telah menembus angka 56 juta dengan total merchant mencapai 38 juta. Volume transaksi juga melonjak 173 persen, dengan nilai transaksi mencapai Rp 104 triliun hingga Maret 2025.

Tak ketinggalan, wilayah Kediri Raya dan Mataraman turut menunjukkan geliat serupa. Berdasarkan data dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, nilai transaksi QRIS di Kota Kediri pada triwulan I tahun 2025 mencapai Rp 584,523 miliar, melonjak tajam dari Rp 148,608 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Bahkan, jika dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2024, yang tercatat sebesar Rp 447,144 miliar, angkanya tetap menunjukkan tren kenaikan yang positif.

Volume transaksi pun turut meroket. Jika pada triwulan I 2023 baru tercatat 400.120 kali, maka pada triwulan I 2024 meningkat drastis menjadi 1.118.666 kali, dan di triwulan I 2025 menembus angka fantastis yaitu 5.521.255 kali.

“Kota Kediri menunjukkan pertumbuhan paling agresif dibandingkan wilayah lain dalam cakupan kerja BI Kediri,” ujar Kepala KPw BI Kediri, Yayat Cadarajat.

Kota Kediri kini menyumbang sekitar 18 persen dari total transaksi yang terjadi di seluruh wilayah kerja BI Kediri, yang mencakup Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Nganjuk, Magetan, dan Ngawi. Total transaksi QRIS di wilayah kerja BI Kediri sendiri mencapai Rp 3,091 triliun.

Tak hanya dari sisi nilai transaksi, jumlah pelaku usaha yang menerima pembayaran lewat QRIS juga meningkat tajam. Dari 107.059 merchant pada triwulan I 2023, kini telah tumbuh menjadi 192.372 merchant pada triwulan I 2025. Artinya, terjadi pertambahan 85.313 merchant dalam dua tahun terakhir.

“Lonjakan merchant ini didorong pesatnya adopsi QRIS di Kota Tahu. Saat ini warung, toko kelontong, kafe, hingga restoran besar sudah menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran utama,” jelas Yayat.

Pemkot Kediri bahkan telah menerapkan QRIS untuk berbagai pembayaran layanan publik, seperti retribusi parkir di beberapa titik pusat kota. Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan publik, tetapi juga mendorong masyarakat semakin terbiasa dengan transaksi nontunai.

"Ini adalah bagian dari perjalanan menuju cashless society. Kita sedang menyaksikan pergeseran budaya dalam transaksi ekonomi masyarakat," tambahnya.

Lebih jauh, Yayat menekankan pentingnya digitalisasi dalam sistem ekonomi modern. Selain mempermudah transaksi, penggunaan QRIS juga membuka ruang transparansi, karena setiap transaksi tercatat secara digital dan mudah ditelusuri.

“Semua data terekam. Dan itulah keunggulan dari digitalisasi sistem keuangan kita. Ini tidak hanya efisien, tetapi juga memperkuat akuntabilitas,” tandasnya.(red.a)

Ribuan Ojol Geruduk Surabaya, Suarakan Penolakan terhadap Kebijakan Aplikator

 


Surabaya, kediri24jam.online– Gelombang massa pengemudi ojek dan taksi online mulai memadati sejumlah titik utama di Surabaya, Selasa pagi (20/5/2025). Aksi protes ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan driver oleh pihak aplikator.

Pantauan di lapangan, sejak pukul 08.15 WIB, puluhan pengemudi online dari berbagai kota di Jawa Timur mulai berkumpul di ruas kiri Jalan Ahmad Yani, tepatnya setelah Bundaran Waru, Kecamatan Gayungan. Mengenakan jaket hijau dan oranye khas perusahaan masing-masing, mereka tampak kompak membawa kendaraan serta mobil komando.

Tak hanya berasal dari Surabaya, massa aksi kali ini juga datang dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Jember, Probolinggo, Madiun, dan Jombang. Mereka akan bergerak bersama menuju enam titik aksi utama di Kota Pahlawan.

"Kami rencanakan bergerak sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Ini adalah bentuk solidaritas driver online se-Jatim menolak ketidakadilan sistem aplikator," ujar David Walalangi, Humas Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal Frontal kepada detikJatim.

Aksi ini akan menyasar beberapa lokasi strategis di Surabaya, seperti Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Diskominfo Jatim, Polda Jatim, Gedung DPRD Jatim, Gedung Negara Grahadi, hingga kantor-kantor penyedia aplikasi transportasi online.

Di lokasi, tampak sejumlah koordinator lapangan sibuk mengarahkan pengemudi yang baru tiba agar segera bergabung dalam barisan. Arus lalu lintas pun mulai tersendat karena tingginya volume kendaraan di pagi hari, ditambah konsentrasi massa di jalur lambat Jalan Ahmad Yani.

Pihak kepolisian terlihat siaga menjaga situasi tetap kondusif. Beberapa personel disiagakan di sekitar Bundaran Waru untuk mengantisipasi kemungkinan kemacetan dan gangguan keamanan.

Aksi damai ini diharapkan mampu membuka mata para pengambil kebijakan dan pihak aplikator agar lebih memperhatikan kesejahteraan driver online yang selama ini menjadi ujung tombak layanan transportasi digital di masyarakat.

Warga diimbau untuk menghindari jalur-jalur padat seperti Jalan Ahmad Yani dan sekitarnya, terutama menuju Gedung Negara Grahadi dan DPRD Jatim, guna menghindari kemacetan yang lebih parah.(red.a)

Cegah Perundungan, Polisi Blitar Bekali Siswa SD dengan Edukasi Anti-Bullying

 


Blitar, kediri24jam.online– Sejumlah siswa SDN Karangsari 1 Kota Blitar mendapat edukasi langsung dari polisi wanita (polwan) Satreskrim Polres Blitar Kota terkait pentingnya mencegah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan penyuluhan yang digelar di halaman sekolah, Aipda Diar Swastika Santi dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar Kota memberikan materi yang mudah dipahami oleh anak-anak. Mereka diajak mengenali bentuk-bentuk bullying serta dampak negatif yang ditimbulkan terhadap korban.

Para siswa terlihat antusias dan menyimak dengan penuh perhatian selama sesi sosialisasi berlangsung.

"Program penyuluhan tentang anti bullying ini merupakan agenda berkala dari Satreskrim Polres Blitar Kota. Kami menyasar pelajar dari berbagai jenjang untuk menanamkan nilai-nilai anti kekerasan sejak dini," ujar Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar, saat diwawancarai, Selasa (20/5/2025).

Menurut Samsul, kegiatan serupa juga akan digelar di sekolah-sekolah lain di wilayah Kota Blitar. Tujuannya adalah untuk mengurangi praktik intimidasi dan kekerasan yang sering terjadi di lingkungan pendidikan.

"Tindakan perundungan, baik yang bersifat fisik maupun verbal, bisa berdampak serius pada mental dan psikologis anak. Karena itu, anak-anak harus diajarkan untuk saling menghargai dan menjaga perasaan temannya," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus sebagai langkah preventif agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan. Tak hanya siswa, para guru pun diharapkan berperan aktif dalam mengawasi dan menanggapi bila terjadi indikasi bullying di sekolah.

"Dengan edukasi ini, kami berharap siswa SDN Karangsari 1 bisa mengenali bentuk-bentuk perundungan dan mencegahnya sejak dini. Mereka harus berani melapor bila melihat atau mengalami bullying," tambahnya.

Samsul juga menyampaikan pesan agar siswa tetap fokus belajar dan menjauhi perilaku negatif agar bisa meraih cita-cita mereka.

"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Mari kita jaga bersama lingkungan sekolah agar tetap aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan," tutupnya.(red.a)