Rabu, 06 November 2024

Proyek Galian di Kuningan Jaksel Menyebabkan Kendala Bagi Pejalan Kaki dan Kemacetan Lalu Lintas

  


Jakarta, 7 November 2024, kediri24jam.online – Proyek galian yang tengah berlangsung di sekitar Halte Kuningan, Jakarta Selatan, khususnya di jalur menuju Menteng, mengundang keluhan dari pejalan kaki dan pengendara. Selain menambah kemacetan di kawasan tersebut, keberadaan galian juga membuat trotoar menjadi licin dan berdebu, menyulitkan pejalan kaki yang melintasi area tersebut.

Salah satu warga setempat, Iwan (53), seorang pegawai di kawasan Kuningan, mengungkapkan bahwa kondisi trotoar yang berdebu dan licin membuatnya merasa terganggu setiap kali melintas. "Kalau buat saya yang biasa jalan kaki, jelas nggak nyaman. Apalagi kalau hujan, trotoarnya jadi licin karena sisa-sisa pasir, kalau cerah malah jadi berdebu," ujar Iwan saat ditemui di lokasi, Kamis (7/11/2024).

Iwan, yang sering menggunakan layanan Transjakarta dan turun di sekitar Halte Kuningan, merasa kesulitan beraktivitas selama beberapa minggu terakhir. Proyek galian yang tampaknya tak kunjung selesai ini telah mengubah kondisi jalanan di sekitar trotoar, memaksa pejalan kaki untuk berhati-hati agar tidak tergelincir atau terpapar debu.

Kemacetan Lalu Lintas Makin Parah

Selain berdampak pada pejalan kaki, proyek galian juga memperburuk kondisi lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said yang mengarah ke Menteng. Pada pagi hari, antrean kendaraan mengular hingga 100 meter, membuat laju kendaraan tersendat di sekitar titik galian. "Kemacetan sangat terasa, terutama di area dekat Halte Kuningan. Setelah lewat galian, kendaraan kembali lancar, tapi di sekitar sana memang sering terjadi penumpukan," ujar seorang pengemudi yang melintas di lokasi.

Pantauan detikJatim di lapangan menunjukkan, kemacetan semakin diperburuk dengan banyaknya kendaraan yang berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang, terutama kendaraan taksi dan ojek online (ojol) yang mangkal di sekitar halte. "Banyak pengemudi ojol yang berhenti sembarangan, jadi kendaraan di belakangnya harus melambat," kata seorang pengendara motor yang terjebak dalam kemacetan.

Peringatan Bahaya bagi Pejalan Kaki

Iwan juga mengungkapkan bahwa pejalan kaki kini terpaksa melintas di bahu jalan karena trotoar yang terganggu proyek galian. Bahkan, ia sempat menyaksikan seorang pejalan kaki tertabrak mobil karena terpaksa berjalan di ruas jalan kendaraan bermotor. "Harusnya ada pembatas supaya pejalan kaki tetap di trotoar dan tidak terpaksa melintas di jalan yang berisiko," tambahnya.

Seiring dengan berlanjutnya proyek galian, warga setempat berharap agar pihak berwenang segera mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi ini, seperti menambah pembatas di trotoar agar pejalan kaki tetap aman dan nyaman. Selain itu, pengelola proyek juga diharapkan segera menyelesaikan galian agar tidak semakin mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas sehari-hari warga.

Pihak Berwenang Diminta Tindak Lanjut

Kemacetan yang disebabkan oleh proyek galian ini sudah berlangsung beberapa minggu dan menjadi masalah harian bagi para pengendara serta pejalan kaki di sekitar Kuningan. Masyarakat setempat berharap agar pemerintah segera memberikan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah ini, termasuk menyelesaikan pekerjaan galian dan memperbaiki infrastruktur trotoar agar aman digunakan oleh pejalan kaki.

Dengan meningkatnya volume kendaraan di kawasan Kuningan dan potensi bahaya bagi pejalan kaki, perbaikan segera dibutuhkan untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan keselamatan semua pihak yang terlibat.(red.A)


0 komentar:

Posting Komentar