Jumat, 30 Mei 2025

Wisata Petik Stroberi di Batu Diserbu Pengunjung Saat Libur Panjang, Jumlah Wisatawan Tembus Tiga Kali Lipat

 


Kota Batu, kediri24jam.online– Libur panjang akhir Mei 2025 menjadi momentum yang dimanfaatkan banyak orang untuk melepas penat dan berkumpul bersama keluarga. Beragam tempat rekreasi, baik buatan maupun alam, menjadi pilihan favorit, tak terkecuali wisata petik stroberi yang berlokasi di kawasan Bumiaji, Kota Batu.

Pada Jumat (30/5/2025), kawasan kebun stroberi tersebut dipadati pengunjung dari berbagai kota. Suasana sejuk pegunungan dan pengalaman langsung memetik buah segar dari tanaman membuat destinasi ini diminati para wisatawan.

Kunjungan Wisatawan Meningkat Tiga Kali Lipat

Pemilik Kebun Stroberi Lestari, Rudi Hartono, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung mengalami lonjakan signifikan sejak Kamis (29/5/2025).

“Biasanya kami menerima sekitar 100 orang per hari, tapi kali ini bisa sampai 300 pengunjung. Banyak yang datang dari Surabaya, Sidoarjo, bahkan Jakarta,” terang Rudi.

Ia menambahkan bahwa minat terhadap wisata petik stroberi meningkat tajam di musim liburan karena konsep wisata ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga memberi pengalaman interaktif dan edukatif, terutama bagi anak-anak.

“Kami sampai harus menambah jumlah staf untuk memandu para tamu di area kebun,” katanya.

Edukasi dan Rekreasi dalam Satu Paket

Salah satu pengunjung asal Surabaya, Linda (34), mengatakan bahwa wisata petik stroberi bukan hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pembelajaran bagi buah hatinya.

“Anak-anak senang sekali karena bisa melihat langsung proses tumbuhnya buah dan ikut memanennya. Serunya lagi, stroberi yang dipetik sendiri rasanya terasa lebih manis,” ujar Linda sambil tersenyum.

Kegiatan seperti ini dinilai sangat cocok untuk keluarga karena memberikan kombinasi antara wisata alam, pengalaman langsung, dan pembelajaran bagi anak-anak tentang pertanian serta alam.

Rekomendasi Liburan Sejuk yang Ramah Keluarga

Kebun stroberi di kawasan Bumiaji menjadi salah satu destinasi yang direkomendasikan bagi wisatawan yang mencari udara segar, suasana alam yang damai, serta aktivitas yang menyenangkan untuk seluruh anggota keluarga. Harga tiket masuk yang terjangkau dan kesempatan membawa pulang buah hasil petikan sendiri menjadi daya tarik tersendiri.

Pemerintah setempat juga mengimbau wisatawan untuk tetap menjaga kebersihan dan mematuhi protokol keselamatan selama berwisata, demi kenyamanan bersama.

“Kami harap wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga ikut menjaga kelestariannya,” pungkas Rudi.

Dengan tingginya animo masyarakat terhadap wisata berbasis alam seperti ini, sektor pariwisata Kota Batu diprediksi akan terus tumbuh, terutama saat musim libur tiba.(red.a)

Harga Sembako Naik-Turun di Jawa Timur, Waspadai Lonjakan Komoditas Tertentu

  


Surabaya,  kediri24jam.onlineHarga kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali menunjukkan fluktuasi pada Jumat, 30 Mei 2025. Beberapa komoditas mengalami kenaikan, seperti cabai keriting, cabai merah besar, serta daging sapi dan ayam kampung. Sementara itu, sebagian besar bahan pokok lainnya masih stabil dan belum menunjukkan perubahan signifikan.

Mengetahui harga sembako setiap hari menjadi hal penting, apalagi bagi masyarakat yang bertanggung jawab atas anggaran rumah tangga. Kenaikan harga, meskipun kecil, bila terjadi secara konsisten, akan berdampak pada total pengeluaran bulanan. Maka dari itu, pemantauan rutin harga bahan pokok sangat diperlukan agar belanja tetap terkendali.

Perkembangan Harga Bahan Pokok Hari Ini (30 Mei 2025)

Sembako, singkatan dari sembilan bahan pokok, mencakup komoditas penting yang menunjang kehidupan sehari-hari. Meski disebut "sembilan", kini daftar bahan penting yang diawasi pemerintah juga mencakup cabai, susu, dan gas elpiji karena perannya yang tak kalah vital dalam kebutuhan dapur rumah tangga.

Berdasarkan data dari Siskaperbapo Jatim pada pukul 09.40 WIB, berikut harga rata-rata bahan pokok di wilayah Jawa Timur:

  • Beras Premium: Rp 14.523/kg

  • Beras Medium: Rp 12.493/kg

  • Gula Kristal Putih: Rp 17.027/kg

  • Minyak Goreng Curah: Rp 18.603/liter

  • Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp 20.297/liter

  • Minyak Goreng Minyakita: Rp 16.614/liter

  • Daging Sapi Paha Belakang: Rp 118.989/kg (naik Rp 606)

  • Daging Ayam Ras: Rp 30.783/kg

  • Daging Ayam Kampung: Rp 68.666/kg (naik Rp 513)

  • Telur Ayam Ras: Rp 25.657/kg

  • Telur Ayam Kampung: Rp 46.124/kg

  • Cabai Merah Keriting: Rp 30.034/kg (naik Rp 666 atau 2,27%)

  • Cabai Merah Besar: Rp 28.223/kg (naik Rp 686 atau 2,49%)

  • Cabai Rawit Merah: Rp 24.592/kg

  • Bawang Merah: Rp 32.084/kg

  • Bawang Putih: Rp 32.778/kg

  • Garam Halus: Rp 9.397/kg

  • Gas Elpiji: Rp 19.689/tabung

  • Susu Kental Manis (Bendera): Rp 12.572/370gr

  • Susu Bubuk (Indomilk): Rp 40.326/400gr

Mengapa Harga Sembako Bisa Berubah-ubah?

Perubahan harga sembako tidak terjadi tanpa sebab. Ada banyak variabel yang saling berkaitan dan mempengaruhi kestabilan harga di pasaran, antara lain:

  • Permintaan dan Penawaran: Jika permintaan melonjak namun pasokan tetap atau menurun, maka harga akan terdorong naik. Sebaliknya, pasokan yang berlebih bisa menekan harga ke bawah.

  • Kondisi Cuaca: Hujan berkepanjangan, kemarau ekstrem, atau bencana alam bisa menghambat produksi pertanian, yang otomatis mengurangi pasokan dan menaikkan harga.

  • Kebijakan Pemerintah: Regulasi seperti pembatasan impor, perubahan pajak, atau subsidi akan berdampak langsung terhadap harga.

  • Biaya Produksi dan Transportasi: Naiknya harga pupuk, bahan bakar, dan ongkos logistik ikut menambah beban biaya produksi, yang akhirnya dibebankan ke konsumen.

  • Nilai Tukar Mata Uang: Bahan baku impor akan lebih mahal jika nilai tukar rupiah melemah.

  • Inflasi: Kenaikan harga umum barang dan jasa dalam perekonomian mendorong sembako ikut naik.

  • Gangguan Distribusi: Kendala logistik seperti macet, pemogokan, atau cuaca ekstrem bisa mengganggu jalur distribusi dan memperkecil pasokan di pasar.

Panduan Kombinasi Serum Wajah: Perpaduan Kandungan Aktif yang Tepat untuk Kulit Sehat dan Bercahaya

  


  kediri24jam.online Penggunaan serum wajah kini semakin populer dalam dunia kecantikan karena dianggap memiliki kandungan aktif yang lebih terkonsentrasi dibanding produk perawatan lainnya. Namun, tak sedikit yang masih bertanya-tanya kapan waktu terbaik untuk menggunakan serum dan bagaimana cara mengombinasikan bahan aktif dengan aman.

Menggabungkan beberapa kandungan serum sebenarnya bisa memberikan manfaat maksimal bagi kulit, asalkan dipahami betul karakteristik masing-masing bahan dan cara penggunaannya. Salah dalam kombinasi justru bisa menimbulkan iritasi atau reaksi negatif pada kulit.

Untuk membantu Anda menyusun rutinitas perawatan kulit yang lebih efektif, berikut beberapa perpaduan kandungan serum yang aman dan terbukti mampu mendukung kesehatan kulit wajah:

1. Hyaluronic Acid & Retinol

Retinol dikenal dapat mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi garis halus, namun bisa membuat kulit kering. Di sinilah hyaluronic acid berperan: menjaga kelembapan dan mengurangi efek samping retinol, sehingga kulit tetap terhidrasi dan kenyal.

Gunakan retinol di malam hari, lalu aplikasikan hyaluronic acid setelahnya untuk meminimalkan iritasi.

2. Vitamin C & Vitamin E

Dua antioksidan ini bekerja sama untuk menangkal radikal bebas dan mencerahkan kulit. Vitamin E juga berfungsi menenangkan kulit dan membantu memperpanjang stabilitas vitamin C.

Gunakan di pagi hari sebelum sunscreen untuk perlindungan optimal dari sinar UV dan polusi.

3. Niacinamide & Glycolic Acid

Niacinamide mengatasi kemerahan dan mengecilkan pori, sementara glycolic acid mengangkat sel kulit mati. Kombinasi ini sangat tepat untuk kulit kusam dan berminyak.

Mulailah perlahan, misalnya gunakan glycolic acid 2-3 kali seminggu dan niacinamide setiap hari untuk menghindari iritasi.

4. AHA & BHA

Keduanya adalah bahan eksfoliasi, namun dengan mekanisme berbeda. AHA bekerja di permukaan kulit, sedangkan BHA menembus pori-pori dan efektif untuk jerawat.

Hindari pemakaian harian, cukup 2 kali seminggu untuk menjaga keseimbangan kulit.

5. Glycolic Acid & Hyaluronic Acid

Setelah eksfoliasi dengan glycolic acid, kulit memerlukan hidrasi intensif yang bisa dipenuhi dengan hyaluronic acid. Perpaduan ini membuat kulit lebih cerah tanpa rasa kering.

6. Vitamin C & Ferulic Acid

Ferulic acid memperkuat kerja vitamin C dan meningkatkan efektivitasnya dalam melawan tanda-tanda penuaan. Kombinasi ini memberikan perlindungan ganda terhadap sinar UV dan polusi.

7. Niacinamide & Retinol

Retinol memperbaiki tekstur kulit dan mempercepat regenerasi sel, sedangkan niacinamide menjaga skin barrier agar tetap kuat dan sehat.

Gabungan ini sangat disarankan untuk perawatan anti-aging yang ramah di kulit sensitif.

8. Niacinamide & Salicylic Acid

Salicylic acid membantu membersihkan pori dan mengurangi jerawat, sementara niacinamide menenangkan kulit dan mengurangi kemerahan.

Ini adalah kombinasi andalan untuk kulit berjerawat yang butuh perawatan lembut tapi efektif.

Tips Tambahan:
Sebelum mencampur beberapa jenis serum, selalu lakukan uji coba pada sebagian kecil kulit terlebih dahulu. Bila muncul rasa perih, gatal, atau kemerahan, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan ahli dermatologi.

Ingat, hasil terbaik datang dari pemahaman terhadap kebutuhan kulit masing-masing. Gunakan serum sesuai urutan yang benar—biasanya dari tekstur paling ringan ke yang lebih kental—dan pastikan selalu memakai sunscreen pada pagi hari untuk perlindungan ekstra.

Ditambah dengan gaya hidup sehat, istirahat cukup, dan hidrasi tubuh yang baik, rutinitas skincare Anda akan semakin optimal dan berdampak jangka panjang.(red.a)

Fu Yung Hai Rumahan: Sajian Telur Lezat, Praktis, dan Cocok untuk Segala Kesempatan

  


 kediri24jam.online Bingung menentukan menu makan malam yang praktis tapi tetap menggugah selera? Cobalah sajian Fu Yung Hai, olahan telur khas oriental yang kini bisa dibuat sendiri di rumah dengan bahan sederhana dan langkah mudah.

Biasanya disajikan di restoran Chinese food, Fu Yung Hai ternyata cukup fleksibel untuk dibuat versi rumahan. Telur yang digoreng tebal bersama aneka sayuran dan daging, lalu disiram saus asam manis, menjadikan makanan ini cocok dinikmati bersama keluarga kapan saja.

"Fu Yung Hai termasuk menu favorit yang sering saya buat karena tidak ribet dan cocok untuk semua usia, apalagi anak-anak suka sekali dengan rasa sausnya," ujar Dian, ibu rumah tangga di Jakarta Timur.

Menu ini tak hanya praktis, tapi juga ekonomis karena bisa dibuat dengan bahan-bahan yang umum tersedia di dapur.

Bahan-Bahan Utama:

  • 4 butir telur ayam

  • 100 gram daging cincang (bisa diganti ayam atau udang)

  • 3 lembar kol, diiris tipis

  • 1 buah wortel, diiris korek api

  • 1 batang daun bawang, diiris

  • 2 siung bawang putih, cincang

  • 2 sdm tepung sagu

  • 1 sdm tepung terigu

  • Gula, garam, lada, dan kaldu bubuk secukupnya

Untuk Saus:

  • 1 siung bawang putih, cincang

  • ¼ buah bawang bombay, iris tipis

  • 2 sdm kacang polong

  • 2 sdm saus tomat

  • 1 sdm kecap inggris

  • Gula dan garam sesuai selera

  • Air secukupnya

  • Larutan maizena untuk mengentalkan

  • Cuka secukupnya (jika ingin rasa lebih segar)

Cara Memasak:

  1. Campurkan semua bahan utama dalam wadah, aduk hingga rata.

  2. Panaskan minyak di wajan, tuang adonan dan ratakan. Goreng hingga matang dan berwarna kuning keemasan di kedua sisi. Angkat dan tiriskan.

  3. Untuk saus, tumis bawang putih hingga harum, lalu masukkan saus tomat, kecap inggris, gula, garam, kacang polong, dan air. Aduk rata dan biarkan mendidih.

  4. Tambahkan irisan bawang bombay dan cuka jika suka. Masak hingga bawang sedikit layu.

  5. Tuang larutan maizena sedikit demi sedikit sampai saus mengental sempurna.

  6. Siramkan saus di atas telur yang telah digoreng, dan sajikan hangat bersama nasi putih.

Fu Yung Hai versi rumahan ini menawarkan rasa gurih dari telur dan daging, segarnya sayuran, serta kelezatan saus asam manis yang khas. Hidangan ini tidak hanya mudah disiapkan, tapi juga penuh gizi dan cocok sebagai menu utama untuk keluarga.

Ingin masak cepat tapi tetap nikmat? Fu Yung Hai bisa jadi jawaban terbaik di meja makan Anda.(red.a)

Sinergi Warga dan Pemerintah Jadi Kunci Stabilitas Banyuwangi, Daya Tarik Investasi Kian Menguat

 


Surabaya,  kediri24jam.online–Di balik laju pembangunan dan derasnya minat investor yang masuk ke Kabupaten Banyuwangi, terdapat kontribusi besar dari seluruh elemen masyarakat serta jajaran pemerintah daerah dalam merawat situasi wilayah yang kondusif. Banyuwangi menyadari bahwa tanpa keamanan dan ketenteraman, mustahil pembangunan dapat berjalan optimal dan kesejahteraan rakyat meningkat.

Berangkat dari kesadaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai dari tokoh adat, pemuka agama, organisasi masyarakat (ormas), hingga aparat keamanan diajak bersatu padu menciptakan stabilitas sosial demi kemajuan bersama.

“Kunci keberhasilan pembangunan adalah suasana daerah yang aman dan damai. Tanpa itu, seluruh program pembangunan akan sulit diwujudkan,” ungkap Kepala Bakesbangpol Banyuwangi, Drs. R. Agus Mulyono, S.Sos., M.Si, dalam pernyataan resminya, Sabtu (31/5/2025).

Agus menuturkan, pihaknya senantiasa membangun komunikasi terbuka melalui pertemuan formal maupun informal guna mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun rasa kebersamaan dan tanggung jawab kolektif terhadap stabilitas daerah.

“Kami rutin menggandeng TNI, Polri, serta tokoh-tokoh strategis dalam upaya penguatan ketahanan sosial masyarakat,” lanjutnya.

Banyuwangi di bawah kepemimpinan Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas berhasil menciptakan iklim yang mendukung investasi. Kondisi sosial yang stabil, pelayanan publik yang semakin efisien, serta kepastian hukum membuat daerah ini menjadi destinasi menarik bagi para investor.

Salah satu bentuk konkret keberhasilan tersebut terlihat dari kehadiran perusahaan tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI) yang beroperasi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran sejak 2012. Melalui program tanggung jawab sosial (CSR), perusahaan yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk itu telah menyalurkan berbagai program pemberdayaan.

Setidaknya ada delapan sektor utama yang disentuh PT BSI, yakni pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, budaya, lingkungan hidup, pembangunan infrastruktur, penguatan komunitas lokal, dan peningkatan pendapatan masyarakat. Kemajuan pesat pun dirasakan warga, terutama di wilayah Pesanggaran dan Siliragung.

“Kalau kita lihat sekarang, jalan-jalan utama di ring satu sudah bagus, kegiatan ekonomi masyarakat juga makin hidup. Ini bukti nyata kolaborasi yang membawa manfaat,” tambah Agus.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan di Banyuwangi tak lepas dari semangat gotong royong dan rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya. Karena itu, Agus mengajak semua pihak untuk terus menjaga kebersamaan dan keamanan wilayah.

“Banyuwangi adalah milik kita bersama. Ketika daerah ini aman dan harmonis, maka masa depan yang lebih baik akan lebih mudah kita raih. Mari terus kita jaga kedamaian ini demi generasi mendatang,” pungkasnya.(red.a)

Bansos Tahap II Cair Akhir Mei, Gus Ipul Pastikan Penyaluran Lebih Akurat Berbasis DTSEN

  


 kediri24jam.online– Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) triwulan II tahun 2025 pada akhir Mei ini. Penyaluran tersebut diumumkan secara langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, pada Rabu (28/5/2025) sore.

Menurut Gus Ipul, pencairan tahap kedua ini mencakup dua program utama, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Total anggaran yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp10 triliun untuk 16,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Penyaluran bansos mulai dilakukan hari ini secara bertahap melalui bank-bank Himbara dan jaringan distribusi lainnya,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan bahwa penyaluran bansos kali ini telah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dalam penyasaran penerima bansos, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang berhak.

“Dengan DTSEN, potensi kesalahan dalam penyaluran bisa ditekan. Kita ingin memastikan tidak ada warga yang layak tapi tidak menerima, dan sebaliknya, yang tidak berhak tidak lagi tercatat sebagai penerima,” tambahnya.

Gus Ipul juga mengajak masyarakat untuk memeriksa secara mandiri status mereka sebagai penerima bansos. Kemensos menyediakan dua cara untuk mengecek status penerima: melalui situs web resmi dan aplikasi Cek Bansos yang dapat diunduh di ponsel.

Cara mengecek bansos melalui situs web:

  1. Akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id

  2. Masukkan data wilayah sesuai KTP: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa

  3. Tulis nama lengkap penerima

  4. Masukkan kode captcha yang muncul

  5. Klik “Cari Data” dan tunggu hasil pencarian

Langkah pengecekan melalui aplikasi:

  1. Unduh aplikasi “Cek Bansos” dari Play Store

  2. Daftar dan login dengan NIK

  3. Pilih menu “Cek Bansos”

  4. Masukkan nama lengkap dan alamat sesuai KTP

  5. Tekan “Cari Data” untuk melihat status penerima

Gus Ipul juga menegaskan bahwa proses ini terus dievaluasi dan diperbaiki agar lebih transparan, akuntabel, dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Ia menambahkan bahwa Kementerian Sosial siap menindaklanjuti laporan warga apabila ada ketidaksesuaian atau dugaan penyaluran yang tidak tepat.

“Bantuan sosial ini bukan hanya soal uang atau barang, tetapi juga bukti bahwa negara hadir dan peduli terhadap warganya yang sedang kesulitan,” tegasnya.

Pemerintah berharap bansos ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok serta memperkuat daya tahan sosial dan ekonomi rumah tangga, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi pascapandemi dan gejolak harga kebutuhan pokok.(red.a)

KH Yusuf Hasyim Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Gubernur Khofifah: Beliau Ulama Pejuang, Bukan Sekadar Pendakwah

  


Surabaya, kediri24jam.online – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan keseriusannya dalam mendorong pengajuan gelar Pahlawan Nasional bagi KH Muhammad Yusuf Hasyim, atau yang akrab dikenal sebagai Pak Ud. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam acara Istigasah dan Seminar Nasional yang digelar di halaman SMP-SMA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya, Jumat malam (30/5/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyatakan bahwa sosok Pak Ud bukan hanya layak secara administratif, tetapi juga memiliki rekam jejak perjuangan yang kuat dan komprehensif, baik dalam bidang militer maupun keagamaan.

“KH Yusuf Hasyim bukan sekadar memenuhi syarat, tetapi memiliki posisi yang sangat kuat secara historis dan kontekstual untuk diajukan sebagai Pahlawan Nasional. Perjuangannya nyata, dedikasinya luar biasa,” ujar Khofifah.

Putra bungsu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Pahlawan Nasional KH Hasyim Asy’ari ini sejak muda telah menapaki jalan perjuangan. Ia bergabung dalam Laskar Hizbullah, kemudian menjadi perwira militer berpangkat Letnan Satu, memimpin Kompi II dalam sejumlah operasi penting selama Revolusi Fisik, dan memilih mengundurkan diri dari TNI pada tahun 1956 untuk kembali membina pendidikan di pesantren.

Setelah kembali ke Jombang, Pak Ud mengembangkan Pondok Pesantren Tebuireng menjadi pesantren modern yang menggabungkan pendidikan agama dan umum. Di bawah kepemimpinannya, Tebuireng menjadi pelopor integrasi pendidikan Islam dan nasionalisme, tanpa meninggalkan khazanah tradisi keulamaan pesantren.

Ia juga tercatat sebagai penggagas penguatan Banser (Barisan Ansor Serbaguna), yang hingga kini dikenal sebagai penjaga ulama dan NKRI. Di organisasi Nahdlatul Ulama, Pak Ud pernah menduduki posisi Sekretaris Jenderal PBNU pada masa transisi penting antara Orde Lama dan Orde Baru, yakni periode 1967–1971.

Khofifah menambahkan bahwa KH Yusuf Hasyim adalah sosok ulama pejuang yang tidak hanya berdakwah dari atas mimbar, tetapi juga berjibaku di medan pertempuran dan aktif dalam menangkal gerakan pemberontakan seperti PKI di Madiun.

“Beliau mengajarkan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman. Beliau mendidik santri untuk menjadi patriot, tidak hanya agamawan. Teladan seperti inilah yang layak diabadikan dalam sejarah bangsa,” tegasnya.

Dokumen dan berkas administrasi pengusulan gelar telah disiapkan secara lengkap dan kini sedang dalam proses telaah oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial RI. Gubernur Khofifah optimis bahwa semua tahapan akan berjalan lancar.

“Kami sudah menyiapkan seluruh dokumen dengan baik. Semoga tahun ini, Presiden bisa memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada KH Yusuf Hasyim,” ungkapnya penuh harap.

Dukungan juga mengalir dari berbagai pihak. Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), KH Asep Saifuddin Chalim, menyatakan bahwa pengajuan ini sudah melalui proses kajian yang cermat secara ilmiah, historis, dan administratif oleh tim ahli.

“Ini bukan hanya tentang NU, tapi tentang bangsa. Beliau adalah simbol Islam moderat, nasionalisme, dan perjuangan yang menyatu dalam satu pribadi. Mari kita doakan, semoga beliau benar-benar diakui negara,” kata KH Asep.

Masyarakat luas, khususnya warga Nahdliyin, diimbau untuk terus mengawal dan mendukung proses ini, agar nilai-nilai perjuangan KH Yusuf Hasyim bisa menjadi inspirasi lintas generasi, dan keteladanannya dikenang dalam narasi besar perjalanan bangsa Indonesia.(red.a)

Pelajar SMK Jadi Korban Kekerasan Brutal di Malang, Polisi Bergerak Cepat Usut Kasus

 


Malang, kediri24jam.onlineDunia pendidikan kembali tercoreng oleh aksi kekerasan. Seorang siswa SMK berinisial A (16 tahun) menjadi korban dugaan pengeroyokan di kawasan Jalan Andalas Tengah, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Rabu sore (28/5/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

Korban yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas ini mengalami luka cukup serius di bagian wajah dan kini tengah mendapat perawatan intensif di RSI Aisyiyah Malang. Wajahnya memar, tubuhnya lemah, dan jiwanya terguncang.

Budi, Ketua RT setempat, mengonfirmasi adanya kejadian tersebut. Menurutnya, laporan pertama datang dari petugas keamanan lingkungan yang melihat korban dalam kondisi tak berdaya.

"Saya dapat kabar dari pihak keamanan komplek. Korban langsung dibawa ke rumah sakit karena kondisinya cukup parah. Tapi untuk detail kejadian saya belum tahu pasti," ujar Budi kepada media, Jumat (30/5/2025).

Menanggapi insiden tersebut, Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, menyampaikan bahwa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim telah melakukan penyelidikan awal.

“Anggota kami langsung mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat. Karena kondisinya belum stabil, kami belum bisa menggali keterangan langsung dari korban,” jelas Yudi.

Namun pihak kepolisian sudah mulai mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi di lokasi kejadian, termasuk warga dan individu yang menolong serta mengantar korban ke rumah sakit.

Dari penyelidikan awal, diduga insiden ini dipicu oleh kesalahpahaman antara korban dan pelaku. Niat untuk menyelesaikan secara damai ternyata berubah menjadi aksi kekerasan, ketika pelaku datang bersama sekelompok teman dan langsung melakukan pemukulan.

“Awalnya mereka sempat berbincang secara damai. Tapi mendadak pelaku dan teman-temannya menyerang korban menggunakan tangan kosong. Korban dipukul berulang kali hingga jatuh tersungkur,” tambahnya.

Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak oleh warga yang langsung membawanya ke fasilitas kesehatan. Kepolisian juga menyarankan agar korban dirujuk ke RS Saiful Anwar (RSSA) guna menjalani visum dan CT Scan, sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan.

“Langkah medis itu penting sebagai bukti visum untuk memperkuat penyelidikan,” kata Yudi.

Selain mengumpulkan keterangan saksi di lapangan, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap ibu korban, mengingat anaknya belum mampu memberikan kesaksian.

“Hari ini ibu korban dimintai keterangan. Pemeriksaan ini penting untuk menggali konteks lebih dalam atas kejadian yang menimpa anaknya,” pungkas Yudi.

Kasus ini mendapat perhatian serius dari masyarakat luas yang menuntut tindakan tegas agar kekerasan di kalangan pelajar tak menjadi budaya yang terus berulang. Banyak pihak juga meminta agar dunia pendidikan dan lingkungan sosial lebih proaktif dalam melakukan pencegahan terhadap kekerasan antar remaja.(red.a)

Suara Lansia Menggema dari Jember: Negara Hadir Menyapa, Bukan Sekadar Data di Kertas

 


Jember,  kediri24jam.online Ribuan warga lanjut usia (lansia) memadati lokasi puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025 yang digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi simbol kuat hadirnya negara dalam kehidupan para lansia.

Wali Kota Pasuruan sekaligus tokoh nasional, Gus Ipul, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat luar biasa. "Saya diberitahu oleh Pak Bupati, jumlah peserta yang hadir menembus lebih dari 4.000 orang," ujarnya.

Menurut Gus Ipul, peringatan HLUN bukan hanya penghormatan simbolik, melainkan wujud nyata keberpihakan negara terhadap generasi yang telah berjasa.

“Hari Lansia Nasional menjadi penegasan bahwa negara tidak pernah absen dari sisi orangtua kita. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), jumlah lansia di Indonesia kini mencapai lebih dari 33 juta jiwa,” terangnya.

Ia juga menyampaikan bahwa harapan hidup masyarakat Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan. Pada 2021, jumlah lansia tercatat sekitar 12 persen dari total populasi nasional, dan diperkirakan akan melonjak hingga 20 persen pada tahun 2045.

“Ini adalah sinyal positif, tapi sekaligus tantangan. Kita harus memastikan bahwa usia panjang disertai dengan kualitas hidup yang layak,” tambahnya.

Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai wilayah dengan jumlah lansia terbanyak, lebih dari 6 juta jiwa, dan Kabupaten Jember menyumbang sekitar 415 ribu di antaranya.

“Artinya warga Jember punya kualitas hidup yang tinggi. Ini menjadi alasan HLUN 2025 dipusatkan di sini. Dari Jember, suara para lansia menggema ke seluruh penjuru negeri,” papar Gus Ipul.

Namun, menurutnya, bukan sekadar jumlah yang penting. Pertanyaan mendasarnya adalah: "Apakah para lansia sudah benar-benar sejahtera dan bahagia?"

“Kemensos tidak akan tinggal diam. Kita akan bergerak dari angka ke aksi, dari kebijakan ke kehangatan. Tidak hanya mendata, tetapi juga memeluk. Lansia bukan beban, mereka adalah kehormatan bangsa,” tandasnya.

Melalui sinergi program seperti PKH (Program Keluarga Harapan), pemerintah telah menjangkau lebih dari 5 juta lansia. Sebanyak 8 juta lansia miskin juga mendapat bantuan pangan pokok. Selain itu, 156 ribu lansia telah menerima layanan gizi, home care, dan permakanan sosial.

“Semua program ini berangkat dari data yang akurat. Jangan sampai ada lansia yang tercecer atau terabaikan. Mereka harus hadir dalam sistem dan dirangkul oleh negara,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyambut hangat dan mengapresiasi perhatian serius dari Kementerian Sosial. Ia menyebut kehadiran Mensos sebagai pesan kuat dari pemerintah pusat untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan.

“Gus Menteri datang ke sini atas amanah Pak Prabowo. Beliau berpesan: jangan biarkan ada warga yang kelaparan, atau tinggal di rumah yang tak layak. Kehadiran Gus Menteri adalah bentuk nyata negara hadir sampai ke pintu-pintu rumah rakyat,” ujar Fawait.(red.a)

Skandal Kepala Desa: Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi Digulung, Uang Miliaran Diduga Telah Beredar

 


Ngawi, kediri24jam.online Kasus kriminal besar menghebohkan Kabupaten Ngawi setelah aparat kepolisian mengungkap keberadaan jaringan peredaran uang palsu yang dikendalikan oleh oknum elit desa, termasuk dua kepala desa aktif. Praktik terlarang ini terendus setelah adanya laporan dari warga yang mencurigai adanya transaksi tidak wajar di beberapa toko lokal.

Kapolres Ngawi, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, mengonfirmasi bahwa lima tersangka telah dibekuk oleh tim Satreskrim. Fakta yang mencengangkan, dua di antaranya merupakan pejabat desa aktif, yang seharusnya menjadi teladan masyarakat.

“Kami telah mengamankan lima pelaku, dan mengejutkan, dua di antaranya adalah kepala desa aktif,” ungkap Charles saat konferensi pers, Jumat (30/5/2025).

Dua oknum kepala desa tersebut diketahui berinisial DM (42) dari Kecamatan Sine dan ES (55) dari Kecamatan Ngrambe. Sedangkan tiga pelaku lainnya adalah warga dari luar Kabupaten Ngawi: AS (41) asal Sragen, Jawa Tengah; AP (38) asal Kuningan, Jawa Barat; dan TAS (47) asal Lampung Selatan.

“Mereka bukan warga lokal semua. Tiga pelaku berasal dari luar daerah,” tambah Charles.

Kasus ini terbongkar setelah warga dari Desa Pule dan Desa Sumberjo melaporkan adanya transaksi menggunakan uang palsu di toko mereka. Laporan masuk secara terpisah pada tanggal 1 dan 15 Mei 2025. Polisi langsung bergerak cepat, melakukan pelacakan dan penggerebekan.

Hasilnya cukup mencengangkan. Dari tangan tersangka DM, ditemukan 308 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu. Sementara dari TAS, polisi menyita barang bukti dalam jumlah besar, termasuk:

  • 5.040 lembar uang rupiah palsu pecahan 100 ribu

  • 4 lembar pecahan 50 ribu rupiah palsu

  • 1.000 lembar uang palsu mata uang Brazil (Real) pecahan 5.000

  • 91 lembar uang palsu USD pecahan 50

  • 90 lembar USD palsu pecahan 100

  • Ratusan lembar uang palsu yang belum dipotong

“Ini bukan operasi sembarangan, mereka punya sistem. Uang palsu itu diedarkan lewat agen Brilink, toko sembako, bahkan SPBU. Wilayahnya pun lintas kabupaten,” tegas Charles.

Empat wilayah terdampak dalam distribusi uang palsu ini: Ngawi, Magetan, Madiun, dan Sragen.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Joshua Peter Krisnawan, menuturkan bahwa para pelaku bakal dijerat dengan pasal berat dalam Undang-Undang Mata Uang serta KUHP, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

“Para pelaku tidak hanya melanggar hukum, tapi telah mengkhianati kepercayaan masyarakat. Tindakan ini merusak stabilitas ekonomi lokal dan menebar keresahan,” tegas Joshua.

Pihak kepolisian juga membuka kemungkinan adanya tersangka tambahan, serta memperluas penyelidikan terhadap oknum-oknum lain yang diduga ikut terlibat, termasuk dugaan adanya percetakan uang palsu skala besar di luar Jawa.(red.a)

APBN Disulap Jadi Ladang Cuan? Praktik Gelap Aspirator di Kediri Diungkap!

 


KEDIRI, kediri24jam.online– Jawa Timur. Munculnya peran yang disebut-sebut sebagai “aspirator” dalam proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayah Kabupaten Kediri kini menjadi sorotan tajam. Sosok ini dituding memiliki kuasa tak tertulis dalam mekanisme proyek dan disebut-sebut berperan dalam pemotongan anggaran hingga 20% dari nilai proyek—angka yang cukup mencengangkan jika ditinjau dari perspektif transparansi dan akuntabilitas anggaran negara.

Siapakah sebenarnya para aspirator ini? Apakah mereka bagian resmi dari struktur pelaksana, atau hanya "makhluk tak kasat mata" yang beroperasi di balik layar dengan kekuasaan informal namun nyata dampaknya? Pertanyaan ini mengemuka seiring banyaknya desas-desus di kalangan penerima manfaat yang menyebut peran mereka seperti primadona proyek yang tak tersentuh hukum.

Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Nasional Kesatuan Republik Indonesia (LP3-NKRI) yang melakukan investigasi sejak awal tahun ini, berhasil menelusuri salah satu individu yang diduga kuat terlibat dalam peran tersebut. Pria berinisial A, yang disebut-sebut beraktivitas di Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, menjadi perhatian setelah sejumlah kepala desa mengindikasikan namanya dalam pengelolaan proyek.

Ketika dikonfirmasi oleh tim investigasi dan media melalui panggilan telepon maupun aplikasi pesan singkat, pihak bersangkutan enggan memberikan klarifikasi. Setelah upaya berulang dan penantian yang panjang, akhirnya Tim LP3-NKRI berhasil melakukan pertemuan langsung untuk mengonfirmasi sejumlah temuan di lapangan.

“Saya benar-benar tidak tahu-menahu soal itu. Proyek ini terbuka untuk umum. Saya hanya mendaftarkan satu desa, dan itu pun tidak ada pungutan apa pun,” ujar A saat diwawancara langsung.

Namun, dari hasil penggalian informasi yang berlangsung hampir satu jam, tim investigasi mendapati berbagai pernyataan yang tidak konsisten. Dugaan kuat adanya praktik manipulatif pun mulai terkuak satu demi satu—terutama setelah keterangan dari beberapa desa penerima manfaat menunjukkan indikasi campur tangan oknum dalam pemotongan dana proyek.

Pemotongan Anggaran: Celah Korupsi yang Terstruktur

Para pelaksana proyek di lapangan menyebut bahwa sebagian dana proyek dipangkas tanpa penjelasan yang transparan. Hal ini memperkuat indikasi adanya praktik penyalahgunaan kewenangan, yang jika terbukti, bisa tergolong sebagai tindak pidana korupsi.

“Jika pemotongan anggaran dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas dan mengarah pada upaya memperkaya pihak tertentu, maka hal tersebut tidak bisa dibenarkan dan harus ditindak,” ujar perwakilan LP3-NKRI.

Penyimpangan dana proyek berbasis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seperti ini, selain merugikan negara, juga mencederai kepercayaan publik terhadap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat desa.

Transparansi dan Pengawasan Harus Diperketat

LP3-NKRI menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek berbasis APBN, termasuk P3-TGAI yang banyak menyasar desa-desa di wilayah Jawa Timur. Seluruh pihak, baik pelaksana teknis maupun penerima manfaat, harus dilibatkan secara terbuka dan bebas dari tekanan pihak ketiga.

Jika benar terbukti adanya jaringan aspirator yang bermain dalam proyek ini, maka aparat penegak hukum diharapkan dapat bertindak tegas untuk memutus rantai permainan kotor yang merugikan masyarakat bawah.

“Kami akan terus mengawal kasus ini dan tidak berhenti sampai semua fakta terbuka. Ini bukan hanya soal proyek kecil, tapi soal integritas pelaksanaan pembangunan di tingkat desa,” tutup tim investigasi LP3-NKRI.(red.Tim)

12 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat, Mayoritas karena Penyakit Menahun

 


 Surabaya,  kediri24jam.online– Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya melaporkan sebanyak 12 jemaah haji wafat hingga Kamis (29/5/2025). Mayoritas dari mereka meninggal akibat kondisi kesehatan yang menurun atau penyakit kronis yang diderita sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh Sugiyo, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, pada Jumat (30/5). “Rata-rata penyebab kematian jemaah adalah karena sakit,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, empat jemaah wafat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya, dua lainnya meninggal di dalam pesawat dalam perjalanan ke Tanah Suci, dan enam jemaah meninggal dunia setelah berada di Arab Saudi.

Sampai saat ini, sebanyak 36.101 jemaah dari 95 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya. Jumlah tersebut mencakup sekitar 97% dari total 36.845 jemaah yang terdaftar.

Kloter terakhir dijadwalkan berangkat malam ini pada pukul 21.10 WIB dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya menuju Bandara Internasional Juanda.

Menjelang puncak ibadah haji, Sugiyo juga memberikan imbauan kepada seluruh jemaah agar memperhatikan kondisi tubuh serta mengatur asupan nutrisi dan istirahat. Ia menyarankan jemaah membawa bekal pribadi seperti air minum dan makanan kering yang tahan lama untuk keperluan ibadah di wilayah Armuzna.

“Kondisi cuaca yang panas dan padatnya aktivitas di Armuzna mengharuskan jemaah menjaga kesehatan dan stamina,” tambahnya.

Berikut adalah daftar nama jemaah haji Embarkasi Surabaya yang telah wafat:

  1. Istiyono Taslim Atmo Suwito (60) – Kloter 3, Kabupaten Tulungagung. Wafat 4 Mei 2025 di RS Haji, karena TB, stroke, dan diabetes.

  2. Supatmi Supriadi Hasan (68) – Kloter 29, Kabupaten Bangkalan. Meninggal di RS Haji, 10 Mei 2025, akibat gangguan pernapasan.

  3. Ummu Sopiyah (51) – Kloter 14, Kabupaten Gresik. Meninggal di RS Haji, 20 Mei 2025 karena sakit.

  4. Nur Fadilah (45) – Kloter 20, Kabupaten Sidoarjo. Meninggal di pesawat, 8 Mei 2025 karena henti jantung (cardiac arrest).

  5. Inten Retno Wati (56) – Kloter 5, Kabupaten Kediri. Wafat 14 Mei 2025 di Arab Saudi akibat septic shock dan kegagalan multiorgan. Dimakamkan di Syara Makkah.

  6. Soesanto Soemantri Notodiarjo (73) – Kloter 16, Kota Surabaya. Meninggal di Madinah, 17 Mei 2025 dan dimakamkan di Baqi.

  7. Muhadi Madris (74) – Kloter 9, Kabupaten Blitar. Wafat di Mekkah dan dimakamkan di Pemakaman Syaraya.

  8. Naki Muhammad Tang Laddu – Kloter 74, Nusa Tenggara Timur. Wafat 24 Mei 2025 di RS Haji karena kanker paru-paru.

  9. Sri Umami Kasih (61) – Kloter 85, Kabupaten Probolinggo. Meninggal di pesawat pada 27 Mei 2025 karena sakit.

  10. Masiah Joyosijas Sarpan (59) – Kloter 64, Kabupaten Bojonegoro. Wafat di Arab Saudi, 21 Mei 2025.

  11. Gogok Priadi (66) – Kloter 76, Kota Malang. Meninggal di Arab Saudi, 25 Mei 2025.

  12. Arsan (92) – Kabupaten Malang. Wafat di Tanah Suci, 27 Mei 2025.

Pentingnya Edukasi Kesehatan Sebelum Keberangkatan

Kasus kematian jemaah haji yang sebagian besar dipicu oleh penyakit kronis ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih serius dalam edukasi kesehatan pra-keberangkatan. Pemeriksaan kesehatan menyeluruh, manajemen obat, serta pendampingan medis selama di Tanah Suci sangat dibutuhkan, terutama bagi jemaah lansia.

PPIH diharapkan memperkuat sinergi dengan Kementerian Kesehatan, terutama dalam memperkuat keberadaan tim medis di setiap kloter dan meningkatkan pelayanan kesehatan darurat di lokasi-lokasi ibadah.

Dengan terus meningkatnya jumlah jemaah lansia, pendekatan yang lebih holistik terhadap kesehatan fisik dan mental menjadi kunci dalam memastikan ibadah haji yang aman dan lancar.(red.a)

Skandal Ayam Goreng Widuran Solo: Produk Nonhalal Dijual Tanpa Label, Bisa Terancam Pidana dan Gugatan Konsumen

   


SOLO,  kediri24jam.online– Salah satu rumah makan legendaris di Kota Bengawan, Ayam Goreng Widuran, tengah diterpa gelombang kecaman usai terungkapnya penggunaan bahan tidak halal dalam proses produksi tanpa adanya transparansi kepada konsumen. Kasus ini membuka ruang kemungkinan pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Konsumen serta regulasi jaminan produk halal.

Informasi awal muncul dari pengakuan karyawan yang menyatakan bahwa bagian kremesan dari menu ayam goreng menggunakan minyak berbahan dasar babi. Hal tersebut turut dikonfirmasi melalui pemberitaan berbagai media nasional. Manajemen restoran juga telah menyampaikan permintaan maaf dan mengganti seluruh spanduk dengan keterangan "nonhalal", menghapus frasa "halal" yang sebelumnya terpampang di semua outlet mereka.

Pengakuan itu, menurut hukum Indonesia, dapat menjadi alat bukti sah dalam persidangan. Dalam perkara hukum perdata, Pasal 164 HIR menyebutkan bahwa pengakuan pihak tergugat merupakan satu dari lima alat bukti. Sementara dalam hukum pidana, pengakuan harus diperkuat oleh alat bukti lain, seperti hasil laboratorium, keterangan ahli, atau dokumen pendukung.

Dari aspek hukum, restoran tersebut berpotensi dikenai sanksi berdasarkan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pasal 4 huruf a dan c menegaskan bahwa konsumen berhak memperoleh informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai produk yang dikonsumsi serta perlindungan terhadap keamanan dan keselamatan.

Dalam konteks ini, tidak adanya informasi mengenai penggunaan minyak babi jelas merupakan tindakan menyesatkan. Hal ini dapat digolongkan sebagai tindakan curang (fraud) sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 10 UUPK. Ancaman hukum bagi pelanggaran tersebut diatur dalam Pasal 62 UUPK, yang mencantumkan pidana penjara maksimal lima tahun atau denda hingga Rp2 miliar.

Selain itu, UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) juga memberi dasar hukum untuk menjerat pelaku usaha makanan yang tidak memenuhi standar halal. Pasal 4 UU JPH mewajibkan seluruh produk yang beredar di Indonesia untuk bersertifikat halal. Adapun jika produk belum tersertifikasi halal, maka label "tidak halal" harus dicantumkan secara jelas, sebagaimana diatur dalam PP No. 31 Tahun 2019.

Menurut laporan yang beredar, rumah makan tersebut tidak pernah mengajukan sertifikasi halal, namun tetap mencantumkan klaim halal pada spanduk dan promosi. Ini berpotensi melanggar Pasal 135 PP No. 31 Tahun 2019, yang mewajibkan pelaku usaha memberi peringatan jika produknya belum bersertifikasi halal.

Pakar hukum konsumen menyebut, skandal ini bisa membawa konsekuensi hukum yang luas, mulai dari sanksi administratif, pencabutan izin usaha, hingga tuntutan perdata oleh konsumen yang merasa dirugikan, baik secara material maupun spiritual. Hal ini menjadi semakin penting mengingat pelaku usaha dalam sektor makanan tergolong risiko tinggi, khususnya jika berkaitan dengan keyakinan agama masyarakat.

Lebih lanjut, UU Cipta Kerja No. 6 Tahun 2023, sebagai amandemen dari berbagai regulasi sebelumnya, justru memperkuat kewajiban pelaku usaha untuk menjalankan standarisasi perizinan dan jaminan mutu, termasuk untuk aspek halal. Tidak terpenuhinya aspek ini dapat menjadi dasar hukum bagi pemerintah untuk melakukan tindakan tegas.

Pakar menilai bahwa kasus ini tidak sekadar soal pelanggaran administratif, melainkan juga pelanggaran etika bisnis dan kepercayaan publik. Kejujuran dalam penyajian informasi bagi konsumen merupakan prinsip dasar dari tanggung jawab usaha di sektor pangan, terlebih di negara dengan mayoritas penduduk muslim.

Beberapa contoh yurisprudensi terdahulu menunjukkan bahwa kasus serupa bisa berujung ke meja hijau. Mulai dari kasus First Travel (2017)gugatan terhadap AirAsia (2015), hingga kasus gagal bayar Jiwasraya, seluruhnya menegaskan peran pengadilan dalam menegakkan hak-hak konsumen yang dilanggar.

Apakah kasus ini akan berlanjut hingga ranah peradilan? Hingga saat ini, publik masih menantikan langkah lanjutan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)Kementerian Agama, dan lembaga terkait lainnya. Seruan dari organisasi seperti PP Muhammadiyah menambah tekanan agar kasus ini diproses secara adil dan transparan.

Kesimpulan:
Skandal Ayam Goreng Widuran bukan hanya membuka mata masyarakat tentang pentingnya kehalalan produk, namun juga menjadi pengingat bahwa pelaku usaha wajib tunduk pada aturan hukum dan moral bisnis. Pelanggaran terhadap konsumen bukanlah perkara sepele — dampaknya bukan hanya soal denda dan hukuman, tapi juga hilangnya kepercayaan publik yang dibangun selama puluhan tahun.(red.a)

Sistem Baru Layanan Haji: Jemaah Dikelompok Berdasar Syarikah, Penjagaan Masjidil Haram Diperketat Jelang Puncak Ibadah

  


MAKKAH, kediri24jam.online – Pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 akan mengalami sejumlah penyesuaian signifikan, terutama terkait sistem layanan untuk jemaah selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Bila sebelumnya pengelolaan dilakukan berdasarkan kelompok terbang (kloter), kini layanan berfokus pada sistem syarikah atau perusahaan penyelenggara layanan di Arab Saudi.

Ketua Kloter 03 Embarkasi Surabaya (SUB), Khoirul Anam, mengungkapkan bahwa sistem berbasis syarikah ini akan merombak teknis pelayanan, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga penempatan jemaah. “Semua proses, termasuk pengangkutan jemaah ke Armuzna, dikoordinasi langsung oleh syarikah. Ini membawa perubahan dalam pola layanan yang diterima jemaah,” ujarnya.

Khoirul menjelaskan bahwa selama di Arafah, jemaah akan ditempatkan berdasarkan maktab sesuai kelompok visa saat pendaftaran di Indonesia. “Nanti penempatan jemaah berdasarkan pengelompokan awal visa, bukan berdasarkan kloter. Ini akan mempengaruhi pola komunikasi dan koordinasi,” tambahnya.

Pemerintah Indonesia pun telah menyiapkan skema detil untuk memfasilitasi kelancaran proses di Armuzna, terutama bagi jemaah tanazul—yang memilih untuk mabit atau bermalam di Mina. Penjagaan di jalur-jalur menuju tempat pelontaran jumrah juga diperketat. “Pos pengamanan sudah disusun. Petugas akan mengarahkan jemaah ke jalur dan lantai sesuai tempat tinggal di Mina,” terang Khoirul sembari memohon doa dari masyarakat agar seluruh rangkaian berjalan lancar dan tertib.

Sementara itu, menjelang puncak ritual haji, sebanyak tiga jemaah asal Kabupaten Kediri diberangkatkan ke Embarkasi Surabaya, Jumat kemarin (31/5). Mereka tergabung dalam kloter campuran atau dikenal sebagai kloter sapu jagat.

Menurut Analis Haji Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Kediri, Sulthonuddin Aziz, keberangkatan mereka dilakukan secara mandiri menuju Bandara Juanda. “Ini kloter pamungkas dari Embarkasi Surabaya, terdiri dari berbagai daerah di Jatim,” jelasnya.

Di sisi lain, kepadatan luar biasa mulai terlihat di kawasan Masjidil Haram. Menjelang pelaksanaan salat Jumat, ribuan jemaah memadati area sekitar masjid sejak pagi buta. “Saya sudah berada di sekitar masjid sejak pukul 07.00 pagi, tapi satu kilometer sebelum masuk sudah diperiksa askar,” tutur Alfin, jemaah asal Mojo, Kediri.

Pemeriksaan dokumen dilakukan dua kali sebelum jemaah diperbolehkan masuk. Setelah pukul 08.00 waktu setempat, akses menuju masjid ditutup karena kapasitas penuh. Jemaah yang berhasil masuk harus rela duduk di selasar atau area luar, termasuk di sekitar kran air zam-zam.

Meski harus berdesakan dan tidak mendapatkan tempat utama, banyak jemaah tetap bersyukur dapat mengikuti salat Jumat di Masjidil Haram. “Bisa salat Jumat di tempat paling suci ini adalah nikmat yang luar biasa,” ujar seorang jemaah dengan mata berkaca-kaca.

Kondisi membludaknya jemaah ini membuat pengamanan diperketat. Pasukan keamanan Arab Saudi, termasuk askar dan tentara, membentuk barikade dan pagar pembatas di sepanjang jalur menuju Masjidil Haram. Seluruh kendaraan besar dilarang melintas untuk sementara, dan yang terlihat hanyalah lautan manusia yang berjalan khusyuk menuju Baitullah.(red.a)

Tiga Bulan Usai Mualaf, Ruben Onsu Berangkat Haji: Sujud Haru Iringi Perjalanan Spiritual ke Tanah Suci

  


JAKARTA, kediri24jam.online – Sosok Ruben Onsu kembali menjadi sorotan publik, kali ini bukan karena karya di dunia hiburan, melainkan karena langkah spiritual yang menyentuh hati. Presenter kondang sekaligus pengusaha sukses itu secara resmi berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, dalam momen yang sangat istimewa: hanya tiga bulan setelah ia memeluk agama Islam, tepatnya pada Hari Raya Idulfitri, 31 Maret 2025.

Kabar keberangkatannya diumumkan langsung oleh Ruben melalui akun media sosial pribadinya, lengkap dengan foto walimatus safar—acara tradisi pamitan sebelum keberangkatan haji. Dalam unggahan tersebut, Ruben tampak mengenakan pakaian putih bersih, dengan senyum haru yang menyiratkan kebahagiaan dan ketundukan hati.

“Saya tidak ingin sekadar menunaikan rukun Islam kelima, tapi benar-benar ingin menyelami makna haji dengan sepenuh hati,” tulis Ruben dalam unggahannya.

Acara walimatus safar yang digelar sebelum keberangkatan berlangsung khidmat. Sejumlah tokoh publik seperti Inul DaratistaUstaz Maulana, serta kerabat dan para sahabat turut hadir. Kehadiran puluhan anak yatim juga menambah nuansa spiritual dan keharuan yang mendalam.

Dalam sambutannya, Ruben meminta kepada pihak penyelenggara agar menghapus jadwal wisata religi, demi bisa lebih khusyuk dalam beribadah. “Saya ingin memanfaatkan setiap detik di Tanah Suci hanya untuk beribadah. Tidak ingin kehilangan fokus pada niat utama saya,” ungkapnya.

Momen paling emosional terjadi saat Ruben tiba di bandara untuk bertolak ke Mekkah. Isak tangis tak terbendung saat ia memeluk satu per satu keluarga dan orang-orang terdekatnya. Sujud syukur yang ia lakukan di ruang tunggu keberangkatan membuat banyak orang ikut larut dalam suasana haru.

Air mata Ruben pecah terutama saat berpamitan dengan orangtua angkatnya, sosok yang selama ini membimbingnya mengenal Islam dengan penuh kesabaran dan cinta.

“Saya bersyukur karena Allah memberikan hidayah ini, dan hari ini saya berangkat dengan hati yang penuh ketenangan. Ini bukan akhir, ini awal perjalanan iman saya,” ucap Ruben sambil terisak.

Langkah Ruben Onsu ini tak hanya menjadi kabar bahagia, tapi juga inspirasi bagi banyak orang, baik yang sudah lama memeluk Islam maupun yang baru mulai memahami maknanya. Doa-doa pun terus mengalir dari warganet yang membanjiri kolom komentarnya dengan harapan agar Ruben mendapatkan haji yang mabrur.(red.a )

Museum Sri Aji Joyoboyo Siap Tampil Megah, Pagar Bergaya Majapahit Masuk Tahap Lelang

  


KEDIRI,  kediri24jam.online– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mempercepat progres pembangunan Museum Sri Aji Joyoboyo yang terletak di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Salah satu elemen penting yang kini diprioritaskan adalah pembangunan pagar depan museum, yang dirancang dengan nuansa khas arsitektur tempo dulu.

Dijadwalkan, proyek pagar tersebut akan memasuki proses tender pada pertengahan Juni mendatang, sebagai bagian dari rangkaian tahapan menuju penyelesaian total bangunan. Desain pagar sendiri mengadopsi gaya klasik Majapahit, menggunakan bata merah yang ditata berselang-seling, menciptakan kesan kuat namun elegan khas peradaban Jawa kuno.

“Saya sudah meninjau langsung dan melihat hasil renderingnya. Draft desain ini juga telah kami serahkan ke Mas Bup (Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana) untuk dikaji dan dipilih,” ujar Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, Kamis (30/5).

Irwan menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua alternatif bentuk pagar yang sedang dalam tahap pertimbangan. Meski material utamanya sama, perbedaan mencolok terdapat pada struktur dan pola penataannya.

“Dari sisi bahan hampir identik, tetapi dari sisi desain dan tata letaknya ada perbedaan estetika. Nanti dipilih mana yang paling representatif untuk museum bersejarah ini,” paparnya.

Pembangunan pagar museum tersebut diproyeksikan akan menelan anggaran sekitar Rp 750 juta. Jika proses lelang berjalan tanpa hambatan, pengerjaan fisik ditargetkan rampung pada akhir September tahun ini.

Lebih dari sekadar pagar pembatas, desain ini nantinya akan menjadi wajah utama museum, mencerminkan semangat pelestarian budaya sekaligus menyambut masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang sejarah Kediri.

Museum Sri Aji Joyoboyo sendiri bakal mengusung konsep storyline historis. Pengunjung akan diajak menyusuri perjalanan waktu, dari masa awal Kediri berdiri hingga kejayaannya sebagai pusat kerajaan besar di Nusantara.

“Penataan artefak akan dibuat berdasarkan alur sejarah. Jadi orang tidak hanya melihat benda purbakala, tetapi juga menyerap cerita dan nilai filosofis di baliknya,” jelas Irwan.

Keberadaan museum ini diharapkan bisa menjadi ikon baru pariwisata budaya di Kediri serta ruang edukatif bagi generasi muda. Tak hanya itu, keberadaan museum ini juga selaras dengan upaya Pemkab dalam memperkuat identitas sejarah dan memperluas akses masyarakat terhadap warisan leluhur.(red.a)

Sidang Maut Koper Merah Segera Digelar, Tersangka Terancam Hukuman Mati

  


KEDIRI, kediri24jam.online – Kasus mutilasi koper merah yang sempat mengguncang publik Jawa Timur segera memasuki babak baru. Rochmat Tri Hartanto alias Antok (32), pria asal Tulungagung yang menjadi tersangka utama dalam kasus pembunuhan sadis terhadap Uswatun Hasanah, dijadwalkan akan segera menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Kediri.

Berkas perkara telah resmi dilimpahkan dari penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri ke pengadilan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, sidang perdana rencananya digelar pertengahan Juni mendatang.

“Perkara ini sudah teregister pada Selasa (27/5) lalu dan siap untuk disidangkan,” ungkap Humas Pengadilan Negeri Kediri, Agung Kusumo Nugroho.

Antok didakwa dengan pasal berat. Dakwaan utama adalah Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, yang membawa ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. Selain itu, jaksa juga menyiapkan dakwaan alternatif, yaitu Pasal 338 KUHP (pembunuhan biasa) dan Pasal 351 ayat (3) KUHP (penganiayaan yang mengakibatkan kematian).

“Majelis hakim yang akan menangani perkara ini terdiri dari tiga orang, dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Khairul, didampingi hakim anggota Novi Nuradhayanty dan Alfan Firdauzi Kurniawan,” imbuh Agung.

Mengingat besarnya perhatian publik terhadap kasus ini, terutama karena lokasi pembunuhan terjadi di sebuah hotel di wilayah Kota Kediri, pengadilan juga akan menyiapkan pengamanan tambahan. “Kami sudah mengantisipasi jika nanti terjadi lonjakan massa atau reaksi masyarakat. Tentunya akan ada pengamanan yang lebih ketat,” tegasnya.

Kasus ini mencuat setelah tubuh korban ditemukan dalam kondisi tragis. Bagian tubuh Uswatun Hasanah dipotong-potong dan disebar di tiga lokasi berbeda: kaki ditemukan di wilayah Sampung, Ponorogo; kepala dibuang di Watulimo, Trenggalek; sedangkan bagian tubuh lainnya ditemukan di Kendal, Ngawi, dalam sebuah koper merah besar yang menjadi simbol keji dari kasus ini.

Sebelum membuang jasad korban, tersangka dilaporkan sempat membeli plastik pembungkus (plastic wrap) untuk menghindari penyebaran bau dari potongan tubuh. Fakta tersebut terungkap dalam pemeriksaan lanjutan oleh jaksa penyidik Kejari Kediri.

Dari hasil penyelidikan Polda Jatim sebelumnya, motif pembunuhan disebut berkaitan dengan permasalahan pribadi antara pelaku dan korban. Namun, detail lengkapnya baru akan dibuka dalam persidangan.

Kasus ini telah menyita perhatian masyarakat luas, tidak hanya karena cara pembunuhan yang keji, tetapi juga karena lokasi pembuangan jenazah yang dilakukan lintas kota, menunjukkan adanya unsur perencanaan yang matang.

Kini publik menanti jalannya sidang yang diprediksi akan berlangsung panas. Apakah keadilan akan ditegakkan, atau akan muncul fakta-fakta baru yang mengejutkan, hanya waktu yang akan menjawab.(red.a)

Lapak Dibongkar, PKL Kediri Diizinkan Berjualan Lagi dengan Syarat Ketat: “Datang Bersih, Pulang Bersih!”

  


KEDIRI, kediri24jam.online – Pemerintah Kota Kediri mulai mengambil langkah tegas untuk menata kawasan trotoar di dua titik strategis, yakni Jalan Joyoboyo dan Jalan Patiunus. Sebanyak puluhan lapak milik pedagang kaki lima (PKL) dibongkar dalam operasi penertiban pada Kamis (30/5).

Penataan ini menjadi bagian dari program revitalisasi ruang publik yang telah digodok sejak beberapa bulan lalu. Kepala Satpol PP Kota Kediri, Syamsul Bahri, menyebutkan bahwa sebagian besar pedagang sudah diberi sosialisasi sejak lama dan menerima keputusan pembongkaran.

“Sebagian besar sudah membongkar secara mandiri karena ingin memanfaatkan kembali bahan bangunannya. Namun, untuk yang tidak bisa membongkar sendiri, kami bantu hari ini,” ujar Syamsul saat memantau kegiatan di Jalan Patiunus.

Total, ada 24 lapak permanen yang dibongkar di kawasan tersebut. Sebagian besar bangunan menyerupai rumah, lengkap dengan fondasi tembok dan fasilitas mandi cuci kakus (MCK). Ini menunjukkan bahwa aktivitas PKL di lokasi itu telah berlangsung puluhan tahun tanpa izin resmi.

Sebagai gantinya, Pemkot Kediri tetap memberi ruang kepada para pedagang untuk mencari nafkah. Namun, mereka kini hanya diperbolehkan menggunakan gerobak portabel yang harus dipindah setelah waktu berjualan berakhir.

“Prinsipnya, tetap kita beri kesempatan berjualan. Tapi harus tertib, bersih, dan tidak mengganggu fungsi trotoar. Nantinya juga akan ada pengaturan waktu berdasarkan zonasi jam operasional,” tegas Syamsul.

Dalam proses pembongkaran, Pemkot Kediri mengerahkan sekitar 100 personel gabungan dari berbagai instansi. Ekskavator juga diturunkan oleh Dinas PUPR untuk membersihkan material bekas bangunan, terutama di lokasi yang sulit dibongkar manual.

Sementara itu, Kepala BPPKAD Kota Kediri, Sugeng Wahyu Purba Kelana, menegaskan bahwa lahan yang ditertibkan adalah aset sah milik pemerintah daerah. “Untuk Jalan Joyoboyo tercatat dalam SHP 134, dan Jalan Patiunus ada di SHP 128. Artinya, penggunaan lahan tanpa izin tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.

Tak hanya menertibkan, Pemkot juga tengah mempersiapkan dukungan bagi PKL yang terdampak. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Wahyu Kusuma Wardani, menyampaikan bahwa bantuan gerobak akan diberikan secara selektif bagi pedagang lama yang terdampak.

“Beberapa sudah siap dengan gerobak sendiri, namun sebagian meminta bantuan. Kami data agar bantuan tepat sasaran. Kami pastikan yang boleh kembali berjualan adalah mereka yang memang sudah lama berdagang di sana,” jelasnya.

Wahyu juga menyebutkan, aturan berjualan ke depan akan mengacu pada Peraturan Wali Kota Kediri Nomor 37 Tahun 2015 tentang zonasi dan jam operasional PKL. “Modelnya seperti PKL pada umumnya. Tidak boleh bangun struktur permanen. Mereka datang bawa gerobak, selesai berjualan langsung bersih,” katanya.

Dari pantauan di lapangan, sekitar 34 PKL di Jalan Patiunus dan 10 PKL di Jalan Joyoboyo terdampak langsung. Di Joyoboyo, mayoritas bangunan semi permanen telah diratakan. Sementara di Patiunus, petugas bekerja lebih keras karena harus menertibkan bangunan layaknya rumah tinggal.

Langkah penataan ini menuai beragam reaksi dari warga. Ada yang mendukung upaya menata kota, namun tidak sedikit pula yang berharap pemerintah bisa memberi solusi jangka panjang bagi pedagang kecil agar tetap bisa berjualan tanpa harus kehilangan sumber penghasilan.

“Semoga ini bukan sekadar penertiban sesaat. Kami butuh kepastian dan ruang yang manusiawi untuk berdagang,” ujar salah satu PKL yang enggan disebutkan namanya.

Dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan terukur, Pemkot Kediri berharap bisa menjaga keseimbangan antara penataan kota dan perlindungan terhadap pelaku ekonomi kecil. Kini tinggal bagaimana kebijakan ini dijalankan secara konsisten di lapangan.(red.a)