Senin, 14 Juli 2025

Warga Kota Kediri Dapat Kuota Sekolah Rakyat, Seleksi Masih Berlangsung

  


KEDIRI, kediri24jam.online  – Meski belum memiliki gedung Sekolah Rakyat sendiri, warga Kota Kediri tetap memperoleh kesempatan untuk mengakses pendidikan alternatif yang diinisiasi pemerintah pusat. Tahun ini, Kota Kediri mendapat alokasi satu rombongan belajar (rombel) untuk jenjang setara SMP, dengan jumlah maksimal 25 siswa.

Kegiatan belajar mengajar nantinya tidak dilakukan di Kediri, melainkan di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA) milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang berlokasi di Kota Batu.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Paulus Luhur Budi Prasetya, menyampaikan bahwa proses penjaringan calon peserta didik masih berlangsung hingga akhir Juli. Pasalnya, sebagian besar lulusan SD di Kota Kediri telah lebih dulu mendaftar ke sekolah reguler.

“Kami masih melakukan pendataan dan seleksi. Targetnya satu rombel, 25 anak. Tapi karena waktunya mepet, dan banyak anak sudah masuk sekolah lain, kami butuh waktu tambahan,” ujarnya, Selasa (14/7/2025).

Sama seperti wilayah lain, calon siswa Sekolah Rakyat diambil dari anak-anak yang masuk dalam kategori Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Di Kota Kediri, terdapat 259 anak usia 12-13 tahun yang masuk dalam kategori ini. Namun, tidak semua bisa bergabung karena beberapa sudah tertampung di sekolah lain.

Untuk menelusuri anak-anak yang layak dan belum bersekolah, Dinas Sosial mengerahkan petugas gabungan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

“Petugas kami turun langsung ke lapangan, menyisir anak-anak dari keluarga tidak mampu yang belum bersekolah dan memenuhi syarat,” tambah Paulus.

Siswa yang lolos nantinya akan mendapatkan akses pendidikan gratis sepenuhnya, termasuk tempat tinggal, makan, seragam, hingga perlengkapan belajar selama di Kota Batu.

Namun, karena lokasi belajar cukup jauh, yaitu di luar kota, restu dari orang tua menjadi faktor penting. “Kesiapan anak dan persetujuan orang tua sama pentingnya. Tapi kami optimis, setelah ada siswa yang berangkat dan ceritanya menyebar, masyarakat akan lebih percaya dan antusias. Ini bisa jadi pijakan untuk hadirnya Sekolah Rakyat di Kota Kediri,” jelas Paulus.

Hingga pertengahan Juli, tercatat sudah enam anak yang menyatakan minat mengikuti program ini.(red.al)

0 komentar:

Posting Komentar