Minggu, 29 September 2024

"Tragedi di Balowerti: Kisah di Balik Kakak Bunuh Adik di Kota Kediri"

 

Kediri, kediri24jam.online - Rumah sederhana bercat biru di Gang V, Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota itu masih didatangi banyak pelayat hingga sore kemarin.

Teras kecil di bagian depan rumah itupun penuh orang.  Menjadikan mereka harus bergilir untuk menyalami seorang wanita yang tak bisa menutupi rasa sedihnya.

Wanita itu adalah Erna. Dia adalah istri Dadang Suryanto, yang tewas setelah dibunuh kakak kandungnya, Edi Purwanto. Wajar bila tangis lirih terus keluar dari mulutnya.

Tega ninggal aku kayak ngene. Deke wis kelakon pethuk anake (tega meninggalkan aku seperti ini. Dia terpenuhi keinginan menemui anaknya, Red),” ucap Erna sambil sesenggukan.

Memang, anak satu-satunya telah meninggal. Dan kini, sang suami juga menyusul ke alam baka.

Kejadian tragis yang berujung hilangnya nyawa Dadang oleh kakak kandungnya benar-benar mengejutkan.

Apalagi, keduanya sempat berkumpul dan makan mi bersama-sama. Yang membelikan adalah Yulio, adik korban yang karib disapa Leo.

Leo mengenang, tak ada gelagat aneh ketika sang kakak itu memintanya membelikan pangsit mi. Dia juga segera menuruti keinginan itu.

“Setelah saya belikan ya dimakan bareng-bareng di depan rumah. Terus, saya kembali ke rumah pakde,” cerita Leo.

Ya, Leo memang tak ikut makan bareng, yang menurut keterangan polisi diteruskan dengan minum-minuman keras. Dia memilih ke rumah pakdenya yang ada di sebelah tempat kejadian perkara.

Pria 27 tahun ini bercerita, mereka adalah empat bersaudara. Kakak tertua adalah Edi. Kemudian berturut-turut disusul Dadang, Leo, dan seorang adik perempuan bernama Linda.

Dari empat orang itu, Edi dan Linda menghuni rumah peninggalan orang tuanya di Balowerti. Sedangkan Leo tinggal di Gringging, Kabupaten Kediri, di rumah orang tua istrinya.

Sementara Dadang punya rumah di Desa Sambiresik, Kecamatan Gampengrejo, juga di Kabupaten Kediri.

Namun, mereka sering datang ke Balowerti sekadar berkumpul. Seperti di malam kejadian nahas itu.“Kadang ya kumpul di sini,” jelas Leo.

Bahkan, sebenarnya, mereka berencana pergi ke tempat Car Free Day (CFD) di Jalan Dhoho Minggu pagi kemarin.

Yang sudah sepakat adalah Dadang, Leo dan istri, serta Linda.“Kalau Edi rencananya akan diajak serta tapi belum diberi tahu,” lanjut Leo.

Mega, kerabat korban, juga menceritakan hal yang sama. Menurut wanita 50 tahun ini, Dadang memang kerap datang ke Balowerti. Terutama mengunjungi adiknya yang bungsu, Linda.

Mega terakhir bertemu dengan Dadang empat bulan terakhir. Pada saat Dadang menemani Linda membeli motor. Saat itu dia juga sempat memberi wejangan agar akur dengan sesama saudara.

“Tak peseni agar akur dengan adiknya. Jangan bertengkar, kasihan. Jawabe ya nggih Mbah,” kata Mega, sambil mengulang jawaban Dadang kala itu.

Sementara itu, beberapa tetangga menyebut bahwa korban dan pelaku memang sering terlibat percekcokan.

Namun, selama ini dianggap sebagai perselisihan biasa antarsaudara. Mereka tidak pernah mengira bakal berakhir dengan tragis seperti itu. (Red. D).

"Mas Dhito Sholawatan Bersama Ribuan Warga: Doa untuk Kebaikan Kabupaten Kediri"

 

Kediri, kediri24jam.online – Calon Bupati Kediri nomor urut dua (2) Hanindhito Himawan Pramana bersama ribuan jamaah mengikuti sholawatan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakuran gedung baru Pondok Pesantren (Ponpes) Khoirul Iman di Kecamatan Kepung. 

Mas Dhito sapaan akrabnya memang memiliki kedekatan dengan kalangan Ponpes, termasuk Ponpes Khoirul Iman yang ada di Desa Besowo itu. Pihaknya pun bersyukur dapat menghadiri undangan acara sholawatan yang dipimpin Habib Ali Bin Hasan Baharun tersebut. 

Mas Dhito yang merupakan calon bupati petahana di Pilkada 2024 dalam kesempatan itu pun mengajak jamaah yang mengikuti acara sholawatan untuk mendoakan kebaikan untuk Kabupaten Kediri.

“Saya minta doa dari panjenengan semua, bukan untuk saya tapi untuk Kabupaten Kediri kedepannya (supaya) menjadi Kabupaten yang ayem, tentram, gemah ripah loh jinawi, ” pinta Mas Dhito. 

Sementara itu, Habib Ali dalam acara itu mendoakan kesehatan dan kelancaran bagi Mas Dhito dalam mengikuti proses Pilkada 2024. Dalam proses Pilkada seperti saat ini pihaknya pun mengingatkan jamaah untuk tetap menjaga perdamaian dan kesatuan.

“Jenengan badhe milih sinten mawon monggo (anda mau memilih siapa saja silahkan),” ungkap Habib Ali. 

Mas Dhito saat menjabat bupati Kediri diakui merupakan sosok pemimpin yang menyukai kegiatan sholawatan. Hal itu ditunjukkan dengan rutinnya Pemkab Kediri dibawah kepemimpinan Mas Dhito menggelar acara sholawatan di kawasan Simpang Lima Gumul.

“Beliau ini tiyang sae. Saya lihat beliau senang mengadakan majelis sholawat bahkan setiap tahun menggelar acara sholawat di Simpang Lima Gumul,” pungkasnya. (Red. D).


"9 Fakta Pelaku Pembubaran Diskusi di Kemang: Dari Tersangka hingga Penahanan"

 

Jakarta, kediri24jam.online  - Polisi menangkap lima orang terkait pembubaran paksa diskusi yang dihadiri sejumlah tokoh di salah satu hotel di Kemang. Berdasarkan proses hukum yang dilakukan, polisi menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tersebut.

Peristiwa pembubaran diskusi terjadi di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (29/9) pagi. Polisi mengantongi 10 nama pelaku terkait pembubaran acara diskusi yang dihadiri sejumlah tokoh itu.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal, mengatakan saat hari kejadian, di lokasi tersebut ada beberapa kegiatan. Termasuk diskusi yang dihadiri sejumlah tokoh dan juga aksi unjuk rasa yang menolak diskusi tersebut digelar.

"Itu ada 3 kegiatan. Pertama adalah kegiatan di dalami hotel yaitu kegiatan kegiatan seminar yang juga saat itu tidak ada pemberitahuannya. Kemudian, ada kegiatan tandingan demo yang tidak menginginkan kegiatan seminar itu terjadi. Sehingga kami tetap melakukan pengamanan walaupun tidak ada pemberitahuan," kata Ade Rahmat di Polda Metro Jaya, Minggu (29/9).

Saat itu pihak kepolisian sudah melakukan pengamanan di depan hotel. Namun, diduga kelompok yang menolak adanya diskusi tersebut masuk melalui pintu belakang hotel untuk melakukan pembubaran. Beberapa di antaranya bahkan diduga sudah menginap di hotel tersebut.

"Kemudian, tiba-tiba ada beberapa orang massa yang menyusup lewat pintu belakang, lewat pintu karyawan. Dan ada beberapa yang sudah berada di dalam hotel, sedang didalami kemungkinan sudah menginap di hotel tersebut," jelasnya.

1. 5 Ditangkap, 2 Tersangka

Pihak kepolisian kemudian menangkap lima orang usai terjadi pembubaran diskusi. Polisi lantas menetapkan dua orang sebagai tersangka terkait pembubaran tersebut.

2. Terancam 7 Tahun Bui

Kedua tersangka terancam hukuman 7 tahun penjara. Polisi menerapkan sejumlah pasal terhadap para tersangka pembubaran diskusi.

"Adapun dari hasil pendalaman tersebut, ada dua yang terindikasi melakukan tindak pidana, baik itu perusakan maupun penganiayaan terhadap sekuriti daripada Hotel Grand Kemang," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra kepada wartawan, Minggu (29/9).

Wira mengatakan tersangka perusakan dijerat Pasal 170 KUHP juncto Pasal 406 KUHP. Sementara tersangka penganiayaan dijerat dengan Pasal 170 KUHP juncto Pasal 351 KUHP.

"Untuk pasalnya yang melakukan perusakan kita jerat Pasal 170, kemudian 406 (KUHP). Sedangkan untuk yang penganiayaan kita jerat 170 dan 351 (KUHP)," ujarnya.

3. Peran Tersangka

Polisi membeberkan peran dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Pertama adalah FEK yeng merupakan koordinator lapangan saat pembubaran diksusi terjadi.

"Di antaranya adalah inisial FEK, ini selaku koordinator lapangan," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Djati Wiyoto Abadhy dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Minggu (29/9).

Tersangka lain ialah GW yang diduga melakukan perusakan di lokasi. Sementara tiga orang lainnya, yakni JJ, LW, dan MDM, belum ditetapkan sebagai tersangka.

4. Dalih Bubarkan Paksa Diskusi

Polisi menyebutkan tersangka berdalih menilai diskusi yang dihadiri sejumlah tokoh itu tak berizin. Pelaku kemudian merasa dapat melakukan pembubaran paksa diskusi.

"Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Forum Cinta Tanah Air sekitar 30 orang. Mereka melakukan aksi menuntut untuk membubarkan kegiatan diskusi yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan diaspora dengan alasan tidak ada izin, memecah belah persatuan dan kesatuan dan sebagainya," kata Brigjen Djati.

Acara diskusi tersebut diketahui dihadiri sejumlah tokoh. Seperti mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan pakar hukum tata negara Refly Harun.

5. Polisi Cari Tahu Penggerak Massa

Polisi masih menyelidiki kasus pembubaran paksa diskusi yang dihadiri oleh sejumlah tokoh. Polisi turut mencari tahu pihak yang menggerakkan kelompok tersebut.

"Polda Metro Jaya akan mendalami motif dan para penggerak kelompok massa ini. Kita akan lakukan screening, kita akan lakukan profiling pendalaman terhadap para pelaku yang sudah kita amankan. Siapa yang menggerakkan mereka? Apa motifnya, apa tujuannya?" kata Brigjen Djati. (Red. D).

"Kaesang Bercanda Soal Private Jet Saat Ajak Kader PSI Menangkan RIDO"

Jakarta, kediri24jam.online - Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep kembali mengungkit soal jet pribadi atau private jet yang belakangan membuat dirinya disorot. Singkat cerita, Kaesang sempat menaiki jet pribadi saat melancong ke Amerika Serikat (AS) bersama istri, Erina Gudono, yang berujung dikaitkan dengan dugaan menerima gratifikasi.

Kaesang Lapor soal Jet Pribadi ke KPK
Pertengahan September lalu, Kaesang pun sempat menyambangi KPK setelah kena sorot publik. Kaesang mendatangi gedung Dewas KPK bersama jubirnya, Francine Widjojo, dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni.

Dalam keterangan pers tertulis, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengaku datang ke KPK atas inisiatif sendiri. Dia mengaku meminta arahan ke KPK perihal penggunaan fasilitas jet pribadi tersebut.
Kaesang menyebut dirinya dan istri numpang jet pribadi milik temannya.

"Saya menyampaikan informasi mengenai perjalanan saya ke AS yang menumpang atau nebeng temen saya," kata Kaesang, Selasa (17/9).

"Saya ini optimis, optimis sekali kalau Bapak Ridwan Kamil dan Pak Suswono ini adalah gubernur dan wakil gubernur Jakarta selanjutnya. Jadi saya butuh dukungan semua dari seluruh kader PSI untuk bisa memenangkan Pak Ridwan Kamil dan Pak Suswono," kata Kaesang.

Kaesang kemudian menyinggung hadiah private jet. Pernyataan Kaesang pun disambut riuh heboh kader.

"Pada pengin semangat Jakarta lebih maju? Ya pilih Pak Ridwan Kamil dan Pak Suswono, siap ya? Kalau semuanya semangat untuk memenangkan Pak Ridwan Kamil dan Pak Suswono, saya ada hadiah," katanya.

"Hadiahnya sangat menarik. Sangat mahal. Ini karena tadi saya bilang hadiahnya mahal, hadiahnya mewah, mintanya sepeda. Karena saya tadi mau kasih private jet," seloroh Kaesang disambut riuh hadirin.
Lebih lanjut, Kaesang juga meminta kader PSI mengutamakan politik yang santun. Dia meminta kader PSI mengutamakan pemenangan pasangan RIDO ketimbang harus menjelekkan paslon lain.

"Dan saya mengajak semua, sekali lagi mengajak seluruh kabar PSI untuk bisa memenangkan Pak Ridwan Kamil dan Pak Suswono. Dan kita juga harus tunjukan kepada masyarakat Jakarta dengan gaya politik yang berbeda," ujarnya.

"Politik yang happy, politik yang santun dan santuy. Yang penting kita nggak perlu menjelekkan pasangan yang lain. Kita fokus untuk memenangkan Pak Ridwan Kamil dan Pak Suswono,"katanya. (Red. D)


Kamis, 12 September 2024

Polres Blitar Kota Dalam Waktu Sebulan Berhasil Ungkap Kasus Narkoba, 5 Tersangka Dan Barang Bukti Berhasil Diamankan

  


Kota Blitar, kediri24jam.online   - Satresnarkoba Polres Blitar Kota berhasil mengungkap lima kasus peredaran narkoba dalam kurun waktu Agustus sampai September 2024. Polisi berhasil menangkap lima tersangka. Satu di antaranya masih di bawah umur. 

Polisi juga menyita barang bukti sebanyak kurang lebih 7.500 butir pil dobel L dan 0,44 gram sabu-sabu dari para tersangka. 


Wakapolres Blitar Kota, Kompol I Gede Suartika saat konferensi pers Kamis (12/09/2024) mengatakan lima kasus narkoba yang diungkap, yaitu, satu kasus peredaran sabu dan empat kasus peredaran pil dobel L. 

"Lima kasus peredaran narkoba itu diungkap Satnarkoba Polres Blitar Kota selama periode Agustus 2024 sampai awal September 2024 ini," kata Gede. 

Dari lima kasus yang diungkap, polisi menangkap lima tersangka. Satu dari lima tersangka yang ditangkap masih berstatus di bawah umur. Satu pelaku di bawah umur itu masih berusia 17 tahun dan sudah tidak sekolah. Untuk satu pelaku di bawah umur tidak ditahan, tapi penanganan kasusnya tetap berlanjut, Untuk satu pelaku di bawah umur, penanganan kasusnya sudah tahap dua," ujar Gede. 


Menurut Gede, polisi masih mengembangkan pengungkapan lima kasus narkoba di wilayah Polres Blitar Kota. "Masih kami kembangkan untuk mencari pemasok narkoba kepada para pelaku yang kami tangkap," katanya.

Penangkapan berawal pada 29 Agustus 2024 terhadap tersangka pengedar pil dobel L, yakni SR alias Srimbit (21),. Kepada polisi, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar itu mengaku mendapatkan pil dobel L dari MRS. Dari informasi itu, Polisi kemudian menahan MRS dan menempatkan di tempat tersendiri karena statusnya yang masih tergolong anak di bawah umur, yakni di tahanan Polsek Talun.

Menurut Gede, Srimbit dan MRS adalah dua dari empat tersangka pengedar pil dobel L yang ditangkap selama operasi yang digelar Satresnarkoba Polres Blitar Kota dalam kurun waktu satu bulan. 

Operasi digelar mulai awal Agustus hingga awal September 2024, dengan total barang bukti yang disita sebanyak kurang lebih 7500 pil dobel L. Dua tersangka pengedar pil dobel L lainnya adalah ZZ alias Pentul (23), warga Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, dan LKJ (24), warga Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Selain itu, Polres Blitar Kota juga berhasil menangkap RS (29), warga Desa Klepon, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, atas kepemilikan 0,44 gram narkotika golongan I jenis sabu.


Peredaran obat terlarang pil dobel L di wilayah Blitar masih marak, polisi masih terus melakukan penyelidikan. 

Para tersangka peredaran obat terlarang pil dobel L dijerat dengan Pasal 435 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 12 tahun atau pidana denda maksimal Rp 5 miliar. 

Sedangkan, tersangka pemilik narkotika jenis sabu dijerat dengan Pasal 112 Ayat (1) dan Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar, tutup Kompol Gede.(Red.Tim)

Kamis, 05 September 2024

Menjelang Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 Satlantas Polres Kediri Tingkatkan Patroli Preventif di Kantor KPU dan Bawaslu Kab. Kediri.

 


Kediri, kediri24jam.online - Dalam rangka terciptanya Kamseltibcar Lantas dan kondisi Kamtibmas yang aman dan yaman menjelang pelaksanaan pilkada tahun 2024, Anggota Satlantas Polres Kediri meningkatkan kegiatan patroli  Di beberapa titik yang di anggap Rawan terjadinya gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas. Kamis 05/09/2024.


Dari pantauan awak media Anggota Sat Lantas Polres Kediri yang bertugas di Pos Lantas 12.05 Katang, melaksanakan kegiatan Patroli preventif di seputar Simpang Lima Gumul, Kantor Bawaslu Kab. Kediri dan Kantor KPU Kab. Kediri pada siang dan malam hari.

Kasat Lantas Polres Kediri, AKP Jodi Indrawan S.I.K, melalui Kaurmin Sat Lantas Polres Kediri Iptu Rudi Darmawan S.H. Saat di kompirmasi Awak media terkait kegiatan tersebut Mengatakan, Kegiatan Patroli Preventif Rutin dilaksanakan untuk terciptanya Kamseltibcar Lantas dan kondisi Kamtibmas yang aman dan nyaman menjelang pelaksanaan pilkada 2024.


"Kami dari Satlantas Polres Kediri melaksanakan kegiatan Patroli Preventif secara Rutin untuk terciptanya Kamseltibcar Lantas dan kondisi Kamtibmas yang aman dan nyaman menjelang pelaksanaan pilkada 2024 sebagai wujud  Pelayanan kami kepada masyarakat Kab. Kediri.


Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri M. Saifuddin Zuhri, M.Pd.I., M.H. Saat di komfirmasi awak media terkait kegiatan patroli yang di lakukan oleh anggota Sat Lantas Polres Kediri  tersebut,  merasa sangat senang dan mengucapkan trimakasih atas pelaksanaan Tugasnya.

( Mas Boor )

Senin, 02 September 2024

PERWIRA SAT LANTAS POLRES KEDIRI CEK KESIAPAN ANGGOTA SAAT PELAYANAN PAGI

  


kediri24jam.online - Dalam rangka terciptanya Kamseltibcar Lantas dan Kamtibmas yang aman, Satlantas Polres Kediri melaksanakan penjagaan dan pengaturan Lalulintas pagi secara rutin di mulai pukul 06.00 Wib sampai dengan 07.30 WIB.

Kegiatan penjagaan dan pengaturan lalu lintas pagi hari, sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat yang terus dilaksanakan oleh anggota  Satlantas Polres Kediri dengan pengawasan melekat oleh perwira Satlantas Polres Kediri.

Dari pantauan awak media Kaurmin Sat Lantas Polres Kediri. Iptu Rudi Darmawan S.H dan Kanit Turjagwali Satlantas Polres Kediri Iptu Sujadhi S.H melaksanakan pengecekan anggota yang sedang melaksanakan penjagaan dan pengaturan lalu lintas pagi di sepanjang jalan protokol Kediri Simpang Lima Gumul. Selasa 03 / 09 / 2024.

Kasat Lantas Polres Kediri, AKP Jodi Indrawan S.I.K, melalui Kaurmin Sat Lantas Polres Kediri Iptu Rudi Darmawan S.H. Saat di kompirmasi Awak media terkait kegiatan tersebut Mengatakan, Kegiatan tersebut rutin di laksanakan setiap Hari sebagai upaya Pelayanan kepada masyarakat.

"Kegiatan pelayanan berupa penjagaan dan pengaturan lalu lintas pagi hari, kami laksanakan secara rutin. Mulai pukul 06.00 WIB sampai 07.30 WIB. Karena pada jam tersebut aktivitas masyarakat cenderung meningkat dan kehadiran Polri sangat dibutuhkan untuk menjaga Kamseltibcar Lantas dan kondisi Kamtibmas yang aman" terang Iptu Rudi Darmawan. S.H

( Mas Boor )